
♡LONELY RAY'S♡
Hari pun telah malam...Terdengar suara bell dipintu rumah Maya...kebetulan saat ini Maya sedang sendiri dirumah...dia pun membuka Pintu Rumahnya...dan ternyata Gilanglah yang menekan bell tersebut...
Terlihat tatapan kosong dari raut wajah Gilang...tanpa bicara sedikitpun saat Maya membuka pintunya Gilang langsung memeluk Maya dengan erat...
MAYA : "Gilang?...ada apa?...apa yang terjadi?" (Membalas pelukan Gilang)
GILANG : "Izinkan aku tetap berada dipelukanmu hari iniiii saja..."
Tanpa Gilang berkata apapun Maya sudah mengerti apa yang membuat Gilang sedih dan terpuruk seperti itu...Maya pun mengajak Gilang masuk...dan duduk disebuah Sofa...
MAYA : "Gilang...aku tau...gak sepantasnya aku memaksamu untuk cerita padaku...tapi kali ini kamu sangat berbeda...ada apa?...apa yang terjadi pada Tante Mira?..." (Menatap Gilang)
GILANG : "Aku...tidak apa-apa may...kau tidak perlu khawatir...aku hanya...hanya bosan saja" (tersenyum kecil)
MAYA : "Kamu sangat payah dalam hal berbohong Gilang...katakan padaku semuanya?"
GILANG : "Papa...papaku akhirnya menceraikan mama...hheemmm aku senang akhirnya semua ini berakhir...setidaknya mama tidak tersakiti lagi" (Tersenyum dan menatap Maya)
Maya yang mendengar perkataan Gilang terkejut dan membuang wajahnya dari tatapan Gilang...
MAYA : "[Ini terjadi...kenapa ini bisa terjadi?...apa yang harus aku lakukan?...saat ini Gilang pasti sangat terpukul dan sedih dengan apa yang terjadi saat ini...aku...aku harus beritahu Gilang yang sebenarnya...aku tidak bisa menahan kebenaran ini...tapi...jika aku memberi tahu Gilang yang sebenarnya maka...maka aku akan kehilangan Gilang untuk selamanya...dia akan membenciku...dan jika aku tidak memberitahu padanya kebenarannya...maka aku akan lebih menyakiti dia...dan rasa bersalahku akan semakin besar padanya...]" (Dalam hati Maya)
tiba-tiba Gilang merebahkan kepalanya dipangkuan Maya...
GILANG : "May...aku berbohong padamu...sebenarnya...sebenarnya aku sangat sedih dengan semua ini...dan aku sangat membenci wanita Jalang itu...apa yang harus aku lakukan?...bagaimana caraku untuk menemukan Wanita Jalang itu...jika aku bisa bertemu dengannya...aku akan berlutut padanya agar dia mau menjauhi Papa...dan Papa bisa kembali dengan mama..."
Tampak tidak ada jawaban dari Maya...dan terasa tetesan air mata yang jatuh di Pipi Gilang...Gilang pun menatap Maya yang ternyata sedang menangis...
GILANG : "Maya...ka...kamu kenapa?...apa aku membuatmu sedih?..." (Terbangun dari rebahannya dan menatap Maya)
Namun tidak ada lagi jawaban dari Maya atas pertanyaan Gilang...dan Gilang pun memeluk Maya...tetapi pelukan Gilang tersebut membuat Tangisan Maya semakin Dalam...
MAYA : "Maaf...Maafkan aku Gilang...tolong maafkan aku..." (Memeluk Gilang dengan Erat dan menangis)
GILANG : "Kenapa kamu minta maaf padaku?...seharusnya aku yang minta maaf padamu karna sudah membuatmu bersedih...seharusnya aku tidak membagi duka ku ini padamu...maafkan aku Maya"
Disisi lain Dirumah Keluarga Noela...
IBU VINA : "Arka!!!...kamu pulang...Sykurlah mama kangen sekali sama kamu...ayolah kita makan malam bersama...mama sudah membuat makanan kesukaanmu...ayoo kamu harus makan yang banyak yaa..." (Menarik Arka keruang Makan)
ARKA : "Maah tapi Arka sudah makan..."
