
♡LONELY RAY'S♡
Farhan pun melangkah mendekat kearah Arka sambil membawa suntikan ditangannya...
Dr. FARHAN : "Apaa???...aku tidak dengar!!!..apa yang kau katakan barusan???"
ARKA : "Bantu aku untuk keluar dari Rumah Sakit ini!"
Dr. FARHAN : "Sebelum itu kau harus memilih mau Suntik Mati atau Suntik Kejang???....Yaaa Arka!!!...Kau selalu saja seperti ini...kau selalu meminta hal yang tidak pernah bisa kuberikan padamu...TIDAK!!!...aku katakan sekali lagi TIDAK!!!...aku tidak akan membiarkanmu keluar dari Rumah Sakit ini...Apa kau bodoh???...lihatlah kondisimu saat ini...aku bahkan tidak habis fikir kenapa Jahitan didalam perutmu ini bisa terbuka padahal jahitan itu sudah cukup lama yang artinya resiko terbuka sangatlah minim...tapi kenapa?...kenapa kini jahitan itu bisa sampai terbuka???...Arka dengarkan aku sekali saja...aku mohon padamu...tolong jangan bertingkah Gegabah!!!"
ARKA : "Farhan...aku mohon...bantulah aku untuk kali ini saja!!...aku sangat mengkhawatirkan Syla...sudah kesekian kalinya nyawa Syla terancam...dan untuk kesekian kalinya juga aku tidak melakukan apapun kepadanya...Padahal Janjiku kepadanya adalah...akan Menjaganya dan bahkan mengorbankan Nyawaku untuknya"
Dr. FARHAN : "Hentikan ucapanmu itu!!!...Kau harus menjalani perawatan Intensif...sekarang kau beristirahatlah...sebelum itu aku akan menyuntik Vitamin ini di Infusanmu..."
Farhan pun menyuntikkan Obat kedalam Infusan Arka yang ternyata didalam su tikan itu adalah Obat bius...
Farhan memasukan Obat Bius tersebut kedalam Infusan Arka karna takut Arka akan bertindak Gegabah...beberapa menit kemudian Arka pun tertidur pulas...
Dr. FARHAN : "Tante Vina...aku menyuntikkan obat Bius di Infusan Arka...aku takut dia akan bertingkah Gegabah...jadi saya sangat berharap Tante bisa mengawasinya hingga ia terbangun nanti"
IBU VINA : "Farhan terima kasih banyak...kamu sudah menjadi Kaka terbaik untuk Arka..." (Tersenyum kepada Farhan)
Dr. FARHAN : "Tidak perlu berterima Kasih padaku Tante...ini adalah tugasku sebagai Kakanya...baiklah aku permisi untuk melanjutkan pekerjaanku..."
Farhan pun pergi meninggalkan Ruang Rawat Arka...
IBU VINA : "Gilang..Adam..dan kalian para Gadis...sebaiknya kalian pulanglah...dan beristirahat...sudah sejak tadi siang kalian berada disini...kalian tenanglah tante akan mengabari kalian jika ada kemajuan dalam pencarian Syla..."
MAYA : "Maaf tante saya tidak bisa pulang sebelum Syla ditemukan.."
IBU VINA : "Jika kalian keras kepala seperti ini...maka Tante akan menyembunyikan kabar apapun tentang Syla kepada kalian...!!"
FARA : "Tapi tante!!!"
IBU VINA : "Heeii...kalian tenanglah percayalah pada tante...Tante akan mengabari kalian jika sudah ada kabar lagi tentang Syla...Gilang...Adam kalian pulanglah Antar Maya dan juga Fara pulang...sekarang!"
ADAM : "Baiklah..."
Maya, Fara, Gilang dan Adam pun pulang kerumah mereka masing-masing...
IBU VINA : "Bi Asih...beristirahatlah Diruang Sebelah...aku sudah mengosongkan ruang sebelah untuk kita beristirahat...biar aku yang menjaga Arka disini..." (Tersenyum dan mengusap Pundak Bi Asih)
BIBI ASIH : "Tapi nyonya!!"
IBU VINA : "Cepatlah...nanti kita akan bergantian...tenang saja...aku akan membangunkan Bibi jika ada kabar tentang Syla..."
BIBI ASIH : "Baiklah...saya...saya permisi Nyonya..."
IBU VINA : "Iyaa...beristirahatlah"
Vina pun menatap putra semata wayangnya tersebut dengan tatapan kekhawatiran sambil mengelus kepala Arka...dan ternyata Diam-diam Vina mendengarkan Pembicaraan Arka dengan Farhan tentang Jahitan diperut Arka yang terbuka...
