LONELY RAYS

LONELY RAYS
EPISODE 56



♡LONELY RAY'S♡



(🎶LUDWIG VAN_MOONLIGHT SONATA🎶)



Suara bising tembakan tak terhiraukan oleh Arka...


Teriakan Edward memanggil Arka pun tak juga dihiraukan Arka...



Tangan dingin dengan lumuran darah memegang gemetar Pipi Arka...



ARKA : "Tidak!!!...kenapa kau lakukan ini kepadaku??...kau ingat apa yang pernah kukatakan padamu?...aku yang akan mengorbankan nyawaku untukmu...tapi kenapa??...kenapa kau melakukan ini???" (Memegang tangan Syla yang sedang memegang Pipi Arka)



SYLA : "Arka...aku ju...juga pernah bilang kepadamu...bahwa aku...ti...tidak ingin kau...melin..du..ngiku...dengan nyawamu...aku....."



ARKA : "Tidak!!!...itu tidak boleh terjadi...jika kau tidak ada disisiku...aku akan mengikutimu...aku akan bersamamu dimanapun kau berada...dimanapun itu!!!" (Mencium tangan Syla)



SYLA : "Aku ingin...ka..kau...tetap hidup un..untukku...bernafas untuk..ku...dan lihat in..indahnya du..dunia ini untukku...Arka!!!...aku..aa..aku Mencin..ta..imu..........."



Tangan Syla pun terjatuh lemas...


Dan Air matanya pun terjatuh diPipinya...


Tubuhnya menjadi dingin sama seperti waktu pertemuan Arka dengan Syla dimalam itu...dimalam yang menjadi pertemuan pertama mereka setelah sekian lamanya kecelakaan itu terjadi...



Terlintas di ingatan Arka tentang Lala kecil dan juga Syla yang kini ada diPelukannya dengan berlumuran darah yang banyak ditubuhnya...



Waktu seakan mengulang kembali...setiap detail nya terlintas di Ingatan Arka...Senyum Lala dan Senyum Syla...dengan Suara yang memanggil nama Arka dari Mulut Lala dan juga Syla...kedua wajah mereka tersenyum kearah Arka...



ARKA : "Tidak...Tidak!!!...ini tidak boleh terjadi...Syla...Syla aku mohon bangunlah...jangan tinggalkan aku...aku mohon...kau bilang kau ingin Mandi hujan bersamaku...kau bilang kau ingin memakaikan rambutku dengan jepitan yang ku berikan kepadamu...kau...kau bilang...kau Mencintaiku...jadi aku mohon jangan tinggalkan aku...Tidakk!!!...kau tidak boleh lakukan ini kepadaku!!!!....Syla!!!!!" (Memeluk erat tubuh Syla)



Disisi lain...Suasana antara Edward dan Alex pun memuncak...beberapa saat kemudian terdengar 3 kali suara tembakan yang diiringi suara Teriakan Edward...


Namun disaat yang bersamaan suara teriakan Alex pun juga terdengar dengan jelas...



Penyesalaan adalah akhir dari keputusan yang kita buat...yang awalnya kita anggap akan berakhir baik...namun kita sering sekali lupa akan Takdir yang bisa saja berkata lain...



Disisi lain INDONESIA...



Terlihat Ibu Vina, Bi Asih, Maya, Fara, Gilang, Adam, dan Farhan terduduk diam diruang rawat Arka...jantung mereka berdegub dengan kencang menunggu kabar dari Edward yang kini sudah menemukan Syla...



Sudah berjam-jam lamanya mereka tediam dan Gusar...menunggu telphone dari Edward yang sedari tadi tidak menelphone...



Tiba-tiba...Telphone Vina berdering...seketika Vina mengangkat Telephone tersebut tanpa mengetahui siapa yang menelphonenya...



IBU VINA : "Edward!!!...edward bagaimana??...apakah kalian sudah membawa Syla bersamamu???"



Tapi ternyata yang menelphone Vina adalah Zico...



ZICO : "Nyonya...maafkan saya...Tuan Edward yang meminta saya untuk mengabari Nyonya...karna..."



IBU VINA : "Kenapa bukan Edward yang menelphoneku???...dimana Edward???...dimana Arka dan Syla???...Aa...apakah terjadi sesuatu???..." (Menatap Bi Asih yang menangis mendengar ucapan Vina)




ZICO : "Nyonya...saat ini Arka dan Syla...mereka...mereka sedang berjuang untuk hidup mereka...saat ini......."



Tiba-tiba terdengar suara teriakan Edward dari Telphone Zico...



AYAH EDWARD : "Rizal!!!...kau adalah sahabatku...tolong!!!...aku memohon kepadamu selamatkan mereka...tolong...aku mohon kepadamu!!!!!!"



Vina yang mendengar suara Edward tampak sangat Ketakutan dan Khawatir tersebut membuatnya Terduduk Lemas dan tatapan matanya memudar...tubuh Vina terguncang dan hendak terjatuh...Farhan pun memegang Pundak Vina dan mengangkat Telphone Vina yang sudah terjatuh dari tangannya...



Dr. FARHAN : "apa yang terjadi???..."



Zico pun menceritakan apa yang sedang terjadi...termasuk Leo yang kini juga berada diruang Operasi karna Saat Alex ingin menembak Edward...Leo lah yang menolong Edward dari tembakan tersebut yang pada akhirnya Leo pun tertembak...



Terdiam membisu Farhan menutup telphone tersebut...


