Life Journey

Life Journey
episode sebelas



aaa i iya pak,sayur SOP*ucap Reihan*


sayur SOP kok ada Pete nya*ucap pak Mateo mengaduk masakanya*


emmm iya pa,kata Reihan , SOP yang di beri Pete itu makin nikmat *ucap Dirga*


ohhh begitu ya,yasudah Reihan lanjutkan masakanmu*ucap pak Mateo*


loh Azra kok kamu ga pake sendal cewe*ucap pak Mateo*


haa,apa maksud om,emangnya saya ini laki laki apaan*ucap Azra*


Dirga yang waktu itu pernah berkata bahwa sendal wanita itu adalah milik Azra.


Dirga menyenggol tangan Azra dan berbisik ,"iyakan saja"


aaa iya iya om,saya suka pake sendal cewe,tapi saya malu mengakuinya,hehe*ucap Azra*


duh terus ini di apain masakanya,gue ga ngerti apa apa,gara gara si dirga nih awas aja nanti ya*ucap Azra dalam hatinya*


duh iya kali gue harus pake sendal nya Siti ,gara gara si dirga nih,awas aja nanti ya*ucap Azra dalam hatinya*


oh iya tujuan ayah kemari untuk bertanya,apakah kamu yang meminta Anya untuk membujuk ayah,agar mengizinkan mu melukis lagi*ucap pak Mateo*


kalo iya memang kenapa,selama ini aku berusaha menuruti kemauan ayah, tapi sekalipun ayah tidak mau mengerti apa yang aku inginkan,melukis itu hanya lah sebuah hobi yang ringan,namun ayah melarang ku*ucap Dirga*


ahirnya Dirga dan pak Mateo pun debat.


sementara Siti yang berada di ruangan lukis.


ternyata Dirga memang berbakat melukis ya,semua terlihat nyata,siapa wanita ini,apakah ibunya,bicara tentang ibunya...aku belum pernah mendengar tentang ibunya Dirga, sepertinya Azra dan Reihan sudah lama berteman,di lukisan ini mereka terlihat begitu akrab,aaahhh ini aku,kapan dia melukis nya,indah sekali*ucap Siti yang melihat lukisan lukisan Dirga*


hingga tidak sengaja Siti menyenggol kursi hingga bersuara "traakk"


aduhh....*ucap Siti*


suara apa itu*ucap pak Mateo*


emmm ini pak panci saya hampir jatuh*ucap Reihan*


arahnya bukan dari dapur, jadi tidak mungkin*ucap pak Mateo*


ini om aku tidak sengaja menjatuhkan remot tv*ucap Azra*


suaranya bukan seperti barang yang jatuh


coba aku lihat sebentar*ucap pak Mateo*


ayah stop,aku ingin ayah segera pergi,aku sedang badmood,jadi pergilah dari rumahku*ucap Dirga*


kau mengusir ayah


tidak ,hanya saja aku ingin istirahat , karna ada ayah aku jadi terganggu*ucap dirga*


setelah pak Mateo keluar dari rumah Dirga,Azra langsung melepas sendal nya Siti,Reihan juga langsung menyingkir dari dapur,dan mereka bertiga menghampiri Siti.


maaf , aku tidak sengaja menyenggol kursi,apakah aku membuat masalah*ucap Siti*


tidak,ayah ku sudah pergi,kau bisa keluar sekarang*ucap Dirga*


sementara Azra dan Reihan yang tadinya ingin membalas Dirga karna gara gara dirga Azra harus memakai sendal Siti,dan Reihan harus pura pura memasak,kini mereka menatap sinis dirga lalu Azra dan rei menarik tangan Dirga dan di cemplungin ke kolam.


loh Dirga ga bisa berenang*ucap Siti"


bisa,dia mah cuma xting*ucap Azra*


udah yuk biarin aja dia,itu balasan karna Lo gue jadi di suruh masak


sama ,gue juga di suruh pake sendal cewe lagi


tapi itu Dirga kelagepan,kayak ga bisa berenang gitu


udah Siti ,dia itu cuma nyari perhatian Lo aja*ucap Reihan*


si blup ti t o..long blup aku blup*ucap Dirga di dalam air*


Siti menyodorkan tanganya ke kolam agar Dirga bisa memegang tangannya dan membawa nya ke pinggir,namun dengan sengaja Dirga justru menarik tangan Siti untuk masuk juga ke kelom,tanpa dirga Sadari Siti tidak bisa berenang.


