LONELY RAYS

LONELY RAYS
EPISODE 64



♡LONELY RAY'S♡


Dr. FARHAN : "Zico!!" (Berlari menghampiri Zico yang terlihat sedang berbicara dengan Dr. Aftan)


ZICO : "Ada apa Tuan Muda..?"


Dr. FARHAN : "Aku mencarimu...barusan Ayahku menelphone ku...dia bilang...'kau tenanglah aku akan mengurus semuanya katakan itu kepada Zico'...memangnya apa yang kau bicarakan dengan ayahku??"


ZICO : "Dokter Aftan...sepertinya kita bisa menindak lanjuti pemindahannya secepatnya karna Saka pun sudah menyetujui dan bahkan membantu kita..." (Menatap Aftan)


Dr. AFTAN : "Baiklah...soal Alat-alat medis Arka dan Syla...kau bisa percayakan padaku Rizal dan juga Brian...biar kami yang mengaturnya...Kau hanya perlu mengatur Penerbangan dan juga Izin..."


Dr. FARHAN : "Tunggu sebentar...apa maksud kalian??"


ZICO : "Farhan saat ini Tuan Edward meminta saya untuk memindahkan Syla dan juga Arka ke rumah sakit Phoenix di Indonesia...dan aku membutuhkan bantuan Ayahmu sebagai Direktur penerbangan Pesawat yang akan kita gunakan nantinya...karna kita tidak mungkin menggunakan Pesawat pribadi milik Tuan Edward"


Dr. FARHAN : "Ayahku mana mungkin menolak permintaan kakaknya itu...Kau tenang saja...aku juga akan membantu Dokter Aftan Rizal dan juga Brian...untuk mengatur medis Syla dan juga Arka selama pemindahan nanti..." (Menepuk pundak Zico dan tersenyum)


Dr. AFTAN : "Aku bangga pada muridku ini...kau sudah terlihat seperti Dokter Profesional Farhan!!" (Menepuk pundak Farhan sambil tersenyum)


Dr. FARHAN : "Me..memangnya selama ini aku tidak terlihat seperti Dokter Profesional??"


Dr. AFTAN : "Hey!!...kau sendiri yang pernah mengatakan padaku...kau merasa gagal menjadi Dokter Profesional karna tidak bisa membantu Arka dan juga Syla...Hahaha!!"


Dr. FARHAN : "Aku mengatakan itu karna aku bukan Dokter Bedah...Aah sudah laah bagaimana pun juga aku akan selalu menjadi Dokter kecil dihadapan Mu..." (menghelakan nafasnya)


Dr. AFTAN : "Farhan...kau adalah murid terbaikku...aku pastikan...suatu saat nanti kau akan menjadi Dokter terbaik melebihi diriku..." (Tersenyum)


Hari telah pagi...Rumah sakit disibukan dengan pasien yang hadir dirumah sakit tersebut...yang terdengar hanya bahasa Belanda dan sebagian berbahasa Inggris...


FARA : "Ya tuhan disaat seperti ini...aku sangat merindukan Bahasa Indonesia...Huufftt!!" (Terduduk lemas diruang tunggu)


ADAM : "Apakah kau sudah mandi??"


FARA : "Ten...tentu saja sudah...memangnya aku wanita malas yang mandi saat jam 10 siang dan mandi hanya satu kali dalam sehari!" (Menatap tajam Adam)


ADAM : "Ouuh baguslah...aku pikir kau termasuk wanita yang seperti itu...Tapi tunggu...apakah kau yakin...kau mandi dengan benar??"


FARA : "Me...memangnya kenapa??"


Tiba-tiba Adam mendekatkan wajahnya kewajah Fara...


ADAM : "Yaa!!!...Fara!!...kau berbohong padaku...kau belum mandi!!!"


FARA : "A..apa???...tidak!...aku sudah mandi...aku mandi tadi pagi-pagi sekali" (Membuang wajahnya dari hadapan Adam)


ADAM : "Lalu...kenapa dimatamu ada Kotoran" (Berbisik dan menatap Mata Fara)


FARA : "Ya...Yaaa!!!...Adam!!!" (Mendorong Adam)


ADAM : "Ahaa!...kau berbohong kepadaku...apakah aku harus memberimu sebuah hukuman???" (Senyum Smirk)


FARA : "Ba...baiklah aku akan mandi...tapi aku tidak bisa mandi disini...tempat ini tidak ada fasilitas mandi yang baik.."


ADAM : "Baiklah ikutlah denganku!!" (Menarik tangan Fara)


FARA : "Ki...kita mau kemana??"


Adam tidak menjawab apapun pertanyaan Fara kepadanya...


