
didalam mobil.
"kita kemana dulu nih?"tanya imam membuka suara,karna sudah setengah jam perjalanan tidak ada yang berbicara.
"tidak"jawab Dira singkat.
"makan siang dulu yuk?"tawar imam.
"saya sudah makan tadi"tanpa melihat kearah imam.
"padahal tadi cuma dikit makannya,malah tadi pagi ngak sempat sarapan nasi,cuma roti,laper sih,tapi gue malu"batin Dira.
"tapi saya belum"kata imam.
"terserah bapak saja,"jawab Dira lagi.
"bapak lagi"kata imam kecewa,sedangkan Dira hanya melihat keluar jendela menyembunyikan kegugupan nya,Dira tidak tau saja bagaimana hati imam,tapi imam orang yang pandai menyembunyikan kegugupan nya.
"kita makan siang dulunya,?"sambil berbelok ke salah satu restoran dipinggir jalan.
mereka langsung masuk ke dalam restoran.
"mau pesan apa?"setelah mereka duduk disalah satu meja dekat dinding kaca,dan melihat buku menu.
"emmm...
samain aja pak..."kata Dira.
"CK,bapak lagi"gumam imam.
Dira tidak peduli dia pura pura fokus pada buku menu yang ada ditangannya.
"selamat siang mas mas,mau pesan apa?"seorang pelayan datang.
"ekh"tawa imam tertahan dikala dia mendengar pelayan itu memanggil *mas mas*,sedangkan Dira membuka muka kearah lain.
"saya pesan..."imam pun menunjuk beberapa menu yang tertera dibuku menu.
"kamu mau pesan apa sayang"tanya imam sambil melihat kearah Dira.
"ukhuk"Dira tersedak liurnya sendiri.
"imam pun langsung berdiri mendekat kedira dan menepuk nepuk pundak Dira.
"udah enakan"disaat imam melihat Dira sudah tenang.
sedangkan pelayan yang tadi melongo melihat dua orang didepannya."jeruk makan jeruk apa ya?"batin pelayan itu.
imam pun duduk kembali ke tempatnya,dia melihat kearah pelayan yang masih berdiri saja.
"ekhem"dehem imam,dan pelayan itu langsung tersadar.
"kami menunggu pesanan kami,kalau kamu disini pesanan kami tidak akan terhidang"kata imam santai.
"maaf mas"sedikit membungkuk,dan langsung meninggalkan mereka.
"kamu kalau sama temen temen kamu heboh,kok sama saya banyak diam?" tanya imam.
"emm..." pikir Dira.
ngak ada bahan,mau bahas apaan"jawab Dira kikuk .
pesanan mereka pun datang,tak ada yang bicara hingga pelayan itu selesai dan pergi.
" mari makan..."kata imam semangat,Dira pun tak ngejawab,langsung mengikuti imam.
"kamu kok makannya dikit banget,lagi diet?"tanya imam disaat melihat piring Dira yang hanya keisi sedikit makanan.
"kan tadi habis makan bakso sama temen"jawab Dira.
"oo"setelah itu terdiam lagi hingga makanan yang ada di piring mereka habis.
"langsung pulang atau kemana dulu?" tanya imam.
" pulang aja" jawab Dira langsung.
" gue tanya apalaginya?" batin imam.
"oh ya,satu yang paling gue mau tahu"
"apa?"tanya Dira.
" kamu belum punya pacarkan?" tanya imam.
"heh"
" kamu denger apa yang saya tanya tadi"kata imam.
"gimana?"tanya imam lagi,karna Dira hanya diam.
"saya ngak suka pacaran,"jawab Dira.
"boleh tau alasannya?"
"alasannya...ngak ada faedah aja"jawab Dira.
"maksudnya sis sia"tanya imam.
"em,pacaran bertahun tahun,nikah ya sama yang lain,yang lebih parahnya?,diselingkuhin pas lagi sayang sayangnya..."
"kamu pernah pacaran?"tanya imam.
Dira hanya menggeleng.
"kalau bapak?"tanya Dira balik.
"saya?
"em"Gumam dira.
"saya pernah pacaran,tapi putus"jawab tak ingin mengungkit masa lalunya.
"kenapa putus?"
"putus karna..."
"karna bapak terlalu sibuk kerja,cuek,pemarah,dingin kanyak kulkas"sambung Dira.
"jangan sok tau kamu"
"oh salahnya.."jawab Dira sambil mangut mangut.
"pacar saya selingkuh dengan sahabat saya"jawab imam fokus menatap kedepan.
"OOO,,,pernah mencoba bunuh diri,atau pergi ke club',ngak makan,ngak mandi,malas bertemu orang,ngurung diri."tanya Dira pancang lebar.
"semuanya tidak saya lakukan"jawab imam masih fokus kedepan.
"Biasanya yang aku baca di novel novel gitu kejadian nya kalau putus cinta"
"korban novel kamu"jawab imam sedikit terkekeh.
"kita sudah sampai"kata imam.
"ngak usah masuk pak,saya turun disini saja"Dira gelagapan.
"saya tadi minta izin kok sama papi Indra,jadi saya harus nganter langsung anak gadis orang dengan selamat.
mobil imam langsung masuk kepakaran gan rumah Dira,disana sudah ada mamy dan Indra yang sudah menunggu.
imam langsung mematikan mobilnya dan langsung turun.
"sore papi,mamy"kata imam dengan santai langsung mendekat menyalami kedua orang tua itu.
Dira juga ikut dibelakang imam.
dan langsung melakukan seperti yang imam lakukan.
"Dira langsung masuk ajanya,udah gerah"
"ia sayang,tapi ambilin minum buat calon suaminya dulu."muka Dira langsung blussh disaat mendengar kata suami.
"ia my"dengan cepat melangkah kedalam rumah dan menuju dapur.