
Reihan yang biasanya ikut dengan dirga untuk bertemu klien,kini siti lah yang slalu menemani Dirga kemanapun,hingga suatu ketika.
Dirga hari ini Lo ga usah ajak Siti ketemu klien dulu*ucap Reihan*
kenapa*jawab Dirga*
bokap Lo juga bakal ikut ketemu sama klienya karna dia temenya bokap Lo*ujar Reihan*
hah ngapain juga sih bokap gue ikut,yaudah kalo gitu,Siti biar pulang bareng elo ya,jagain dia jangan sampe lecet sedikit pun*ujar Dirga*
hah ,kayaknya Lo beneran suka deh sama Siti*ucap Reihan*
ngga tuh,gue ga suka sama siti*ucap Dirga*
pertemuan dengan klien.
halo selamat malam pak Dirga*ucap klien*
iya selamat malam,silahkan duduk*ucap Dirga*
Dirga kemana Reihan*tanya pak Mateo*
emmm Reihan sedang ada urusan lain*ucap Dirga*
oh iya ,saya mau bilang ,asisten pribadimu itu sangat lucu dan imut*ucap klien*
adehhh,kenapa harus bilang gitu di depan papa sih*ucap dirga dalam hatinya*ah iya itu memang benar haha*jawab Dirga*
dia bilang Reihan imut dan lucu,sangat menggelikan *ucap pak Mateo dalam hatinya*
pertemuan dengan klien berikutnya.
asisten pribadi mu itu lucu loh,jadi ajak saja dia kemanapun kamu pergi,itu bisa menarik perhatian klien mu loh*ucap klien*
lagi lagi bilang Reihan itu lucu,apakah matanya sudah rabun*ucap pak Mateo dal hatinya*
pertemuan dengan klien berikutnya pak Mateo kembali mendengar bahwa asisten pribadi nya dirga itu sangat lucu.
ini bukan pertama kalinya orang bilang klien Dirga itu lucu,tapi dari mata mana mereka melihat Reihan itu lucu*ucap pak Mateo dalam hatinya*
selain lucu kamu cocok loh Dirga dengan asisten mu itu*ucap klien*
pak mateo yang sedng minum lalu mendengar perkataan klien pun langsung tersedak.
uhuk uhuk uhuk,emm sebentar,tadi anda bilang apa,Dirga cocok dengan asistenya*ucap pak Mateo*
iya benar anak anda ini serasi dengan asisten pribadinya*ucap klien*
iya mereka memang cocok dengan pekerjaannya*ucap pak Mateo*
bukan hanya pekerjaannya tapi juga cocok jadi pasangan
apa maksud anda , anak saya ini laki laki loh*ucap pak Mateo*
iya saya tau kok,asistenya kan perempuan yang cantik jadi cocok
tamat sudah hidupku*ucap Dirga dalam hatinya*
setelah klien pergi pak mateo mengintrogasi Dirga tentang siapa asistennya.
dia adalah Siti*jawab Dirga*
apaa,bagaimana bisa bukanya di...
ayah cukup,sekarang aku yang memegang perusahaan ,aku juga berhak memasukkan siapapun ke perusahaan ku,aku pun berhak menentukan siapa yang akan menjadi asisten pribadi ku,jadi ayah tidak punya hak untuk melarang ku,bahkan Siti tinggal di rumah ku pun ayah tidak punya hak untuk mengusirnya karna itu rumahku*tegas Dirga*
setelah memberanikan berbicara begitu pada ayahnya,Dirga langsung pulang.
perkataan dirga memang ada benarnya,kurang ajar anak itu*ucap pak Mateo*
esok harinya pak Mateo datang ke perusahaan Dirga.
sekarang aku bisa menggunakan mesin fotokopi ini, aku akan belajar lebih giat lagi*ucap Siti*
Hem Hem*menghampiri Siti*
ayahnya Dirga,bagaimana ini,tenang Siti,tenang*ucapnya dalam hati* selamat datang pak Mateo*ucap Siti*
tidak perlu basa basi ikut saya sekarang*ucap pak mateo*
Siti pun mengikuti pak Mateo ke ruangannya.
