LONELY RAYS

LONELY RAYS
EPISODE 65



♡LONELY RAY'S♡



Beberapa saat kemudian tanpa diduga Arka menggerakan beberapa jarinya digenggaman Vina..


Vina yang melihat Jari jemari Arka bergerak pun terkejut dan berteriak memanggil Dokter...



Para dokter pun datang dan memeriksa keadaan Arka yang kini terlihat mulai membukakan matanya...



ARKA : "Sy..Sylaa..." (Berbisik)



Suara Arka tersamarkan oleh alat bantu nafasnya...kepala dan matanya mencari seseorang yang dia harapkan ada disampingnya...tak lama kemudian Matanya menyadari bahwa orang itu tak ada disampingnya...Air mata pun menetes dari matanya dan menatap Vina yang sedari tadi ada disampingnya sambil menatapnya dengan tangis...



IBU VINA : "Arka...sayang...syukurlah kamu sudah Siuman..." (Menggenggam tangan Arka)



ARKA : "Sylaaa...di..ma..na...Sy...laa..?" (Menatap Vina dengan kesayuan matanya)



Vina hanya bisa terdiam dan membuang wajahnya dari tatapan Arka yang mengharapkan sebuah jawaban darinya tentang Syla...



ARKA : "A...ku...ingin bertemu...de..ngannya..."



Tak juga ada jawaban dari Vina yang semakin merasa bingung apa yang harus dia katakan tentang Syla dengan kondisinya yang tidak baik...


Tiba-tiba Edward masuk kedalam ruangan Arka dan berkata...



AYAH EDWARD : "Syla baik-baik saja...saat ini dia sedang berada ditaman Rumah sakit ini..."



Vina yang mendengar perkataan Edward seperti itu pun terkejut dan menatap Edward...sedangkan Edward hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap Vina...



AYAH EDWARD : "Sekarang bukan saatnya kamu untuk mencari Syla...saat ini kamu harus bisa menyembuhkan dirimu sendiri kalau kamu ingin menemuinya...apakah kamu yakin ingin menemuinya dengan kondisi seperti ini?" (Tersenyum menatap Arka)



ARKA : "Apa..kah...Syla baik-baik saja?"



AYAH EDWARD : "Sudah Papa katakan kepadamu...Syla...Syla baik-baik saja...kamu tidak perlu mengkhawatirkannya...sekarang kau pulihkan dirimu dan beristirahatlah...karna besok kamu dan juga Syla akan dipindahkan ke Indonesia..."



ARKA : "Apakah...aku akan bersama Syla di pesawat yang sama?"



AYAH EDWARD : "Tidak...maafkan aku Arka...saat ini kondisimu belum sepenuhnya pulih...jadi Papa akan menjauhkanmu dari Syla untuk sementara...Kalian harus saling menahan diri untuk tidak bertemu..."



ARKA : "Ke...kenapa?"



AYAH EDWARD : "Karna kondisi kalian masih dalam masa pemulihan...Papa tidak ingin salah satu diantara kalian...hanya akan memikirkan kondisi yang satunya saja dan melupakan kepulihan dirinya sendiri...apa kau paham dengan maksudku?"



ARKA : "Baiklah..."



IBU VINA : "Edward...!!" (Menatap Edward dan langsung keluar dari ruang rawat Arka)



AYAH EDWARD : "Arka...tunggu sebentar...Papa akan memanggil dokter Aftan lagi untuk memeriksamu...sebelum pemindahan malam nanti..." (Tersenyum)



Edward yang melihat tatapan Vina yang seperti marah dengannya pun mengikuti Vina keluar dari ruang rawat Arka...



AYAH EDWARD : "Vina...Maafkan aku..."



IBU VINA : "Edward...kenapa kamu berbohong pada Arka?..."



AYAH EDWARD : "Aku terpaksa melakukannya...aku tidak ingin anak itu bertindak gegabah lagi...jika dia tau kondisi yang sebenarnya tentang Syla...aku yakin dia akan melupakan kondisi dirinya sendiri...aku takut dia bertindak seperti sebelumnya..."



