
♡LONELY RAY'S♡
Keesokan harinya...
PEMAKAMAN KARS
Teriknya Matahari menyinari jalannya proses pemakaman Leo...
Suara tangisan mengiringi jalannya proses pemakaman...
Dan Bunga-bunga harum nan Cantik menghiasi pemakaman Leo...
Seluruh para hadirin yang datang dipemakaman Leo pun berangsur-angsur meninggalkan pemakaman tersebut...
Kini yang tersisa hanyalah Vina dan juga Edward...
Terlihat Vina yang terduduk disamping Kuburan Leo sambil menggenggam Bunga yang bertaburan tepat diatas kuburan tersebut...Air matanya tak bisa terbendung...menetes dari matanya yang penuh dengan penyesalan...
IBU VINA : "[Beristirahatlah dengan tenang Leo...Tante akan selalu mendoakan kebahagiaanmu disana...dan...dan jika suatu saat nanti kamu bertemu dengan salah satu diantara kami...tante harap kamu bisa menjaganya...dan membahagiakannya...Selamat jalan...Leo...!!]" (Didalam hati Vina sambil menatap Foto Leo yang diletakkan diatas batu nisanya)
Disisi lain...RUMAH SAKIT PHOENIX...
Terlihat Arka yang siuman dari obat Bius yang diberikan oleh dokter Aftan kepadanya...
Membukakan matanya dengan kesayuan...Tangannya mencoba melepaskan Infusan yang berada ditangan Kirinya...
ARKA : "Sy...Sylaaa..."
Infusan ditangan kirinya pun terlepas...tak sampai disitu setelah itu Arka pun melepaskan Alat bantu pernafasannya dan membangunkan dirinya...
ARKA : "[Syla...tunggulah...aku akan menemuimu...aku...a..akan menemuimu]" (Didalam hatinya sambil mencoba membangunkan dirinya dari tempat tidurnya)
Arka pun menampakkan kakinya diatas lantai yang dingin dengan genggaman tangan di Perutnya dan tatapan mata yang memudar...
Ia melangkah mengarah suara alat medis yang ada disamping tempat tidurnya yang ditutupi oleh sebuah Tirai...
Langkah kakinya pun terhenti tepat berada dihadapan tirai tersebut...seketika ia pun membuka Tirai tersebut...
Terlihat Syla yang terbaring lemas ditempat tidurnya dengan beberapa alat medis ditubuhnya...
Tubuh Arka pun terguncang...genggaman tanggannya meremas Tirai yang kini sedang ia pegang...
Ia pun melangkahkan kakinya mendekat kearah Syla...
ARKA : "[Ini aku...ini aku Syla...aku datang!!]" (Dalam hati Arka sambil menatap Syla)
Langkah kaki Arka pun terhenti tepat disamping Syla...
ARKA : "Tuan putri...bagaimana kabarmu hari ini?...apakah kamu baik-baik saja?...apakah kamu rindu denganku?...dan...apakah kamu...kamu masih mencintaiku???"
Arka menggenggam erat tangan Syla yang kini ada dihadapannya...
ARKA : "Apakah kamu tau??...kini ku sangat merindukan Bulan...aku ingin melihatnya bercahaya...dan aku ingin memeluknya...sangat...sangat menginginkannya...akulah sang Bumi yang kini sedang merindukan sang Bulan dikala gelapnya malam...akulah sang Bumi yang kini membutuhkan sang Bulan untuk tetap berputar...dan akulah sang Bumi yang kini mencintai Bulan melebihi cintanya kepada sang Matahari...Wahai Bulanku!!...Bolehkah kini sang Bumi ini mendapatkan semua itu darimu?...tetapi kini terlintas difikiranku sebuah pertanyaan yang membuatku sangat takut untuk bertanya kepadamu...yaitu...Apakah aku pantas mendapatkan Semua itu darimu?...Apakah sang Bumi yang lemah ini pantas mendapatkan Persembahan keindahanmu kepadaku?...Jika aku tidak pantas mendapatkannya...Maka aku mohon kepadamu jangan tinggalkan aku hanya karna untuk menghindar dariku...aku...akulah yang akan pergi untukmu...agar kau bisa kembali...tapi...Jika aku pantas mendapatkan itu semua darimu...maka aku mohon kepadamu...Kembalilah...kembalilah kepadaku Syla...Mata ini hanya akan selalu menatapmu...Tubuh ini hanya akan memelukmu...dan Nafas ini hanya akan ada dimana kau berada...Izinkan aku untuk membuatmu melihat indahnya dunia ini...Izinkan aku untuk memberikan Kebahagiaan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya...dan Izinkan aku untuk melimpahkanmu dengan Cinta dan Dunia yang kubuat hanya untuk kita berdua...Ini bukanlah sebuah titik Akhir...tapi ini adalah sebuah titik Awal...Awal kisah kita yang akan kita buat...inilah Kisah kita yang akan baru dimulai...dan kau tidak boleh mangakhirinya!!!" (Menggenggam tangan Syla)
Terlintas diingatan Arka dimasa kecil mereka...