kenapa kamu kembali lagi di sekitar Dirga*ucap pak Mateo*
maaf pak,saya tidak bermaksud begitu*jawab Siti*
berapa uang kamu butuhkan*ucap pak Mateo*
apa maksud anda pak*tanya Siti*
jangan pura pura bodoh,saya tau,orang seperti kamu hanya menginginkan uang kan,dan kmu juga mendekati dirga karna uangnya bukan*ucap pak Mateo*
saya tidak begi...
sudahlah ,apa segini cukup, atau segini,apa lebih banyak lagi yang kau butuhkan , segini cukup*melempari uang pada Siti*
pak Mateo yang terhormat, saya memanglah gadis desa yang hidup dalam keluarga yang sederhana,tapi dengar baik-baik, saya tidak pernah mendekati Dirga karna uang, saya tidak pernah menginginkan uang Dirga,saya juga tidak membutuhkan uang dari anda, jadi anda tak perlu repot-repot mengusir saya, Karena tanpa Anda suruh saya akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Anda dan juga Dirga ,permisi*ucap Siti sambil menangis karena merasa direndahkan oleh pak mateo yang melempari nya dengan uang*
Siti berlari keluar dari ruangan pak Matteo sambil menangis, karena tak melihat sekitar Siti berlari hingga menabrak dirga azra dan juga Raihan.
Siti kamu kenapa,kamu nangis,ada apa Siti, coba ceritakan *ucap Dirgamemegang tangan Siti*
namun Siti tak menjawab Dirga
Siti ada apa denganmu, tenanglah dulu *ucap azra*
Dirga, biarkan dia pergi *ucap pak Mateo*
Siti langsung melepas genggaman Dirga dan langsung pergi dari kantor.
hei Siti tunggu*ucap Dirga*
Dirga kau bicara saja dulu dengan ayahmu, Siti biar aku yang kejar*ucap Azra*
baiklah aku percayakan padamu*jawab dirga"*
dirga menghampiri ayahnya.
memangnya apa yang ayah lakukan padanya,ayah tidak melakukan apa-apa *jawab pak Matteo*
ayah Jangan bohong,aku melihat Siti keluar dari ruangan ayah dan menangis
baiklah ,ayah menyuruhnya menjauh darimu Dan jangan dekat-dekat denganmu *ujar pak Matteo*
ayah benar-benar keterlaluan*pergi*
Dirga pun mengikuti Azra yang sedang mencari Siti.
azra bagaimana dengan Siti* tanya Dirga*
aku kehilangan jejak ,tiba-tiba Siti menghilang begitu saja ,maaf Dirga*jawab Azra*
aaarrhhh sial..
dirga langsung mengambil mobilnya untuk mencari Siti.
hampir 1 jam Dirga keliling ,namun tidak juga menemukan Siti.
Siti aku mohon kembalilah ,aku tidak ingin kehilanganmu lagi *ucap dirga*
sementara siti yang duduk di sebuah taman.
Maaf Dirga aku harus pergi, selain aku tidak ingin hubunganmu dengan ayahmu jadi rumit aku juga benar-benar merasa kecewa dengan ayahmu*ucap Siti* tapi aku tidak tahu lagi harus kemana, jujur saja aku masih takut jika bertemu dengan Rijal ataupun anak buahnya, dia pasti akan membawaku ke tempat yang hina itu lagi,jika pun aku masih tetap di Jakarta Dirga pasti masih bisa menemukan ku
akhirnya Siti memutuskan untuk pulang desa sekaligus bertemu dengan ayahnya.
sebelum Siti naik bis menuju desanya , Siti dan dia juga sempat berpapasan tapi tidak saling melihat.
pukul 00.00
Dirga yang telah berkeliling namun juga tak bisa menemukan Siti, Dirga pun kembali ke rumah dengan linangan air mata,karna sudah pernah berjanji tidak akan membiarkan Siti pergi lagi,tapi kini Dirga gagal.
pagi harinya Siti tiba di tempat kelahirannya.
semua warga di desanya hampir tidak mengenali Siti yang sedikit berubah karena Dirga, tapi juga masih banyak yang mengenali Siti.
para warga banyak yang menyapa Siti ,Siti pun juga membalas sapaannya dengan senyuman.
ada juga seorang pemuda yang dari dulu menyukai Siti dan saat ini pun mereka bertemu.
