Life Journey

Life Journey
episode delapan belas



Siti terkejut melihat Dirga yang mendatangi nya.


Dirga bagaimana dia bisa tau *ucap Siti dalam hatinya*


Dirga mendekati Siti lalu memeluknya.


kenapa kamu merahasiakan ini dariku*ucap Dirga*


Siti hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dirga.


permisi*ucap dokter*


saudara Siti,ayah anda sudah sadarkan diri


ah iya dokter, terimakasih


Dirga,aku ingin melihat keadaan ayahku dulu*ucap Siti*


baiklah ,ayo,aku juga ingin melihatnya*jawab Dirga*


pak Herman tidak bisa berjalan untuk sementara waktu,karena tulang kaki nya yang retak.


ayah,ayah sudah sadar, apa yang ayah rasakan*tanya siti*


jangan kwatirkan ayah nak,kwatirkan saja dirimu *ucap pak Herman terpatah patah*


Siti,bagaimana bisa ayahmu sampai seperti ini,apa yang terjadi*tanya Dirga*


Dirga tidak boleh tau yang sebenarnya*ucap Siti dalam hatinya*ayah ku yang kurang berhati hati,jadi ya beginilah jadinya


satu Minggu kemudian pak Herman di perbolehkan pulang oleh dokter,karna belum bisa membayar uang sewa rumah ,Siti kembali di pusing kan dengan tempat tinggal.


Dirga yang tidak sengaja mendengar ucapan mereka, ahirnya Dirga membayar sewa rumah untuk di tempati Siti dan juga pak Herman.


tidak usah Dirga, kamu terlalu sering membantuku,aku tidak mau mer...


Siti...,sudahlah terima saja


nak Dirga, terimakasih telah bnayak menolong kami


iya pak,sama sama,mari saya antar kan ke rumah bapak


sampainya di tempat.


siti,aku ingin bicara denganmu*ucap Dirga*kenapa kamu merahasiakan kalo kamu ada di Jakarta,kenapa juga kamu harus menjadi penyanyi di cave


aku tidak mau kamu tau keberadaan ku di Jakarta,aku takut kamu ribut lagi dengan pak Mateo


ikut aku sekarang*menarik tangan Siti*


hei Dirga,mau kemana,ada apa sih*ucap Siti*


Dirga nekat mempertemukan Siti dengan pak Mateo.


tiba di rumah pak Mateo.


Dirga ,apa yang mau kau lakukan di sini*ucap Siti*


sudah ikut saja*jawab Dirga*


pak Mateo yang sedang menonton tivi di rumah ,di buat heran oleh Dirga atas kedatangan nya membawa Siti.


Dirga,apa apan kau ini,kenapa kau membawa wanita ini masuk rumahku*ujar pak Mateo*


ayah, berbaik hati lah pada Siti, bagaimana pun juga dia akan menjadi anggota keluarga kita*ucap Dirga*


Siti dan pak Mateo semakin bingung dengan ucapan Dirga.


apa maksud dari yang kau katakan itu Dirga*ucap pak Mateo*


aku mencintai Siti,aku ingin menikahi nya*jawab Dirga*


Dirga,apa yang kau katakan ini sungguhan*ucap Siti bertanya tanya dalam hatinya*


apa kau bilang,kau mencintainya...


mendengar ucapan Dirga,pak Mateo langsung menampar Dirga.


bodoh,ayah menyekolahkan mu tinggi tinggi,hingga sekarang kau berhasil menjadi pengusaha, lalu kau menikah dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya ini*ucap pak Mateo*kau taro mana otakmu


aku tidak peduli apa yang ayah katakan,ayo Siti kita pergi dari sini*ucap Dirga*


hei dirga,ayah belum selesai bicara,kembali kau...


