
♡LONELY RAY'S♡
Arka tersadar akan ingatannya tersebut dia pun menangis menyadari alasan apa yang membuat Ibu Sandra memutuskan untuk pindah ke Belanda...tanpa disadari Ia menggenggam tangan Syla terlalu keras yang menyebabkan Infusan ditangan Syla pun terlepas...beberapa tetes darah pun keluar dari tangan Syla...
Arka yang melihat tangan Syla berdarah pun terkejut dan ketakutan...
ARKA : "Sy...Syla maafkan aku...aku mohon...maafkan aku...aku menyakitimu...aku...aku telah menyakitimu..." (Melepaskan genggaman tangannya dan memundurkan langkahnya)
Arka terus menerus memundurkan langkah kakinya untuk menjauh dari Syla...
ARKA : "[Se...Seandainya saja saat itu...saat itu aku tidak menahan Syla untuk pergi sebelum hari ulang tahunnya...aku yakin...aku yakin saat ini Syla pasti tidak menderita seperti ini...aku yakin...dia tidak akan koma seperti ini...i...ini semua...ini semua adalah salahku...akulah penyebab semua kesedihan ini terjadi...akulah penyebabnya!!!]" (Dalam hati Arka sambil melangkah mundur dan memegangi perutnya)
Tiba-tiba tanpa diduga Syla menggerakkan jari jemarinya...namun sayangnya Arka tidak melihat hal tersebut karna Arka hanya fokus menatap wajah Syla dan menyalahkan dirinya...
ARKA : "Maafkan kau Syla...aku...akulah penyebab dari semua kesedihan yang terjadi didalam hidupmu...aku mohon maafkan aku...maafkan aku..." (Menutup Tirai dengan keras)
Arka pun menutup Tirai pembatas mereka dengan keras...
Langkah Arka pun terhenti menghadap tirai tersebut dan menangis...
ARKA : "Aku akan menarik semua ucapanku Syla...Aku akan menariknya...aku...aku tidak pantas mendapatkan itu semua darimu...akulah penyebab ini semua terjadi...aku...akulah yang menyebabkan sang Bulan berhenti berputar...akulah yang menyebabkan sang Matahari tidak memberikanmu Cahaya lagi...Aku...akulah penyebabnya!!!" (Menangis dan meremas kepalanya)
Arka pun mencoba berlari untuk keluar dari ruangan tersebut...dan terlihat suasana Rumah sakit yang kacau dengan para suster yang barlarian karna mengurus korban kecelakaan beruntun tersebut...
Arka terus menerus melangkah cepat sambil memegangi dinding rumah sakit tersebut untuk segera keluar dari rumah sakit tersebut...
Disisi lain...MOBIL EDWARD...
AYAH EDWARD : "Zico...apakah kau sudah mengurus semua surat-surat Phoenix untuk besok??"
ZICO : "Saya sudah selesaikan semuanya Tuan...besok Arka hanya perlu datang Ke Phoenix untuk mewakilkan Syla...dan saya juga ingin melaporkan sesuatu kepada Tuan..." (Melirik Edward dari kaca Spion tengah)
AYAH EDWARD : "Katakan...ada apa?"
ZICO : "Hari ini para team sudah menguburkan Alex dan juga Shinta..."
Vina yang mendengar perkataan Zico pun terkejut dan menatap Edward...
IBU VINA : "Edward...apa yang kau lakukan kepada mereka???...a...apakah benar kau?...kau membunuh mereka.??" (Menatap Edward dengan ketakutan)
AYAH EDWARD : "Vina...sudah pernah kukatakan kepadamu...aku tidak ingin merasakan penyesalan lagi...aku akan menghabisi siapapun yang berani menyakiti keluargaku...siapapun itu!!!" (Menatap dingin kearah Vina)
Vina yang terkejut pun menggeser duduknya untuk menjauhi Edward...
AYAH EDWARD : "Vina...ada apa?...apakah kini kau mau menggunakan hati kepada mereka???...apakah kau tidak lihat apa saja yang telah mereka lakukan selama ini???...apakah kau ingin aku mengampuni dosa mereka???...Vina!!...sadarlah mereka orang yang sama...yang telah membunuh William, Sandra sahabatmu, dan juga Leo...dan tidak sampai disitu juga...mereka juga yang telah menyakiti Arka dan Syla...mereka...mereka pantas mendapatkan itu semua..." (Menatap Vina)
Tubuh Vina pun bergetar ketakutan...
Edward yang melihat Vina ketakutan pun langsung memeluknya...
AYAH EDWARD : "Vina...tenanglah...aku melakukan itu penuh perhitungan...aku tidak akan melakukan itu jika mereka tidak pantas mendapatkannya...kau tidak perlu memikirkan mereka...sekarang kau hanya perlu fokuskan dirimu kepada Arka dan juga Syla...besok...besok adalah hari ulang tahun Syla...kita harus merayakannya dengan kebahagiaan...bukan tangisan..." (Memeluk Vina)
Disisi lain...RUMAH SAKIT PHOENIX...
Langkah Arka semakin cepat namun tiba-tiba seseorang menahan tangan Arka untuk pergi...dan nyatanya orang itu adalah Farhan...
Dr. FARHAN : "Apa yang kau lakukan Arka???...apakah kali ini kau akan bertindak gegabah lagi???...Cukup Arka!!!...jangan buat pengorbanan Leo sia-sia!!!...." (Menahan tangan Arka sambil berteriak marah)
Seketika ucapan Farhan terhenti dan langsung memalingkan wajahnya dari Arka...
Arka yang mendengar ucapan Farhan tersebut pun terkejut dan tidak mengerti apa yang dimaksud Farhan tentang Leo kepadanya...