eleh eleh neng siti teh ke mana saja, hampir 1 tahun neng Siti tidak terlihat di desa,ke mana atuh neng*ucap Bejo*
iya mas Bejo saya kerja di kota,Alhamdulillah saat ini baru dapat libur dari si bos jadi Eneng teh pulang desa*jawab siti* ya udah atuh mas saya duluan ya
mari saya antar neng
tidak usah mas saya bisa sendiri terima kasih
sampainya Siti di depan rumah.
melihat tempat tinggalnya yang hampir 1 tahun tidak Siti tempati ,Siti jadi ragu untuk masuk ke rumahnya sendiri, ragu untuk bertemu dengan ayahnya ,ayah yang telah menjadikannya sebagai tebusan.
karena masih ragu untuk masuk rumahnya, Siti hanya berdiri di depan rumahnya dengan mata berkaca-kaca, dan kebetulan saat itu ayahnya Siti yang hendak keluar dari rumah menuju sawah untuk mencangkul, ayah Siti pun terkejut melihat Siti berdiri di depan rumah, pak Herman yang menjadikan Siti sebagai tebusan karena hutangnya, tak mampu berkata apapun dengan mata berkaca-kaca, karena tak sanggup membendung air mata, pak Herman pun meneteskan air matanya.
pak Herman yang sangat malu dengan dirinya sendiri kini ia mendekati Siti dan memeluknya dengan penuh tangisan.
Siti hihihi maafkan ayah nak ,ayah benar-benar minta maaf, ayah tahu ayah melakukan kesalahan yang sangat besar, yang mungkin tidak bisa kau maafkan,kau boleh membunuh ayahmu ini, kau boleh melakukan apapun pada ayahmu ,ayah yang jahat ini, bunuh saja aku Siti ,bunuh ayahmu ini bunuh hiks hiks hiks*ucap pak Herman dengan tangisannya*
Siti pun juga tak mampu berkata-kata, Siti hanya bisa menangis, menangis karena mengingat kelakuan ayahnya.
seorang ayah yang telah menjadikan anaknya sebagai tebusan untuk membayar hutangnya, tidaklah pantas disebut seorang ayah*ucap Siti* namun anak yang baik dan berbakti ,dia akan selalu memaafkan kesalahan kesalahan ayahnya ,seburuk apapun ayahnya, seorang anak tidak akan pernah tega membunuh ayahnya , karena mengingat kebaikan kebaikan yang ia lakukan semasa kecil hiks
Siti... kamu memaafkan ayah
iya ayah...
kini Siti menjadi petani bersama ayahnya,Siti dan Bejo juga semakin akrab.
satu bulan kemudian.
neng Siti lagi nanem apa* tanya Bejo*
ini mas neng lagi nanam cabe*jawab Siti*
mau mas bantu
boleh mas silakan
hujan pun turun.
eleh eleh gerimis neng, sebelum hujan deras lebih baik kita nyari tempat teduh dulu
iya mas
Bejo mengajak Siti Berteduh di sebuah gubuk yang ada di sekitar sawah.
ini neng pakai baju mas aja daripada kedinginan nanti malah sakit*ucap Bejo*
nggak papa mas, nanti mas Bejo malah kedinginan *jawab Siti*
nggak apa-apa neng laki-laki harus kuat *ujar Bejo*
ya sudah makasih ya mas*ucap Bejo* iya neng sama-sama
sementara Dirga yang tidak berhenti hentinya mencari Siti,selama satu bulan ini.
Dirga ,Lo ga bisa donk kayak gini terus,gue juga ngerasa kehilangan Siti,tapi setidaknya pekerjaan masih terselesaikan,elo,jalankan kerjaan selesai ,masuk kerja aja seminggu sekali*ucap Reihan*
kehilangan yang gue rasain sama yang Lo rasain tuh beda rei*jawab Dirga*
ya sama lah,kita kenal Siti bareng,satu rumah bareng ,beda gimana coba*ucap Reihan*
Lo cuma nganggap Siti temen,sementara gue sayang sama dia, gue suka sama dia *keceplosan*
Reihan dan Azra yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Dirga,langsung tercengang.
apa Lo bilang ,Lo suka sama siti*ucap Azra*
Azra yang juga memiliki perasaan dengan Siti seketika hancur mengetahui temanya juga menyukai orang yang sama.
Dirga Lo jangan gila,dengan elo memperkerjakan Siti di tempat elo itu aja udah dapet masalah sama bokap Lo*ucap Reihan*