
♡LONELY RAY'S♡
Edward mengirimkan pesan kepada Vina dan juga Arka tentang keberadaan Syla...kemudian mematikan Handphonenya...
Dan Vina pun membaca pesan tersebut...
Terlihat Vina yang masuk keruangan Arka sehabis mengambil beberapa Selimut yang dibawakan Bibi Imah untuk Arka dirumah sakit...Saat Vina masuk kedalam ruangan Arka...ia terkejut dengan apa yang dia lihat bahwa Arka tidak ada di Ruangan tersebut...seketika Vina berteriak memanggil para perawat dan juga Farhan...
Farhan yang mendengar teriakan Vina pun berlarian mendatangi Ruang rawat Arka...
Dr. FARHAN : "Apa yang terjadi Tan...Tante???"
Terlihat Vina yang memegang Kasur Arka yang basah karna sebenarnya sebelum Farhan menyuntikkan Bius kedalam Infusan Arka...Arka sudah melonggarkan Infusan yang ada ditangannya...karna Arka sudah menduga bahwa Farhan akan memberi obat Bius kepadanya agar dia tidak bisa meninggalkan Rumah sakit tersebut...
Dr. FARHAN : "Tante ini tidak boleh terjadi...saat ini...saat ini keadaan Arka tidak baik!!"
IBU VINA : "Kenapa??...kenapa kamu menyembunyikan keadaan Arka yang sebenarnya kepada Tante???...kau tau terakhir kali kau berbuat seperti ini Arka dirawat dirumah sakit karna Kelelahan...Sebenarnya Tante sudah mendengar Pembicaraan kalian tentang keadaan Arka yang sebenarnya...tapi tante tidak pernah mengira kalau kau sama sekali tidak memikirkan gimana perasaan tante!!!...Farhan!!!...katakan pada Tante...apa yang akan terjadi pada Arka dengan kondisi seperti ini...dia pergi tanpa perawatan???" (Memegang pundak Farhan dengan keras)
Farhan hanya bisa menundukan kepalanya dan berkata...
Dr. FARHAN : "Tante...maafkan Farhan...Farhan tidak ingin menambahkan kekhawatiran Tante dan juga Om atas keadaan Arka...saat ini...saat ini keadaan Arka tidak baik...Jahitan didalam perutnya mengalami Infeksi karna terbuka yang disebabkan oleh terkena pukulan yang sangat keras...jika Arka sampai mengalami pendarahan...Maka...!!!" (Menundukan kepalanya)
IBU VINA : "Maka apa???..cepat katakan pada Tante!!!"
Dr. FARHAN : "Akibatnya akan Fatal bila pendarahan itu terus terjadi...tante...tante Farhan mohon maafkan aku...tapi saat ini keadaan Arka lebih penting...kita harus cepat menemuinya untuk melanjutkan perawatan intensifnya"
IBU VINA : "Tante tau kemana Arka akan pergi..." (Terduduk lemas ditempat tidur Arka)
Dr. FARHAN : "Ke...kemana tante??"
IBU VINA : "Tante yakin Arka pasti diam-diam ikut bersama Edward ke Belanda......" (Menatap Farhan)
Vina mengabari Gilang Maya Adam Fara dan juga Bi Asih soal keberadaan Syla yang berada di Amsterdam...Vina meminta kesemuanya untuk tenang dan tidak bertindak Gegabah...
Sehabis itu Vina pun juga menelphone Edward yang ternyata Handphone Edward tidak bisa dihubungi...
Disisi lain...
IBU SHINTA : "Syla ada ditanganku...jika kau ingin mendapatkan Chip itu dari Syla...maka Datanglah di Gedung Bulvorne Elfiz Amsterdam...Aku akan serahkan Syla kepadamu...!!"
AYAH ALEX : "Kenapa kau berbaik hati kepadaku???"
Shinta pun mematikan Telephonenya...
AYAH ALEX : "Zac!!!...cepat persiapakan penerbanganku ke Belanda sekarang juga!!!"
ZAC : "Baiklah tuan...kebetulan saya sudah menyiapkan penerbangan untuk keluar negri karna saya yakin Syla akan dikirim oleh Shinta keluar negri...Tuan bisa berangkat sekarang juga" (Membukukkan badanya dihadapan Alex)
AYAH ALEX : "Kali ini kau mendapatkan nilai Plus dariku...cepat kita harus mendapatkan Chip itu terlebih dahulu sebelum Edward mendapatkannya!!"
Alex dan para pengawalnya pun berangkat ke Belanda...
Disisi lain didalam Pesawat Edward...
AYAH EDWARD : "Zico berapa lama kita akan sampai diBelanda?"
ZICO : "14 Jam waktu yang kita tempuh untuk sampai disana Tuan"
AYAH EDWARD : "Semoga kita bisa tepat waktu untuk menemukan Syla"
Disisi lain disebuah Ruang Bagasi pesawat...terlihat Arka yang sangat resah...difikirannya hanya ada ketakutan jika terjadi sesuatu pada Syla maka entah apa yang akan terjadi pada hidupnya juga...Selama ini Arka hidup tanpa Lala saja rasanya sudah sangat berat dan sesak...hingga pada akhirnya Lala yang selama ini dia kira sudah tiada...ternyata masih hidup dan selama ini ada dihadapannya yaitu Syla...
ARKA : "Kenapa lama sekali sampainya?..." (Mondar-mandir dengan resah)
ZICO : "Tuan muda...pakailah ini!!...Tuan muda harus menggunakan pakaian ini agar tidak ada yang mengenali Tuan...karna saya yakin setelah kita sampai di Belanda Nyonya Vina pasti mengabari Tuan Edward tentang kehilangan Tuan muda dirumah sakit"
ARKA : "Baiklah terima kasih Zico...Ta...tapi haruskah aku memakai Kumis ini???" (Memperhatikan bentuk Kumis palsu)
ZICO : "Tentu saja tuan muda...karna wajah anda sudah dikenali oleh seluruh pengawal...saya takut jika salah satu pengawal mengenali tuan muda...maka Tuan muda pastinya akan dikirim pulang oleh tuan Edward...Tuan tenang saja ku...kumis itu steril dan berkualitas!!" (Menundukan kepalanya)
ARKA : "Baiklah...bantu aku memakai semua ini!"
Zico pun membantu Arka menggunakan beberapa alat yang membantu Penyamarannya...
Hari pun telah malam...
ARKA : "Sekarang bagaimana keadaanmu Tuan Putri???...Bertahanlah!!!...aku akan menepati janjiku kepadamu...Aku akan membawakan Cahaya indah untukmu...dan kau harus ikut bersama Cahaya ini.....Kenapa?...kenapa kau pergi meninggalkanku??...apakah kau merasa hidupmu tidak berarti??...apakah kau merasa senyum dan nafasmu tidak berarti??...kalau begitu aku ingin sekali bertanya kepadamu...Apakah aku tidak berarti bagimu??...Apakah bisa kau bertahan hidup untukku??...dan Apakah bisa kau berikan senyum mu untukku disetiap harinya??" (Duduk ditumpukan koper sambil memandangi langit-langit pesawat)
BERSAMBUNG》》》》》》》