Life Journey

Life Journey
episode tujuh



karna merasa sangat gerah Siti serasa ingin keluar dari gudang,namun mengingat pesan Dirga tadi,Siti berfikir untuk keluar nanti saja.


satu jam kemudian.


Dirga kenapa tembok ini aneh sekali*ucap pak Mateo*


jangan sampai ayah curiga,jangan sampai....*ucap Dirga dalam hatinya*emmm iya tembok ini memang rada sedikit miring jadi aku menyuruh tukang untuk membenahi nya ,ya jadinya agak aneh*jawabnya*


apa ini,sendal perempuan,apakah disini ada perempuan*ucap pak Mateo*


aaaa tentu saja tidak ,ya Azra dia suka mengenakan sendal wanita katanya ringan di pakaenya ,begitu ayah*jawab Dirga*


kenapa di meja makan ada makanan,memangnya siapa yang bisa memasak


owwww itu Reihan dia pandai sekali memasak


ow ayah baru tau,kapan kapan akan aku undang dia datang ke rumah untuk memasakkan ku


hah ,oh ya boleh saja


mampus Lo Reihan*ucapnya dalam hati*


banyak keganjalan keganjalan yang sedikit membuat ayahnya Dirga curiga namun ayahnya Dirga tak mengira bahwa anaknya memasukkan seorang perempuan dalam rumahnya.


oh iya satu lagi Dirga, tadi pagi ayah menelpon rumah mu namun yang mengangkat seorang wanita,setelah itu ayah langsung mematikan telfonya karna mengira bahwa itu salah sambung


iyaaaaa itu pasti salah sambung ayah


yaudah ayah pergi ya


oke ayah,hati hati...


setelah ayahnya pergi Dirga langsung menuju gudang.


ya tuhannnnn bagaimana dengan Siti*lari*


sampai di bidang Dirga tidak melihat Siti,Siti pun juga tidak menjawab panggilan Dirga dan sama sekali tidak ada suara di gudang, lalu Dirga melihat sekelilingnya dan melihat Siti tergeletak di lantai,karna sesak napas.


lalu Dirga menggendong Siti ke kamarnya dan membantu mengoleskan minyak kayu putih di hidung dan kepalanya.


ehhhhmmmm Dirga *ucap Siti*


kau sudah bangun,syukurlah aku benar-benar minta maaf,telah membuat mu jadi begini*ucap Dirga*


kamu kwatir denganku


emmm iya tentu saja karna aku ini bos mu,jangan berfikir yang lain


aku tau dia tidak mungkin menyukai ku,tapi entah kenapa aku senang sekali dia kwatir denganku*ucap Siti dalam hatinya*


dua bulan kemudian


waaahhh aku tidak pernah melihat ruangan ini sebelumnya,tapi kenapa kamu harus membuat pintu ruangan ini sama dengan tembok,orang kan jadi tidak tau kalau kamu memiliki ruangan melukis pribadi*ucap Siti*


hei kenapa kamu masuk ,sana keluar ,kamu tidak boleh masuk sini *ucap Dirga*


kenapa ,aku tidak akan mengganggumu melukis aku hanya ingin melihat saja


tidak boleh cepatlah kau keluar


Dirga tidak apa lah Siti tau tempat ini,asal kau Siti bisa merahasiakan ruangan ini*ucap Reihan*


Siti bertanya kenapa ruangan ini harus di rahasiakan,padahal kan hanya ruang melukis,Azra pun menjelaskan pada Siti yang sebenarnya secara detail.


baiklah tenang saja,aku akan menjaga rahasia ini*ucap Siti*


Ting tong ting tong


biar aku yang buka*ucap Siti*


hah sial baru saja mau mulai melukis,sudah ada saja yang mengganggu,ayolah kita keluar*ucap Dirga*


silahkan masuk*ucap Siti*


eh pembantu, Dirga di rumah kan*tanya Anya*


iya ,Dirga ada di rumah


hayyyy Dirga,aku mau ajakin kamu nonton,mau ya ,aku udah beli tiketnya loh*ucap Anya*


