Life Journey

Life Journey
episode tujuh belas



Anya ,sekarang kan sudah malam ,apa yang kau lakukan di sini,ini kan rumahnya lelaki,sana pulang*ucap Azra*


kenpa sih ,orang aku cuma mau ketemu Dirga kok


namun ahirnya Dirga langsung melanjutkan jalanya untuk masuk ke rumah.


Anya,kamu tau Siti ada di Jakarta*tanya Azra*


iya ,aku tau kemarin,kalo dia kerja jadi penyanyi di cave*jawab Anya*


kalau begitu rahasiakan ini semua dari Dirga


kenapa harus dirahasiakan


emmmmm karna ,karna kalau sampai dirga tahu semua ini ,Dirga akan mengajak Siti kembali ke rumahnya, maka dari itu kita harus merahasiakan ini dari Dirga ,supaya Dirga nggak membawa Siti ke sini lagi, kamu nggak mau kan kalau Siti ke sini lagi


iya juga ya , yaudah kalau gitu aku nggak akan ngasih tahu dirga


beberapa hari kemudian.


untung gue yang nulis jadwal miting nya Dirga,jadi gue bisa ngelarang Dirga buat ketemu sama klien di tempat Siti kerja*ucap Reihan*


pokoknya sebisa mungkin lah Dirga ga tau*ucap Azra*


ga tau apa *saut Dirga yang tiba tiba nongol*


mampus kita*ucap Azra pelan*


engga ga bukan apa apa kok


ga mungkin,tadi gue denger sendiri kalian bilang,gue jangan sampai tahu,gitu kan


ah salah denger Lo,udah gue mau tidur ,bye


apasih yang mereka rahasiain,oh iya tadi kan gue mau telfon Siti,kok jadi lupa sih


hai Siti,iya,aku ga ganggu kan,eh bentar bentar,kamu lagi di sungai ya


enggak lah,ngapain malem malem di sungai


tapi kok ini bisa nyambung telfonya,kalo kamu di rumah kan ga ada sinyal,jadi ga mungkin nyambung


oh iya ku lupa *ucap Siti dalam hatinya*soalnya aku lagi di jalan raya,beli gorengan di warung,jadi ada sinyal


namun beberapa hari kemudian saat berangkat kerja ,Dirga melihat ayah Siti yang sedang membantu orang mengangkat barang barang.


kayaknya gue bener deh,itu ayahnya Siti*ucap Dirga*


duh gawat nih*ucap Reihan dalam hatinya*Salah liat kali ga,bokap nya Siti udah jelas di desa lah


iya bener tuh,paling cuma mirip*ucap Azra*


tapi ini beneran mirip banget,coba gue turun deh


eh jangan ga


kenapa sih Lo,toh ini hal sepele juga ,kalo emang gue salah liat yaudah*ucap Dirga*


Reihan dan Azra tetap melarang Dirga turun dari mobil untuk memastikan apa yang dirga lihat,namun Dirga tetap kekeh ingin turun.


gausah lah ga,kita udah telat nih


Klian berdua kenapa sih,kompak banget deh,gue cuma bentar kok


apa,iya pak Mateo,kita sudah di jalan , sebentar lagi sampai kantor, sekitar sepuluh menit lagi kita akan sampai,iya pak baik, terimakasih*ucap Reihan yang pura pura di telfon pak Mateo*tuh kan ga ,bokap Lo udah di kantor,ayo cepetan jalan


ahirnya Dirga memilih untuk segera tiba di kantor.


sementara ayahnya Siti yang di bekerja di pasar mengangkat barang barang, keberadaannya di ketahui anak buah Rijal,hingga ahirnya pak Herman kejar-kejaran hingga pak Herman tertabrak truk.


apa,iya mba saya akan segera kesana, terimakasih*ucap Siti yang mendapat pemberitahuan dari pihak rumah sakit*


mendengar kabar itu Siti langsung segera datang ke rumah sakit bertemu dengan ayahnya.


di depan ruangan ICU tempat pak Herman di tangani,Siti yang baru datang melihat kedua anak buah Rijal.