KAMAR SYLA...
Terlihat kamar yang Cantik dengan perpaduan warna Pink dan juga Ungu...
SYLA : "Pangeran...aku ingin bertanya kepadamu...bolehkah??" (Menatap Arka dari Cermin yang sedang menguncir rambut Syla)
ARKA : "Heemm...tentu saja boleh...memangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku...?"
SYLA : "Jika suatu hari nanti aku dan orang tuaku pindah ke Belanda untuk selama-lamanya...apakah kau akan bersedih?" (Menatap Arka dari Cermin)
Seketika Arka pun menghentikan pergerakkannya dan menatap Syla dari cermin yang ada dihadapan mereka...
ARKA : "Kenapa kau bicara seperti itu??...apakah kau akan meninggalkanku dan juga yang lainnya???" (Menatap Syla dengan dingin)
Beberapa detik Syla terdiam menatap Arka...dan menundukkan kepalanya...
Arka pun memutarkan kursi yang sedang Syla duduki untuk menghadap kearahnya...
ARKA : "Katakan padaku...ada apa?...apakah ada sesuatu yang buruk terjadi kepadamu???" (Mengangkat dagu Syla yang sedari tadi menundukkan kepalanya)
Saat Arka mengangkat dagu Syla...terlihat mata Syla yang berkaca-kaca dan memerah seperti menahan tangisnya...
ARKA : "A...ada apa??...katakan padaku!!!" (Menatap dengan kekhawatiran)
SYLA : "Mama...mamaku menginginkan untuk tinggal di Belanda...hiks hiks...aku tidak mau Arka...aku tidak mau berpisah denganmu...hiks...hiks hiks..." (Menangis sambil Menutupi wajahnya dengan kedua tanganya)
Arka pun langsung memeluk Syla...
SYLA : "Mereka sudah membuat keputusan untuk pindah ke Belanda...apakah mereka akan membatalkannya jika aku mengatakan itu?...Arka...aku tidak mau pergi...aku tidak mau berpisah denganmu dan juga yang lainnya...aku...aku tidak mau...!!!" (Menangis dan memeluk Arka dengan erat)
Tiba-tiba Arka tersadar dengan kehadiran Ibu Sandra yang sedari tadi memerhatikan mereka berdua dari pintu kamar Syla...dan terlihat Ibu Sandra hanya tersenyum menatap Arka yang sedang melihatnya sambil memeluk Syla...beberapa saat kemudian Ibu Sandra pun menutup pintu kamar Syla dan pergi...
ARKA : "Kau tidak perlu khawatir...semuanya akan baik-baik saja...kau tidak akan pergi dari sini...aku berjanji kepadamu...aku akan katakan kepada Tante dan juga Om agar mereka merubah keputusan mereka...Kau tunggulah aku disini...aku akan menemui mereka..." (Melepaskan pelukkannya dari Syla)
Arka pun lari mengejar Ibu Sandra...
Awan yang mendung dengan hamparan Bunga yang cantik dan luas...tepat di Taman Bunga milik keluarga Sham yang berada dibelakang Villa milik Syla dan keluarganya...
Terlihat Sandra yang duduk disebuah kursi taman tersebut memandangi hamparan bunga sambil meminum Teh hangat...
Tiba-tiba Arka menghampiri Sandra dengan nafas yang terengah-engah karena berlari...
ARKA : "Huuuft...Tan..tante...Huffftt...huft..huuftt" (Nafas Terengah-engah)
IBU SANDRA : "Nak Arka?...ada apa kenapa kau berlari??" (Menghentikan minumnya dan menaruh Teh tersebut diatas meja yang ada disampingnya)
ARKA : "A...apakah yang dikatakan Lala benar..??"
IBI SANDRA : "Maafkan tante Arka...semua yang dikatakan Lala benar adanya..."
ARKA : "Ke...kenapa?...bukankah pusat Group Phoenix ada di Indonesia?...kenapa kalian ingin pindah ke Belanda?..." (Menatap dingin kearah Ibu Sandra)
Seketika Sandra pun terdiam dan memalingkan wajahnya dari tatapan Arka...
IBI SANDRA : "Nak Arka...telah terjadi sesuatu yang tidak bisa tante katakan kepadamu...semua yang telah tante putuskan adalah demi kebaikan Lala dan juga Phoenix..."
