
Lo ngapain sih kayak orang bingung gitu deh* tanya Raihan *
iya gue lagi bingung*jawab Dirga*
soal apa lagi, jangan bilang soal siti ya*ucap Raihan*
hehe iya ... soal Siti lagi,entah kenapa semenjak dekat sama Siti gue jadi orang bingungan*ucap Dirga*
Emang kenapa lagi sih,perasaan soal Siti mulu lo *tanya Reihan*
dari tadi siang gue kirim pesan ke Siti, udah dibaca sih tapi nggak dibales, terus gue coba ngirim lagi nggak dibales lagi ,gue cobain sampai puluhan kali nggak ada satupun yang dibales, terus gue coba telepon dia ,tapi nggak diangkat juga,gue telepon dia berkali-kali nggak ada satupun yang di angkat, entah itu telepon suara ataupun telepon video, ya gue pikir itu karena dia sibuk lah ya, tapi terus gue coba lagi tetep aja sama dicuekin , gue sampai bingung dia kenapa gitu,terus gue datang ke rumahnya dan Siti juga nggak mau nemuin gue, di situ gue semakin bingung kenapa tiba-tiba dia jadi jutek banget sama gue ,salah gue apa gitu*jelas Dirga*
hei Dirga,Lo masih ga peka kenapa Siti berubah gitu,tadi siang lo makan siang sama siapa*tanya Azra*
emm sa sama Anya*jawab Dirga*
nah itu Lo tau ,kenapa masih nanya*ucap Azra*
hah ,maksud Lo Siti cemburu karena gue makan siang Dirga*
heem...*jawab Azra singkat*
sementara Reihan yang hanya diam melihat ke dua temanya membicarakan hal yang tidak dia mengerti.
aku dan anya tidak ada apa apa,kita hanya teman biasa,eh tapi bagaimana Siti tau aku makan siang dengan anya*tanya Dirga*
Azra menjelaskan kejadian tadi siang saat bertemu dengan Siti di kantor dirga.
kenapa Lo ga bilang ke gue zra
tadi barusan gue bilang
terus sekarang yang harus gue lakuin apa
sebenarnya yang jalin hubungan itu Lo apa gue sih
ya ..ya gue,tapi saran dari temen kan juga perlu
yang harus Lo lakuin sekarang itu,Dateng ke rumahnya dan minta maaf,udah sana cepetan
Dirga langsung pergi ke rumah Siti,dan lima menit setelah Dirga meninggalkan rumah,pak Mateo datang ke rumah Dirga dengan sopir nya yaitu pak Herman.
gawat Rei gawat*ucap Azra*
apaan sih,gue sibuk nih ngatur jadwal Dirga miting besok,Lo ga usah ganggu kalo ga mau bantuin*jawab Reihan*
gawat Rei, di luar ada pak mateo
mendengar itu ,Reihan langsung ikut panik,karna betapa marahnya pak Mateo jika tau bahwa Dirga pergi menemui Siti.
Ting Ting Ting tong
tuh kan,gimana Rei
yaudah buka aja dulu
Azra pun membukakan pintu untuk pak mateo.
halo Om selamat malam silakan masuk* ucap Azra*
malam Azra ,dimana Dirga*tanya pak Mateo*
itu siapa om, teman om ya, kenapa nggak diajak masuk ,ajak aja Om*ucap Azra mengalihkan pembicaraan*
oh dia sopir pribadi saya, kamu belum menjawab pertanyaan saya,dimana Dirga*ucap pak Mateo kembali*
mampus, gue jawab apa nih*ucap Azra dalam hatinya* anu om dir...
halo ,iya Dirga,oh oke oke,yaudah gue tunggu kok,yang penting Lo selesain aja dulu urusan lo sama klien, ya udah ya hati-hati lo pulangnya*ucap Reihan,seolah olah agar pak Mateo mengira Dirga bertemu dengan klien*
nah... om denger kan*ucap Azra*
baiklah kalo begitu, saya harap kamu tetap bisa saya percayai untuk selalu mengawasi Dirga, kamu tahu kan azra, apa yang akan saya lakukan ketika kamu berbohong*ucap pak Mateo*
iya om,saya mengerti,om tenang aja karena dirga akan selalu dalam pengawasan saya*ucap Azra*
ahirnya pak Mateo kembali,sementara Dirga yang ingin meminta maaf kepada Siti.
