LONELY RAYS

LONELY RAYS
EPISODE 39



♡LONELY RAY'S♡



LEO : "Apa???...ternyata sampai saat ini kau belum tahu kebenarannya???...kebenaran tentang kematian Lala dan keluarganya!!!" (Senyum Smirk)



Tatapan Arka penuh dengan tanda tanya...dan mencoba mengingat kembali dihari-hari ia bersama Lala...



LEO : "Aku sudah menduganya kalau kau melupakan yang terjadi pada hari itu...kau dan juga orang tuamulah penyebab kecelakaan itu terjadi!!...Kau dan keluargamulah IBLIS nya!!!!" (Berteriak keras kepada Arka)



Leo yang mengingat kejadian dihari ulang tahun Lala pun emosinya memuncak dan Menonjok keras perut Arka...


Arka pun terjatuh dengan darah yang keluar dari mulutnya...



ARKA : "Hentikan!!!...aa...apa maksudmu Leo???...jangan kau pikir aku akan mempercayai perkataanmu ini...aku dan keluargaku tidak mungkin melakukan hal yang buruk terhadap Lala...tidak...itu tidak mungkin!!!...aahh!!" (Sambil menahan rasa sakit diperutnya)



Tiba-tiba muncul ingatan dikepala Arka dihari ulang tahun Lala...kepala Arka merasakan sakit yang amat sangat...potongan-potongan kejadian terlihat diingatannya...



ARKA : "Apa??...apa ini???..ada apa dengan kepalaku???...aahh!!..."



LEO : "Arka!!...kau!!...apa yang terjadi padamu???"



Arka pun terjatuh pingsan...



Disisi lain...



GILANG : "Maya hentikan!...hentikan dirimu yang menyalahkan dirimu atas semua yang terjadi...!!" (Dengan nafas terengah-engah Memeluk Maya dari belakang)



Tangisan Maya pecah dengan ucapan Gilang yang melarangnya untuk menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi saat ini...



MAYA : "Gilang...ini semua karnaku...akulah penyebabnya...kita juga seperti ini...itu juga karna diriku!!!" (Mendorong Gilang)



GILANG : "Maya apa maksudmu???...tolong jangan mengatakan itu...kau tidak bersalah...dengan menyembunyikan tentang Syla...bukan berarti kaulah yang menyebabkan Syla pergi...!"



MAYA : "Gilang aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu...dan kau...kau boleh menyalahkanku tentang ini...karna aku sudah mengetahui kebenaran ini sudah lama tapi aku memilih untuk tidak memberitahumu yang sebenarnya...Gilang!!!...sebenarnya...sebenarnya Om Avan dan Mamaku...Om Avan dan Mamaku memiliki hubungan gelap dibelakang kita...Sudah lama mereka menjalani hubungan gelap itu...Mamaku adalah wanita Jalang yang selama ini kau cari..dan...dan sudah lama juga aku mengetahui kebenaran ini...aku tidak akan meminta pengampunanmu untuk Mamaku...karna yang dilakukan Mamaku adalah kesalahan...orang yang selama ini kau benci dan kau kutuk itu adalah Mamaku...dialah wanita jalang itu...aku...aku minta maaf padamu Gilang...aku baru memberitahumu sekarang...karna aku tidak ingin menyakitimu...aku...aku ingin mengatakan yang sebenarnya ketika kamu tidak memiliki perasaan padaku...ini...inilah yang aku maksud...aku hanya akan menggoreskan luka untukmu Gilang...aku tidak pantas untukmu...dan...dan akulah penyebab semua penderitaanmu selama ini!!!" (Terjatuh lemas dan menangis terisak-isak)



GILANG : "Kenapa?...kenapa baru sekarang kau bilang padaku May???...kau tahu setiap aku sangat membenci Wanita itu...dan aku selalu mengutuk wanita itu dihadapanmu...apakah...apakah kau tidak merasakan sakit setiap Ucapan dan Marahku tertuju ibumu???...jadi...jadi selama ini kau...kau menyembunyikan kebenaran kepadaku dengan alasan agar aku tidak tersakiti???...apa kau tidak berfikir May???...kau juga merasakan penderitaan itu!!...kau juga merasakan kesedihan itu!!...tapi kenapa...kenapa kau tidak membaginya denganku???...kau malah berfikir aku akan membencimu...tidak May...kau tidak bersalah...yang dilakukan orang tua kita..bukan kesalahan kita!!!...Bagaimana...bagaimana bisa kau menahan air matamu??...bagaimana bisa kau menahan rasa sesak didadamu setiap kali melihatku menangis dan mengutuk Ibumu??...bagaimana bisa kau menanggung semuanya sendirian??..."



Gilang pun memeluk erat Maya yang menangis terisak-isak...



Disisi lain Syla berada didalam Pesawat yang membawanya untuk pergi ke Amsterdam tempat dimana masa kecilnya pernah terukir...



SYLA : "Aku harus bisa membuat keputusan...untuk memilih apa yang akan menjadi pilihan terakhirku...jika aku memilih untuk menetap di Amsterdam maka yang terjadi adalah aku harus melupakan semuanya termasuk...termasuk Arka...dan jika aku memilih untuk menetap di Indonesia maka yang terjadi adalah aku akan terus menerus berada dikegelapan itu...apa yang harus kupilih?...sepertinya aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku juga sudah jatuh cinta pada Arka...akan tetapi setiap kali ku melihat Arka...bayangan itu...bayangan takut ditinggalkan hadir difikiranku...aku tidak ingin ditinggalkan lagi oleh orang yang aku sayang...kali ini...biarkan aku yang meninggalkan semuanya...biarkan aku yang melepas semuanya...agar hanya aku yang akan menelan kegelapan itu sendiri...Tuhan...saat ini aku berada didekatmu...yaitu diatas awan...apakah kali ini kau akan mendengarkan doaku???...keinginanku sangatlah sederhana bagimu...aku hanya ingin orang-orang yang menyayangiku bisa hidup bahagia sesuai dengan apa yang mereka inginkan...aku mohon padamu...limpahkan penderitaan mereka kepadaku...dan berikan semua sisa kebahagiaan yang kau sisikan untukku kepada mereka...aku...aku tidak membutuhkan kebahagian lagi...bagiku rasa kebahagiaan...kesedihan...ketakutan...dan kehampaanku memiliki rasa yang sama...semuanya terasa sama...Abu-abu dan dingin yang kurasakan selama ini rasanya seperti sudah menyatu ditubuhku...sampai-sampai aku tidak bisa melihat warna dan rasa lain dihidupku...aku akan memutuskan untuk menetap di Amsterdam...itulah keputusanku...dan aku harus bertanggung jawab atas keputusanku...aku harus melupakan semuanya yang terjadi dihidupku semasaku di Indonesia...kasih sayang Bi Asih...Perhatiannya Maya dan Fara...Omelan Tante padaku...dan...dan Genggaman hangat tangan Arka...itu...itu semua akan menjadi mimpi indahku...Terima kasih tuhan setidaknya kau masih memberikanku Bi Asih Maya Fara dan juga Arka dihidupku...sekarang aku akan melepas mereka...agar kau tidak mengambilnya lagi dariku...kini jika kau ingin mengambil sesuatu lagi padaku...kau ambilah diriku...bawalah aku untuk bertemu dengan orang tuaku...aku akan sangat bersyukur jika kau melakukan itu padaku..." (Menangis terisak-isak sambil menggambar Wajah Arka)



BERSAMBUNG》》》》》》》