IBU VINA : "Andai Ginjalku cocok untukmu Arka!!!...Mama akan berikannya kepadamu bahkan jika dibutuhkan Jantung pun akan Mama berikan kepadamu!!!...Tapi sejak dulu kau selalu menolak untuk menerima donor Ginjal karna kau Merasa jika kamu menerima Ginjal itu...itu sama saja seperti kau hidup bahagia dibalik penderitaan Lala...Masih teringat tangisan dari wajah mungilmu yang menahan rasa sakit diperutmu...rasanya sangat menyakitkan melihatmu merasakan sakit seperti itu Arka!!" (Menangis sambil Mengganggam tangan Arka)
Disisi lain Edward bersama Zico berada diBandara dan melihat lengkap rekaman Syla yang berjalan kepenerbangan menuju Amsterdam Belanda...
AYAH EDWARD : "Zico cepatlah Siapkan pesawatku...kita akan kesana sekarang juga!!!"
ZICO : "Baik Tuan...!!"
Zico pun menelphone beberapa orang untuk menyiapkan Pesawat milik keluarga Noela...untuk dinaiki oleh Edward ke Belanda...
AYAH EDWARD : "Baiklah...sementara itu hubungi semua pihak International kita dan minta bantuan mereka untuk melacak keberadaan Syla yang berada di Belanda..."
ZICO : "Baiklah Tuan..."
2 Jam kemudian...Terlihat Edward dan Zico sangat sibuk mengurus persiapan mereka untuk pergi ke Belanda...namun tiba-tiba tanpa diduga...Arka hadir dihadapan Zico...
ZICO : " Tu...tuan muda??"
Arka pun menarik Zico masuk kedalam sebuah Ruangan kosong...
ZICO : "Tuan muda apa yang kau lakukan disini??...bukankah Tuan Edward bilang kalau Tuan muda sedang Sakit???"
ARKA : "Sudah berapa kali ku katakan padamu...jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Muda!!!...panggil saja namaku...dan kau tidak perlu menggunakan bahasa Formal kepadaku!" (Sambil menengok kanan dan kiri)
ZICO : "Maaf saya tidak bisa berbicara Non Formal kepada Tuan muda..." (Menundukan kepalanya)
ARKA : "Baiklah...terserah padamu...Zico...aku butuh bantuanmu!!"
ZICO : "Ada apa tuan?...apa yang bisa kubantu?"
ARKA : "Aku sudah mendengar semuanya yang dikatakan kalian tentang Syla yang kini berada diBelanda...jadi aku mohon bantulah aku untuk ikut bersama kalian!"
ZICO : "Maaf saya tidak berani melakukan itu tuan..!!" (Melangkah mundur)
ARKA : "Kau!!!...Ayolaahh bantu aku kali ini saja...aku sangat membutuhkan pertolonganmu ini!!"
ZICO : "Jika tuan Edward tau aku melakukan itu...maka itu sama saja saya mengkhianatinya...maaf Tuan muda...saya tidak bisa mengkhianati Tuan Edward...!!"
ARKA : "Baiklah Kalau kau tidak mau membantuku maka...aku akan memberitahu pada Papa bahwa kau sebenarnya sudah menikah dan bahkan sebentar lagi kau akan memiliki seorang putra!!!"
ZICO : "Maaf Tuan muda...tetapi Tuan Edward memang sudah tau tentang itu...sejak lama"
ARKA : "Apa???...ta..tapi kenapa Papa tidak memecatmu???"
ZICO : "Karna aku sangat setia kepadanya...dan aku tidak akan mengkhianatinya"
ARKA : "Zico!...aku mohon untuk kali ini saja jangan menjadi Pengawal yang teladan!!!...ayolah kau seorang laki-laki...melakukan tindakan nakal adalah hal yang wajar...tolong bantulah aku...aku janji padamu aku tidak akan melibatkan dirimu...anggap saja kau tidak pernah membantuku..aku mohon...aku sangat mengkhawatirkan Syla!!!"
Zico pun merasa Iba melihat Arka yang memohon kepadanya...dia pun tau apa yang dirasakan Arka saat ini adalah hanya untuk wanita yang dia Cintai...
ZICO : "Baiklah...saya akan membantu Tuan...Tuan muda akan ikut dengan kami"
ARKA : "Benarkah???...Aaaaah Syukurlah...kau memang yang terbaik Zico...kau sahabat terbaikku...!!" (Memeluk Zico)
ZICO : "Tapi tuan...jangan melibatkanku jika ada masalah nantinya...aku tidak ingin membuat Tuan Edward kecewa denganku...tapi aku juga tidak ingin mengecewakanmu..."
ARKA : "Kau tenang saja...aku akan menanggung semuanya sendiri!!"
Zico dan Arka pun diam-diam menyusun rencana Agar Arka bisa ikut kedalam Pesawat tersebut...
Dan tibalah saatnya Pesawat melandas...
AYAH EDWARD : "Sebelum aku mematikan Handphone ku...aku akan memberi kabar kepada Vina dan Arka soal keberadaan Syla.."
Edward pun mengirimkan pesan kepada Vina dan juga Arka tentang keberadaan Syla saat ini...dan langsung mematikan Handphone nya...
BERSAMBUNG》》》》》》》