kalian,kenapa kalian bisa ada di sini, atau jangan-jangan kalian yang menyebabkan ayah ku di rawat di rumah sakit,kenapa kalian tidak ada puas puasnya menggangguku dan juga ayahku ,aku sudah melunasi semua hutang ayahku, seharusnya masalah selesai, tapi kenapa kalian terus mengganggu kami,kenapa hiks *menangis*


kedua anak buah Rijal hanya diam ,karna mereka hanya menjalankan perintah dari rijal.


permisi,dengan keluarga pasien?*tanya dokter*


iya dok saya anaknya, bagaimana keadaan ayah saya dok, baik-baik aja kan *tanya Siti*


pak Herman terkena luka cukup parah di bagian tulang kakinya ,tapi tenang saja,lukanya masih bisa kami tangani*ucap dokter*


syukurlah , terimakasih dokter


dokter pun menyuruh Siti untuk segera menyelesaikan administrasi.


darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu,aku saja baru kerja,apa aku minjem bos dulu ya*Siti bingung*


Siti sudah meminta pinjaman pada bosnya tapi hanya di berikan satu juta,karna Siti baru bekerja dua belas hari, sementara biaya rumah sakit ayahnya sebesar lima juta lima ratus.


lalu dari mana aku dapat uang lagi...


saudara Siti, ini tanda terimanya ,bahwa semua biaya rumah sakit pak Herman sudah lunas*ucap kasir*


apa,lu lunas,em bagaimana bisa,siapa yang membayarnya*tanya Siti*


saya yang membayar semuanya*ujar Rijal*


kamu*kaget*


kenapa kaget begitu,tenang saja aku bukan orang jahat jadi kamu tidak perlu takut*ucap Rijal*


kenapa kamu membayar semua biaya rumah sakit*tanya Siti*


kau fikir aku membayar nya secara cuma cuma,kau harus menggantinya dengan bekerja lagi di tempatku* ucap Rijal *


aku tidak memintamu untuk membayarkan rumah sakit ini, aku juga tidak memohon pada dirimu ,kau sendiri yang membayarnya lalu kau menjebakku dengan cara seperti itu,sungguh licik*ujar Siti*


memangnya kau bisa mendapatkan uang hanya dengan waktu singkat,kalo bukan dengan cara menjual diri


bisa kah kau pelan kan suaramu


kau tenang saja,aku akan mengganti uang mu,tapi tidak dengan bekerja lagi di tempatmu


oke,aku berikan waktu besok ,besok pagi ,kau harus bisa mengganti uangku


apa,kau gila,besok pagi kau bilang,kau fikir mendapat kan uang itu segampang membalikkan tangan


tidak ada pilihan selain bekerja lagi di tempatku


Rijal terus memojokan siti agar bekerja lagi di tempat Rijal.


ya tuhannnn bagaimana ini,uang darimana yang harus aku dapatkan,ini sudah jam setengah lima sore,dia benar benar gila*ucap Siti bingung*Siska,apa aku meminta bantuan nya,tidak tidak tidak ,dia sampai rela melakukan pekerjaan yang hina itu untuk mendapatkan uang,Dirga ,itu tidak mungkin,Azra dan Reihan,mungkin saja mereka bisa membantu ku


halo Azra,aku membutuhkan bantuan mu,aku sedang membutuhkan uang...


Siti menjelaskan pada Azra tentang ayahnya yang sedang di rawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya lima juta lima ratus.


yaudah sampai ketemu nanti ya*ucap Azra di telepon*


mau ketemu siapa zra*tanya Reihan*


ah Rei,bikin kaget tau ga Lo,gue fikir dirga


Azra menceritakan pembicaraan nya dengan Siti di telepon.