hahahah ketipu,huahhh loh Siti,Siti Siti bangun Siti*membantu Siti*


Lo gimana sih ga*ucap Azra*


gue ga tau Siti ga bisa berenang


terus gimana nih sekarang


biasanya sih di kasih nafas buatan*ucap Reihan*


ya udah gue aja *ucap Azra*


nggak boleh, enak aja Lo


kalian malah apaan sih pada ribut,ga usah ada yang ngasih nafas buatan*ucap Raihan*


uhuk uhuk


siti, syukurlah udah bangun


maaf ,aku tidak tau kamu ga bisa berenang


aku juga hanya berpura pura pingsan,tapi aku jujur saja aku memang tidak bisa berenang*ucap Siti*


dasar ku ini,bikin kwatir saja


aku senang jika melihat kalian mengkhawatirkan aku


owww atau jangan jangan tadi kau hanya pura pura pingsan supaya aku cium kan*ucap Dirga*


hah ti tidak kok bukan begitu*jawab Siti*


hari berikutnya vinda datang untuk bertemu dengan Dirga.


Ting tong ting tong


eh vinda,ayo masuk*ucap Reihan*


begitu vinda masuk ,vinda melihat Dirga dan Siti duduk berdekatan sambil ngemil,vinda Langsung pergi ,dan tidak jadi bertemu Dirga.


hei vin,kenapa keluar lagi*ujar Reihan*


siapa Rei*tanya Dirga*


itu si vinda tadi masuk ,eh gau tau kenapa keluar lagi*ucap Reihan*


iya ,di temanku*jawab Dirga.


sementara ayah vinda yang saat ini bekerja sama dengan perusahaan dirga.


papa ,aku minta batalkan semua kontrak kerja dengan perusahaan dirga*ucap vinda*


loh kenapa Vin,bukanya kamu yang meminta semu ini supaya kamu bisa dekat dengan Dirga*ucap papanya*


iya ,itu kemarin,tapi tidak dengan sekarang


vinda dan papanya mendatangi perusahaan dirga yang di tangani pak Mateo.


tapi kenapa tiba tiba di batalkan*ucap pak Mateo*


papanya vinda tidak menjelaskan alasan sebenarnya karna hal itu di luar hal kerja,tapi sedikit nyerempet mengenai hal itu.


apa,wanita siapa maksudmu vinda*tanya pak Mateo*


aku juga tidak tau om, tapi yang jelas aku tidak suka sama wanita itu*ucap vinda*


kamu tenang saja,nanti biar om yang bicara dengan Dirga*ucap pak Mateo*


malamnya pak Mateo datang ke tempat Dirga.


papa ini bicara apa sih,aku tidak sedang dekat dengan wanita manapun*ucap Dirga*


lalu siapa wanita yang di lihat vinda semalam


itu ...temanya Azra yang waktu itu membantunya merancang acara pesta perusahaan*jawab Dirga*


iya om benar itu temanku haha*saut Azra*


pak Mateo pun percaya karna beliau atau betul anaknya tidak mudah menyukai wanita.


namun beberapa hari kemudian Anya dan Siti sempat berdebat lantaran Siti dekat dekat dengan Dirga,karna terlanjur kesal Anya datang mendatangi pak mateo.


jangan salah faham Anya,wanita yang kau maksud itu pasti temanya Azra,iya betul temanya Azra yang membantu merancang acara pesta di perusahaan om*jawab pak Mateo*


bukan om,om jangan pura pura tidak tau donk,om kan yang mencarikan pembantu di rumah Dirga*ucap Anya*


pembantu,apa maksudmu Anya om semakin tidak faham.


om beneran ga tau*hingga Ahirnya Anya menjelaskan pada pak meteo tentang Siti*


lebih baik om lihat aja sendiri,ayo kita ke rumah Dirga sekarang*ucap Anya*


tibanya di rumah Dirga.