Siti ayolah keluar sebentar saja, aku ingin bicara padamu ,aku bisa jelaskan semuanya Siti, Siti keluarlah....*ucap dirga*
namun Siti tetap tidak ingin menemui dirga dan membiarkan dirga di luar.
30 menit kemudian.
Siti Sekarang terserah kamu sajalah, yang jelas aku tidak akan pergi dari sini sebelum kamu mau menemui aku...
5 menit kemudian
10 menit kemudian
15 menit kemudian
30 menit kemudian
hingga 1 jam namun Siti tetap tidak ingin menemui Dirga dan Dirga juga tetap kekeh menunggu Siti sampai mau menemuinya.
9.30 malam, Pak Herman hingga pulang dari bekerja dan melihat Dirga di depan rumah.
loh nak Dirga, kenapa di luar, Siti ada di rumah kok masuk saja*ucap pak Herman*
emmm...anu pak, Siti tidak mau menemui saya ,saya sudah berjam-jam di sini ,namun tetap saja Siti tidak membukakan pintu saya*ucap Dirga*
loh kenapa , apakah kalian sedang bertengkar, oh baiklah saya mengerti, kalau begitu sebentar ya biar saya coba bicara dengan Siti*ucap pak Herman*
kemudian pak Herman berusaha membujuk Siti agar mau menemui dirga.
siti..... sebenarnya kenapa dengan kamu, kenapa kamu membiarkan Dirga di luar, padahal di luar banyak nyamuk dan juga dingin, apa kamu tidak kuatir kalau dirga sakit*ucap Pak Herman lembut*
biarkan saja ayah nanti kalau dia sudah bosan pasti juga pulang*jawab Siti ketus*
kamu ini ya dari kecil tidak pernah berubah, kalau marah selalu saja begitu...
kenapa dia masih belum pulang juga, dia sudah berjam-jam menungguku di luar, tapi kenapa dia tidak bosan ,aku jadi kasihan padanya ,tapi biarlah sebentar lagi dia pasti pulang*ucap Siti melihat dari jendela*
uhh disini dingin,nyamuknya banyak, sampai berapa lama lagi aku harus menunggu mu Siti, tapi lucu juga ya ternyata kalau cemburu begitu *ucap Dirga dalam hatinya*
30 menit kemudian.
Pak Herman kembali melihat keluar dan ternyata Dirga masih menunggu Siti , Pak Herman ikut merasa kasihan dengan Dirga, hingga akhirnya Pak Herman kembali membujuk Siti.
Siti, kamu masih belum mau menemui dirga, kasihan lho dia di luar ,ayolah temui dia sebentar saja*ucap pak Herman*
Siti diam tidak menjawab ayahnya.
anak muda memang wajar kalau sedang marahan, tapi jangan lama-lama, nanti kalau ada orang lain yang membuat dia nyaman kamu nyesel loh*ucap pak Herman kembali*
mendengar itu,Siti langsung melirik ayahnya dan berkata.
benar begitu ayah*tanya Siti*
ya bisa saja ,maka dari itu ayolah cepat temui dia...
Siti langsung keluar menemui Dirga.
Dirga yang melihat Siti keluar untuk menemuinya dia pun senang sekali.
