Life Journey

Life Journey
episode empat belas



Dirga baru ingat bahwa dirinya memiliki nomor telepon Siska ,Dirga langsung mencoba menelpon Siska dan bertanya tentang siti,namun Dirga tidak menemukan jawaban,karna Siti juga tidak mengabari Siska .


aaaarrrgghhh,Siti kemana aku harus mencarimu....


karna pekerjaan Dirga yang tidak benar ,pak Mateo datang ke rumah Dirga.


aku tidak mau,ayah tidak bisa memaksaku lagi,kalopun aku berhenti untuk mengambil alih perusahaan , memangnya ayah bisa apa*ucap Dirga*


Dirga ,kamu jangan membuat ayah murka,jangan hanya karna wanita itu kamu jadi gila*ucap pak Mateo*


bukan Siti yang membuat ku gila ,tapi ayah membuat ku gila,lebih baik ayah pergi dari hadapanku


suatu ketika ada salah satu klien Dirga yang sedang bekerja sebagai mandor untuk pembangunan jalan di desa tempat Siti tinggal.


Siti ya,wah iya benar kau Siti*ucap pak Santo*


pak Santo*ucap Siti terkejut*bagaimana ini, pak Santo mengenaliku*ucapnya dalam hati*


Siti kenapa kamu disini,dan kenapa berpenampilan petani begini*tanya pak Santo*


emm saya sudah tidak bekerja lagi dengan pak Dirga,dan saya m milih sebagai petani saja di desa saya sendiri *ucap Siti*


satu Minggu kemudian,pak Santo bertemu dengan Dirga untuk membahas proyek nya.


terimakasih pak Dirga atas kerja sama nya*ucap pak Santo*


iya *jawab Dirga singkat*


oh iya pak kemarin saya bertemu asisten pribadi anda


siapa pak ,siapa yang bapak maksud


Siti pak,tapi anehnya dia sekarang menjadi petani


dimana bapak bertemu dengan Siti


saya kemarin membangun jalan di desa Krajan,kota Purwodadi pak


daerah mana itu,saya tidak pernah dengar


daerah Grobogan pak


Grobogan ya,bisa bapak tuliskan alamatnya


saat itu juga ,Dirga Langsung ke daerah Grobogan,Grobogan adalah nama kabupaten,tentu saja Dirga akan kesulitan menemukan Siti.


desa macam apa ini,berdebu sekali,jalanya becek,mobil ku sampai terlihat seperti becak,tapi tak apa jika aku bisa menemukan Siti*ucap Dirga*


setelah berhasil sampai ke kabupaten Grobogan,kini Dirga mencari kota Purwodadi,Dirga membutuhkan waktu setengah hari untuk mencari kota tersebut .


permisi pak mau nanya ,kalo desa Krajan dimana ya pak*tanya Dirga kepada seseorang*


ini Purwodadi pak kalo Krajan bapak lurus saja ke arah jurusan blora*jawab nya*


dua hari kemudian.


Dirga pun berhasil sampai di desa Krajan,namun Krajan pun juga masih luas ,perjuangan dirga belum selesai.


harus kemana lagi aku mencari mu Siti,tunggu kemarin pak Santo bilang bertemu Siti saat proses pembangunan jalan ,ini ada mobil molen#penggiling semen#berarti sudah tidak jauh lagi dari sini


pak tau orang ini


buk tau orang ini


Dirga menunjukan foto Siti untuk bertanya pada penduduk desa.


tapi semua yang Dirga tanyai tidak ada yang mengenal siti.


Dirga pun melanjutkan perjalanan nya mencari Siti,hingga di tengah perjalananya.


