
namanya Siti,seorang gadis desa yang hidup pas Pasan malah tergolong kurang,hidup nya hanya ditemani seorang ayah yang suka mabok dan judi.
suatu ketika ayahnya kalah dalam berjudi hingga ahirnya ayahnya menyerahkan Siti untuk menebus kekalahannya.
tenang saja nanti akan aku serahkan Siti padamu,tapi jangan bilang padanya jika aku yang menyerahkanya padamu*ucap ayahnya Siti pada rekan kerjanya*
Siti yang kebetulan saat itu menghampiri ayahnya untuk menyuguhkan secangkir kopi,tidak sengaja mendengar pembicaraan ayahnya di telepon,mendengar itu Siti tak mampu berkata apapun selain hanya mengeluarkan air mata.
hiks hiks ayahhhh,kenapa,kenapa ayah tega padaku,kenapa begitu hiks hu hu hu*tangisnya dalam kamar*,masih ada waktu,aku harus pergi ,iya aku harus pergi sekarang juga,tunggu,tapi jika aku pergi bagimana dengan ayah,apakah ayah akan baik baik saja,jika aku pergi apakah masalahnya selesai,atau justru ayah yang akan menanggung semuanya sendiri,atau ayah akan di siksa,bagaimana ini*ucapnya bingung*
Siti yang memiliki rencana untuk pergi ,namun kwatir jika ayahnya tak bisa memberikan tebusan pada temanya ,ayahnya akan di siksa,ayah yang selalu berusaha membuatnya tertawa,ayah yang selalu mengajari dia hal hal baik,ayah yang bekerja untuk biaya hidupnya ,ayah yang mengurus nya karna tak memiliki seorang ibu,kini sosok ayah itu ingin membuatnya menjadi barang tebusan.
mengingat kebaikan ayahnya Siti memutuskan untuk tetap di rumah,walau tau apa yang akan terjadi padanya.
siti,keluar sebentar nak*menyuruh Siti keluar kamar*
bagaimana ini,lebih baik aku pura pura saja tidak tau,*pelan*,iya ayah*jawab Siti*
Siti yang mengetahui masalah ayahnya kelur kamar dengan sikap biasa seolah olah tidak mengetahui apapun.
Siti,ikut ayah sebentar yuk,ayah ingin mengajakmu makan di luar bersama*ucap ayahnya*
aku yakin ayah pasti akan memberikanku pada orang itu*fikirnya*iya ayah ,aku mau*jawab Siti*
Siti pun kembali ke kamar ganti baju.
apa yang aku lakukan,aku tau yang sebenarnya tapi kenapa aku masih mengikuti ayahku*ucapnya bingung*
Siti dan ayahnya pun makan di sebuah warteg .
setidaknya aku tidak melepasmu dalam keadaan lapar Siti*ucap ayahnya dalam hati*
ayah kenapa melamun*tanya Siti*
aaa tidak ,makananya sangat enak*jawab ayahnya*
setelah selesai makan ayahnya mengajak Siti ke pasar malam,membelikan Siti sebuh jepit rambut dengan harga yang sangat murah ,namun mampu membuat Siti tersenyum.
cantik ayah,aku suka*ucap Siti*
setidaknya biarkan aku membelikan nya sesuatu agar Siti tersenyum*ucapnya dalam hati*
ayahnya pun juga menyuruh Siti menaiki mainan apapun yang Siti sukai.
setidaknya biarkan aku membuat nya senang dulu,sebelum aku benar benar melepasnya*ucapnya dalam hati*
sudah ayah ,aku sangat senang*ucap Siti*
syukurlah anak papa senang*jawab ayahnya*
setelah membuat Siti senang,ayahnya mengajak Siti di sebuah taman kecil yaitu tempat dimana nanti Siti akan diambil teman ayahnya di situ.
Siti tunggulah ayah disini,ayah mau beli minum sebentar*ucap ayahnya bohong*
iya ayah*jawab Siti*
setelah ayahnya pergi siti pun menangis.
hiks hiks bodohnya aku ,padahal aku tau bahwa ayah ingin menjadikan ku tebusan pada temanya ,tapi kenapa aku masih menuruti nya, padahal aku bisa pergi,aku bisa lari dan menyelamatkan diriku,tapi jika aku lari ayahku yang akan di siksa*dalam tangisannya*
hingga kurang lebih 10 menit Siti masih di taman sendirian.
bahkan aku tau ayah tidak akan kembali kesini menjemputku, aku tau akan ada seseorang yang menjemputmu nanti,tapi kenapa aku masih duduk disini berharap ayah datang hiks*tangis Siti*
hingga datanglah teman ayahnya siti yang ingin menjemputnya.
hai nona cantik*ucap rizal,teman ayahnya Siti*
dia pasti orang nya,aku pun tau itu,aku pun bisa lari,tapi aku lebih tau resikonya jika aku lari darinya*ucapnya dalam hati*
heyyy kau tak menjawab sapaanku ,bahkan apa maksud tatapanmu itu,sinis sekali*ucap Rijal*
bawa aku jika kau ingin membawaku*ucap Siti*
rijal pun malah bingung dengan ucapannya.
apa maksud dari kata katanya barusan,apa dia tau siapa aku,apa dia tau permasalahan nya,apakah Herman"ayahnya Siti" memberitahunya,kurasa tidak,Herman menyuruhku merahasiakan semua ini,tapi kenapa seolah-olah dia tau yang sebenarnya*dalam hati Rijal kebingungan*
kenapa kau malah diam,bukankah aku mempermudah rencanamu*ucap Siti*
tunggu tunggu, apa kau tau aku*tanya Rijal pada Siti*
aku tidak mengenal mu,yang ku tau kau adalah orang yang yang akan membawaku sebagai tebusan karena hutang ayahku*ucap Siti*
kau tau hal itu,emmm tapi kenapa kau tidak lari saja*ucap Rijal heran*
karna jika aku lari ,kau akan menghajar ayahku*jawab Siti*
ooowww beruntung sekali si herman ayahmu itu, memiliki anak yang cantik dan sangat baik,tapi aku tidak peduli kau tau atau tidak,aku akan tetap membawamu*ujar Rijal*
Rijal pun membawa Siti ke kota ,dan berniat menjadikannya seorang psk,agar mendapatkan uang.
sampainya di Jakarta Siti di bawa ke rumah psk.
ikuti saja perintah ku*jawab Rijal*
Rijal pun memperkenalkan Siti dengan para psk di tempat itu,Siti pun sadar bahwa dirinya di jual namun Siti tak mampu melakukan apapun.
hey ,siapa nama Lo*tanya Siska,salah satu psk*
Siti,emm kenapa bisa kamu melakukan hal sebodoh ini*tanya siti*
haha apa bedanya denganmu, pastinya tidak jauh beda dengan alasan mu,karna uang kan*jawab Siska*
tidak,bukan uang yang membuat ku ke sini,aku tak butuh uang dari hal sebodoh dan semenjijikan ini,setelah aku melakukan pekerjaan ku satu kali aku akan kabur dari sini*jawab Siti*
ooww bagus kalo bisa begitu,aku juga merasa sangat hina hidup seperti ini,tapi ibu ku sedang sakit parah dan harus di operasi,aku sangat membutuhkan uang dengan cepat agar ibuku bisa terselamatkan*jawab Siska*
banyak alasan yang membuat para wanita itu melakukan pekerjaan yang hina ini, pekerjaan ini bukanlah keinginan namun keterpaksaan,siapa juga yang mau harga dirinya direnggut oleh laki laki yang tidak ia cintai,semua wanita pun tidak mungkin mau melakukan nya,namun karna keadaan ,mereka terpaksa melakukan hal bodoh itu demi meneruskan hidupnya.