Siti...*tersenyum* Siti, terimakasih sudah mau keluar, aku bisa jelaskan semuanya*ucap Dirga menggenggam tangan Siti*
sudahlah tidak perlu dijelaskan apa-apa ,wajar saja kamu melakukan itu, memangnya aku ini siapa ,aku ini cuman gadis desa yang....
husssssttt... bicara apa sih kamu ini, sini duduk dulu aku ingin bicara denganmu*ucap Dirga mengajak Siti duduk*
tunggu,ini kan rumahku kenapa kau yang menyuruhku duduk kan kebalik*ucap Siti*
oh iya maaf, ya sudah ulang saja ,kalau begitu kau yang bilang
*Siti tersenyum* apa sih, tidak perlu ,duduklah
tadi siang yang kamu lihat itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku dan anya hanya sebatas teman tidak lebih, serius*jelas Dirga*
lalu kenapa kau melarangku dekat dengan Daniel, sementara kau sendiri dekat dengan Anya*ucap Siti*
aku dan anya kan hanya sebatas teman
aku dan Daniel juga sebatas teman
tapi kan dia laki-laki dia bisa saja suka padamu
Anya kan juga perempuan dia juga bisa saja suka padamu
tapi Siti dia kan....
tapi apa lagi....
aaarrhhh baiklah aku mengaku kalah bicara denganmu
ya sudah, sekarang sudah malam jadi lebih baik kau pulang lah
baiklah ,good night
hari berikutnya dirga mengajak Siti untuk bertemu namun Siti tidak bisa lantaran pekerjaannya yang banyak ,karna temen satunya hari ini tidak masuk.
oh jadi nggak bisa ya ,ya udahlah nggak apa-apa mungkin lain waktu*ucap Dirga lewat telepon*
di kantor Daniel.
Siti nanti kamu temani saya ya *ucap Daniel*
baik Pak ,emmm...tapi kemana ya*tanya Siti*
hari ini saya mau membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk kantor*jawab Daniel*
kenapa bapak yang beli, bukankah itu sudah menjadi tugas bawahan bapak
kamu benar tapi... hari ini dia sedang tidak masuk jadi terpaksa saya yang harus turun tangan
bapak kan bos ,bapak bisa menyuruh karyawan yang lainnya untuk membelikan
Siti,kenapa dia tidak peka sih,aku ingin pergi denganmu Siti*ucap Daniel dalam hatinya*
Siti, kenapa malah kamu jadi yang bertanya-tanya pada saya ,saya ini bos mulu
iya maaf Pak.
sore harinya Daniel dan Siti pergi ke mall.
Pak semuanya sudah dapat jadi kita langsung balik kantor*ucap Siti*
tapi saya lapar sekali ,kalau kamu tidak keberatan saya mau makan dulu*ucap Daniel*
oh tidak apa-apa Pak, daripada bapak sakit lebih baik makan sekarang
Daniel dan Siti makan di restoran yang ada di mall.
namun tidak sengaja malah bertemu Dirga dan Reihan .
Siti,dia ada di sini ternyata,dia sama laki laki, jangan jangan dia laki laki yang Dirga bilang dekat dengan Siti itu, wahhh gawat nih kalau dirga tahu*ucap Raihan dalam hatinya* eh Dirga,kita kesana aja yuk*menarik Dirga*
apaan sih Rei,orang gue mau balik kok*ucap dirga*
yaudah Lo lihat yang sebelah kanan aja
emang kenapa sama sebelah kiri
udah di bilangin jangan lihat kiri,ya jangan lihat*memutar kepala Dirga*
ih Reihan Lo kenapa sih,tadi Lo ga gini deh, kesambet apa sih Lo,pake muter muter in kepala gue lagi,gue ini bos,gue pecat Lo nanti*ucap Dirga kezal*
maaf bos...,soalnya sebelah kiri barangnya bagus bagus bos
justru dirga semakin penasaran ada apa dengan sebelah kann,Dan Rehan terus menghalangi pandangan Dirga untuk tidak melihat kanan dan sesekali memutar kepala Dirga lagi.