Arka pun duduk dikursi meja makannya...dan tibalah Ayah Edward diruang makan untuk makan malam bersama....
IBU VINA : "Ayoo makanlah...lihatlah kali ini kita bisa makan malam bersama...Arka ingat kamu harus makan yang banyak..." (Sambil menuangkan makanan di piring Arka)
AYAH EDWARD : "Sebelum itu ada yang ingin Papa bicarakan padamu Arka..."
IBU VINA : "Sebaiknya kita makan malam dulu baru membicarakan yang lainnya dong Pah...Ayo makanlah Arka..."
Setelah Beberapa menit kemudian sehabis makan malam...
AYAH EDWARD : "Arka...Papa harus mengatakan ini kepadamu...dan kali ini kamu harus menjalankannya...tidak ada kata penolakan untuk kali ini"
ARKA : "Bukankah dari dulu papa tidak mau mendengarkan penolakanku?...papa selalu menyuruhku melakukan apapun yang menurut papa benar...tanpa mendengarkan penolakanku...lalu kali ini apa lagi yang harus aku lakukan agar Papa bisa puas dengan semua yang papa perintahkan padaku...apakah kali ini papa menyuruhku untuk mengurus perusahaan?...tidak paah Arka belum siap dengan semua itu" (Dengan tatapan dingin)
AYAH EDWARD : "Tidak...bukan itu yang akan kamu lakukan...Papa sudah memutuskan ini demi Keluarga Kita dan Demi diri kamu sendiri...Papa akan menjodohkanmu dengan Wanita yang sudah Papa tetapkan untukmu sejak dulu...dan.."
Belum sempat Ayah Edward menyelesaikan ucapannya Tiba-tiba Arka berdiri dari duduknya...
ARKA : "Cukup pah!!...Arka lelah..." (Membalikan badanya)
AYAH EDWARD : "Papah belum selesai bicara denganmu!!!" (Berteriak)
ARKA : "Sampai kapan?...sampai kapan Papa selalu mengatur hidupku?...dan kali ini sudah melewati batas...tidak Pah...Arka yang yang akan menentukan hidup Arka...dan Arka tidak akan mendengarkan siapa pun...termasuk Papa...!!"
IBU VINA : "Arka...tolong dengarkan Papamu dulu...kali ini berbeda..."
ARKA : "Arka tegaskan sekali lagi...Arka tidak akan menerima perjodohan itu sampai kapanpun"
AYAH EDWARD : "Lakukanlah!!!...lakukan semua yang menurutmu benar...Papa tidak akan melarangmu...tapi kali ini...Papa akan memohon padamu...dan mungkin ini adalah keinginan terakhir Papa padamu..." (Berdiri dari duduknya)
IBU VINA : "Edward....apa maksudmu?!!!" (Berdiri dari duduknya dan menatap Ayah Edward)
AYAH EDWARD : "Arka...Papa janji padamu ini adalah permintaan Papa yang terakhir padamu...jadi papa mohon terimalah perjodohan ini...setelah kamu menerima perjodohan itu...papa janji padamu apapun yang akan kamu lakukan Papa tidak akan melarangmu lagi...termasuk dengan perusahaan"
IBU VINA : "Arka Mama tau kamu tidak akan menerima perjodohan ini...tapi mama akan katakan ini kepadamu...semua ini untuk kebaikan kamu dan juga keluarga ini...Martabat kekuatan dan kuasaan keluarga kita ada ditanganmu...jadi mama mohon padamu...Bijaklah dalam memutuskan segalanya" (Mengelus pundak Arka)
Arka pun meninggalkan Ruang Makan dan masuk didalam kamarnya...
ARKA : "[Aku...aku tidak bisa menerima perjodohan ini...apa yang harus aku lakukan?...kenapa ini semua terjadi disaat...disaat kumulai...aaahhh tidak...aku tidak bisa melakukannya...aku tidak akan meninggalkannya...aku sudah membuatnya dekat denganku dengan memberinya syarat itu...agar aku bisa menjaganya...tapi kenapa...kenapa semuanya menjadi seperti ini?...]" (Dalam hati Arka sambil Menatap dirinya didepan Cermin)
BERSAMBUNG》》》》》》》