Dirga tunggu,apa maksud dari ucapanmu tadi,apakah itu serius,atau hanya ....


serius,aku sangat serius mencintaimu Siti,aku tidak tau sejak kapan perasaan ini datang tapi begitulah adanya*jawab Dirga* Siti kenapa kau malah menangis...


aku fikir selama ini hanya aku saja yang mencintaimu,tapi ternyata tidak hiks


kau juga mencintai ku,sejak kapan


dari dulu


tapi kenapa kau ga pernah cerita Siti


apa yang bisa aku ceritakan,kau fikir orang seperti aku ini bisa dengan mudahnya mengatakan perasaan ku pada orang seperti mu,aku ini bagaikan upil yang menempel pada dirimu,aku cuma gadis desa miskin ,ga punya apa apa, sementara kami seorang pengusaha kaya raya,tampan ,dan di idamkan semua wanita dan ka....


huuuussstttt*menutup mulut Siti*jangan bilang apa apa lagi,karna sekarang kita sudah saling mengetahui,aku akan antar kamu pulang


setelah mengantarkan Siti,Dirga Langsung kembali ke rumahnya.


kalian belum tidur,kenapa*tanya Dirga*


nungguin elo,takut ngilang lagi*jawab Azra*


Dirga,muka Lo kenapa*melihat pipi Dirga yang memerah kebiruan karna bekas pukulan pak Mateo.


gapapa,tadi cuma kejedot pintu*jawab Dirga*


satu Minggu kemudian.


bagaimana dengan pak herman*tanya Dirga*


ayahku sudah tidak apa apa*jawab Siti*


aku benar benar ngerasa jadi orang paling bahagia bisa dapetin kami Siti


aku lebih bahagia lagi


bahagia aku lah


bahagia aku tau


aku


aku...*jawab Siti*hah Rijal,bagaimana ini*ucapnya dalam hati* dirga kita pergi saja yuk dari tempat ini


kenapa Siti


emm,aku kurang nyaman di sini


baiklah,ayo sayang ku


di mobil.


Dirga, seandainya aku ini bukan orang baik , bagaimana*tanya Siti*


kamu berani janji,seburuk apapun masalalu ku, kamu bakal tetep bareng sama aku


janji*jawab Dirga*


sementara pak Mateo.


cari wanita ini,dan culik dia*ucap pak Mateo*


siap tuan...


orang suruhan pak Mateo berhasil mengetahui tempat tinggal Siti,pada suatu malam ,Siti hendak keluar untuk membeli sesuatu, namun orang orang suruhannya pak mateo membius Siti dari belakang dan membawa Siti pergi.


mereka membawa Siti ke sebuah rumah kosong.


aahhh kepala ku pusing sekali,aku dimana *Siti bingung*apa yang terjadi denganku, bagaimana bisa aku ada di sini,di mana ini,kenapa juga kaki dan tangan ku di ikat


sudah bangun kau rupanya*ucap suruhanya pak Mateo*


si siapa kalian ,kenapa kalian melakukan ini padaku, cepat lepaskan aku....


diam saja kau...karna percuma saja kau teriak teriak,tidak akan ada orang yang akan mendengarmu ...


esok harinya.


Siti kenapa sih ga bisa di hubungi,apa aku coba Dateng ke rumahnya ya..*ucap Dirga*


karna tak ada kabar,Dirga menghampiri Siti ke rumah sewa nya.


loh jadi semalam Siti tidak pulang,ya tuhan Dimana dia*ucap Dirga*


saya fikir Siti sedang bersama dengan nak Dirga,jadi bapak tenang tenang saja*ucap pak Herman*


yasudah pak kalo begitu nanti coba saya cari Siti*ucap Dirga*


pak Herman curiga bahwa Siti di tangkap oleh rijal ,hingga pak Herman mendatangi Rijal di tempat psk.


wah wah wah ada apa ini,apakah kau sedang ingin memberikan putrimu untuk bekerja di sini*ujar Rijal*


jangan pura pura tidak tau,cepat kembalikan Siti*ucap pak Herman*


hah,apa maksud mu herman,bukankah kalian lari dariku agar anakmu tidak lagi di tempat ini*ujar Rijal*


Herman sangat yakin bahwa Rijal adalah orang di balik perginya Siti,karna muak melihat Rijal yang terus berkata tidak tau tentang Siti ,Herman menonjok Rijal, begitu pun sebaliknya,karna Rijal memang tidak merasa dengan apa yang di tuduhkan Herman,Rijal balik memukul Herman hingga ahirnya mereka berdua berkelahi,lalu datang lah ke dua anak buah Rijal dan melerai mereka.


dasar sialan kau Herman,kalian berdua tangkap dan kurung dia di gudang.


