
♡LONELY RAY'S♡
8 Jam kemudian...tepat jam 23:05 malam...tampak pesawat yang membawa Ibu Vina, Bi Asih, Farhan, Fara dan Adam pun melandas diBandara International Belanda Schiphol...
BIBI ASIH : "Nyonya...bukankah seharusnya kita mengabari Tuan Edward...karna kita kesini tanpa memberinya kabar..."
IBU VINA : "Tidak perlu...aku sangat mengenal Edward...dia tidak bisa memberi kabar kelanjutan tentang Syla Arka dan Leo pasti karna kondisi mereka tidak baik...akulah yang harus bergerak sendiri..."
Dr. FARHAN : "Tante disana mobil yang akan membawa kita langsung kerumah sakit Phoenix..." (Sambil menunjuk kearah Luar bandara)
FARA : "Tante...Bibi...aku harap kalian bisa menahan diri apa saja yang akan kita ketahui disana...aku...aku takut jika nanti kita mendapat kabar buruk...kalian akan ngedrop..." (Menatap Vina dan Bi Asih dengan cemas)
IBU VINA : "Iya sayang...kamu tenanglah kita akan melewati ini semua bersama-sama...ayo sekarang kita ke mobil itu...dan gunakan Jaket kalian...karna cuaca tengah malam disini sangat dingin..." (Sambil merapikan jaket yang dikenakan Fara dan Juga Adam)
Mereka pun menaiki mobil tersebut untuk ke Rumah Sakit Phoenix...
Terlihat dirumah sakit Phoenix...Edward sadarkan diri dari dosis bius yang diberikan Dokter Rizal kepadanya...
ZICO : "Tuan...apakah tuan sekarang sudah merasa membaik??"
AYAH EDWARD : "Iya kau tenanglah aku sudah merasa membaik sekarang...Zico...tolong bantu aku untuk menemui Arka dan juga Syla..."
ZICO : "Baik Tuan saya akan ambilkan Kursi roda untuk tuan..."
Zico pun membawa Edward dengan kursi roda untuk keruangan Arka dan juga Syla yang terlihat ruangan mereka bersampingan...dan terlihat juga Dokter Aftan batu saja keluar dari ruangan Arka...
Dr. AFTAN : "Edward!!"
AYAH EDWARD : "Aftan...bagaimana keadaan Arka saat ini??"
Dr. AFTAN : "Kau tenang saja keadaan Arka sudah berangsur membaik...hanya saja dia belum sadarkan diri karna efek Bius total pada tubuhnya...aku permisi Edward!" (Tersenyum dan menepuk pundak Edward)
Zico pun membawa Edward untuk masuk kedalam ruangan Arka...dan membiarkan Edward sendiri didalam bersama Arka...
AYAH EDWARD : "Arka...sudah untuk ketiga kalinya aku melihatmu dalam keadaan seperti ini...kau dan juga infusan yang ada pada tanganmu...kau adalah jagoanku...Hey!! bangunlah...jagoan mana ada yang terbaring lemas sepertimu disini!!...cepat bangunlah dan...dan temani Syla diruangannya...dia menunggumu..." (Memegang tangan Arka)
Tiba-tiba seseorang membuka Pintu Ruangan Arka...Edward pun menoleh kearah Pintu tersebut...
AYAH EDWARD : "Vina??"
IBU VINA : "Ed...Edward...kenapa kau...kau memakai kursi roda???...ada apa denganmu???" (Mendekat kearah Edward)
AYAH EDWARD : "Kau tenang saja aku memakai ini hanya karna aku habis disuntik bius oleh Rizal si Kutu Buku itu!!" (Tertawa kecil)
Edward mengatakan itu bermaksud untuk mencairkan suasana namun tampak tidak ada ekspresi senyum dari Vina yang terus menerus menatap dirinya dengan kecemasan...tiba-tiba Vina pun memeluk Edward dan menangis...
IBU VINA : "Beratkah???...pasti sangat berat untukmu...untuk menjaga ketiganya...pasti sangat berat menanggung kejadian ini sendirian...dan...dan pasti sangat berat mengetahui keadaan mereka seperti ini sendirian...Edward...aku ada bersamamu...berbagilah Duka ini kepadaku...kenapa kau malah menyembunyikan luka ini...mereka juga anak-anakku...aku juga menyayangi mereka...dan...dan aku juga menyayangimu...!!"