IBU VINA : "Lalu...bagaimana dengan Syla?...apakah ini adil untuknya?...dan...dan juga...bagaimana dengan Leo?...apakah kita akan menyembunyikan kebenaran ini dari Arka terus menerus?...Edward...aku tidak tahan membohongi Arka seperti ini...saat ini keadaan Syla jauh dari kata membaik...bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenangnya kepada Arka??"



Tiba-tiba...



ARKA : "A...apa maksud Mama dan Papa??" (Menatap dingin kearah Edward dan juga Vina sambil memegangi perutnya yang kesakitan)



IBU VINA : "Ar..arka???"



AYAH EDWARD : "Arka...dengarkan Papa...saat ini kondisimu......"



ARKA : "Cukup Pah!!!...tolong...bawakan Arka keruangan Syla...Arka mohon...Aaaa!!" (Memegangi perutnya yang kesakitan)



IBU VINA : "Arka!!...jahitan pada perutmu belum pulih...kau harus berbaring..." (Memegangi tangan Arka)



ARKA : "Arka sangat mempercayai Mama melebihi dari siapapun...tapi kenapa?...Mama juga berbohong kepada Arka??...Mama selalu saja berbohong kepada Arka...Mama dan Papa sangat tau..sebesar apa arti Syla untukku...tapi kalian seakan ingin menjauhkanku dari Syla...Kenapa??...kenapa Pah...Mah???" (Menatap Edward dan Vina)



AYAH EDWARD : "Karna ini demi kebaikanmu Arka!!!...apa kau pernah mendengarkan apa yang Papa katakan kepadamu???...kau selalu saja bertindak gegabah...jika saja kau mendengarkan apa yang Papa katakan kepadamu untuk tidak berbuat Gegabah...maka semua ini tidak akan pernah terjadi!!!"



IBU VINA : "Edward!!!...Cukup!!!" (Berteriak dan Menatap Edward dengan dingin)



Arka yang mendengar perkataan Edward pun terkejut dan terduduk lemas...



IBU VINA : "Arka...sayang...jangan dengarkan apa yang dikatakan Papamu...itu semua tidak benar...ini sudah Tuhan yang rencanakan..." (Menahan tubuh Arka yang hendak terjatuh)



ARKA : "Papa benar!!...Semua yang terjadi saat ini adalah kesalahanku...karna akulah yang menyebabkan ini semua terjadi...dan aku...aku tidak pantas untuk melihat Syla...Akulah penyebab kesedihan ini terjadi" (Menatap dingin Edward dan menarik keras tanganya yang dipegang oleh Vina)



IBU VINA : "Arka...jangan berfikir seperti ini...ini semua bukan salahmu...Arka..!"



Arka pun mencoba melangkahkan kakinya untuk kembali kedalam Ruang rawatnya...namun baru beberapa langkah terdengar suara Dr. Brian yang berlari masuk kedalam ruangan Syla yang tepat berada disamping ruang rawat Arka...



Dr. BRIAN : "Suster apa yang terjadi dengan pasien Syla??"



SUSTER 3 : "Dokter...Keadaan pasien sempat menurun..."



Langkah kaki Arka pun terhenti dan menatap kearah Suster yang masuk kedalam ruang rawat Syla...


tanpa berkata Arka pun mempercepat langkahnya menuju ke arah Ruang rawat Syla...dan masuk kedalam ruangan tersebut...



Terlihat Dokter Brian dan beberapa Suster telah sibuk dengan pemeriksaan terhadap Syla...dan terlihat juga Vina dan Edward hanya terpaku diam melihat Arka yang masuk kedalam ruang rawat Syla...



Dr. BRIAN : "Suster tolong ganti Tabung pernafasan dan Infusannya..."



SUSTER 3 : "Baik dok.."



Detak jantung seakan melemah nafas pun menjadi terasa sangat sesak...Dan Air mata pun terjatuh dari mata Arka...


Langkah nya menjadi berat mendekat kearah Syla yang kini dipenuhi oleh alat-alat bantu medis...