Ting tong ting tong


iya sebentar*Siti membuka pintu*


Siti yang melihat pak mateo, langsung terkejut.


pak Mateo,bagaimana ini*ucap Siti dalam hatinya*


siapa sit....ti,*tanya Azra*mampus sudah kita semua*ucap Dirga dalam hatinya*


Anya ,pak Mateo,Dirga ,Azra ,Reihan dan juga Siti berkumpul di ruang tengah.


tuh kan om,ini dia Siti pembantu yang Deket deket Dirga terus*ujar Anya*


Dirga kenapa kamu menyembunyikan wanita ini*ucap pak Mateo*


bukan menyembunyikan ayah,tapi dia bekerja di rumah ini*jawab Dirga*


lalu kenapa kamu tidak bilang pada ayah, namanya apa kalo bukan menyembunyikan,dan yang kemarin itu sendal cewe yang di gunakan Azra itu juga miliknya,dan Reihan yang jago masak katamu itu juga dia*ucap pak Mateo*


Dirga dan ayahnya tetap mempermasalahkan soal siti.


begini saja ,pecat dia nanti akan ayah Carikan yang baru


tidak,tidak bisa ayah,dia tidak bisa di gantikan begitu saja


kenapa ,kalo dia hanya pembantu kenapa kamu hingga bersikap seperti ini


sudah cukup,Dirga tidak apa,aku akan pergi dari pekerjaan ini,setidaknya biarkan kau semalam lagi,dan besok aku akan pergi*ucap Siti*


esoknya.


Siti pun pergi meninggalkan rumah Dirga,dengan meninggalkan surat yang berisi.


Dirga ,terimakasih atas semua kebaikan kamu , terimakasih untuk tempat tinggal yang selama ini aku tempati, terimakasih untuk makanan yang selama ini aku makan,terimakasih atas pakaian yang kamu belikan,dan masih banyak lagi kebaikan yang tidak bisa aku tulis, terimakasih juga untuk Azra dan Reihan ,kalian sudah berbaik hati denganku,dengan begini aku tidak akan menyusahkan kalian lagi, sekali lagi terimakasih,aku pamit.


Dirga ,Azra dan Reihan yang membaca surat tersebut merasa sangat kehilangan Siti, kurang lebih 9 bulan Siti tinggal bersama mereka hingga Siti sudah mereka anggap sebagai saudara sendiri.


aku memang beLum mengenal Siti,tapi aku merasa sangat kehilangan*ucap Reihan*


selama hampir 10 bulan Siti bersama kita,sekarang aku bisa merasakan ketidak adanya dia di rumah ini*ucap Azra dengan mata berkaca kaca*


perasaan apa ini,kenapa aku merasa kehilangan sebagian dari diriku*ucap Dirga dalam hatinya yang tanpa diketahui meneteskan air mata*


sudahlah kenapa kalian jadi sedih begitu,aku saja tidak apa apa,ayo kita kerja*ucap Dirga*


sampainya di kantor dirga sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya,Dirga terus memikirkan Siti.


aaaaa sial ,kenapa juga aku jadi tidak bisa bekerja*ucap Dirga*Siti kenapa kau mengembalikan handpon pemberian ku, seharusnya kau bawa agar kita masih bisa komunikasi,aku juga tau kamu ada di mana,dan baik baik saja ,brakk*menggeprak meja*


tiga hari Siti dan Dirga ,Azra ,Reihan tidak ada kabar.


silahkan pak ini pesanannya*ucap Siti*


terimakasih mba*ucap pelanggan*


sekarang Siti bekerja di sebuah rumah makan.


suatu ketika Siti menghampiri Siska di tempat psk.


Siti ,apa yang kau lakukan disini,ini sangat berbahaya*ucap Siska*


aku hanya ingin bertemu denganmu*jawab Siti*


yasudah tunggu sebentar


Siska berhasil keluar lewat jendela kamar dan pergi dengan Siti.


Siti menceritakan masalahnya pada Siska ,dengan begitu Siti merasa lebih lega.


jadi sekarang aku bekerja di rumah ****


itu lebih baik,daripada kembali ke tempat yang hina itu