Edward pun membalas pelukan Vina kepadanya...
AYAH EDWARD : "Vina...aku tidak sanggup dengan semua ini...apa yang saat ini terjadi adalah untuk kedua kalinya seperti pedang yang tertusuk kasar dijantungku...Kecelakaan William...dan sekarang!!!...aku tidak sanggup!!!"
IBU VINA : "Aku sudah mengetahui semuanya dari Zico...Edward...Aku harus menemui Leo...aku ingin melihatnya..." (Melepaskan pelukannya dari Edward)
IBU VINA : "Leo adalah malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk Arka dan juga dirimu...jadi aku harus menemuinya...untuk yang terakhir kalinya...tapi sebelum itu aku...aku ingin Melihat Arka..." (Sambil menatap Arka yang kini ada dihadapannya)
Vina pun melangkah maju mendekat kearah Arka yang terbaring lemas diranjangnya...dan sesampainya tepat dihadapan Arka...Vina menggenggam erat tangan Arka...
IBU VINA : "Semuanya akan membaik...bangunlah putraku...seseorang sangat membutuhkanmu...yaitu Syla...dia...dia menantikanmu...menantikan genggaman tanganmu kepadanya..." (Mengelus kepala Arka)
Disisi lain...Ruang rawat Syla...
BIBI ASIH : "Nak Syla...sayang...ya tuhan...ba...bangunlah nak...Bibi ada disini bersamamu..." (Sambil mengelus kepala Syla dan menangis terisak-isak)
Terlihat Fara juga masuk kedalam Ruangan Syla...dan mengelus pundak Bi Asih...
FARA : "Bibi...!!" (Menjatuhkan wajahnya dipundak Bi Asih dari belakang)
BIBI ASIH : "Nak Syla...lihatlah disini juga ada Fara...dia...dia menantikanmu!!"
FARA : "Syla...kau tau??...saat ini Bibi menangis dari semalam hingga sekarang...sampai-sampai matanya sangat bengap dan merah...apakah kau tega??...melihat Bibi seperti ini???...bangunlah!!..aku mohon bangunlah Syla!!" (Menangis menggenggam tangan Syla)
Tiba-tiba dokter Brian masuk kedalam ruang rawat Syla...
Dr. BRIAN : "Maaf...apakah anda wali dari pasien tersebut??'
BIBI ASIH : "Iya dokter...saya...saya pengasuhnya sejak kecil...Dokter...apakah Syla bisa kembali seperti semula??...apakah Syla akan bangun dari komanya??"
Dr. BRIAN : "Maafkan saya untuk pertanyaan itu saya belum bisa memberikan sebuah jawaban pasti...karna dalam kasus pasien yang koma...kami tidak bisa memprediksi kapan dan sampai kapan pasien bisa siuman...jadi maafkan saya...saya harus memeriksa keadaan pasien sekarang..!"
Bi Asih dan Fara pun keluar dari ruang rawat Syla...karna Dr. Brian ingin memeriksa Syla...
ADAM : "Bagaimana...apakah Syla bisa cepat siuman?"
Terlihat Fara menggelengkan kepalanya dan menatap Adam sambil menangis...Adam pun langsung memeluk Fara...
ADAM : "Kau tenanglah...yang terpenting adalah saat ini keadaan Syla sudah melewati masa kritisnya..."
Beberapa saat kemudian terlihat Vina dan Edward keluar dari ruangan Arka...
ADAM : "Tante...bagaimana keadaan Arka??"
IBU VINA : "Keadaan Arka sudah membaik..."
ADAM : "Bagaimana dengan Leo??" (Menatap Vina dan Edward)
Terlihat Vina dan Edward hanya bisa saling menatap...
ZICO : "Saya akan mengantarkan kalian keruangannya...Silahkan!"
ADAM : "Fara...sebaiknya kamu tidak usah ikut...kau temani saja Bi Asih...aku dan Tante Vina akan kesana..." (Melepaskan pelukannya dari Fara)
Fara pun menganggukkan kepalanya...
BERSAMBUNG》》》》》》》