Life Journey

Life Journey
episode dua puluh sembilan



namun pada akhirnya Reihan gagal menghalangi dirga,dan Dirga pun melihat siti dengan Daniel.


Siti,bukankah tadi siang aku mengajakmu bertemu,tapi kamu malah menolak dan memilih pergi dengan Daniel*ucap Dirga*


tidak dirga,Bu bukan begitu,ini tidak seperti yang kamu fikirkan ,aku hanya menemani Danil untuk...


terserahlah,aku tidak peduli,ayo Reihan kita pergi


hei Dirga aku mohon jangan marah dulu,dengarkan aku


em Siti,ayo kita kembali ke kantor


karna Daniel mengajak Siti kembali,Siti pun membiarkan Dirga pergi dan mencoba menghubungi dirga lewat telepon,namun saat marah Dirga juga mengabaikan panggilan telepon dari Siti.


hingga malamnya setelah pulang kerja,Siti memberanikan diri untuk datang ke rumah Dirga.


namun Dirga tidak sekejam Siti yang saat marah membiarkannya menunggu di luar rumah berjam-jam ,tidak peduli dingin dan banyak nyamuk,Dirga justru dengan senang hati membukakan pintu untuk Siti namun sikapnya tetap dingin.


mau apa kamu datang kemari,pulanglah,ini sudah malam*ucap Dirga*


Dirga ,aku tidak tenang kau marah padaku*ucap Siti*


sial kenapa dia imut sekali saat begini,aku jadi tidak bisa marah padanya,tapi aku harus pura pura bersikap marah*ucap Dirga dalam hatinya*


aku tidak marah Siti aku hanya kecewa kenapa kamu malah pergi dengan Daniel di saat aku mengajakmu pergi juga*ucap Dirga yang cerewet*


Dirga saat marah lebih suka bicara tanpa henti,berbeda dengan Siti yang saat marah lebih memilih diam dengan seribu bahasa.


ahirnya Siti dan Dirga tidak marahan , dan kembali seperti biasa nya.


namun tanpa di sadari,ada seseorang yang mengintai rumah Dirga,ia adalah suruhan pak Mateo,begitu mereka melihat Siti datang,saat itu juga mereka mengabari pak mateo,kemudian pak meteo langsung datang ke rumah dirga.


kalian kalo sudah akrab seperti cicak yang menempel di dinding*ucap Reihan*


sekarang sudah malam ,ayo Siti aku antarr kamu pulang*cap Dirga*


baikah...


saat dirga dan Siti membuka pintu untuk keluar , pak Mateo sudah berdiri menunggu mereka di depan pintu,betapa terkejutnya Siti dan Dirga merasa panas dingin ketika melihat pak Mateo seolah olah mereka sedang melihat hantu.


emm ...a ayah*ucap Dirga*


bagaimana ini,apa yang harus aku katakan*ucap Siti dalam hatinya*


kamu*menunjuk Siti* berapa kali saya harus peringatkan pada mu untuk tidak dekat dekat dengan anak ku dirga,dan kamu dirga,berapa kali ayah harus bilang padamu jauhi wanita ini*ucap pak Mateo marah*


ayah ...,bukankah aku sudah pernah bilang bahwa aku tidak akan menjauhi Siti,aku dan Siti tidak akan bisa di pisahkan*ucap dirga lantang*


mendengar perkataan yang tidak pak Mateo sukai keluar dari mulut Dirga,tidak segan segan pak Mateo memukul Dirga.


pak mateo,jangan pukul Dirga,ini buka salah Dirga,tapi ini salah saya karna tidak mau menjauhi dirga*ucap Siti*


di tambah dengan Siti yang berkata seperti itu,semakin membuat pak Mateo murka dan juga ingin menampar Siti ,namun Dirga berhasil menghalangi pak mateo.


cukup ayah ,jangan pernah mencoba untuk melukai Siti, karna aku akan menghalangi siapapun yang mencoba untuk melukai Siti termasuk ayah*Dirga tegas*


mendengar keributan dari luar,Azra dan Reihan pun melihatnya.


