LONELY RAYS

LONELY RAYS
EPISODE 52



♡LONELY RAY'S♡



Tiba-tiba Mira menyerang Bi Nina dengan menodongkan pisau dari belakang Bi Nina...



IBU MIRA : "Sudah ku katakan pergilah sebelum aku melakukan hal yang membuatmu menyesal..." (Berbisik ditelinga Bi Nina)



GILANG : "Mama!!...kenapa mama melakukan ini???...lepaskan mah!!...lepaskan Bi Nina!!" (Melangkah maju kearah Mira secara perlahan)



IBU MIRA : "Sudah kukatakan jangan memanggilku dengan sebutan Mama!!...aku bukan Mama mu!!"



Dr. FARHAN : "Suster cepat bawa Pasien ini!!"



GILANG : "Ka Farhan...apa yang kaka lakukan??"



Dr. FARHAN : "Gilang maafkan aku...dia harus mendapatkan perawatan..."



para Perawat pun datang beserta Perawat pria...dan melangkah maju kearah Mira...



IBU MIRA : "Menjauhlah...atau aku melakukan ini!!"



Seketika Para perawat menangkap Mira dan menahan pergerakan Mira dari belakang...Mira pun dibawa oleh para Perawat tersebut kedalam sebuah ruangan kosong...



Dr. FARHAN : "Bibi tidak apa-apa??...apakah ada yang terluka?"



BIBI NINA : "Tidak nak Farhan Bibi baik-baik saja...Terima kasih" (Tersenyum kepada Farhan)



GILANG : "Apa yang kalian lakukan pada Mamaku?...lepaskan dia...Ka Farhan aku tidak menyangka Kaka tega melakukan ini kepada Mamaku!!"



Dr. FARHAN : "Gilang..aku melakukan ini demi kebaikanmu dan juga Tante Mira..."



BIBI NINA : "Gilang...semua yang kamu lihat selama ini bukanlah kebenarannya...Selama ini yang korban bukanlah Nyonya Mira...akan tetapi Nyonya Rina lah yang korbannya...Maya ibumulah korbannya!!!"



MAYA : "Apa maksud Bibi?"



GILANG : "Katakan padaku Bi...apa yang sebenarnya terjadi??"



BIBI NINA : "Dulu saat Tuan Avan dijodohkan oleh Nyonya Mira...Tuan Avan menolaknya dan beliau mengakui bahwa dia mencintai wanita lain yaitu Ibumu Maya...Nyonya Rina...akan tetapi suatu hari Nyonya Mira hadir dipertunangan Tuan Avan dan juga Nyonya Rina...saat itu Nyonya Mira mengaku bahwa dia sedang mengandung anak dari Tuan Avan...saat itu terjadi semua orang tidak mempercayai apa yang dikatakan Nyonya Mira...tetapi setelah Tes kehamilan...hasil tes itu menyatakan Positif...Tuan Avan menyangkal dengan apa yang terjadi saat itu...akan tetapi orang tua Tuan Avan memutuskan untuk menikahkan Tuan Avan dengan nyonya Mira...saat itu Tuan Avan juga merasa bingung dia merasa tidak pernah menyentuh nyonya Mira...tapi nyatanya nyonya Mira mempunyai bukti Foto dimana mereka menghabiskan malam berdua disebuah Hotel...waktu itu keadaan mereka berdua sedang mabuk dan tidak sadarkan diri...karna itulah Tuan Avan menikahi nyonya Mira...akan tetapi setelah menikah...Tuan Avan kehilangan kontak dengan nyonya Rina...9 bulan kemudian tiba-tiba terdengar kabar tentang nyonya Rina yang sudah melahirkan seorang Putri...dan kau tahu Maya???...tuan...tuan Avan adalah...adalah Ayah kandungmu!!"



MAYA : "Tidak!!...itu tidak mungkin...Bi...katakan padaku itu semua bohongkan??"



GILANG : "Apa maksud Bibi???...kenapa Bibi mengatakan kebohongan itu??...itu tidak mungkin"



BIBI NINA : "Semua yang Bibi katakan saat ini benar adanya...Maya!!...Saat sehari sebelum pertunangan Tuan Avan dan Nyonya Rina...mereka menghabiskan malam berdua disebuah Villa...dan ternyata setelah nyonya Rina pergi meninggalkan tuan Avan yang menikah dengan nyonya Mira...nyonya Rina diam-diam melahirkanmu dan memalsukan data tentang Ayahmu...Om Avan yang selama ini kau anggap Om adalah Ayah kandungmu Maya!!..."



GILANG : "Lalu..lalu bagaimana denganku Bi??...siapa orang tua kandungku???" (Mengenggam tangan Bi Nina)



BIBI NINA : "Nyonya Mira memang mengandung Anak kandung Tuan Avan...tetapi setelah berjalan 7 bulan...nyonya Mira mengalami keguguran dan dia dinyatakan tidak bisa mengandung kembali...nyonya Mira...mengadopsimu dari sebuah Panti asuhan...dengan alasan nyonya Mira tidak ingin Tuan Avan meninggalkannya karna sudah keguguran...tepat saat waktu yang seharusnya nyonya Mira melahirkan...Bibi...Bibi diminta untuk membawamu dari Panti asuhan itu dan...dan memberikannya pada nyonya Mira...Gilang...maya...maafkan Bibi...Maafkan Bibi karna menyembunyikan ini darimu dan juga Maya...selama ini Bibi diancam oleh nyonya Mira...untuk tidak memberitahukan ini kepada kalian...akan tetapi sekarang Bibi rasa ini sudah sangat keterlaluan...nyonya Mira...nyonya Mira lah yang menusuk nyonya Rina dengan pisau itu!!"




