
tidur Dira terganggu dengan suara dering ponselnya.
"siapa sih pagi pagi,ganggu aja"sambil meraba hp disekitar nya,karna Dira tadi malam tertidur dengan hp ditangan nya.
setelah menemukan hpnya Dira langsung menekan tombol hijau,tanpa melihat nama penelfon langsung meletakkan ditelinga nya.
"hallo"jawab Dira malas,dengan suara khas bangun tidurnya.
"pagi sayang...."disaat mendengar suara penelfon mata Dira yang tadinya terpejam langsung terbelalak dan tubuhnya terduduk seketika.
"belum bangun?"kata imam diseberang.
"sudah"jawab Dira pelan.
"mandi sana"kata imam lembut.
"emm"gumam Dira.
"eh bentar ganti videonya?mau liat wajah kamu yang baru bangun tidur"mohon imam,Dira tak menjawab,dan imam imam langsung mengalihkan ke Vidio.
Dira langsung menggeser layar,entah kenapa dia tidak bisa membantah.
"liat kesini dong,masa ngak mau liat orang ganteng pagi pagi"Dira tidak bisa,dia malu dengan keadaan yang masih berantakan.
"hei,sayang"semakin malulah Dira.
"emm"mencoba melihat tapi mata Dira tak ingin fokus.
"walau baru bangun,kamu cantik kok"muka Dira memerah.
"hari ngak ada jadwalkan,kita keluar yuk"udah Taukan kenapa imam tau ngak ada jadwal.
"kemana?"mencoba untuk biasa.
"terserah kamu aja,mas ikut,mas ngak tau dimana tempat yang bagus disini"jawab imam.
"aku coba minta izin kemamy dulunya,emang ngak sibuk dikantor?"tanya Dira mulai terbawa santai.
"kenapa?kangen mau cepat cepat ketemunya?"
goda imam.
yaudah,mandi sana,nanti mas jemput,ok?"kata imam lagi sambil melempar kan senyum yang cerah secerah pagi ini.
Dira hanya tersenyum malu.
"by,,,jangan kangen,bentar lagi ketemu"sambil mematikan hpnya.
"aaaahg"teriak Dira kegirangan,sambil berlari ke kamar mandi.
selesai dengan ritual mandinya,Dira berdiri didepan lemari besarnya,bingung?baju apa yang akan dipakainya.
"yaampun sayang...kenapa kamarnya berantakan sekali"mamy terkejut melihat baju baju Dira terlempar dilantai.
"lagi cari baju yang pas my"jawab Dira yang masih fokus menempelkan baju baju di badannya.
"emang mau kemana sih anak mamy?kamu kan ngak ada mata kuliah lagi,tinggal tunggu wisuda besok"
"mau jalan jalan my..."
"kemana?sama siapa?biasa kalau mau kemana mana ngak kek gini ribetnya"sambil membantu memunguti baju dira.
"sama mas imam my"
"ngak boleh"potong mamy.
"mamy.."
"ngak boleh,cepat turun sarapan,ngak pakek lama"meninggalkan Dira dikamarnya.
dikediaman imam,imam sudah rapi,lebih fresh dari biasanya karna senyum manis terus terlampir dari bibirnya.
"tumben,kanyaknya senang banget pa anak kamu"sambil meletakkan piring didepan suaminya.
"mau kencan"kata imam.
"OOO,,,semangatnya,sebelum janur kuning melambai"kata papa Edy.
"papa apaan sih,dukung anaknya untuk berjuang sama tunangan orang"kata mama Ratih.
"oh ya,hampir lupa papa,besok sesudah acara wisuda kita ditunggu digedung dekat kolam renang dikampus kita,"kata pak Edy.
"emang ada acara apa pa?"tanya mama Ratih.
"acara pertunangan anaknya Indra,dia minta gedung dikampus karena mengundang semua mahasiswa"
"ukhuk"imam tersedak karna dia lagi menguyah nasi.
"hati hati dong sayang makannya"sambil menepuk nepuk pundak imam dan menyerahkan air minum.
"udah ma"jawab imam sedikit tenang.
"denger gitu aja udah tersedak,gimana kalau denger mau nikah?"ejek papa Edy.
tak ada yang menjawab,semua kembali makan.
"imam berangkat dulunya ma ,pa"sambil mencium sayang mamanya dan bertos dengan papanya.
imam berniat pergi menjemput Dira.