
mata hari sudah masuk disela sela gorden,hingga cahayanya mengenai wajah seorang wanita.
ugh,lenguh wanita itu sambil mengucek matanya dan ingin meraba kenakas samping tempat tidurnya guna untuk mengambil hp nya dengan mata yang masih tertutup.
''apa ini?seperti bulu yang kasar''gumam Dira tangannya masih meraba raba.
''hidung,mata,ck''karna penasaran Dira pun membuka matanya.
''aaaaaaa''teriak Dira sehingga membangunkan imam yang masih nyaman dengan selimut tebalnya.
''chuuut''imam langsung terduduk dan menutup mulut Dira dengan telunjuknya.
''mas?''kata Dira sedikit kaget sambil menarik selimut sampai menutupi sebatas dada nya.
ngapain dikamar aku?''tanya dira.
''what?''tanya imam lagi.
coba diingat ingat sayang?sambil kamu mengingatnya,mas kekamar mandi dulu''setelah mengatakan itu langsung menurunkan kakinya dari tempat tidur.
''aduh...''ringis imam sambil memegang pinggangnya.
''mas kenapa?''tanya Dira khawatir.
''hufh, pertama sayang tidak ingat kalau kita sudah menikah,kedua sayang lupa apa yang terjadi tadi malam''kesal imam.
Dira pun menunduk malu,karna teringat kejadian semalam.
''maaf''cicit Dira.
sebuah ide terlintas dipikiran imam
''mas maafkan,tapi kanyaknya mas sakit banget nih,bantuin mas kekamar mandi dong''kata imam dengan ekspresi wajah yang kesakitan.dira yang sudah merasa tidak enak dan kasian pun tak membantah,Dira langsung membantu imam kekamar mandi,sesampai dikamar mandi , setelah Dira meletakkan imam di bathub, rencananya Dira ingin keluar.
''sayang mau kemana?''
''dira tunggu mas didepan saja''jawab Dira.
''ngak bisa gitu dong...mas ngak bisa gosok badan,ngak bisa bilas juga''kata Dira.
''terus?''tanya Dira tidak mengerti.
''sini''sambil mengkode Dira,Dira yang tidak paham langsung mendekat.
''lebih dekat,mas bisikin''dira tidak membantah.
''iiii....mas mesum''dira langsung berlari keluar kamar mandi.
''sayang...kok keluar,mas gimana mandinya ini''teriak imam, dira tidak peduli,dengan menetralkan hatinya dan Dengan muka yang sudah memerah.
setelah dengan ritual mandi selesai Dira membantu imam untuk memakai pakaian nya.
mereka pun turun untuk sarapan.
''cieeee...pengantin baru''goda Khanza.
''mam?kok jalan Lo aneh?''tanya Andra,karna melihat Andra berpegangan pada lengan Dira dengan berjalan sedikit tertatih.
''mamy,habis malam pertama biasanya yang sakit istrikan nya?,ini kok kebalik'' timpal Andra.
''aku pernah baca dinovel novel juga yang pasti sakit tu perempuan''tambah Khanza,Dira tidak menjawab Dira terus membantu imam duduk.
ukhuk, papi tersedak.
''ini minum Pi''kata mamy sambil menyerahkan air putih.
''nak imam ngak apa apa?tadi malam Dira terlalu agresif nya?''tanya mamy.
''sebenarnya bukan itu my,tadi imam jatuh dikamar mandi''kata imam.
''setelah sarapan cepat bawa imam ketukang urut Dira,takut nanti makin parah''kata mamy khawatir.
''iya my''jawab Dira.
tak ada yang berbicara lagi,hanya terdengar dentingan sendok yang terdengar.
''my,papi keruangan kerja ada yang papi periksa, semuanya,papi tinggal dulu''kata papi.
''iya pi''jawab mereka.
mamy kedapur membuat secangkir kopi dan membawa keruang kerja suaminya,tinggallah Andra,imam,Dira dan Khanza.
''khem,berarti tadi malam udah tembus''tanya Andra.
''tadi malam gol dira''tambah Khanza yang mulai gemes pada sepupunya.
''tadi malam kita langsung tidur ngak nonton bola''jawab Dira polos.
''phuf''tawa imam tertahan.
''sayang kita kekamar saja yuk''ajak imam.
''disini aja mas,bosen dikamar terus bosan''balas Dira.
''huahahaha...imam istri Lo ngak ngerti kode negara''tawa Andra lepas.
''kode negara apaan sih,mas kita ketukang urut aja dulunya?''kata Dira.
''dira,ngak usah ketukang urut,bawa aja kakak ipar kekamar terus kalian olah raga''tambah Khanza.
''kan ada ruangan olah raga,ngapain kekamar,emang mas butuh olah raga,nyakin pinggangnya akan baik baik saja?''tanya Dira.
hahaahaha,tawa Andra dan Khanza,sedangkan imam sudah menekuk wajahnya.
''kakak mau keluar dulu,kalian lanjutin aja''andra langsung meninggalkan mereka.
''kakak tunggu,aku ikut''khanza mengejar andra.dira dan imam juga meninggalkan meja makan.
ditempat lain,Khanza dan Andra sampai dikafe Raka.
''kamu cari meja sendiri,jangan satu meja sama kakak''kata Andra waktu mereka mau turun dari mobil.
''kakak ngak asik,padahal aku besok udah balik,kakak ajak jalan aku kemana gitu...''kata Khanza menampilkan wajah sedihnya.
''emang kamu mau kemana?''tanya Andra yang tak tega melihat sepupunya sedih.
''kemana gitu,kan aku jarang jarang kesini''jawab Khanza.
''tunggu sebentar,kakak panggil seseorang dulu''khanza pun menunggu Andra disamping mobil.
''aku tidak tau kalau hari ini bakal lihat bidadari''tiba tiba suara cempreng Nando menggoda Khanza.
''kamu bukannya cewek yang dirumah Dira,yang disamping lia?''tanya Nando lagi,sedangkan Khanza tidak perduli,dia mencoba menyibukkan dirinya dengan Henfon ditangannya.
''neng kenalin,nama abang Nando''sambil mengulurkan tangannya.
''maaf ngak nayak''kata Khanza sedikit menjauh dan melihat kearah pintu kafe,dan yang ditunggu tunggu pun nongol dengan diikuti seorang cewek cantik dibelakang nya.
''nando,kamu...''tanya Andra curiga.
''cuman kenalan aja kak,tapi kanyaknya ngak jadi''jawab Nando segan.
''ayo Khanza kita pergi,ayo sis''sambil membuka kan pintu depan untuk Siska,tapi bukan Siska yang masuk,melainkan Khanza.
''za keluar,kursi depan khusus buat calon istri gue''kata Andra.
''tadi aja aku duduknya didepan kak''kata Khanza memelas.
''itu tadi,sekarang ngak boleh''bantah Andra.
''kita duduk dibelakang aja''kata siska.
''ngak mau gue udah kanyak supir kalian''bantah Andra.
''kalian ikut aku aja''nando menarik tangan Siska dan Khanza.
''hei bocah,Lo jangan tarik tarik aja dong''andra mengejar mereka.
''kakak ribet''kata Khanza.
''yaudah ayok,kalian duduk dibelakang terserah, yang penting jangan ikut bocah kresek ini''sambil menunjuk Nando.
''enak aja Kakak bilang aku bocah kresek''nando ngak terima.
mereka terus berdebat dan tanpa mereka sadari kalau Khanza dan Siska sudah masuk kedalam kafe dan sudah memesan makanan.
''jadi laper habis liat orang debat''kata Khanza.
''iya,mereka udah selesai belumnya?''tanya Siska penasaran.
''mending kita makan, mereka kalau udah capek pasti berhenti sendiri''
mereka pun langsung melahap makanan yang sudah terhidang diatas meja,sedang dua lelaki diluar masih berlanjut.