ARKA : "Tante bilang ini demi kebaikan Lala?...tapi nyatanya kini Lala menangis dan tidak mau meninggalkan Indonesia!!...Tante pasti berbohong...Arka mohon kepada tante...jangan pergi...jangan bawa Lala pergi tante...aku mohon...Seminggu lagi Lala akan berulang tahun...dan Lala sangat menginginkan merayakan ulang tahunnya disini...Arka mohon katakan alasan kenapa Tante ingin pergi...apakah karna Arka nakal??...apakah karna kemarin Lala terjebur dikolam renang???"
IBU SANDRA : "Arka!!...Cukup nak...tante tidak bisa menjelaskan apapun kepadamu...suatu hari nanti kamu akan mengetahui alasan terbesar apa yang membuat tante memutuskan untuk pindah dari sini...Tapi Kamu tidak perlu Khawatir Arka...kau masih bisa bermain dengannya sampai dihari ulang tahunnya...tante akan memberi waktu kepada kalian dan juga Syla untuk bisa merayakan ulang tahunnya...karna kami akan pindah setelah acara ulang tahun Lala selesai dilaksanakan disini....Tante harap kamu bisa menerimanya...Arka"
Ibu Sandra pun berdiri dari duduknya dan mengelus Kepala Arka...
IBU SANDRA : "Maafkan tante Arka...tante melakukan ini demi Syla dan juga Phoenix...tante harap kamu tidak mengatakan ini kepada Syla..." (Mengelus kepala Arka)
Ibu Sandra pun pergi meninggalkan Arka sendiri diTaman itu...terlihat Arka yang sedih dan duduk terdiam dikursi yang ada dihadapannya...
Tak lama kemudian hujan pun turun...namun tidak ada Ekspresi dan juga tanggapan dari Arka yang kini tubuhnya sudah dibasahi oleh Hujan...
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Arka dengan sebuah payung yang memayungi Arka...
Arka pun menoleh kearah Payung tersebut...dan tidak lain orang yang memayunginya adalah Syla...
ARKA : "La...lala..."
SYLA : "Apakah kau lupa...kau yang selalu memarahiku ketika ku mandi hujan...tapi kini kau sendiri yang mandi hujan!!" (Memayungi Arka dengan payungnya)
ARKA : "Kau bodoh!!...apa yang kau lakukan disini?...kau memayungiku tapi kau tidak memakai payung???..."
Seketika Arka pun bangun dari duduknya dan memeluk Syla...payung yang dipegang Syla pun terlepas dari genggaman tangannya dan terjatuh...
SYLA : "A...apakah kali ini aku boleh mandi hujan??"
ARKA : "Baiklah...mulai saat ini kau boleh mandi hujan...tapi ada sayaratnya..."
SYLA : "Be...Benarkah aku boleh mandi hujan???...Memangnya syaratnya apa??" (Memeluk Arka dengan erat)
ARKA : "Syaratnya adalah jika kau ingin mandi hujan...kau harus mandi hujan denganku...tak peduli dimanapun kau berada dan dimanapun aku berada...kau harus bersamaku...dan berjanjilah...jangan pernah mandi hujan tanpa diriku..."
Syla pun melepaskan pelukkannya dari Arka dan menatap Arka...
SYLA : "Ke...kenapa kau bicara seperti ini??...apakah terjadi sesuatu saat kau bicara dengan Orang tuaku??" (Menatap Arka)
ARKA : "Ti..tidak!!...aku belum sempat bicara dengan Tante dan juga Om...a...aku katakan ini...agar aku bisa menjagamu saat mandi hujan...kau pikir mandi hujan itu selalu aman?...bisa saja didalam hujan yang menyejukkan dan menyenangkan ini juga ada rasa panas dan keburukkan...karna dikebanyakan hujan pasti ada petir...kau bisa saja sakit karna mandi hujan dan terluka karna petir..."
SYLA : "Baiklah kalau begitu...aku berjanji kepadamu...aku akan mandi hujan hanya jika kau ada...aku akan mandi hujan hanya bersamamu...selamanya...hahaha...yuhuuuu!!...sekarang ayoo kita bersenang-senang...tangkap aku yaa...muwee!!" (Menjulurkan lidahnya dan berlari menghindar dari kejaran Arka)
Tawa riang mereka terdengar keras hingga mengalahkan suara hujan itu sendiri...
Wajah kebahagiaan dari Arka dan juga Syla sangat terpancarkan tanpa adanya kesedihan dan beban sedikitpun...
Seperti kupu-kupu yang baru saja lepas dari kepompongnya...dia terbang tinggi dan bebas dengan sayap indahnya yang menghiasi taman bunga...
BERSAMBUNG》》》》》》》