Life Journey

Life Journey
episode enam



kau tidurlah di ranjang,biar aku yang di sofa*ucap dirga*


tidak kamu kan bos ku,biara ku saja yang di sofa,sofa nya kan juga besar*ujar Siti*


Siti dengan santainya langsung tidur begitu saja,tanpa memiliki rasa kwatir bahwa bagaimana pun Dirga tetaplah laki-laki, sementara Dirga justru yang kwatir ,dan tidak bisa tidur karna memikirkan suatu hal.


thailand pukul 15:30


Siti aku pergi dulu, aku harus menemui klien


iya pergilah


tapi kamu tidak apa apa sendirian


jangan kwatirkan aku, pergilah


Dirga pun pergi dengan rasa tidak tega meninggalkan Siti di hotel sendirian,apalagi waktu Dirga Pertama kali melihat expresi Siti waktu sampai di hotel, ahirnya Dirga kembali lagi ke hotel dan mengajak Siti untuk ikut denganya.


ahirnya Siti ikut Dirga menemui klien di sebuah restoran,Dirga memperkenalkan Siti sebagai istrinya.


ah i iya ,dia emm dia istri ku*ucap Dirga gugup*


apa maksudnya begitu*Siti bertanya tanya dalam hatinya*


pagi harinya


maaf aku tidak menyiapkan sarapan,aku tidak tau dimana pasarnya ,juga tidak ada alat memasak*ucap Siti*


hahaha,hei kita ini di hotel,kau tak perlu melakukan itu,kita sarapan saja di hotel*jawab Dirga*Siti apa kau mau renang*tanya Dirga*


aku tidak bisa


ya setidaknya kau pasti suka main air kan,ayo kita turun


ahirnya Dirga mengajari Siti berenang, setelah selesai berenang mereka berdua langsung sarapan di hotel.


kau ingat pertama kali kau memakan spaghetti menggunakan tangan,memakan daging juga dengan tangan, padahal sudah di sediakan supit dan pisau*ujar Dirga*


bagaimana bisa memakan menggunakan pisau,aku juga tidak bisa pakai supit*jawab Siti*


Dirga mengajari Siti cara memotong daging dan mencapit makanan.


Dirga,kamu sedang apa di Thailand,ternyata sempit sekali ya dunia ini,bisa bisanya kita bertemu di negara orang*ucap vinda,salah satu yang menyukai Dirga*


eh vinda,hai *cium pipi*


bagi Dirga cium pipi adalah hal yang biasa,tidak memandang itu siapa, sementara Siti yang melihat itu pun terkejut.


apa apan mereka,di depanku seperti ini,tapi kenapa rasanya aku tidak suka jika ada yang mendekati Dirga, memangnya aku ini siapa,sadarlah Siti*ucapnya dalam hati*


bahkan Dirga mengajak vinda makan bersama dan ngobrol ngobrol.


aku benar benar tidak suka pemandangan ini*ucapnya dalam hati*,eumm Dirga aku mau naik dulu,permisi*ucap Siti menghindar*


oh baiklah


namun sampai di depan lift Siti tidak tau tombol mana yang harus di tekan,ahirnya Siti berhenti di samping taman hotel.


seharusnya aku tidak perlu merasa kesal kalo dirga di dekati wanita lain,aku kan hanya pembantu nya,apakah aku...aku menyukainya,tidak tidak tidak,jangan berfikir begitu Siti,jangan sampai,Dirga itu bosmu*bicara pada dirinya sendiri*


tidak sengaja Siti menyenggol seseorang lalu Siti meminta maaf menggunakan bahasa Indonesia karna tidak mengerti bahasa Thailand.


wahhhh kau bisa bahasa Indonesia ya


saya memang dari Indonesia


oh begitu kebetulan saya juga dari Indonesia,salam kenal


iya salam kenal


kau sendirian


lelaki itu pun mengajak Siti ngobrol ngobrol di taman.