ga bisa,gue lagi sibuk*ucap Dirga*


sibuk apaan coba,daritadi juga ga ngapa-ngapain kok*saut Azra*


diem Lo zra


sorry nya gue ga bisa,gue mau nyiapin kerjaan buat besok*ucap Dirga*


nyiapin apaan sih ga,gue sebagai sekretaris elo lebih tau apa yang perlu di siapin,udah gue atur kok,pergi aja sana*ucap Reihan*


lagi lagi rasanya begini*dalam hatinya siti merasa kesal*


oke oke ,yaudah ayok,emm Siti kamu juga ikut ya*ucap Dirga*


whatttt Dirga ngapin ngajak pembantu sih,ganggu tau ga*ucap Anya*


jadi pergi engga


yaudah iya


kalo Siti ikut ,gue juga ikut*ucap Azra*


daripada di rumah sendirian ,gue juga mau ikut*ucap Reihan*


ohhh bagus kalo gitu biar lebih rame,yaudah ayok


loh kok jadi gini sih,dirgaaa aku maunya tuh pergi ber dua ,tadi bertiga sekarang jadi berlima*ucap Anya*


yaudah tinggal Lo mau ga


ihhhh kesel deh,yaudah mau


ahirnya mereka berlima pun pergi nonton bioskop.


Anya yang sengaja memilih film horor dengan khayalan nya yang bisa memeluk Dirga dengan alasan takut,kini tidak semulus khayalan nya.


sementara Siti yang tidak pernah menonton bioskop,justru malah menggenggam tangan Dirga terus.


eh pembantu,ga sopan ya kamu ,masa pegang pegang tangan bos nya sih,lepas donk,iihhhh lepasin*ucap Anya kezal*


Anya ,biarin aja lah Siti kan takut*ucap Dirga*


ya kan ada Azra di sampingnya ,kenapa mezti tangan kamu sih*ucap Anya*


karna dia lebih akrab denganku daripada Azra dan Reihan,sudahlah kamu ini kenapa sih


hei hei,kalian ini kenapa berisik sekali sih,suara filmnya jadi terganti suara kalian tau tidak*ucap Reihan*


aaaaaa seremm takutt *Anya meluk Dirga*


hei Anya apa apan kau ini lepaskan *ucap Dirga*


selesai nonton bioskop mereka berlima pun makan di sebuah cave.


Siti semakin kesal dengan kelakuan Anya yang menyuapi Dirga,duduk Pepet pepetan.


KLONTANG...*Siti sengaja menjatuhkan pisau*


Siti,kamu pasti belum bisa memotong daging menggunakan pisau kan*ucap Azra*


eummm...i iya,Azra tolong ajari aku*ucap Siti*


aaahhh kau imut sekali...sini sini akan aku ajari*ucap Azra*


hei Azra jangan mencari kesempatan dengan memegang tangan Siti*ucap Dirga*


mencari kesempatan katamu,hei kau sedang mengajari nya memotong daging dengan benar*ucap Azra*


sial kenapa jadi Azra yang dekat dekat dengan Siti*ucap Dirga dalam hatinya*tapiii kenapa aku jadi kesal begini


minggir kau biar aku saja yang mengajarinya memotong*ucap Dirga menggantikan Azra*


iiiihhh dirgaaaa*Anya kesal*


namun beberapa saat kemudian Siti melihat Siska teman terbaiknya saat Siti di tempat psk.


Siska*ucap Siti*


Siska pun juga terkejut setelah Siti pergi dari psk, kini Siska bertemu lagi dengan Siti.


Siti*ucap Siska*


keduanya saling tidak menyangka dan bahagia karna bisa bertemu kembali,mereka pun berpelukan.


sementara Dirga ,Reihan,Azra dan Anya pun hanya terdiam melihat aura kebahagiaan Siti dan Siska yang terpancar di wajahnya yang meneteskan air mata,dan kebetulan Siska dengan bersama laki laki yang membokingnya.


siapa dia,ayo cepat selesai kan,aku tidak punya banyak waktu*ucap laki laki yang memboking Siska*


laki laki yang bersama Siska ini pasti laki laki yang membayarnya, bagaimana ini, bagaimana jika Dirga dan yang lainya tau,aku harus membawa mereka pergi dahulu*ucap Siti dalam batinya*


karna tidak ingin yang lainya tau,Siti menarik tangan Siska dan laki laki yang membokingnya itu pergi menjauh dari Dirga dan yang lainya.