yaudah gue pergi sekarang ya*ucap Azra*


oke,salam ya buat Bokap nya, semoga cepat pulih*ucap Reihan*


Reihan yang baru keluar dari kamar , Langsung bertanya"mau pergi kemana zra"


hah,emmm cuma ke Indomaret bentar*jawab Azra*


ke Indomaret pake jaket,sepatu,bawa kunci mobil lagi, Indomaret kan Deket*ucap Dirga*


yaudah si ga biarin aja, terserah juga dia mau pergi kemana*ucap Reihan*


ga bisa donk,ini rumah gue,keluar masuk nya kalian gue harus tau,kemana,sama siapa,tujuannya apa,gue juga perlu tau*jawab Dirga*


yaudah nih kuncinya gue balikin,jaket gue lepas,sepatu juga gue ganti sendal jepit, sekarang percaya kan kalo mau ke Indomaret


yaudah sana,eh bentar


apalagi sih Dirga ini.. huh*ucap Azra dalam hatinya*


yaudah sana sana,gue nitip beng beng ya


ahirnya Azra pergi menggunakan taksi dengan sendal jepit,kaos oblong dan tanpa jaket.


sampainya di tempat tujuan.


maaf Siti nunggu lama*ucap Azra*


iya gapapa kok


ini uangnya,dapet salam juga dari si Reihan


iya, makasih banyak zra,maaf udah ngerepotin


gapapa Siti,kalo butuh bantuan bilang aja,pasti gue bakal bantuin kok


setelah urusan Siti dan Azra selesai,mereka langsung kembali ke tempat tinggal masing masing.


sampainya di depan pintu rumah Dirga ,Azra ingat bahwa tadi dirinya izin ke Indomaret dan ingat juga bahwa Dirga nitip beng beng.


yaelah kok bisa lupa sihhh,mau balik Indomaret males banget,kalo ga balik nanti Dirga curiga


ahirnya Azra kembali ke Indomaret untuk membeli cuci muka agr ada alasan dirinya pergi ke Indomaret,dan membeli beng beng titipan Dirga .


esok paginya.


bagaimana,kamu pasti belum mendapatkan uangnya kan,jadi terima lah tawaran ku untuk kembali bekerja dengan ku*ucap Rijal*


Siti yang ingin membuktikan pada Rijal bahwa dirinya bisa"uang , ini kan yang kau inginkan, silahkan ambil*melemparkan segepok uang pada Rijal* ambil dan pergilah,pergilah sejauh mungkin dari kehidupan ku maupun ayahku


Rijal pun bingung karna Siti mendapatkan uang dalam waktu sesingkat itu.


satu Minggu kemudian.


pak Herman telah di perbolehkan pulang dari rumah sakit,tapi tetap beristirahat total.


di rumah Dirga.


Azra,apa ini*menunjukan foto pada azra*


Reihan dan Azra yang melihat foto itu merasa terkejut, bagaimana bisa dirga mendapatkan foto dimana saat Azra bertemu dengan Siti dan memberikan uang pada Siti.


seketika Azra dan Reihan tidak bisa berkata-kata.


jawab,Azra jawab,Reihan ,kamu pasti juga tau kan tentang ini,ayo jawab,apa sih yang kalian rahasiakan padaku*ucap Dirga*


ayo cepat jawab Azra,Reihan,kapan kalian bertemu,kenapa kamu memberikan uang pada Siti,Siti kenapa,kenapa kalian merahasiakan nya dariku....


ahirnya Azra dan Reihan menceritakan tentang Siti pada Dirga.


jadi kalian berdua tau kalo Siti ada di Jakarta dan merahasiakanya dari ku*ucap Dirga*


sorry ga,ini semua atas permintaan siti,karna Siti ga mau Lo sama bokap Lo ribut gara gara dia*ucap Azra*


kasih tau gue dimana Siti tinggal sekarang*ucap Dirga*


Siti ngontrak rumah di jalan ###*jawab Azra*


Dirga langsung mendatangi rumah di mana Siti tinggal.


tapi sekarang Siti ga ada di rumah,karna dia nemenin bokap nya di rumah sakit,Lo Dateng aja ke rumah sakit Citra medika*ujar Azra*


Dirga bergegas ke rumah sakit.


tibanya di rumah sakit,Dirga melihat Siti menangis.


Siti....*sapa Dirga*