1 jam kemudian


duh Siti kemana sih tadi katanya mau naik ,kenapa tidak ada di kamar *Dirga mencari siti*aahhh kenapa aku bodoh sekali,kenpa aku tidak menelfon nya


tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring tring


a aku sedang di taman*ucap Siti di telepon*


Dirga Langsung menghampiri Siti di taman,melihat Siti sedang bersama seorang laki laki Dirga langsung menarik tangan Siti untuk tidak dekat dekat dengan orang yang tidak kenal.


sedang apa kau di sini,lalu dia siapa,berapa kali aku bilang ,jangan dekat dekat dengan orang yang tidak kamu kenal*ucap Dirga*


hei tenanglah aku bukan orang jahat,aku hanya berlibur saja *ucap laki laki itu*


Dirga langsung mengajak Siti pergi dari taman.


sampai di hotel


kamu kenapa tiba tiba begini,dia baik kok*ucap Siti*


tau darimana kalo dia baik, pokoknya jangan dekat dekat dengan orang yang tidak kenal*tegas Dirga*


kenapa kamu melarang ku,aku tidak melarang mu dekat dengan siapapun*ucap Siti*


emmmm ,karna kamu tidak ada hak untuk melarang ku,tapi disini aku bos mu,aku yang bertanggung jawab ketika sesuatu terjadi padamu,sudahlah siang ini aku harus bertemu dengan klien,kau juga siap siap dan ikut denganku*ucap Dirga*


setelah selesai menemui klien mereka berdua langsung terjun ke Jakarta.


tibanya di rumah


wah kalian sudah datang,mana oleh olehnya*ucap Reihan*


mana ,Siti kau sudah datang sini duduk dulu,kau pasti lelah*ujar Azra*


hei kamu tidak perlu memperlakukan dia begitu*ucap Dirga*


bagaimana di Thailand,apakah kalian jalan jalan*tanya Reihan*


tidak ada jalan jalan ,setelah menyelesaikan pekerjaan kita langsung pulang*ucap Dirga*


hotelnya pasti besar sekali kan ,tapi sayang hanya di tempati seorang saja*ucap Reihan*


tidak kok,kami hanya memesan satu kamar saja*ucap Siti dengan polosnya*


whaattttttttttttttt*teriak Reihan dan Azra*


bagaimana bisa kalian satu kamar


apakah kalian satu ranjang juga


apa apan laki laki dan perempuan satu kamar


apakah ada yang terjadi


mereka berdua tidak memarahi Siti karna siti memang polos ,justru Reihan dan Azra memarahi Dirga .


kenapa kalian jadi heboh sih*ucap Dirga*


iya ada sesuatu yang terjadi*ucap Siti*


hei memang nya apa yang terjadi,kau jangan mengarang cerita*ucap Dirga


Siti coba sekarang jelaskan apa yang terjadi*ucap Azra*


hei Siti memang nya kamu mau menceritakan apa,karna memang kenyataannya tidak ada apa apa kok*ucap Dirga*


hei Dirga kau diam dulu,kenapa kau jadi tegang begitu,kalo tidak ada apa apa kau santai saja*ucap Reihan*


ayo Siti sekarang jelaskan*tanya Azra*


memangnya Siti mau cerita apa sih,kenapa dia begitu polos,bagaimana ini,bagaimana kalo Siti menceritakan hal itu,jangan itu sungguh memalukan*ujar Dirga dalam hatinya*


waktu di Thailand banyak sekali yang terjadi , diantaranya aku jadi tau kalo Dirga tidur suka ngigo,saat tidur Dirga tidak bisa diam,dia selalu saja gerak


Siti justru menjelaskan hal hal yang tidak penting.


bukan itu maksudku Siti,maksudnya hal hal ...


hei kalian ini kenapa sih, kenapa memojokan siti terus,sudah lah Siti lebih baik kau ke kamar saja dan tidur jangan dengarkan mereka,kalian berdua jangan menanyai Siti lag*ucap Dirga lega*


syukurlah Siti tidak cerita hal itu*ucap nya dalam hati*


di kamar Siti


emmmm Siti,jangan ceritakan pada siapapun soal ,emmm soal waktu itu Kau melihatku yang hanya memakai handuk*ucap Dirga*


ah iya


keesokan harinya


tumben dirga jam segini belum bangun*ucap Reihan*


iya semalam Dirga pesan jangan ada yang membangun kan dia*ucap Siti*


tapi tetap saja Azra dan Reihan menjaili Dirga dengan menyanyi nyanyi dan menggebrak gebrak meja agar Dirga bangun.


