
pernikahan Andra dan Siska sudah diputus diadakan satu Minggu lagi,Andra sudah menyuruh Siska untuk tinggal dirumah mereka tinggal selepas nikah nanti, karna andra tidak mau mengambil resiko tentang keselamatan calon istrinya itu,mengingat apa yang telah dilewati oleh gadis itu.
sedangkan ditempat lain,Dira yang lagi memasak bersama bibik mendapat telfon dari mertuanya.
''hallo ma?''
''....''
''dira tanya sama mas imam dulu ma''
''.....''
''atau gini aja ma,Dira langsung kesana,biar mas imam nanti pulang kantor kerumah mama langsung,mamakan tau sendiri,Minggu kemaren Dira ajak kerumah mama mas imam menolak keras,jadi biar Dira langsung kesana nanti mas imam nyusul''jelas Dira.
''...''
''ok ma...Dira langsung siap siap sekarang diantar mang Udin nanti''
Dira langsung meletakkan hpnya kedalam saku celananya.
dira kalau dirumah masih berpakaian ala ala gaya Dira dulu,ngak ada modis modisnya,lain cerita kalau ada perlu l,seperti Dira keluar gerbang rumahnya,tak apalah,asal mas imam ngak protes dan makin tambah cinta❤️.
''bik,jangan masak banyaknya,Dira dan mas imam mau nginap dirumah mama''.kata Dira pada art itu.
''iya non''kata bibik sambil memasukkan kembali sebagian bahan yang sudah dikeluarkan,dia hanya memasak sedikit,untuknya dan suaminya mang Udin.
Dira langsung meninggalkan dapur dan masuk kekamarnya untuk bersiap siap menuju rumah mertuanya.
dikantor imam yang masih sibuk dengan berkas didepan nya terganggu oleh dua sejoli yang kebetulan mereka masuk keruangan imam berbarengan,siapa lagi kalau bukan Dion dan Wina,tanpa mengetuk pintu Dion langsung membuka pintu.
''silakan tuan putri''kata Dion pada Wina,Wina hanya tersipu atas sikap Dion.
sedangkan pemilik ruangan melihat dengan mata yang menandakan kewaspadaan.
''kenapa bos?iri?''tanya Dion seolah olah tidak mengerti dengan ekspresi yang sudah imam nampakkan.
''ada apa kalian kesini?mau kasih saya undangan?''tanya imam yang jengah melihat tingkah kedua nya.
''bukan bos,saya cuman mau nganterin Wina kesini,takut ada lebah lebah nakal nanti''kata Dion sambil melipatkan kedua tangannya kedada.
''iya ya...?kamu kan lebahnya,berarti Wina harus dijauhkan dong dari kamu?''kata imam sambil melihat kearah Dion.
''berarti kamu tidak berkepentingan keluar''kata imam tegas.dion pun tidak membantah langsung melangkah kepintu,tapi sebelum itu?.
''win,Abang keluar duluannya?jangan lama-lama,Abang tunggu didepan,takut kamu kena ilernya lebah''sambil melirik kearah imam.
''sorry,istri gue lebih menggoda,jadi iler gue udah habis waktu lihat istri gue sendiri,ngak kebagi bagi wanita lain''jawab imam sambil tersenyum mengejek.
''alah...bilang aja kalau bos itu emang ngak bisa''belum habis Dion berkata dia sudah melihat imam sedang mengancang ngancang akan melemparinya dengan vas bunga yang ada dimejanya,sebelum vas bunga itu terbang kearahnya,Dion sudah melangkah lebar keluar pintu.
''kamu nyakin win ingin hidup sama lelaki seperti itu?''tanya imam.
''ya gimana lagi,hati nya saya sudah nyess''jawab wina pasrah.
''cepet kamu minta dikawinin,jangan mau kamu sama tu kumbang kalau ngak membawa kepastian''nasehat imam.
''baik pak bos''sambil mengambil berkas yang sudah ditandangani oleh imam dan keluar dari ruangan itu.
drettt dreettttt dreettttt
📞My wife❤️
''iya sayang...?''kata imam.
''...''
''iya nanti pulang dari kantor mas langsung kerumah mama''
''.....''
''dah sayang...love you''
Tut,telfon dimatikan.
pulang dari kantor imam langsung menuju rumah orang tuanya, sesampainya dia disana tak seperti biasa dia pulang kantor pasti sang istri sudah menyambutnya didepan pintu dan langsung meyerahkan secangkir teh,lah ini dikasih secangkir teh,pucuk hidung sang istri juga orang tuanya tidak nampak.
''pada kemana orang orang?''gumam imam sambil melangkah kedalam dan ingin menuju kamarnya.
Ceklek
''kosong?''saat imam sudah masuk kekamarnya juga tidak menemukan sang istri.
''dira benar ngak sih kerumah mama?''keluar dan menuju kekamar mamanya.
samar samar imam mendengar suara tawa dari ruangan keluarga,imam pun melangkah ketempat asal suara.
''jadi disini?mas pikir kamu bohong bilang pergi kerumah mama''kata imam sambil melangkah kedalam dan menuju ketempat dua wanita yang berarti dalam hidupnya itu.
cup,imam langsung melabuhkan satu kecupan dipipi Dira.
''mas kapan pulang,kok ngak kedenger suara mobil mas?''tanya Dira pada suaminya.
''mana bisa kedenger,kalau tawa kalian lebih menggema dari pada suara mobil''balas imam sedikit ditekuk wajahnya.
''maaf mas,aku lagi ketawa liat foto kamu waktu kecil dulu sama mama''dan tawa mereka semakin menjadi jadi,mereka Dira dan mama saja,sedangkan imam sudah mengeluarkan wajah dinginnya,karna mereka melanjutkan membicarakan tingkah imam kecil dulu.
''sayang,pulang yuk?''ajak imam pada sang istri.
''aku dan mama sudah masak untuk makan malam,kita makan dulunya?'tawar Dira.
''iya imam,mama ngak nyangka Dira pinter masak,kamu sih jarang bawa Dira kesini''timpal mama Ratih.
''yaudah kita kekamar dulu yuk?''ajak imam lagi dengan nada manja sambil berdiri menarik tangan Dira.
''apasih kamu mam,mama masih mau ngobrol sama dira''larang mama Ratih.
''ma?''kata imam terpotong.
''apa?''
''mama pengen cepet dapat cucukan?''tanya imam pada mamanya.
''iya dong,mama pengen cepet gendong cucu''jawab mama Ratih semangat.
''makanya jangan larang larang imam bawa Dira,kita mau usaha buat cucu untuk mama''dira yang mendengar penuturan suaminya langsung bersemu merah karna malu pada ibu mertua nya.
''ooo...yaudah,sana cepat''usir mama Ratih.
imam yang mendapat usiran dari mamanya langsung mengandeng istrinya dan membawa kekamar mereka,pintu kamar pun tertutup dan jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya.