
kenapa Siti kau kaget karena yang datang aku*ucap Rijal*
bagaimana bisa dia yang datang,lalu dimana Siska*ucap siti dalam hatinya*
karna takut Siti pun perlahan lahan mundur.
jangan takut aku tidak akan menyakitimu,aku hanya memintamu bekerja lagi denganku,itu saja*ucap Rijal*
berapa kali aku bilang, aku tidak mau,aku tidak akan Sudi*ucap Siti gemetar*
di rumah Dirga.
kemana lagi Siti ini sudah bilang jangan keluar tetap saja keluar rumah*ucap Azra*coba aku telfon Siti dulu,ga aktif kok bisa
Dirga pun langsung membuka GPS nya yang tersambung di handpon Siti,namun handpon Siti mati karna telah di matikan oleh Rijal.
GPS nya juga tidak tersambung,kemana dia pergi*ucap Dirga panik*
GPS?,jadi kau sampai menyambungkan GPS di ponsel Siti,kenapa sampai begitu*Reihan yang heran*
iya ,sama kita saja yang akrab begini bertahan tahun saja tidak pernah*jawab Azra
emmm ,anu karna aaa ya bukan apa apa,sudahlah nanti pasti juga pulang Siti,aku mau istirahat*ujar Dirga*
tidak,cepat kembalikan handpon ku*ucap Siti*
sementara siska dan laki laki itu yang melihat siti dari kejauhan.
lalu apa yang harus kita lakukan sekarang,aku mohon bantu temanku itu,apapun caranya*ucap Siska*
tapi kau serius kan jika aku membantumu kau akan menemaniku selama tiga hari ke depan dengan gratis*ucap laki-laki tersebut*
karna panik spontan Siska menjawab"iya ,sekarang cepat lakukan sesuatu"
laki laki yang bersama Siska itupun menelpon ke dua temanya yang bekerja sebagai bodyguard.
tidak mau,lepaskan lepaskan aku,lepaskan...*ucap Siti yang di tarik Rijal*
karna Siti tidak mau menurut dan ikut dengan Rijal,Rijal pun memukul Siti hingga pingsan,dengan begitu Rijal akan membawa Siti dengan mudah,namun kedua teman laki laki yang bersama Siska tadi datang di waktu yang tepat.
hey lepaskan dia*ucap bodyguard*
ahirnya bodyguard tersebut berhasil mengalahkan Rijal lalu bodyguard itu membawa Siti ke mobil laki laki yang bersama Siska.
lalu mau kau bagaimanakan temanmu ini*tanya laki laki itu*
Siska pun kebingungan harus membawa Siti kemana,mengantar pulang tapi tidak tau tempatnya.
aku tidak punya tempat,bisakah kamu membantu ku lagi*ucap Siska*
ahirnya laki laki tersebut membawa Siska dan Siti ke apartemen miliknya.
Siska sedikit merasa takut karna harus tinggal dulu di tempat laki laki yang ingin memboking nya, tapi karna tak tau harus kemana,Siska memberanikan untuk tinggal di apartemen tersebut.
esok paginya.
bagaiman ini Siti belum kembali*ucap Azra*
sepertinya handpone nya tidak aktif,aku sudah menelpon dan melihat GPS taoi tidak aktif*ucap Dirga*
tapi... apa kalian tidak merasa aneh, sepertinya banyak sekali orang yang mengincar Siti,apa jangan jangan Siti itu orang yang bermasalah*ucap Reihan*
Siti yang sepolos itu, memangnya masalah apa ,mungkin juga keluarga*ucap azra*
tapi apa ada yang tau latar belakang Siti*ucap Reihan*
sudah sudah ini bukan saatnya membahas hal itu,yang terpenting saat ini bagimana caranya menemukan siti*ucap Dirga*
Dirga,apa kau menyukai Siti*tanya Reihan*
hah bicara apa kau ini,tidak lah*ucap dirga*
lalu kenapa kau mengawatirkan dia sampai begitu nya*ucap Reihan*
emmm ya karna eeee aku bosnya ,aku yang bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padanya*jawab Dirga*
apartemen teman Siska.
jadi semalam kita tidur di sini,Siska bagaimana mungkin kmu percaya padanya begitu saja,ini sangat berbahaya*ucap Siti*
aku tau ini berbahaya tapi aku tidak tau harus kemana*jawab Siska*
tapi kenapa laki laki itu dengan mudahnya menuruti permintaan mu*tanya Siti*
aku akan menemani nya selama tiga hari ke depan secara gratis
Siska kenapa kau melakukan itu,kau tidak perlu ,aku jadi tidak enak
laki laki itupun datang menjemput Siska untuk menemaninya,karna Siska yang sudah menjanjikan ,Siska pun menuruti kemauanya.
Siti yang melihat Siska pergi bersama laki laki itu dengan wajah sedih ,Siti jadi tidak tega melihatnya,tapi Siti juga tidak bisa berbuat apa apa.
tunggu sebentar,Siti kau boleh pergi, pulang lah ke tempatmu*ucap Siska*
tapi Siska
sudah jangan fikirkan aku,aku akan baik baik saja.
Siska pun menepati janjinya,dengan berat hati Siti pun juga kembali ke tempat Dirga.
dimana handpone ku,ah sepertinya jatuh di tempat semalem,aku jadi tidak bisa menghubungi Dirga,lebih baik aku langsung saja ke rumah,eh tunggu,jam segini mereka pasti tidak ada di rumah, atau aku ke kantor saja untuk meminta kunci rumah*ujar Siti*
Siti pun datang ke kantor Dirga untuk meminta kunci rumah.
sampainya di kantor.
permisi ,pak Dirga ada seseorang yang bernama Siti ingin bertemu dengan anda*ucap sekretaris*
Siti,antarkan dia kemari*jawab Dirga*
sekretaris itu pun mengantarkan Siti ke ruangan Dirga.
begitu Dirga melihat Siti ,Dirga menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.
Siti,kemana saja kamu ini,kau tau tidak aku kwatir padamu,semalam kau tidur dimana,kau baik baik saja kan,apa terjadi sesuatu padamu ,hei jawab,kenapa hanya diam saja*sambil menyentuh pundak Siti*
aku akan menjawab setelah kamu selesai bicara*ucap Siti*
aku sudah selesai
tadi kamu bilang apa,kwatir padaku kan
eummm maksudku kita,aku Azra dan Reihan begitu maksud nya
aku tidak apa apa kok,semalam aku menginap di tempat teman ku,aku baik baik saja*berbohong*oh iya sebelumnya maaf aku lancang datang ke mari,tapi aku hanya ingin meminta kunci rumah
syukurlah kalo begitu
sampainya dirumah.
Siti terkejut ketika melihat ada ayahnya Dirga di dalam,ahirnya Siti keluar kembali,dan menjauh dulu dari rumah Dirga.
hingga malam tiba
dirga, azra dan Reihan yang baru memasuki rumah pun juga terkejut melihat pak Mateo datang ke rumahnya.
a aayahhh,ayah sedang apa disini*ucap Dirga*
aaaa halo om selamat malam*ucap Azra*
malam pak Mateo*ucap Reihan*
pak Mateo langsung menjelaskan untuk apa datang ke rumah Dirga.
apa ,dengan Anya,tidak ayah tidak, aku tidak mau*jawab Dirga*
Dirga perusahaan kita ini bekerja sama dengan perusahaan ayahnya Anya dengan baik ,masa iya kamu menolak tawarannya
tapi ayah,kerjaan ya kerjaan ,tidak bisa di gabungkan dengan urusan pribadi
ayah tidak mau tau,besok kamu harus menemani Anya ke acara dansa temanya
tidak
harus mau
tidak
mau
tidak
Dirga ,harus mau
ayahhh,tidak
Dirga tetap kekeh tidak mau menemani Anya .
hingga tiba hari dimana acara itu terlaksana.
Hay dirga ,loh kak kamu belum siap siap sih*ucap Anya*
memangnya siapa yang mau pergi,aku tidak mau*jawab Dirga*
kata om Mateo kamu udah mau,kok sekarang gitu sih,sana cepet ganti baju
Anya,yang bilang kan ayah aku,ya kamu perginya sama ayah aku aja
aku telfon ayah kamu nih ya sekarang
tidak perlu,nanti Dirga di marahi ayahnya lagi*saut Siti*Dirga ayolah turuti saja keinginannya,toh kamu juga bisa makan gratis disana
Siti kenapa kamu jadi ikutan menyuruhku,aku ini bos mu*jawab Dirga*
Dirga,nanti ayahmu datang kemari lagi untuk memarahi mu, kalo ayahmu mu melihat ku bagaimana
ah baiklah,tapi aku minta padamu Anya bujuk ayah ku agar aku di izinkan melukis *ucap Dirga*
hanya itu baiklah,hal yang mudah*jawab Anya*
Dirga pun ahirnya datang ke pesta dansa bersama anya.
hatiku sakit sekali melihat Dirga pergi dengan wanita lain,tapi aku harus membiasakan diri*ucap Siti dalam hatinya*
sesuai dengan perjanjian Anya dan Dirga,Anya pun berusaha membujuk pak Mateo agar mengizinkan Dirga melukis.
tapi tidak semudah itu membujuk nya,karna pak Mateo tetap tidak memperbolehkan Dirga melukis lagi,dengan alasan jika Dirga melukis Dirga akan menyepelekannya pekerjaannya.
tapi om ,hanya melukis ku rasa tidak masalah besar bukan*ucap Anya*
cukup Anya,om tau kamu pasti di suruh Dirga , untuk bicara begitu pada om kan,kurang ajar anak itu
pak Mateo langsung mendatangi rumah dirga.
Ting tong ting tong
karna Siti sedang memasak jadilah Azra yang membukakan pintu untuk pak mateo,namun begitu Azra membuka pintu dan melihat pak mateo,dengan tidka sopanya Azra menutup pintu kembali.
kayaknya om Mateo deh*masih ragu*
azra membuka lagi pintu nya untuk memastikan kan bahwa yang di depan pintu adalah pak Mateo, begitu melihat tak Matteo azra menutup kembali pintunya.
gawat beneran pak Mateo,bagaimana ini, aku harus sembunyikan Siti* ucap azra *
kenapa dengan anak ini,malah mainan pintu,hai Azra cepat buka pintunya*ucap pak Mateo*
gawat gawat ,di luar ada bokap Lo ga*ucap Azra panik*
Lo serius,parah nih*ucap Dirga*
Azra Dirga dan Reihan sibuk mencari tempat persembunyian untuk Siti.
karna panik ada yang menyuruh Siti masuk ke dalam kulkas,ada yang menyembunyikan Siti di bawah meja,ada yang memiliki ide untuk menyembunyikan Siti di lemari pakaian,hingga ahirnya .
kenapa kalian jadi lari larian begini,pak Mateo bisa curigy karna menunggu terlalu lama di luar,gimana kalo aku sembunyi saja di tempat dirga menyembunyikan ruangan lukisnya*ucap Siti*
maksudnya di ruangan lukis,ide bagus ,yaudah Siti ,kamu sembunyi aja di sana ,jangan lupa kunci dari dalam ,jangan bersuara apapun,jangan nafas juga*ucap Reihan*
mati donk kalo ga nafas,udah ah cepetan,kasian bokap Lo di luar*ucap Azra*
selesai menyembunyikan Siti,Azra membuka pintu untuk pak Mateo.
selamat datang om*ucap Azra senyum*
kenapa baru sekarang,saya sampai jamuran nunggu di luar,dasar kamu ini*langsung masuk rumah*
wahhh aroma masakan apa ini,harum sekali*pak Mateo menuju dapur*
Siti yang belum selesai memasak , langsung meninggalkan masalahnya karna sembunyi.
wah benar sedang memasak rupanya,ini pasti Reihan yang memasak*ucap pak Mateo yang ingat Dirga pernah berkata bahwa Reihan pintar memasak*
Reihan ,Reihan*ucap pak Mateo*
oh ada pak Mateo,selamat siang pak*sapa Reihan*
kamu ini memasak jangan di tinggal tinggal ,masak apa kamu ini*ucap pak Mateo membuka tutup panci*
saya tid,awww*Dirga yang menginjak kaki Reihan ,seolah olah memberi kode untuk mengiyakan*
aaa iya pak saya sedang memasak emmmm*ucap Reihan yang bingung karna tidak tau Siti memasak apa*
kok jawabnya bingung gitu,kan kamu yang masak*ucap pak Mateo*
iya om Reihan emang suka lupa namnya,gimana sih Rey tadi kan bilang mau masak sayur SOP*ucap Azra*