
para tamu pun sudah pulang,tinggal beberapa lagi yang masih betah berkumpul dengan keluarga Dira dan imam.
Dira sudah merasa tak nyama sedari tadi, walaupun sepatu yang dipakai bukan hak tinggi tapi karna berdiri terlalu lama membuat kakinya sakit.
''duduk aja yang nyaman,sini mas liat kakinya''imam langsung berjongkok didepan Dira.
''mas jangan malu''tahan Dira.
''kenapa sayang?''mamy datang.
''my Dira udah boleh kekamar?udah ngak nyaman banget ini''dira rewel seperti bayi pada mamynya.
''yaudah istirahat aja,lagian tamunya juga udah berkurang''kata mamy.
''imam bantu Dira kekamar''kata mamy lagi.
''iya my,ayo sayang''membantu Dira turun dari pelaminan.
mereka sudah berada dikamar,dan rasa canggung terlihat pada keduanya.
''mas mandi duluan aja''kata Dira.
''sayang aja dulu,kan tadi yang bilang ngak nyaman sayang''jawab imam yang sudah duduk disamping tempat tidur.
Dira pun tak ingin menawar lagi,dia sudah sangat merasa tidak nyaman.
''dira dulu nya mas''
''emm''gumam imam dan langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur.
Dira langsung meninggalkan suaminya dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
dua puluh lima menit Dira sudah selesai mandi,tapi Dira tidak berani keluar dengan hanya memakai handuk kecil yang menutupi dadanya dan pangkal pahanya.
''kenapa bisa lupa ngambil baju ganti tadi''dira merutuki kebodohannya.
Dira membuka sedikit pintu untuk melihat keberadaan suaminya,dan mata Dira tertuju pada sosok yang berada diatas tempat tidur.
''apa benar mas imam tertidur?''
Dira pun berjalan mengendap ngendap seperti pencuri dan langsung menuju lemari pakaian nya.sesekali Dira melirik kebelakang takut takut imam bangun, tanpa Dira sadari imam sudah bangun dari dia keluar kamar mandi,dengan susah payah imam menahan gejolak yang membara melihat pemandangan didepannya.
Dira memakai pakaian dengan cepat,setelah Dira memakai pakaian nya,Dira mencoba membangun kan imam.
''mas bangun mandi dulu''kata Dira lembut.
imam yang sudah bangun dari tadi bereaksi seolah olah dia baru bangun tidur.
''udah siap sayang''
''sudah''jawab Dira dan imam langsung bangkit dan mengambil handuk yang diserahkan oleh Dira.
sepeninggalan imam kekamar mandi,Dira langsung keluar kamar niatnya ingin membuat secangkir teh untuk suaminya.
selesai membuat teh,Dira langsung kembali kekamarnya dan melihat kalau suaminya belum keluar dari kamar mandi,Dira meletakkan teh diatas meja samping tempat tidur.
Ceklek,suara pintu kamar mandi terbuka dan Dira langsung melihat kearah suara.
aaaaaaaaa teriak Dira.
''sayang,hei ini mas''imam makin mendekat, padahal Dira terkejut yang melihat imam hanya memakai handuk menutupi sebatas pinggang dan diatas lutut.
''mas jangan dekat,cepat pakek baju''peri Tah Dira yang masih menutup matanya.
dan imam pun langsung mengambil pakaian yang ada di koper ya.
malam pun tiba, makan malam untuk Dira dan imam sudah diantar kekamar,jadi mereka tidak perlu keluar kamar,setelah mereka makan Dira tidak tau harus melakukan apa, sedang kan imam sudah naik keatas tempat tidur,Dira seperti orang linglung saja.
''sayang...kok berdiri disitu?sini dekat bobok dekat mas''kata imam sambil tersenyum dan menepuk kasur.
Dira berjalan dengan ragu kearah tempat tidur.
''kok jalannya lelet,apa perlu mas jemput''goda imam.
akhirnya Dira mencoba duduk disamping rancang.
''deket dong,masa ngak mau Deket sama suami''kata imam lagi.
Dira menaikkan kakinya dan sedikit menggeser ketengah kasur.
hap,imam langsung memeluk Dira dari samping.
''sayang takut?''tanya imam,dan Dira mengangguk kecil.
''suka terang apa gelap?''tanya imam lagi.
''terserah mas saja''jawab Dira pelan sambil menyembunyikan kegugupan nya .
imam langsung Menganti dengan lampu tidur,dan kembali mendekati Dira.
''apa sayang lelah?''tanya imam.
niat hati ingin mengangguk tapi dengan reflek kepala Dira menggeleng.imam langsung tersenyum.
entah sejak kapan posisi imam sudah didepan Dira dan bibir imam sudah menempel pada bibir lembut Dira,imam yang melihat Dira tak menolak,dan imam langsung menjalankan aksinya.
mel""at dengan rakus bibir Dira dan setelah merasa puas imam pun langsung mengusap lembut bibir Dira.''manis''bisik imam pada telinga Dira dan membuat bulu kuduk Dira meremang.
''mas akan Pelan pelan ok''sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya imam menyakinkan Dira terlebih dahulu.mereka pun melanjutkan penyatuan bibir yang tadinya sedikit kaku kini sudah tak kaku lagi,imam mulai turun keleher Dira dan kebagian dada serta meninggalkan banyak jejak kepemilikan disana.
''uhgh''erang*n Dira kala imam bermain main dengan dua gunduk*n bukit Teletubbies itu.
''sayang...kata orang ini akan sakit,jadi bilang kalau sayang tidak kuat''kata imam dengan suara beratnya.
''lanjut sayang''kata Dira sambil mencengkram punggung imam.
imam pun memposisikan sijokonya yang telah tegak hormat ingin memasuki gua kenikmatan,selagi imam berusaha menerobos,
Akhh...DHUKH
imam terlempar keluar jalur.
''auuws''ringis imam,dan Dira langsung turun dari tempat tidur melihat keadaan suaminya.
''sayang maaf,tadi reflek''dira merasa kasian melihat suaminya yang tergeletak akibat mendapat tendangan tiba tiba darinya.dira pun membantu imam untuk berdiri dan membawanya ketempat tidur.
''mana yang sakit?''tanya Dira.
''tidak ada,ayo kita tidur''kata imam dan imam langsung merebahkan tubuhnya dengan perlahan.
Dira semakin merasa tidak enak tapi dia tidak tau harus berbuat apa.
''tidurlah,kenapa masih berdiri''kata imam lagi.dira pun langsung ikut merebahkan tubuhnya,dan menarik selimut untuk menutupi dia dan suaminya.
''mas apa ada yang sakit?''tanya Dira lagi.
''tidak...tidurlah''imam langsung memeluk pinggang Dira,dira pun pasrah,karna memang hari ini mereka sangat lelah akhirnya mereka berdua dengan cepat terbang kealam mimpi.