Siti, syukurlah ahirnya aku bisa menemukannya*memeluk siti,dari belakang*Siti ahirnya kita bisa bertemu*ucap Dirga


namun Dirga salah orang,wanita yang di peluk nya dari belakang bukanlah siti.


kyaaa dia tampan sekali*ucap dalam hati wanita itu*


wanita itu justru merasa senang karna di peluk pria setampan Dirga.


akang salah orang, saya bukan siti*ucap wanita itu*


Dirga mendengar perkataan wanita itu, seketika langsung mel pas pelukannya.


dan ahirnya Dirga dan wanita itu berhadapan.


ya tuhannnnnn maaf mba ,saya salah orang ,saya benar benar minta maaf*ucap Dirga*


ga apa apa akang,saya suka kok di peluk sama akang hehe*ucap wanita itu*


eh iya mba ,apa mba kenal sama orang ini*memperlihatkan foto Siti*


oh ini kan Siti, anaknya pak Herman*ucap wanita itu*


mba kenal,kalo begitu bisa mba antarkan saya pada dia


bisa kang,tapi,akang siapanya Siti ya


emm saya temanya


beruntung nya Siti bertemu dengan akang tampan ini*ucapnya dalam hati*


permisi tok tok tok....


eh putri,ada apa *tanya pak Herman*


Siti nya ada pak*tanya putri*


Siti lagi di sawah,ada apa nanti saya sampaikan


ini pak ad...


em biar saya yang menjelaskan, saya temanya Siti pak,saya datang kemari ingin bertemu dengan siti*jelas Dirga*


Siti nya masih di sawah nak,tunggu sebentar akan saya panggilkan*ucap pak Herman*


tidak perlu pak,biar saya saja yang menyusul Siti ke sawah


oh begitu ,yasudah ,biar nak putri an..


siap pak saya mau mengantar kok*saut putri*


dasar kamu ini put,belum selesai bicara sudah menyaut saja,yaudah sana antarkan ya


perjalanan menuju sawah ,tepat saat itu Siti juga pulang dari sawah,dari jauh Siti sudah mengenali bahwa itu Dirga.


itu mirip Dirga,iya benar dia Dirga ,tapi bagaimana bisa dia sampai ke sini,lebih baik aku tidak memperlihatkan diriku*ucap Siti dalam hatinya*


Siti justru menghindar dari Dirga,dan lari.


loh neng Siti,neng mau kemana neng*ucap Bejo yang berniat pulang dari sawah dengan Siti*


loh itu kan Siti,tapi kenapa malah lari yak*ucap putri*


itu Siti*langsung mengejar Siti*Siti tunggu *


eh eh kamu teh siapa,neng Siti jadi lari karna lihat kamu, kamu pasti penjahat kan*ucap Bejo menghalangi dirga mengejar Siti*


ih Lo siapa sih,lepas ,minggir Lo*ucap Dirga mendorong Bejo*


eh putri dia siapa,kenapa bisa bareng kamu*ucap Bejo*


itu temenya Siti kang*jawab putri*


Bejo dan putri juga ikut mengejar Dirga dan Siti.


Siti tunggu Siti*teriak Dirga*


secepat apapun Siti berlari,tetap saja di banding dengan tenaga laki laki tidaklah ada apa-apanya,dan ahirnya dirga berhasil mengejar Siti .


Siti*menarik tangan Siti*


begitu berhasil mengejar Siti Dirga langsung memeluknya dengan erat.


Siti,aku mohon , jangan menghindari aku*ucap Dirga tanpa sadar meneteskan air mata*


Siti pun tidak menolak pelukan dirga.


Dirga ...kau menangis,kamu kenapa*tanya Siti*


tidak apa apa,biarlah b gini saja dulu,aku ingin memelukmu ke lebih lama lagi*ucap Dirga*


putri dan Bejo juga berhasil mengejar Dirga dan Siti , namun mereka melihat suatu pemandangan.


aaaa senangnya hati Siti di peluk akang tampan*ucap putri*


apaan sih kamu put,ini g bisa di biarkan*ucap Bejo yang ingin merusak pemandangan*


eh kang Bejo jangan ganggu,mereka sweet pisan yak*ucap Siti melarang Bejo*


keadaan desa yang sedang musim hujan , ahirnya gerimis .


gerimis*ucap Siti*


Siti ayo kita cari tempat teduh dulu*ucap Dirga*


namun Siti tidak ingin melepas pelukan dirga.


tidak,biar begini saja dulu*ucap Siti*


tapi nanti kamu sakit siti


Dirga melepas jas nya lalu di pakaikan ke Siti agar tidak kedinginan.


lepas lepas lepas*ucap Bejo yang menghampiri Siti dan Dirga*


ayo neng kita pulang, nanti keburu hujan deras*menarik tangan Siti*


Bejo menarik tangan Siti,Siti pun juga menarik tangan Dirga.


