Life Journey

Life Journey
episode enam belas



sampainya di jakarta


mobil siapa ini zra*tanya Reihan *


ga tau,warnanya bagus ya,kayak tanah liat*jawab Azra*


Azra dan Reihan yang baru pulang kerja.


loh ini ini ad Ahad nya Dirga,apa dia udah baik ya


langsung melihat ke kamar Dirga.


Dirga yang sedang menikmati ranjang empuknya,dengan sejuk AC yang tertidur lelap,lalu di bangunkan Azra dan Reihan.


apasih kalian ini,keluar dari kamar ku,aku lelah, rasanya seperti di tusuk seribu jarum*ujar Dirga*


kita lebih lelah karna Lo*ucap Azra*terus gimana Siti,Lo bisa bawa dia lagi kan,gue kangen sama dia


enak aja Lo bilang kangen,gue berjuang hingga kayak gembel tau ga lo,tuh lihat sepatu gue di depan udah kayak coklat berbentuk sepatu tau ga*jawab Dirga*


eh ngomong-ngomong coklat ,itu di depan mobil siapa ga*tanya Reihan*


ya itu tuh salah satu perjuangan gue,mobil putih kinclong di cuci tiap hari , sampai kayak mobil perang penuh lumpur gitu,cuma buat Siti ....


tapi serius Dirga,kalo sampai bokap Lo tau Lo suka sama siti,Jakarta bakal hancur*ucap Reihan*


gue kawin lari lah*jawab Dirga*


gila Lo,kalo sampi begitu bakal muncul berita "direktur utama dari perusahaan ### kawin lari karna hubungan yang tidak di restui orang tua"mau Lo


gue mau kasih tau bokap Lo, kalo Lo udah balik,soalnya kemarin bokap lo Dateng marah marah


setelah Reihan memberi kabar pak Mateo ,tiga puluh menit kemudian pak Mateo tiba di rumah Dirga.


kemana saja kamu selama lima hari ini*tanya pak Mateo*


jalan jalan*jawab Dirga singkat*


jangan bohong,jawab jujur Dirga


lagi pula apa pentingnya ayah tau kemana aku pergi,aku bukan lagi Anak tk yang harus di awasi setiap tindakan ku


ada yang memberi kabar pada Rijal ,bahwa Siti kembali ke desanya,mendengar kabar itu,Rijal dan ke dua anak buahnya langsung menemui Siti.


dobrak pintu nya*ujar Rijal pada anak buahnya*


baik bos


pintu rumah Siti pun di dobrak dan dengan mudahnya pintu itu jebol ,karna hanya terbuat dari triplek.


namun di dalam rumah Siti kosong,tidak ada satupun orang di dalamnya .


anak buah Rijal yang masuk ke dalam untuk mengecek keadaan rumah,dan rijal mengawasi dari luar rumah,Rijal pun melihat pak Herman dan Siti berlari lewat pintu belakang.


sesaat setelah Rijal dan anak buahnya datang.


mas Bejo ,gawat mas,gawat*ucap putri*


itu mas ,aku lihat temenya pak herman yang dulu itu*ucap putri*


Siti ,Siti buka pintunya Siti*ucap Bejo gugup*


ada apa mas *tanya Siti*


Siti,ada Rijal dan anak buahnya,kamu harus cepetan pergi dari sini siti


apaaa,duh bagaimana ini


pak Herman yang mendengar hal itu langsung menarik tangan Siti lewat pintu belakang.


hei kalian berdua cepat keluar,mereka lari kesana ,ayo kejar*teriak Rijal*


Siti dan pak Herman terus berlari ,Rijal dan anak buahnya pun terus mengejar.


setelah berlari terus menerus , pak Herman yang sudah tidak muda lagi, ahirnya kelelahan dan nafas pun jadi tidak lancar.


ayah,ayah tidak apa-apa*tanya Siti panik*


tidak Siti,ayo kita lari lagi*jawab pak Herman*


demi Siti , pak Herman melanjutkan perjalanannya.


sekitar lima menit pak Herman berhenti sejenak dan mengambil nafas panjang.


ayah,ayah kenapa,ayah masih kuat


sebentar Siti,nafas ayah sesak,aehh*pak Herman yang dadanya sakit*


Siti, kamu larilah dulu nak,nanti ayah akan menyusul


tidak ayah,kita harus lari bersama


pak Herman tetap melanjutkan larinya .


hingga di pertengahan jalan,pak Herman sudah benar benar tidak sanggup lagi berlari,dan ahirnya terjatuh.