MAYA : "Itu...itu artinya saat ini kedua orang tuaku sedang didalam ruang operasi???..." (Terduduk lemas)



GILANG : "Maya...aku minta maaf kepadamu...atas apa yang mamaku lakukan kepada Tante Rina dan Pa...Papa.....!!"



MAYA : "Gilang...saat ini mereka ada didalam sana....dan...terlebih sosok ayah yang selama ini aku rindukan ternyata dia...dia adalah om Avan...saat aku sudah mengetahui kebenarannya...kenapa tuhan seakan-akan...ingin memisahkan ku dengannya!!...Gilang...apa yang harus aku lakukan???...aku tidak ingin kehilangan mereka...!!!"



GILANG : "Akulah yang melakukannya....Maya...akulah yang memukul Papa dengan Vas bunga!!!"



MAYA : "A...apa???...kenapa??...kenapa kau melakukan itu Gilang???"



GILANG : "Maafkan aku...aku...aku kehilangan akal karna papa datang dengan amarahnya yang memuncak seakan-akan ingin membunuh Mama...karna itu...karna itulah aku melakukannya...!!" (Menundukan kepalanya lalu menatap Maya)



MAYA : "Pergilah!!!...tolong tinggalkan aku sendiri..." (Memalingkan wajahnya dari Gilang)



Gilang menatap Maya dengan perasaan bersalah...dan Gilang pun pergi sesuai permintaan Maya untuk memberinya waktu sendirian...



Dr. FARHAN : "Maya...aku tahu betul...kau pasti tahu apa yang Gilang lakukan adalah keputus asaannya...dan kau juga tahu apa yang selama ini Gilang alami...yang membuatnya melakukan hal itu...jadi aku mohon kepadamu...jangan menyiksa diri kalian lagi...cobalah untuk saling memahami...hanya kalianlah yang tahu apa yang terjadi saat ini...itu juga sangat menyakitkan buat Gilang...karna kebenaran ini pasti sangat menyakitkan dan bahkan melukainya..."



Farhan pun pergi meninggalkan Maya...tangisan Maya pun semakin pecah dengan ucapan Farhan yang menyadarkannya...bahwa saat ini yang merasa sedih bukan hanya dirinya sendiri...namun Gilang pun juga merasakan kesedihan yang sama dengannya atas apa yang terjadi dan terlebih lagi kebenaran tentang orang tua kandung Gilang yang nyatanya bukanlah Mira dan Avan...Maya pun lari mengejar Gilang dan memeluk Gilang dari belakang dengan erat...



MAYA : "Maafkan aku!!...aku sangat egois...aku mengabaikan perasaanmu...Maafkan aku...Gilang!!" (Memeluk Gilang dan menangis)



Gilang pun membalikan badannya dan memeluk Maya...terlihat Farhan memerhatikan mereka berdua dari kejauhan dengan senyuman...



Dr. FARHAN : "Tidak terasa...saat ini mereka sudah besar...tapi entah kenapa aku masih saja menganggap mereka adalah Pangeran Kecil...Hahaha...mungkin inilah sebabnya hanya aku yang tidak memiliki kekasih...aku terkalahkan oleh para bocah-bocah nakal itu...Heemmm!!" (Menyilakan tangannya dan tersenyum memandangi Maya dan Gilang yang berpelukan)



Disisi lain...Gedung Bulvorne Elfiz...



AYAH ALEX : "Sepertinya kalung ini tidak asing bagiku....haaa!!! Aku ingat...kalung ini adalah kalung milik keluarga Sham...Shinta juga memilikinya...pengawal!!!...bukakan Liontin yang ada dikalung ini secepatnya!!!..."



Para pengawal pun mengambil kalung tersebut dan mencoba membukanya...



SYLA : "Aku mohon...jangan ambil kalung itu...aku akan berikan apapun yang kalian minta...tapi aku mohon jangan kalung itu....!!!" (Berteriak dan menangis)



AYAH ALEX : "Kalau begitu...serahkan Chip itu secepatnya!!!!" (Berteriak dan Menarik rambut Syla dengan keras)



SYLA : "Aaaaargh...a...aku sama sekali tidak tahu tentang Chip itu...a...aku!!!"



Tanpa diduga Alex membenturkan Kepala Syla ditiang yang ada dibelakang Syla...dan kepala Syla pun terbentur dengan keras...terlihat sedikit darah keluar dari kepala Syla...



AYAH ALEX : "Dasar tidak bergunaa!!!!" (Membenturkan kepala Syla)



Syla pun tak sadarkan diri...



BERSAMBUNG》》》》》》》