
diperjalanan,biasanya yang hanya memakan waktu 28 menit,tapi hari ini memakan waktu 42 menit,itu semua karna Andra membawa mobil sangat pelan,dia tidak perduli dengan ocehan Dira disepanjang jalan.
"kak,biar Dira aja yang bawa mobil,kakak bawa mobil kek bawa arakan pengantin keliling kampung"oveh Dira dengan wajah jutek.
Andra tidak peduli,dia sudah bertekad akan mengantar Dira kekampus setiap hari.
"yaampun kak...bisa telat Dira ini,pas yang masuk dosen killer lagi,habis gue"kata Dira,sambil memijit keningnya,melihat kakaknya yang fokus kedepan.
"kakak kanyak orang yang lagi belajar bawa mobil deh, hahaha,liat ekspresi kakak tegang banget,kek ikut ujian semester akhir.segitu takutnya kakak bawa mobil."
"udah diem aja"jawab Andra tanpa melihat kearah dira.dira tak mengganggu kakaknya lagi sampai kekampus.
"hampir ngantuk lagi gue kak"hendak membuka pintu mobil.
"tunggu tuan putri,biar kakak saja yang buka"
"sejak kapan kakak udah mulai lebai?"
"sejak hari ini,demi adek kakak yang cantik"mengacak rambut Dira,dan keluar hendak membuka kan pintu untuk Dira.
"silakan tuan putri"kata Andra sedikit membungkukkan badannya.
"apaan sih kak,malu tau"cemberut.
"kiss dulu dong"minta Andra manja.
"ngak ada"potong Dira.
"pelit banget sama kakak,ongkos nganterin Dira"
"perhitungan banget punya kakak"
"cup"mengecup dahi Dira.
"by Dira...nanti kakak jemput jam berapa"?
"waktu makan siang kakak,soalnya cuman satu mata pelajaran aja"
"dah adek kakak yang cantik"sambil masuk kemobilnya.dura hanya melempar senyum kearah Andra sambil melambai.
disaat Dira membalikkan badan hendak masuk,Dira tersadar,banyak mata yang melihat kearah dia.
"hufh,ini hidup baru gue"batin Dira
Dira hanya melewati mereka dengan melempar senyum.dira mencoba menghubungi salah satu sahabatnya,karna sampai Dira dikelas tak nampak batang hidung keempat sahabatnya itu.
Dira meletakkan henfonya ketelinga.dan tak menunggu lama.
"hallo Ra"jawab diseberang.
"mana Lo,orang kita udah didepan kelas"kata Lia yang sudah berdiri diambang pintu bersama dewa,Raka dan Nando.
"gue didepan,ditaman"mereka pun serempak melihat kearah taman,mereka denger karna hp Lia dispiker nya.
"mana"?tanya Lia yang sudah melihat kearah taman.
"hei.."sambil melambai.
"siapa tu cewek yang melambai kekita"tanya lia,mereka langsung mendekat.
dewa,Nando dan Raka terpesona melihat seorang wanita cantik tersenyum manis kearah mereka,sedangkan Lia langsung melompat memeluk dira.banyak Lo melihat Dira terpesona.*cantik banget*mahasiswa barunya*gue liat tadi dia diantar Ama cowok,mungkin itu cowoknya,romantos banget gue liat,sampe dibukain pintu segala*patah hati deh gue*dan banyak kasak kusuk terdengar dari mulut mahasiswa dan juga ada yang merasa iri,siapa lagi kalau bukan geng kaira.mereka melihat tidak suka kearah dira.
dikantor,imam duduk memangku tangan dikursi kebesarannya.kenapa dengan bapak imam?mukanya ditekuk tidak semangat,berkas menumpuk diatas meja jangankan dilihat, dilirik pun tidak.
bagaimana bisa,sepulang dari rumah Andra tadi malam,dia selalu terbayang wajah gadis cantik yang tersenyum kearahnya waktu dirumah Andra, tetapi selalu digeser oleh wajah siDira tomboi yang jutek tapi dia suka...imam pun tersenyum mengingat waktu pertama kejadian pertemuan mereka.
"beda banget sama yang tadi malam itu,berarti memang adek siandra kembar,tapi Kenapa disembunyikan"?imam menerka nerka.
"oh,atau mungkin ada rahasia antara Dira dan kembaran yang satunya,difoto keluarga mereka juga tidak ada foto dira."imam sudah seperti orang gila bicara sendiri.
", ekhem"buyar sudah,imam tersentak,dan melihat dengan mata tajam kearah sipengganggu.
"maaf bos,gue cuman mau minta berkas yang dari pak Yuda,karna sebentar lagi ada meeting"kata Dion,sedangkan imam tidak mengatakan apa apa, langsung mengambil berkas yang diminta oleh Dion dan memeriksanya,Dion hanya mengamati tingkah boss sekaligus sahabatnya itu.
"kanyaknya ada yang lagi galau"goda Dion.
"diem Lo,ada lagi"sambil melempar map kedepan Dion.
"sekarang ngak,mungkin nanti ada,"sambil melangkah keluar,tapi disaat didepan pintu Dion berteriak .
"bos,kalau udah rasa cocok langsung dicomot aja,kalau ngak nanti keduluan sama yang lain"
"Lo kira roti sobek,comot comot,pergi lu,ganggu aja"sambil melempar bolpen kearah Dion namun tak kena karna Dion sudah dulu menutup pintu.
"hufh,pusing gue,Dion ada benarnya juga, sepertinya salah satu temen nya suka sama dia,gue harus gerak cepat,gimana kalau gue ajak makan siang Dira"batin imam,dan langsung mengambil hp yang tergeletak di atas meja,menekan nomor Dira.
*nomor yang ada tuju*"Tut"imam langsung mematikan telfonnya.
"kok ngak aktif?imampun mencoba lagi,lagi dan lagi tapi yang jawab selalu operator.
"atau gue jemput aja kekampus nya?imam pun tersenyum dengan ide yang ini.
dikampus Dira sudah masuk,karna sang dosen telah tiba,banyak mata lelaki mencuri curi lihat kearah Dira,karna mereka takut ketauan oleh sang dosen,apalagi dosen yang ini terkenal dengan galaknya.
sedangkan Dira cuek saja,termasuk 3 sahabatnya laki lakinya,beda dengan Lia yang sudah tau kalau ini Dira.