Siti semakin panik karna masih di kejar.


Siti,cepat lari ,jangan pedulikan ayah


tidak ayah,Siti ga akan meninggalkan ayah


Siti,cepatlah pergi ,sebelum mereka membawamu


hei berhenti kalian berdua*ucap Rijal dari jauh*


Siti cepat pergi,mereka sudah semakin mendekat


kalo begitu aku akan menyerahkan diri ku pada mereka,dengan begitu ayah aman*ucap siti*


tidak Siti,ayah tidak akan membiarkan mu pada orang orang biadap seperti mereka lagi


mereka semakin dekat ayah , bagaimana ini


sini Siti*menarik tangan Siti untuk sembunyi di tengah tengah pohon bambu*


cepat kejar dia


Rijal dan anak buahnya terus mengejar Siti dan Herman ,tanpa mereka sadari ,Siti dan Herman bersembunyi di dekatnya.


setelah Rijal terus berlari, Siti dan Herman kleuar dari tempat persembunyian dan kembali berlari.


namun suara larian Siti dan Herman membuat Rijal tau ke arah mana mereka pergi,hingga akhirnya rijal kembali mengejar Siti dan juga Herman.


Siti,bagaimana bisa bisa kita sampai di terminal*ucap Herman*


sudah ayah, ayo kita naik saja*ucap Siti*


Herman dan Siti menaiki salah satu bus yang hendak jalan.


sial,kita kehilangan jejak mereka


karna larut malam,Herman dan Siti tidur di dalam bus hingga paginya,mereka tiba di Jakarta.


pak,mba,sudah sampai*ucap kernet*


ah iya pak,emm ini dimana ya pak*tanya Siti*


ini di Jakarta mba


apaa,Jakarta,ya tuhannnnn,yasudah pak terimakasih


maaf ,mba belum bayar


oh iya,maaf pak,ini


lalu kita bagaimana Siti*tanya pak Herman*


iya...


setelah selesai sarapan.


Siti ,bukankah Jakarta itu tempat Dirga tinggal


aaaa i iya ayah


kalo Begitu,minta tolong saja pada dia


tidak bisa ayah,kita duduk sini saja dulu sebentar


baiklah


Siti duduk di sebuah depan toko , karna jenuh Siti pun bernyanyi,tapi justru Siti dikira pengemis hingga ahirnya orang yang lewat di depan Siti meninggalkan uang kecil di depan Siti.


eh ,hei aku bukan pengemis*ucap Siti*


namun orang itu tidak peduli dan terus berjalan.


Siti,bagaimana kalo kamu menyanyi saja*ucap pak Herman*


ayah ini apasih,aku tidak jago bernyanyi


hingga ahirnya muncullah ide.


akuuuu,memangggg be...lum berun....tung


salah...dan slalu salah lagi


di bawah...teriknya matahari


ahirnya Siti menyanyi di tempat tempat keramaian,dari situlah Siti mendapat uang.


hingga suatu ketika saat Siti bernyanyi di sebuah taman,Siti melihat anak buahnya Rijal,Siti pun langsung segera lari dan tidak menyelesaikan nyanyinya.


hingga dua Minggu kemudian.