emm mereka berdua temanku,kalian makan saja dulu ,aku ingin bicara sebentar dengan mereka*ucap Siti langsung pergi*


tidak bisa di percaya Siti memiliki teman seperti itu*ucap Reihan*


benar,Siti yang seperti itu bisa bisanya bisa punya teman yang penampilannya seterbuka itu,dan yang laki lakinya juga sepertinya seorang pengusaha*ucap Azra*


iya seperti... psk*ucap Anya*


sudahlah berfikir saja positif*ucap Dirga*


sementara Siti,Siska dan laki laki itu.


hei sebenarnya ada apa ini,aku tidak membayar mu murah ya,jadi ayo cepat kita pergi*ucap laki laki itu*


ini,aku kembalikan uangmu dan pergilah,tinggalkan kita berdua*ucap Siska*


Siska jangan,kau membutuhkan uang itu kan*Siti*


tidak apa aku bisa mendapatkannya lain kali,tapi waktu denganmu tidak tau kapan lagi*ucap Siska*


kau benar benar mempermainkan waktuku,lihat saja akan aku adukan ini pada bosmu*ucap laki laki itu,lalu pergi*


jangan peduli kan dia ,yang jelas aku benar benar bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan mu*ujar Siska*


iya aku juga benar benar bahagia*ucap Siti*


Siti dan Siska saling bertukar cerita masing masing hingga lupa waktu hingga jam 10 malam.


ya begitulah keadaan di tempat psk,Rijal juga masih terus mencarimu,dan sering marah marah,jadi berhati-hatilah kamu,jangan sampai tertangkap oleh Rijal maupun anak buahnya,lalu bagaimana dirimu sekarang siti*ujar siska*


Siti juga menceritakan hari pertama Siti keluar dari tempat psk,sempat jadi pencopet,tabrak mobil hingga lupa ingatan ,dan awal pertemuan dengan dirga dan yang lainya,hingga kini menjadi seorang pembantu.


syukurlah aku ikut senang mendengarnya


sementara Dirga dan yang lainya menunggu hingga lumutan.


duh Dirga pecat aja deh pembantu kamu ini, kurang ajar deh ,malah bos nya yang di suruh nunggu*ucap Anya*


pukul 23:00


kita cari Siti sekarang,ini udah kelewat malam*ucap Dirga*


setelah lima belas menit ,ahirnya mereka berhasil menemukan siti.


eh pembantu,tau waktu ga sih,mikir donk ini jam berapa*Anya mendorong Siti*


Anya kamu ga boleh kasar sama Siti*ucap Dirga*


maaf telah membuat kalian menunggu*ucap Siti*


apakah kamu yang bernama Dirga*tanya Siska mendekati Dirga*


iya benar, ada apa


aku minta tolong padamu jaga Siti dengan sebaik mungkin,karna Siti dalam in...


emm Siska ,sudah malam kamu pulanglah,aku juga akan pulang*ucap Siti memotong pembicaraan Siska*


baiklah,jaga dirimu dengan baik,aku pergi dulu*ucap Siska*


iya,kamu juga,*berpelukan*


ahirnya mereka pulang ke tempat masing masing.


banyak yang ingin Dirga , Reihan,dan Azra tanyakan pada Siti, namun karena sudah malam mereka menundanya hingga besok.


esoknya.


seperti biasa ,Siti menyiapkan sarapan untuk mereka.


tidak lupa dengan pertanyaan yang tadi malam sudah mereka siapkan.


Siti darimana kamu bisa mengenal mereka


Siti apakah temanmu itu orang baik,dari penampilannya agakkk..


Siti


Siti


Siti


sudah sudah kalian ini apa apaan sih,siti bisa stres jika kalian serang dengan pertanyaan pertanyaan yang tidak penting itu,*jawab Dirga* walau sebenarnya aku juga ingin tau*ucapnya dalam hati*


setelah selesai sarapan Dirga dan yang lainya berangkat bekerja.


tempat psk


hey Rijal ,tadi malam pekerja mu itu membatalkan tugasnya begitu saja,aku benar benar merasa di hinakan olehnya*ucap laki laki yang di batalkan Siska*