Tatapan mata Arka hanya tertuju kepada Syla dengan kesayuannya...




Dr. BRIAN : "Ar...Arka???...Kau!!" (Terkejut dan menatap Arka)



Tak terlihat hirauan dari Arka atas ucapan Brian kepadanya...langkah kakinya pun terhenti tepat disamping tubuh Syla yang terbaring dengan beberapa alat medis ditubuhnya...



ARKA : "Sy...Sylaa..." (Gemetar tangannya mencoba memegangi Pipi Syla)



SUSTER 3 : "Maaf...tuan dilarang masuk diruangan ini...silahkan keluar dari ruangan ini..." (Menatap Arka)



Dr. BRIAN : "Suster...biarkan dia disini...kondisi pasien sudah mulai stabil lagi...sebaiknya kita yang keluar..."



ARKA : "Bagaimana keadaanya??" (Sambil menatap Syla dan memegangi Pipi Syla)



Langkah kaki Brian pun terhenti...



Dr. BRIAN : "Kondisi Syla saat ini baik-baik saja...kau..tidak..."



ARKA : "Aku tidak membutuhkan kata baik-baik saja...katakan padaku yang sebenarnya!!!" (Berteriak)



Dr. BRIAN : "Arka...kau saat ini...."



ARKA : "Apakah kau tidak dengar apa yang ku ucapkan barusan???"



Dr. BRIAN : "Baiklah...Arka...saat ini keadaan Syla..sama sekali tidak ada kemajuan yang baik...setelah operasinya berjalan dengan baik...sampai saat ini kondisinya tidak juga membaik...Saat ini Syla...Syla mengalami masa Koma..." (Menatap Arka dari belakangnya)



Arka yang sedang mengelus Pipi Syla pun seketika Mengepalkan tangannya...



ARKA : "Lalu...apakah dia bisa seperti sebelumnya??...apakah dia bisa sembuh??...apakah...apakah dia bisa tertawa lagi???" (Mengepalkan tangannya)



Dr. BRIAN : "Maafkan aku Arka...tentang itu...aku sama sekali tidak bisa memberikan kepastian kepadamu...karna..."



Tiba-tiba Arka membalikkan badannya mengarah Brian dan menarik kerah Kemeja Brian...



ARKA : "Bukankah kau adalah seorang Dokter???...tapi kenapa kau tidak bisa menyembuhkannya??...kenapa kau tidak bisa memastikan kesembuhannya???" (Berteriak)



Dr. BRIAN : "Arka tenanglah...aku akan jelaskan kepadamu...tenanglah..." (Menahan tangan Arka yang menarik kerah kemejanya)



Arka pun melepaskan tangannya yang menarik kerah kemeja Brian...



Dr. BRIAN : "Arka...aku akan katakan kepadamu yang sebenarnya...bahwa awalnya...keadaan Syla baik-baik saja...saat diruang operasi aku memeriksanya secara berkala...dan aku pastikan kepadamu bahwa keadaannya tidak seburuk yang terlihat...akan tetapi...saat dijam berikutnya...aku melihat matanya mengeluarkan air mata...dan saat itu juga kondisinya menjadi kritis dan berakhir seperti yang saat ini kita lihat...yaitu Koma..."



Terdiam Arka menatap Syla sambil mendengarkan Brian yang menjelaskan tentang Syla...



Dr. BRIAN : "Setelah aku bertukar pengetahuan tentang Syla kepada Farhan...Farhan mengatakan padaku bahwa Syla mengidap PTSD...Arka!...PTSD bukan hanya penyakit mental seseorang yang bisa kita anggap kecil...tapi...penyakit mental itulah yang justru membuat Syla seperti ini!!"



ARKA : "A...apa maksudmu??" (Menatap dingin Brian)



Dr. BRIAN : "PTSD yang diidap oleh Syla sudah dideritanya cukup lama...alias bisa dikatakan penyakit itu sudah melekat pada pikirannya...awalnya aku sama sekali tidak mengerti dengan kondisi Syla yang seperti tidak memiliki harapan untuk hidup...tapi setelah kumendengar Tantang Syla dari Farhan..Fara..dan juga Edward...kini ku memahami satu hal..."