Siti tetap bernyanyi agar mendapatkan uang.


permisi*ucap seseorang*


iya ,siapa ya*tanya Siti*


tadi saya melihat kamu bernyanyi,dan saya jadi tertarik untuk mengajakmu menyanyi di cave saya,soal bayaran,jangan kwatir.


bapak serius, saya mau pak, saya mau*ucap Siti senang*


di ajaklah Siti di cave tempat Siti bernyanyi.


ahirnya Siti bekerja di cave tersebut sebagai penyanyi.


sekitar satu Minggu kemudian.


iya pak, terimakasih atas kerja samanya*ucap Reihan*


kalo begitu saya permisi pak Reihan dan pak Azra*ucap klien*


yaudah zra ,kita langsung aja ke kantor,masih banyak kerjaan gue*ucap Reihan*


bentar ngabisin kopi dulu nih, nanggung*jawab Azra*


kaulah pangeran...ku...


kau lah Arjuna...ku


yang ku tung...gu tunggu selama ini iii


ya aaaaa ya aaaa


suaranya bagus banget*melihat ke arah penyanyi*eh Rei coba deh Lo lihat penyanyi itu, mirip Siti tahu nggak


nggak mungkinlah zra*jawab Reihan*


Lo lihat dulu


Reihan pun menoleh ke arah si penyanyi.


beneran zra,itu bukan mirip,tapi emang Siti*ujar Reihan*


akhirnya setelah Siti selesai menyanyi Rehan dan Azra menghampiri Siti.


Siti...*ucap azra di belakang panggung*


Siti pun menoleh ke belakang.


Azra,rehan,ba bagaimana kalian bisa kesini*ucap Siti*


ikut gue bentar*menarik tangan Siti*


jadi kamu kerja di cafe itu ,sejak kapan, kenapa kamu nggak bilang kalau kamu lagi di Jakarta *tanya Azra*


aku...aku tidak ingin bilang siapa pun kalau aku ada di Jakarta, karena kalau sampai kalian tahu, aku takut kalian di marahi lagi sama Pak Mateo ,aku nggak mau Dirga sama ayahnya berantem lagi gara-gara aku, jadi aku mohon rahasiakan pada dirga soal aku yang kerja di Jakarta *ujar Siti*


tapi Siti kenapa kamu mau bekerja di tempat seperti itu*tanya Reihan*


tidak ada pilihan lain ,aku ngekos di Jakarta, jadi aku butuh uang buat bayar kosan, makan dan sebagainya*jawab Siti*


setelah pembicaraan selesai,Raihan dan Azra Langsung kembali ke kantor dengan merahasiakan keberadaan Siti pada Dirga.


di kantor.


nelfon Siti ah*ucap Dirga*


halo Siti, kamu di mana, biasanya kalo jam segini kamu di sawah,tapi kok kayaknya ,bacround kamu kayak lagi di....


emm iya Dirga,ini di desa ku lagi ada acara ,jadi aku ga ke sawah


oooowww,kamu lagi sama Bejo ya,coba donk aku pengen lihat mukanya si Bejo


eh ,engga kok,mas Bejo lagi di belakang


tiba tiba siti di panggil salah satu rekan kerjanya.


emmm Dirga,udah dulu ya,nanti aku balik telfon,acaranya udah di mulai,maaf ya


oooww yaudah gapapa kok


kreiettt*membuka pintu*


hei ga,gimana udah selesai kerjaan Lo,pasti belom kan,dasar Lo ya ,emang ga pernah nepatin waktu deh*ucap Reihan*


nih lihat baca,baca yang bener ya asistenku*ucap Dirga*


ga,Lo kenapa seneng gitu sih kayaknya*tanya Azra*


gue baru aja selesai telfonan sama Siti, tapi sayangnya dia lagi ada acara di desanya jadi ga bisa lama lama*ujar Dirga*


pffftt*Azra pun tersenyum*


kenapa Lo,cengengesan ga jelas,udah ah gue mau balik*ucap Dirga*


sampainya di rumah,Dirga Azra dan Reihan melihat Anya yang sudah ada di depan rumah.


hai Dirga, baru pulang ya,ini aku bawa puding loh buat kalian tentunya untuk Dirga ku sayang*ucap Anya*


namun dirga tidak memperdulikan Anya dan langsung masuk ke dalam rumah.


Dirga,kamu tuh kenapa sih dingin banget sama aku,tapi kalo aku bicara tentang Siti, kamu pasti langsung balik arah*ucap Anya*


mendengar perkataan Anya,Dirga pun berhenti.


memangnya apa yang kamu tau tentang Siti*ucap Dirga*


kamu pasti tidak tau kan,kalo sekarang Siti Mela...*di potong Azra*