ARKA : "Apa maksudmu pengorbanan Leo???...katakan kepadaku!!...ada apa dengan Leo???" (Menatap Farhan dengan dingin)
Farhan hanya membisu dan tidak berani menatap Arka...
ARKA : "Selama ini aku selalu menghormatimu sebagai Kaka ku...aku mempercayaimu dan juga memandangmu tinggi...tapi kini...aku sangat memandangmu rendah Farhan!!!...kau sama saja dengan yang lainnya...selalu menutupi segalanya dariku!!!..." (Menatap Farhan dengan dingin)
IBU VINA : "Arka!!...apa yang kau lakukan disini nak??" (Menggenggam tangan Arka)
Seketika Arka melepaskan genggaman tangan Vina dengan keras...dan menatap Farhan Edward dan juga Vina dengan dingin...
ARKA : "Apakah kalian pernah berfikir...bagaimana perasaan ku saat aku baru mengetahui kebenarannya?...setelah beberapa waktu yang lama kalian sudah mengetahui segalanya...kalian selalu menyembunyikan apapun dariku...apakah kalian tau...nafasku jantungku rasanya seperti terhenti setiap kali ada kebenaran yang baru kuketahui setelah aku sendiri yang mengetahuinya...kalian selalu mengatakan padaku jangan bertindak gegabah...tapi tanpa kalian sadari kalianlah...kalianlah yang membuatku bertindak gegabah...kalian selalu menutupi segalanya dariku...bagaimana aku tidak merasakan ketakutan??...bagaimana aku tidak bertindak gegabah??...kalau kalian selalu seperti ini kepadaku!!!..." (Berteriak dan Menonjokkan kepalan tangannya di dinding)
IBU VINA : "Arka!!!...a...apa yang kau lakukan nak!!!!..." (Berteriak dan menangis lalu menutupi mulutnya)
AYAH EDWARD : "Arka!!!...hentikan semua ini...jangan bertindak kekanakkan!!!"
Seketika Arka pun menatap Edward dengan Amarah...
ARKA : "Aku??...aku bertindak kekanakkan??...Haaa!!!...ya!!...kalian benar!!...aku Gegabah...aku Egois...aku keras kepala...dan aku Kekanakkan!!!...tapi siapakah yang membuatku seperti ini???...Siapa???...apakah kalian tau?...saat ini aku sangat lelah dengan hidup ini...aku lelah dengan takdir ini...tapi kalian?...kalian sama sekali tidak ada yang mengerti diriku...lalu siapa lagi orang yang bisa kusandarkan??...siapa lagi orang yang bisa kupercaya??...dan...dan siapa lagi orang yang bisa menahanku didunia ini selain Syla??"
Darah terus-menerus menetes dari tangan Arka...Tubuh Vina ketakutan melihat Arka berdarah dan berteriak marah kepada mereka...
Tak lama kemudian Arka pun pergi meninggalkan mereka...Terlihat Vina terduduk lemas melihat Arka pergi...Vina berteriak memanggil Arka namun Arka tidak menghiraukannya sama sekali...
AYAH EDWARD : "Vina berikan dia waktu untuk sendiri!!...Zico!!!...Cepat ikuti Arka dan pantau apa yang akan dia lakukan!!!" (Berteriak kepada Zico)
ZICO : "Baik Tuan!!..."
Zico pun pergi mengikuti Arka...
AYAH EDWARD : "Farhan bantu aku untuk membawa Vina keruangan Syla..."
Beberapa menit kemudian...Vina terduduk diam disofa ruang rawat Syla...dan Farhan pun memberikan air hangat untuk diminum oleh Vina...
AYAH EDWARD : "Apakah kau baik-baik saja??"
IBU VINA : "Bagaimana aku bisa baik-baik saja Edward??" (Menatap Edward)
AYAH EDWARD : "Farhan...apakah Syla dan juga Arka sudah diperiksa kembali sebelumnya??"
Dr. FARHAN : "Dokter Brian dan Aftan sudah memeriksa mereka satu jam yang lalu Om...keadaan Arka sudah membaik begitupun dengan Syla..."
AYAH EDWARD : "Baiklah...lalu...apakah kau sudah memberi tahukan Arka tentang Leo??"
Dr. FARHAN : "Aku belum sempat memberitahukan kepadanya tentang Leo..."
AYAH EDWARD : "Baiklah terima kasih Farhan...sekarang kau bisa kembali berkerja..."
Dr. FARHAN : "Baiklah Om Tante...saya pamit...permisi..."
Farhan pun pergi dari ruangan tersebut...dan langsung menelphone Zico...
ZICO : "Tuan Farhan...apakah ada yang bisa saya bantu??"
Dr. FARHAN : "Apakah kau masih mengikutinya?"
ZICO : "Tentu saja...saat ini Arka sedang menaiki Taxi dan menuju Paviliun miliknya..."
Dr. FARHAN : "Baiklah terima kasih infonya...aku harap kau selalu memantaunya...aku akan kesana nanti malam..."
ZICO : "Baiklah..."
Farhan pun mematikan telphonenya...
Dr. FARHAN : "Aku sangat mengenal Arka...disaat seperti ini...pasti dia akan meminum Alkohol...keadaan Ginjalnya belum stabil dan belum beradaptasi dengan baik pada tubuhnya...jika dia meminum banyak Alkohol aku takut terjadi sesuatu pada Ginjalnya...aku harus kesana...tapi aku harus berganti jam kerja dengan siapa?...Rumah sakit ini sedang kekurangan Dokter...bagaimana bisa aku pergi dari sini?..."
BERSAMBUNG》》》》》》》