Herman justru membuat masalah baru lagi,hingga ahirnya Herman di kurung oleh Rijal.


tiga hari kemudian.


tetap sembunyikan wanita itu,jangan biarkan dia pergi,aku akan menambahkan bayaran mu*ucap pak Mateo yang menelpon orang suruhannya*


tapi pembicaraan pak Mateo tersebut tidak sengaja di dengar oleh Reihan yang ingin meminta tanda tangan pak Mateo.


siapa wanita yang di maksud pak Mateo di telfon tadi, bokap nya Dirga semakin menyeramkan saja*ucap Reihan dalam hatinya*


Tapi karna urusan pekerjaan,Reihan tetap masuk ke ruangan pak Mateo.


di ruangan Dirga.


gue juga ga ngerti zra harus nyari Siti kemana ,tiba tiba ngilang tanpa kabar*ucap Dirga*


Lo udah coba tanya ke desanya gitu*ucap Azra*


ga mungkin di desa, bokapnya aja ada di sini*jawab Dirga*


siapa yang hilang*tanya Reihan yang tiba tiba datang*


siti ,udah tiga hari ga ga ada kabar, tanya ke bokapnya,bokapnya juga ga tau*jawab Azra*


jangan jangan*ucap Reihan* apa wanita yang bilang pak Mateo di telepon tadi itu siti* ucapnya dalam hati*


jangan jangan apa rei


Lo tau sesuatu


ga tau pasti sih ya,tapi tadi gue denger percakapan bokapnya Dirga sama seseorang,dan percakapan itu pak Mateo bilang, tetap sembunyi kan wanita itu,gitu katanya*jelas Reihan*


brak*Dirga menggeprak meja*langsung menghampiri ayahnya


hei ga tenang dulu ga*ucap Reihan*


Azra dan Reihan berusaha mencegah Dirga ,namun dirga tetap menemui ayahnya.


brak *membuka pintu dengan kasar*


apa yang kau lakukan Dirga*ucap pak mateo*


dimana Siti*tho the point*


apa maksudmu menanyakan Siti pada ayah


lalu siapa wanita yang ayah sembunyi kan,jawab ayah...


ayah benar benar tidak tau apa yang kau maksud, menyembunyikan wanita siapa sih


ayah jangan pura pura tidak tau*berkata dengan nada tinggi*


dirga siapa yang mengajarimu berkata dengan nada tinggi dengan orang yang lebih tua darimu


baiklah,aku akan mencari tau sendiri,tapi jika terbukti memang ayah yang melakukan nya,aku tidak akan segan segan untuk berhenti menangani perusahaan*langsung pergi*


untuk memastikan bahwa ayahnya bukanlah orang yang telah menyembunyikan Siti,di ga menyuruh seseorang untuk menyelidiki nya.


hari hari berikutnya ,belum ada informasi mengenai siti.


esok harinya.


pak Dirga,saya mendengar percakapan ayah anda dengan seseorang ,di percakapan itu,ada seorang wanita yang di sembunyikan di sebuah rumah kosong di jalan cindai, selebihnya saya kurang tau...


baiklah terimakasih infonya...


Dirga mengajak Reihan, dan juga Azra untuk pergi ke jalan cindai.


sampainya tiba di jalan cindai ,Dirga ,Azra dan Reihan berpencar untuk mencari Siti.


permisi mba mas,mau tanya nih pernah lihat cewe ini ga*ucap Azra,menunjukan foto Siti*


ga pernah tuh mas...


begitupun juga dengan Reihan.


maaf pak,numpang tanya sebentar bapak pernah lihat cewe berambut panjang lurus, kulitnya sawo matang,lebih pendek sedikit dari saya, badanya kurus,umurnya sekitar 26*ujar Reihan*


tidak pernah mas....


begitu juga dengan Dirga ,setiap orang yang mereka tanyai tidak ada yang pernah melihat Siti.


hingga saat Dirga kepanasan ,dirga berhenti di sebuah warung untuk membeli sebotol Aqua,Dirga yang berhenti sejenak dan membuka handpone berusaha untuk mencoba menelfon Siti untuk kesekian kalinya.


hah nyambung,ayo angkat Siti angkat telfonku*ucap Dirga panik*


di warung tersebut ada seseorang juga yang kebetulan handpone nya berbunyi tepat ketika Dirga menelpon ponsel Siti.