
dikamar,Dira yang lagi berguling guling diatas tempat tidurnya sambil memainkan henfonya,tiba tiba kamarnya diketuk.
tok tok tok
''dek,ini kakak,boleh masuk?''terdengar suara Andra didepan pintu.
''boleh kak,masuk aja''sambil duduk ditepi ranjang.
ceklek
''lagi apa?''melangkah kearah Dira dan duduk disampingnya.
''ngak ada...?''
''kemana tadi sama imam?''
''cuman kedanau aja''
''kakak pikir cuman kalau ada masalah berat aja dia kesana''gumam Andra.
''maksud kakak?''
''imam sering kesitu sendiri,kalau kakak atau temen temen pengen nemenin dia selalu nolak,ingin menyendiri,imam sahabat kakak yang paling tertutup''sambil menghadap kearah Dira.
''kamu beruntung dek''kata Andra lagi.
''maksudnya?''tanya Dira penasaran.
''imam termasuk sosok yang setia,baik pada pasangan atau persahabatan''
''kakak udah lama berteman sama mas imam?''
Andra langsung tertawa mendengar pertanyaan Dira, sebenarnya bukan tentang pertanyaan itu sih,tapi panggilan mas yang disematkan Dira untuk sahabatnya itu.
''kenapa kakak tertawa?''
''sejak kapan kamu mulai panggil imam mas?''
''emm...ngak tau kapan,Dira terbawa saja, sebenarnya mas imam yang sematkan sendiri panggilan itu''jelas Dira.
''dia pernah dikhianati sama pacarnya dulu''
''mas imam punya banyak mantan kak?''
''ngak,dia paling cuek sama perempuan,dia didekati sama seorang cewek waktu dilondon,akhirnya mereka pacaran sampai dua tahun,imam ingin langsung melamar siwanita yang sudah membuat dia nyaman itu,tapi kenyataan pahit yang dia terima,dia melihat dengan mata dia sendiri,wanita itu lagi selingkuh dengan temannya sendiri,temen kakak juga sih,padahal hari itu dia mau kasih surprise dalam rangka lamaran''terang Andra,Dira yang mendengar cerita dari Andra,entah perasaan seperti apa yang dira rasakan.
''yaudah,siap siap gih,kata mamy keluarga imam mau kesini malam ini''sambil menepuk pundak Dira,dan keluar dari kamar.
makan malam pun berjalan dengan lancar,dan hari,tanggal dan bulan sudah ditetapkan oleh kedua keluarga.
''soal baju waktu akad sama baju waktu resepsi nanti kita pergi bareng ya jeng,,,''kata mama Ratih pada mamy fana.
''kalau soal cincin aku sudah rekomendasikan,cuman nanti mana yang dipilih oleh mereka aja''kata mama Ratih lagi.
dua wanita yang masih terlihat cantik itu yang paling heboh,sedang kan calon pasangan pengantin hanya pasrah pada ketentuan dan segala hal menyangkut tentang hari H nanti,mereka bak boneka yang pasrah,asalkan mereka SAH.
jangan tanya para lelaki yang lebih menyetujui apapun keputusan kesayangan mereka ''cari aman,dari pada membantah,bisa berakibat tidur diluar''(bukan suami takut istrinya...tapi cari aman,dari pada ngak dapat jatah)š.
setelah dua keluarga itu sudah sepakat dengan hasil musyawarah dari dua wanita yang selalu benar dan tidak bisa dibantahkan,keluarga imam pun langsung kembali kekediaman mereka.
setelah kepulangan keluarga imam,Dira langsung masuk kekamarnya, merebahkan tubuhnya keatas tempat tidurnya,Dira melirik hpnya yang terletak di atas nakas samping tempat tidur.
''silia udah tidur belum nya?''sambil menggapai hpnya dan mencari kontak sahabat nya itu.
drettt drettt drettt
Dira menghubungi grup mereka,jadi keempat sahabatnya itu langsung terhubung.
''hai cantik...''dewa yang pertama menyapa Dira.
''yaampun bidadari Abang udah tunangan aja nih ngak bilang bilang lu Ama kita kita...''timpal Nando.
''ra,sumpah pangling banget gue liat Lo hari wisuda kemaren''raka juga ikut menimpali.
sedangkan Dira hanya melihat sahabatnya itu.
''ciee,,, yang sudah diikat sama pak IMAM SYARiF SOETIBJO...ngak nyangka gue candaan Lo hari itu dikelas langsung diaminin sama malaikat''kata Lia.
''emang gue kambing diikat''jawab Dira.
''wa, kenapa Lo lemes banget,tenang...kalau Dira udah ada yang punya kan masih ada gue''canda Lia lagi, sebenarnya bukan bercanda, mereka semua tau dewa patah hati.
''sabar bro...mungkin Dira bukan jodoh lo,''kata Nando.
''oi,pada mewek Lo semua,besok ngumpul semua,kita belum ngerayain hari wisuda kemaren,gara gara disambung dengan acara pertunangan anaknya pemilik kampus''raka coba mengalihkan.
''ia tunangan anak pemilik kampus,dengan sahabat Lo popay''balas Lia lagi.
''heh oliv,kok Lo balik lagi kesitu sih,besok jangan lupa,ngak Dateng gue jemput Lo pada pakek truk sampah,udah gue lagi sibuk nih,besok jangan lupa'' langsung mematikan hpnya.
''gue juga nih,mau keruangan kerja papa ada yang mau dibahas masalah rapat besok dikantor''nando memang sudah membantu bisnis keluarganya dari masih SMA.
tinggal dewa,Lia dan Dira.
''baru lulus aja kita udah pada sibuk kek gini''timpal Lia.
''li,kapan Lo nginep dirumah gue lagi?''tanya Dira.
''emm...malam terakhir Lo menyandang status jomblo''jawab Lia.
udah ah ngantuk gue,soalnya gue capek banget hari ini,gara gara orang sok baik dirumah''sambil menarik selimut,memang Lia juga sudah rebahan bersiap untuk tidur.
''sabarnya sob...''cuman itu yang bisa Dira katakan.
tinggal dewa yang dari tadi diam saja.
''wa,Lo jangan ginilah,kita akan tetap jadi sahabat kok...''kata Dira,sedang kan dewa tergurat jelas kesedihan diwajahnya.
tiba tiba hp Dira Dira menandai ada panggilan masuk dari ''mas imamkuā¤ļø''
''aduh,gimana cara bilang nya ini,ngak enak juga sama dewa''batin Dira.
''udah,tidur sana,udah malem jangan suka bergadang lagi,by cantik''tut''.dewa langsung mematikan panggilannya tanpa menunggu balasan dari Dira.
dreettttt drettt
lagi lagi "mas imamkuā¤ļø''memanggil.
Dira langsung menggeser tombol hijau dan langsung terpampang wajah tampan imam yang cemberut.
''lagi telfonan sama siapa?''tanya imam jutek.
''sama Lia,belum tidur mas?''
''gimana mau tidur,mau minta obat tidur,eh obatnya lagi sibuk,lagi bahas apa sama Lia,kok lama?''
''ya biasa bahas masalah perempuan''jawab Dira cengengesan.
umbha...Dira menguap yang sedikit ditahan.
''udah ngantuk?tidur aja,tapi hpnya jangan dimatiin''kata imam.
''emm''gumam Dira, langsung membetulkan tidurnya sambil menarik selimut sampai menutupi dada.
tak butuh waktu lama,Dira masuk kealam mimpi,entah jam berapa imam juga mengikuti jejak Dira.