Seketika air mata mereka yang berada diruangan tersebut pun Pecah...terlihat Maya dipelukan Gilang yang berteriak memanggil nama Syla...Fara yang menangis terisak-isak disamping Adam...dan Bi Asih yang Menangis dengan tubuh yang gemetar...



Farhan pun memanggil para Perawat untuk membantunya memmeriksa keadaan Ibu Vina yang tampak Pucat dan lemas...



DIsisi Lain...AMSTERDAM...



ZICO : "Tuan...saya sudah memberitahukan semuanya kepada Nyonya Vina dan juga Farhan...apakah ada yang bisa saya bantu tuan??"



AYAH EDWARD : "Menyedihkan!!!...apa yang saat ini terjadi sangat menyedihkan!!...Ketika Cinta menguasai Jiwa seseorang...maka Jiwa tersebut rela melakukan apapun untuk Cinta itu...tapi...tapi nyatanya Takdir tidak pernah membiarkan Cinta itu menang...saat Cinta itu sudah mempertaruhkan nyawanya...yang terjadi adalah Kesia-siaan...Syla menyelamatkan Arka dari tikaman itu...tapi...tapi nyatanya saat ini keadaan Arka juga kritis...sama seperti Syla...nyawa keduanya berada diujung batas Cinta itu sendiri...dan aku...aku adalah orang yang seharusnya berada didalam sana...tapi lagi-lagi Takdir mempermainkan Kisah ini...Leo...Leo tertembak oleh ayahnya sendiri karna menolongku...rasanya aku seperti orang yang sangat tidak berguna...aku adalah ayah mereka...tapi nyatanya aku sendiri yang tidak bisa melindungi mereka...dengan tenangnya aku bisa duduk disini sambil menatap pintu ruangan itu tanpa berbuat apa-apa!!!...aku mengerti satu hal saat ini...bahwa bukan Takdir yang membuat semua ini terjadi...aku...aku adalah penyebab Takdir yang menyedihkan ini terjadi...sejak awal jika aku tidak meninggalkan William disana...mungkin saat ini....saat ini Tawa Arka dan Syla bisa kita dengar ditaman itu...!!!" (Menundukan kepalanya dengan tangan yang meremas kepalanya)



ZICO : "Tidak Tuan!!!...saya adalah saksinya...selama ini yang saya lihat Tuan melakukan banyak hal untuk mereka semua...Tuan laah yang setiap malamnya tidur dengan Gusar memikirkan apa yang akan tuan lakukan terhadap semua ini...Tuan lah yang selalu mendoakan mereka agar mereka bisa terlepas dari penderitaan ini...dan...dan Tuanlah yang selama ini menjaga Phoenix dengan segenap nyawa tuan...sampai-sampai sudah hampir 10 kali Tuan terkena Racun dan juga diserang oleh para pembunuh...dan kini...aku melihat tatapan kesedihan dan keterpurukan Tuan yang amat dalam sedang memandangi pintu ruang operasi itu...Tuan terlihat dingin dan tenang akan tetapi aku sangat mengenali Tuan...bahwa saat ini didalam Hati Tuan...Tuan sedang berdoa kepada Tuhan...agar memberikan Nyawa Tuan kepada mereka yang saat ini ada didalam ruang Operasi tersebut...Ini semua sudah Tuhan yang menentukannya...dan saya yakin...setelah Matahari terbenam...maka Bulan Purnama yang terang nan Cantik akan hadir menerangi Gelapnya malam...!!!" (Berlutut dihadapan Edward)



Edward pun berhenti meremas kepalanya dan Menatap Zico yang ada dihadapannya...



AYAH EDWARD : "Kau tahu???...aku merasa sangat beruntung memiliki Adik sepertimu....Zico!!!"



ZICO : "Tidak Tuan!!...Sayalah...Sayalah yang merasa sangat beruntung...karna saya memiliki Tuan yang melebihi dari seorang Kakak dan bahkan melebihi dari ikatan darah...Terima kasih...Terima kasih karna sudah sangat mempercayaiku...dan menganggapku bagaikan Adik...Terima kasih...Tuan Edward!!!" (Menundukan kepalanya)



Edward pun memeluk Zico...dan merasa tenang dengan apa yang Zico katakan tersebut...



Beberapa saat kemudian Dr. Rizal pun keluar dari ruang operasi tersebut...seketika Edward bangun dari duduknya dan menghampiri Rizal...



AYAH EDWARD : "Rizal!!!...bagaimana keadaan mereka saat ini???...apakah mereka baik-baik saja???"



Dr. RIZAL : "Saat ini Aku hanya tau keadaan Leo karna akulah yang memegang Operasinya...saat ini keadaan Leo sangat kritis...dengan 3 tembakan yang bersarang ditubuhnya...maafkan aku Edward...aku tidak bisa memastikan banyak hal kepadamu...aku permisi!!" (Rizal pun kembali masuk kedalam Ruang Operasi tersebut setelah melihat beberapa Dokter sudah datang untuk membantunya)



AYAH : "Tidak!!...Rizal...lalu bagaimana dengan Syla dan Arka???...Rizal!!!" (Berteriak)



Tiba-tiba beberapa Dokter bedah dan Suster berlarian masuk kedalam ruang Operasi tersebut dengan membawa beberapa Alat tambahan...yang membuat Edward tampak sangat terkejut dan rasa khawatirnya semakin besar...Zico pun terus menerus menahan Edward yang ingin masuk kedalam Ruang Operasi tersebut...



BERSAMBUNG》》》》》》》