Beberapa Menit kemudian sampailah mereka disebuah Hotel...Adam pun meninggalkan Fara diLobby Hotel tersebut...dan beberapa menit kemudian Adam pun datang menghampiri Fara dan menarik Fara kedalam sebuah Lift...


FARA : "Adam...a...apa yang akan kau lakukan diHotel ini??...ja...jangan bilang kau...kau mau!!" (Menyilakan tangannya di Dadanya)


ADAM : "Jangan berfikir aneh kepadaku...Aku tidak mungkin melakukan itu kepadamu yang belum mandi seperti ini..." (Mengetuk kepala Fara)


FARA : "Aww...iya-iya...lagian siapa juga yang berfikir aneh sama kamu...Yeee kegeeran banget siih..." (Mengelus kepalanya yang kesakitan)


Mereka pun keluar dari Lift tersebut dan masuk disebuah kamar...


ADAM : "Cepat mandilah...Lihatlah rambutmu sangat berantakan...dan wajahmu sangat kusam..." (Melemparkan handuk diwajah Fara)


FARA : "Iya bawel banget siiih...lagian aku kaya gini juga siapa juga yang mau liat coba...palingan cuman kamu..."


Fara pun masuk kedalam kamar mandi tersebut dan mandi didalamnya...beberapa menit kemudian Fara pun selesai dari mandinya dan keluar dari kamar mandi tersebut...


Saat keluar Fara pun terkejut yang melihat Adam masih berada dikamar tersebut sedang merapikan Pakaian yang akan digunakan Fara nantinya...


FARA : "A...apa yang kau lakukan??...kenapa kau tidak keluar dari kamar ini??" (Menghadap membelakangi Adam)


ADAM : "Kau pakailah pakaian ini...dan...dan Dalamannya..kau tenang saja...ini semua bukan aku yang membelinya...aku meminta bantuan kepada Pelayan Wanita Hotel ini untuk membelikan ini semua...Sekarang minggirlah dari Sana!!"


FARA : "A...apa lagi yang mau kau lakukan??'


ADAM : "Tentu saja aku akan mandi!!"


FARA : "Kau...kau juga belum mandi???" (Berteriak)


Adam pun menggendong Fara dari pinggangnya dan menurunkan Fara ke samping pintu kamar mandi tersebut...


FARA : "A...Adam apa yang mau kau lakukan???...turunkan aku!!!" (Memberontakkan tubuhnya)


ADAM : "Aku ingin mandi...sekarang kau bisa berganti baju dikamar ini...dan...kunci kamar mandi ini kau yang pegang...setelah nanti aku mengetuk pintu kamar mandi ini kau baru bisa membukanya..." (Memberikan kunci ketangan Fara)


FARA : "Me...memangnya kau tidak memesan 2 kamar di Hotel ini???"


Adam tidak menghiraukan perkataan Fara dan masuk kedalam kamar mandi tersebut...


FARA : "Kenapa dia berbeda sekali...dia sangat berubah menjadi menakutkan..." (Sambil mengunci kamar mandi tersebut)


ADAM : "Fara...aku sudah selesai dengan mandiku!!"


Tak juga ada jawaban dan tindakan dari Fara...


ADAM : "Dia sangat keterlaluan...pasti dia ingin mengerjaiku...Fara!!!...bukakan pintu ini!!!" (Mengetuk keras kamar mandi tersebut)


Terlihat Fara yang terbangun dari tidurnya karna terkejut mendengar gedoran pintu dari Adam...


FARA : "Iya!!!...tunggu!!" (Berlari dan membukakan pintu kamar mandi tersebut)


Namun saat Fara membukakan pintu tersebut...ternyata tanpa sengaja bebarengan dengan Adam yang menarik keras pintu tersebut...yang mengakibatkan Fara tertarik oleh pintu tersebut dan menabrak tubuh Adam...


FARA : "Aaaaa!!!...."


Seketika Diam diantara keduanya...terlihat Adam yang hanya menggunakan Baju handuknya...dan terlihat Fara dengan posisi yang sedang mencium Dada Adam...


FARA : "Kyaaaa!!!...A...aku...maafkan aku Adam...aku...aku tidak sengaja!!" (Mendorong Adam dengan keras)


Adam yang terdorong keras oleh Fara pun terjatuh karna lantai yang licin...


ADAM : "Aaww...Fara!!!...kau...Aaaw!!" (Memegang kepalanya yang terbentur Lantai)


FARA : "A...Adam apa kau baik-baik saja???" (Membangunkan tubuh Adam dan mengelus kepala Adam)


ADAM : "Apanya yang baik-baik saja kalau begini??...kepalaku...kepalaku sangat pusing!!" (Memegangi kepalanya)


Fara pun membantu Adam untuk berjalan...namun setelah sampai didekat Kasur Adam pun tiba-tiba terjatuh pingsan...


