
sepulang dari salon, ternyata mamy fana mengajak Dira kesebuah mall untuk shopping.
"my...ini kebanyakan,yang ada dirumah saja tidak pernah Dira pakai"ngeluh Dira,tangan kanan dan kirinya sudah banyak peperbeck semua milik Dira,dari tas,baju,perhiasan,alat makeup, semua perlengkapan atau keperluan wanita sudah dibooking banyak oleh mamy.
mamy fana tidak perduli,setiap mamy fana shoping bareng temen temen nya selalu ada saja yang dibeli untuk Dira, walaupun kenyataannya Dira tidak pernah memakainya.
"mamy kanyak mau buka toko pakaian wanita dirumah, sayang mamy,ini udah kebanyakan".
"sayang...kamu butuh itu semua,kamu itu harus berubah mulai dari sekarang,kalau kamu sayang pada suami kamu nanti,jangan seperti mamy"kata mamy fana yang masih sibuk melihat lihat apa lagi yang akan dibelinya.
"suami..."?kaget Dira.
mamy jangan aneh aneh deh,kalaupun Dira nanti punya suami,ya pasti kek papilah,papi terima mamy apa adanya.udah ah,,,mamy, Dira jadi malas,Dira mau pulang,mamy belanja aja lagi kalau belum puas,"Dira ingin meninggalkan mamy.
"eh eh...mau kemana?
tungguin mamy,enak aja mau ninggalin istri cantiknya papi,bakal dipenggal kamu sama papi tau"Dira bergidik ngeri.
"apasih my,ngak nyakin Dira papi bakal penggal kepala Dira, yang ada papi cepet cari istri baru"
kata Dira dan "plak"mamy mencentil dahi Dira.
"aufh ,sakit my,kejam banget,kek sama anak tiri aja".sambil menggosok dahinya.
"anak kandung rasa tiri"
"anak yang doain maknya dimadu,pengen punya ibu tiri kamu"mereka tidak perduli sama pandangan orang yang lewat melihat kelakuan ibu dan anak itu.
"my...pulang yuk,nanti kalau mamy mau lanjut,kita lanjut dirumah aja,ayok my"?Dira berjalan disamping mamy,sedikit berbisik.
"anak kurang ajar kamu,bukan nya minta damai malah lanjut perang"langsung mensejajarkan dengan langkah Dira,mereka pun pulang.
sesampai mereka dirumah, sebelum turun dari mobil .
"kamu ingatkan apa yang mamy bilang tadi"?tanya mamy.
"ingat mamy..."kata Dira dengan lesu.
"awas kamu kalau pura pura lupa"ancam mamy fana lagi.
"papi sama kak Andra belum pulang kanyaknya my"
"berarti tunggu makan malam"
"hah my, serius,ah mamy...masak Dira harus memakai baju kek gini sampai nanti malam"rengek Dira.
"ya terserah, kalau ngak mau juga ngak apa apa...tapi kamu masih ingat resikonya kan"?
sewaktu pulang dari mall tadi,mamy sudah mewanti-wanti Dira,kalau Dira tidak patuh pada aturan yang mamy atur,maka semua baju Dira akan dikosongkan dalam lemari.,motor akan disita,kartu ATM akan dicabut.aturan mamy tidak ada yang bisa membantah.termasuk papi Indra,bukan kisah tentang suami takut istrinya,tapi tentang sebuah kepercayaan penuh yang diberikan oleh papi pada mamy fana, karna papi tau,mamy fana akan menjalankan dengan baik dan tentu yang terbaik.
Dira pasrah,padahal dia sudah gatal gatal ingin mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.baju kaos longgar,celana panjang atau selutut,begitulah kalau pakaian Dira diluar atau dirumah,tanpa lipstik dan makeup,rambutnya selalu dikuncir tinggi dan digulung setelah itu ditutupi oleh topi,terlihat seperti rambut yang pendek,terkecuali dirumah,masak didalam rumah masih pakek topi.
"yaudah my,Dira kekamar dulu,gerah nih,mau mandi"pamit Dira.
"emm,jangan lupa,bajunya harus cantik,awas kamu kalau pakek baju jelek kamu lagi"
"jelek gimana sih my,lebih mahal baju punya Dira dari pada baju baju yang mamy beli ini"berlari meninggalkan mamynya yang akan siap meledak .tapi terhenti karna mendengar suara mobil,siapa lagi kalau bukan mobil suami dan anaknya,Dira sudah masuk kekamarnya.
mamy langsung siap siap menyambut suaminya,didepan pintu.
"kok pulang nya telat Pi?"tanya mamy dan langsung melabuhkan ciuman dipipi suaminya.
"ish,mamy dikamar aja,malu dilihat sama sekuriti didepan..."kata Andra
"bilang aja kamu iri"potong mamy,sambil mengambil tas dan jas ditangan suaminya.
ayo Pi,kita lanjut dikamar,kasian ada yang masih jomblo disini"berlalu meninggalkan Andra yang melongo melihat kelakuan mamynya.
"ish,lebay,udah tua juga"kata Andra mempercepat langkahnya meninggalkan dua sejoli itu.
"hahaha"tawa mamy fana.
"mamy....udah ah,kemana aja mamy hari ini, Dira berhasil diajak ngak?"tanya papi dengan kegiatan istrinya hari ini.
"papi lihat hasilnya bentar lagi,dan ingat sama ancaman mamy untuk Dira,kita harus tegas Pi kali ini,kalau tidak mana ada yang mau kalau liat gayanya itu,yaudah papi kekamar aja dulu,mamy ambil minum untuk papi"
papi tidak membantah lagi,dia langsung menuju kekamar nya.