Seketika Brian melangkah maju mendekat kearah Syla...



Dr. BRIAN : "Saat ini yang ada pada diingatan Syla hanyalah Dukanya selama ini...dia berfikir bahwa apa yang sudah terjadi selama ini adalah karenanya...yaitu karna dirinya..."



ARKA : "Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan..."



Dr. BRIAN : "Bagi seseorang yang mengidap PTSD...sulit baginya untuk melupakan kejadian yang membuatnya merasa Takut..Sedih...dan Terpuruk...bayangan Kejadian yang membuatnya seperti itu akan selalu menghantui dan muncul diingatannya...dan jika itu semakin buruk...maka dia akan memiliki rasa keputus asaan dalam hidupnya...dan itu akan berujung pada...Kematiannya sendiri..."



ARKA : "Aku sangat yakin...Syla tidak mungkin merasa seperti itu!!...dia...dia pasti sedang memperjuangan hidupnya untuk tetap bertahan!!...aku sangat yakin...dia tidak mungkin ingin meninggalkanku sendiri!!...Brian!!...aku mohon kepadamu...sembuhkan dia...kembalikan dia seperti sebelumnya...!!" (Berteriak...menangis dan Menarik kerah kemeja Brian)



Seketika Edward dan Vina pun masuk kedalam ruang rawat Syla karna mendengar Arka yang berteriak...



IBU VINA : "Arka..tenanglah nak...tenanglah...!" (Memeluk Arka dari belakang)



ARKA : "Tidak!!...kalian pasti berbohong kepadaku...Syla tidak mungkin...tidak mungkin dia ingin meninggalkanku..tidak mungkin!!!...Sshhh aaa!!!" (Terjatuh dan memegangi perutnya yang berdarah)



IBU VINA : "Arka!!!"



AYAH EDWARD : "Arka!!!...cukup!!!...Aftan...Aftan!!..." (Berteriak memanggil Aftan)



Beberapa saat kemudian Aftan dan Edward pun membawa Arka kembali keruang rawatnya...


Terlihat Aftan yang menyuntikkan Arka dengan obat bius...beberapa saat kemudian Arka pun tak sadarkan diri...



Dr. AFTAN : "Jahitan pada perutnya mengalami tekanan...sebaiknya kita memberinya bius untuk beberapa saat kedepan sebelum kita sampai di Indonesia...agar tidak menimbulkan gerak yang berlebihan..."



AYAH EDWARD : "3 Jam lagi kita akan berangkat...bukankah sebaiknya kalian sudah dalam keadaan siap siaga??"



Dr. AFTAN : "Aku dan dokter lainnya sudah dalam keadaan Siaga...dalam 3 Jam kedepan kita akan berangkat ke Bandara menggunakan beberapa Ambulance dari rumah sakit ini...agar memudahkan jalan kita mengarah Bandara Schiphol"



IBU VINA : "Lalu...haruskah kita memisahkan mereka di pesawat yang berbeda??"



Dr. AFTAN : "Tentu saja...Karna jika kita menyatukan keduanya maka itu artinya kita membutuhkan ruangan yang lebih luas lagi...dan terlebih pastinya Kalian ingin satu pesawat juga dengan Pasien..."



AYAH EDWARD : "Aku percayakan kepadamu Aftan...aku berharap semuanya berjalan dengan lancar..."



3 Jam kemudian...para Dokter dan beberapa Suster pun membawa Syla dan juga Arka kedalam mobil Ambulance...


Termasuk peti yang berisikan Tubuh Leo...



ADAM : "Aku akan naik di Ambulance Leo.."



FARA : "Aku di Ambulance Syla sama Bi Asih...biar Tante dan Om diAmbulance Arka saja..."



IBU VINA : "Baiklah.."



Mereka pun berangkat menuju Bandara Schiphol dengan beberapa Ambulance dan Polisi yang ikut mengawal mereka...



25 menit kemudian mereka pun sampai dibandara tersebut...



BERSAMBUNG》》》》》》》