FARA : "A...Adam...apa yang terjadi kepadamu???...bangunlah...aku mohon maafkan aku...aku tidak sengaja mendorongmu...bangunlaah!!" (Menggoyangkan tubuh Adam yang pingsan tepat diatas kasur)


Fara terus menerus mengoyangkan tubuh Adam sambil menangis...lalu Tiba-tiba Adam menarik Fara dipelukannya...


ADAM : "Cuuuup jangan menangis lagi...Aku baik-baik saja kok...!!" (Memeluk Fara)


FARA : "Adam...kau pura-pura pingsan??"


ADAM : "Aku cuman mau liat ekspresi kamu kalau terjadi sesuatu padaku...apakah kau akan peduli atau malah senang!!...udah-udah jangan nangis lagi..." (Memeluk erat Fara)


FARA : "Iiihh jahat banget siih...Ini sama sekali gak lucu tau...aku sangat takut terjadi sesuatu kepadamu..." (Memukul kecil Dada Adam)


ADAM : "Aaaww sakit Fara...kalau kau memukul seperti ini terus...sepertinya aku akan benar-benar pingsan"


FARA : "Ma..maaf..."


ADAM : "Aku yang seharusnya mengatakan maaf kepadamu kali ini Fara..."


FARA : "Maaf??...kenapa???" (Membangunkan Kepalanya dan menatap Adam)


ADAM : "Karna aku akan melakukan ini kepadamu..."


Tiba-tiba Adam menarik tubuh Fara yang wajahnya sedikit berjauhan dari wajahnya dan mencium bibir Fara...terlihat Fara yang membalas Ciuman Adam kepadanya...


Ciuman mereka pun semakin erat dan dalam...namun tiba-tiba Adam melepaskan ciuman mereka dan menatap mata Fara...


ADAM : "Maaf...aku sudah melewati batas..."


FARA : "Bukankah kita akan menikah nanti???"


ADAM : "Fara...aku...aku harus kembali kerumah sakit secepatnya..." (Membangunkan tubuhnya dan melepaskan pelukannya dari tubuh Fara)


Namun seketika Fara menahan Adam yang ingin pergi dari hadapannya...dan menggenggam tangan Adam dengan erat...


FARA : "Apakah kau ingin menjadi Sasaeng yang sukses...??" (Menatap Adam)


ADAM : "Fara...aku tidak ingin menjadi Sasaengmu saat ini..."


FARA : "Ke...kenapa???"


ADAM : "Aku akan menjadi Sasaengmu setelah kita menikah nanti..." (Memegang tangan Fara dan tersenyum)


FARA : "Aaah...katanya kau ingin menjadi Sasaeng..." (Menarik tangannya dari genggaman Adam)


Tiba-tiba Adam pun mendekat mengarah Wajah Fara dan Mencium Kening Fara...lalu berbisik ditelinga Fara...


ADAM : "Aku berjanji kepadamu setelah semuanya sudah membaik aku akan menjadi Sasaengmu lagi...Sayang!" (Berbisik ditelinga Fara)


Fara yang mendengar perkataan Adam dengan memanggilnya dengan kata Sayang pun terkejut dan memerah wajahnya...dia pun mencium Pipi Adam yang kini ada didekatnya...


FARA : "Baiklah...aku akan menunggunya...Adamshii!!" (Mencium Pipi Adam)


Adam pun tersenyum menatap Fara...


Disisi lain...Diruang rawat Arka...


IBU VINA : "Arka...Barusan mama dari ruangan Syla looh...dan kamu tahu?...Mama memakaikan Syla dengan Jepit rambut yang kau hadiahkan untuknya 13 tahun yang lalu...dia sangat Cantik dengan jepit rambut itu...Apakah kau tidak ingin melihatnya??" (Menggenggam tangan Arka)


Vina terus menerus berbicara kepada Arka yang kini belum juga sadarkan diri sejak Operasi tersebut telah selesai dilalui...


Beberapa menit kemudian...


IBU VINA : "Arka!...saat ini keadaan Syla sangat mengkhawatirkan...karna...karna sampai saat ini belum juga ada kemajuan dari kondisinya...Besok...besok Kami akan memindahkanmu dan juga Syla kerumah sakit di indonesia...Semoga kondisi Syla bisa membaik setelah dipindahkan ke Rumah sakit Phoenix di Indonesia..." (Menggenggam tangan Arka)


Beberapa saat kemudian tanpa diduga Arka menggerakan beberapa jarinya digenggaman Vina..


Vina yang melihat Jari jemari Arka bergerak pun terkejut dan berteriak memanggil Dokter...


BERSAMBUNG》》》》》》》