hei kalian keluar lah, berisik*ucap dirga menutupi telinga dengan bantal*


karna Azra dan Reihan tidak mau berhenti,ahirnya Dirga keluar kamar dan pindah di kamar tamu,namun tetap saja di ikuti oleh kedua teman jailnya itu.


kalian sana kerja,ini udah jam delapan tau*ucap dirga*


kenapa kau menyuruh kita ,kau saja masih enak enakan tidur*ucap Azra*


karna aku bos kalian ,jadi turuti perintah dari bos kalian ini,cepattttttt*ucap dirga*


bos itu harus mengajarkan yang baik untuk bawahanya,kalo bosnya saja begini bagaiman karyawan nya*ucap Reihan*


tring tring tring tring tring tring tring tring*suara telfon rumah*


halo ,*ucap Siti*loh kenapa di matikan


ayahnya Dirga yang menelfon tapi karna mendengar suara perempuan , lalu langsung di matikan karna fikirnya salah sambung.


di kantor


Azra di mana Dirga kenapa tidak ada di ruangan nya*tanya ayahnya Dirga*


emm ...Dirga hari ini tidak masuk om,karna semalam baru datang dari Thailand,jadi hari ini Dirga sedang beristirahat*ucap Azra*


bagaiman apakah kamu mengawasi nya dengan baik


iya om,Dirga tidak melakukan hal yang aneh aneh,Dirga juga sudah tidak melukis lagi*jawab Azra*duh maaf om aku harus berbohong*ucapnya dalam hati*


baiklah aku ingin bertemu dengan Reihan dulu


silahkan om


hadeuhhh bisa mampus gue kalo ketahuan bohong sama bokapnya si Dirga*ucap Azra *


di ruangan reihan*


iya pak,Dirga bekerja dengan baik,dia juga sangat teliti,dia sudah tidak seperti dulu yang membantah aturan ,sekarang dia benar benar lebih baik*ucap Reihan*


baiklah,kalo begitu pantau Dirga terus, karna hari ini Dirga tidak masuk,jadi aku akan datang ke rumahnya saat ini*ucap ayahnya Dirga*


apaaa,gawat nih,gawat kalo pak Mateo sampe tau kalo Dirga masih suka melukis,di tambah lagi,ada Siti di rumah*ucap Reihan dalam hatinya*


emmm jangan saat ini pak ,kar...


beraninya kamu melarang saya


emm bukan begitu ahh tapi ya silahkan saja


setelah pak Mateo pergi dari kantor dan menuju rumah Dirga,Reihan langsung menghampiri Azra dan memberitahu jika bokapnya Dirga akan datang ke rumah.


duh kita harus telfon Dirga sekarang


apa...,kenapa ga di cegah sih,yaudah kalo gitu biar gue yang atur semuanya ,thanks buat infonya*ucap Dirga di telepon*


mendengar ayahnya akan datang ,Dirga pun panik menyembunyikan Siti, sementara Siti pun Ikut bingung kenapa dirinya harus bersembunyi.


sudah kau diam saja di sini untuk sementara,dan maafkan aku yang menyembunyikan mu di gudang ini,tapi jangan keluar sebelum aku menyuruhmu keluar,jika kau sampe keluar ,kau membuat masalah yang besar*tegas Dirga*


tapi kenapa, tolong jelaskan*ucap Siti*


Ting tong ting tong


itu dia datang,Siti tunggulah disini ,dan jangan berisik,jangan bersuara apapun,oke ,aku keluar dulu,maaf Siti*Dirga keluar*


Hay ayahhhh,welcom to my place*ucap Dirga*


halo Dirga, bagiamana kabarmu


ayah duduklah dulu


pak Mateo dan Dirga pun ngobrol ngobrol banyak.


duh panas sekali,tempat nya juga sangat kotor,kenapa juga aku harus bersembunyi*ucap Siti*