sampainya di rumah.


ini di minum dulu teh hangatnya,kalian ini malah hujan hujanan*ucap pak Herman*


pak Herman saya langsung pulang saja,mau ganti baju dulu pak*ucap putri*


baiklah put,hati hati*jawab pak Herman*bejo, kamu tidak pulang ganti baju dulu sekalian


terus gimana dengan laki laki ini pak,bapak juga tidak menyuruhnya pulang*tanya Bejo*


loh loh loh,dia kan tamu bapak,nanti biar bapak pinjami dia baju *jawab pak Herman* Siti kamu juga ganti baju dulu sana


iya ayah...


sebentar ya nak ,bapak ambilkan dulu baju gantimu


baik pak terimakasih


setelah Siti selesai ganti baju,pak Herman memanggil Siti untuk memberikan baju pada dirga.


tapi baju bapak jelek jelek Siti,bagaimana ya


ayah.. sudahlah sini biar Siti yang berikan padanya


Dirga ,ganti saja dulu bajumu dengan ini sementara ,maaf jika bajunya lusuh,itu milik ayahku*ucap Siti*


tidak papa,aku ganti baju dimana


emm di situ saja,biar aku yang kebelakang.


selesai nya ganti baju.


jadi siapa namamu nak*tanya pak Herman*


nama saya Dirga pak...


sepertinya kamu anak kota lalu Bagaimana bisa kamu datang ke sini *tanya Pak Herman*


anu ayah dia ini bos Siti di Jakarta ,dia adalah seorang pengusaha muda, Siti sangat beruntung bisa bekerja dengannya ,dia banyak menolong Siti ,dia sangat baik pada Siti ayah *jawab Siti*


terima kasih nak Dirga bapak sangat benar-benar terima kasih pada nak Dirga sudah menolong anak saya selama di Jakarta*ucap pak Herman menangis*


iya Pak sama-sama, saya juga senang bertemu dengan anak bapak* jawab Dirga*


lalu apa tujuan nak Dirga jauh-jauh datang hanya untuk menemui Siti...


emmm ayahh ,ini sudah malam,biarkan dia beristirahat saja ayah*ucap Siti*


oiya iya baiklah.


Siti dan pak Herman sepakat untuk menempatkan Dirga di rumah Bejo ,karna di desa melarang memasukkan pemuda lain selagi di dalamnya ada seorang gadis.


hah kenapa begitu *tanya dirga bingung*aku hanya menginap di tempatmu sementara ,tapi kenapa tidak boleh,aku saja mengizinkanmu tinggal di rumahku hampir satu tahun lamanya


tapi Dirga ,di desa itu dilarang memasukan pemuda jika di dalam rumahnya ada seorang gadis*jelas Siti*


aaaahhrrrrr di desa itu aneh aneh saja,baiklah


di rumah Bejo.


maaf yaas ,Siti jadi merepotkan mas Bejo*ucap Siti*


gapapa neng demi neng Siti semua pasti bakal mas lakuin*jawab Bejo*


yasudah mas, saya pamit ya*ucap Siti*


Siti biar aku antar*ucap Dirga*


memangnya nanti kamu bisa balik ke sini


emmm ga hafal jalanya sih*jawab Dirga*


yaudah kalo gitu biar mas aja yang anter neng Siti


gausah mas,nanti Dirga nya sendirian,saya duluan ya mas Bejo,Dirga


di kamar Bejo*


gue tidur di mana*tanya Bejo*


nih di bawah ranjang*jawab Bejo*


serius gue nanya


itu kan Ono tiker tho,ambil tiker nya terus di gelar,gitu kok repot ya


jalankan tidur di tikar,duduk di tikar saja Dirga tidak pernah,bahkan untuk menggelar tikarnya saja Dirga tidak bisa.


ini tikarnya*tanya Dirga*


memangnya ada tiker selain itu,kepriben tho sampean buku*jawab Bejo*


gelar nya gimana sih,susah tau


astagfirullahaladim ,dasar wong kota ,ga bisa apa apa,nih gelar tikar ki carane begini ,*menggelar tikar* ya mas ya,sudah jangan ganggu aku mau tidur