dari sini aku tau bahwa ini bukanlah pekerjaan yang di inginkan,melainkan gangguan kejiwaan yang takut akan hidup kesusahan*ucap Siti*
gangguan kejiwaan ya,haha benar,aku juga merasa gila dengan hidupku*ucap Siska*
Rani , ada yang membokingmu,ayo cepat siap siap*ucap Rijal*
saya sudah siap pak*jawab Rani*halo sayang,ayok kita pergi
dia terlihat senang senang saja melakukan pekerjaannya*ucap Siti*
ya begitulah yang kamu katakan,gangguan kejiwaan dari luar terlihat senang dan menikmati tapi kau tidak tau dalam hatinya,sangat hancur*jawab Siska*
mari pak,silahkan ada banyak wanita wanita cantik disini*ujar Rijal*
baiklah ,saya belum pernah melihat dia sebelumnya*tanya pak Sam,salah satu laki laki berhidung belang*
iya dia pekerja baru,bagaimana mau mencoba*ucap Rijal*
ya boleh boleh*ucap pak Sam*
Rijal pun menyuruh Siti untuk mengganti pakaian dan berdandan.
hai cantik siapa nama kamu
Siti
haha kamu suka becanda
aku serius Siti memang namaku
ya sudahlah tak peduli siapa namamu yang jelas aku bisa bersenang-senang denganmu
kruyuknkruyuk*suara perut Siti*
cantik apa tadi suara perutmu,ahaha kau lapar rupanya,baiklah kalo begitu ayok kita makan dulu
Siti dan zam pun makan di restoran mewah ,zam memesan banyak makanan untuk Siti.
wahhhh banyak sekali,apa ini,lucu sekali bentuknya,wahh lezatnya*Siti yang hidup di desa tentu tak pernah makan makanan semacam itu,ya secara pergi ke restoran saja tidak pernah*
Siti pun heran kenapa bisa ada pisau di samping daging,gunanya untuk apa,tanpa berfikir panjang Siti langsung menyantap semua makanan secara cepat dan menggunakan tangan, seketika pak zam yang melihat cara Siti makan pun merasa malu karna dilihat banyak orang.
setelah selesai makan,pak zam mengajak Siti ke diskotik.
Siti ayolah minum sedikit saja
tidak mau*menyenggol gelas yang ditawarkan padanya*
Siti apa yang kau lakukan kau memecahkan gelasnya
perlakuan kasar Siti itupun di adukan kepada Rijal.
maaf,mungkin karna dia memang baru pertama jadi belum terbiasa ,lebih baik pulangkan saja dia ,biar saya ajarkan dia dulu,lain kali anda bisa bermain denganya lagi*ucap Rijal lewat telepon*
baiklah,lain kali aku ingin denganya lagi*jawab zam*
pak zam pun mengantar Siti untuk pulang,sampainya di rumah Siti di marahi oleh Rijal.
kamu harus banyak belajar dari yang lain,faham tidak*ucap Rijal*
lalu bagaimana dengan bayaran ku*tanya Siti*
kerja belum benar tanya bayaran,ini untuk mu hari ini*menyodorkan uang pada Siti*
apa apan ini,aku yang bekerja tapi kau hanya memberiku 1 juta,jangan kau fikir aku bodoh,anda fikir saya tidak tau berapa bayaran ku,pak zam membokingku dua puluh juta,lalu kenapa kau hanya memberiku satu juta hah*ucap Siti*
karna pekerjaan mu belum benar,kalopun sudah benar bayaranmu tetap untuk setengah karna kau bekerja di tempat ku*ujar Rijal*
perlu anda garis bawahi,aku disini tidak bekerja,aku hanya ingin melunasi hutang ayahku,setelah semua ku lunasi aku akan pergi dari tempat yang menjijikan ini,hutang ayahku dua ratus lima puluh juta,dan kau sudah mendapatkan dua puluh juta dari bokinganku tadi,jadi hutang ayahku kurang dua ratus tiga puluh juta*ucap Siti tegas*
beraninya kau bicara begitu padaku*ujar Rijal*
kenapa tidak,kau berani membawaku ke tempat yang hina ini,aku pun juga harus berani bersikap tegas padamu*ujar siti*