zra,suara siapa di luar,Siti sama Dirga kan udah balik*ucap Reihan*


mungkin juga tetangga sebelah,biarin ajalah ,masalah rumah tangga kali*jawab Azra*


oh gitu....


lima menit kemudian Azra dan Reihan mendengar suaranya keributan lagi.


kok suaranya makin jelas ya Rei*tanya Azra*


ah mungkin tetangga sebelah berantemnya pake speaker*jawab Reihan*


oh gitu....


namun semakin di dengar suara keributan itu semakin dekat dan jelas,hingga Reihan dan Azra memastikan langsung di luar.


coba deh Lo lihat*ucap Azra*


Lo aja lah,sibuk nih kerjaan gue*jawab Reihan*


gue juga sibuk nih


sibuk apaan ,ngegame Mulu Lo


yaudah kita lihat bareng...


sampai di ruang tamu,Azra dan Reihan ikut kaget melihat pak Mateo yang bertemu dengan Siti.


wah gawat rei


iya ini gawat banget,lebih gawat dari rumah kebakaran


ini kayaknya bakal ada perang dunia nih


tapi kita ga bisa sembunyi di belakang terus,karna Bagaimana pun nantinya kita juga bakal di marahin habis habisan sama pak mateo


Dirga dan Reihan ikut muncul di hadapan pak mateo.


ooowww ada Reihan dan Azra ternyata, bagus,bagus sekali ,jadi kalian tau kalo Siti datang kemari menemui Dirga,lalu kenapa kalian tidak bilang pada ku,dimana keperluan yang telah aku berikan pada kalian*ucap pak Mateo*


maaf pak , saya tidak bermaksud menyia nyiakan kepercayaan anda pada saya,tapi...


cukup,Reihan ,Azra kalian berdua saya pecat*ucap pak Mateo*


om ,disini Dirga hanya bertemu dengan wanita pilihan nya, apakah om tidak mau melihat dirga...


cukup,Azra ,Reihan ,kalian tidak akan di pecat,karna ayah tidak punya hak memecat siapapun , perusahaan sudah atas namaku,itu berarti sudah menjadi milikku,jadi hanya akulah yang bisa memecat dan memasukkan siapapun,lagipula,ini kan urusan pribadi,tidak seharusnya ayah mengikut campurkan dalam pekerjaan,kantor masih membutuhkan mereka*ucap Dirga*


tapi itu yang telah menyia nyiakan kepercayaan,tidak pantas di pertahankan Dirga*ucap pak Mateo*


ayah,mereka tidak melakukan kesalahan dalam pekerjaan,mereka hanya tidak mematuhi perintah ayah untuk mengawasi ku dengan baik,itu pun aku yang meminta mereka untuk tidak mengawasi ku,jadi kalo mereka lebih menurutiku ya wajar saja ,karna mereka tau siapa bosnya


keterlaluan kau Dirga,kau memanfaatkan dirimu sebagai pemilik perusahaan, tapi itu tidak penting,karna permasalahannya disini ,aku tidak suka kalian berdu dekat,jadi Siti ku boleh pergi dari sini sekarang juga*ucap pak Mateo*


say akan pergi*jawab Siti*


biar aku antar*ucap dirga*


tidak Dirga,kau diam di rumah*ucap pak mateo*


sudah Dirga,aku bisa pulang sendiri,kamu tidak perlu mengantarku*ucap Siti*


ayah,ini sudah malam,biarkan aku mengantarnya


ayah bilang tidak Dirga,toh dia sendiri yang ingin pulang sendiri kan


apa ayah tega membiarkan seorang wanita jalan sendiri larut malam begini,dimana hati ayah


tidak harus kamu yang mengantarnya,Azra kau bisa mengantar Siti kan


Azra bingung harus menjawab apa,antara tidak enak dengan dirga atau menolak permintaan pak mateo.


baik om*jawab Azra*


sementara pak Herman yang tadinya mengantar pak mateo,masih menunggu di dalam mobil .


sebenarnya itu rumah siapa, Ada urusan apa Pak Mateo datang ke rumah itu*ucap pak Herman bertanya tanya*


wanita itu dari belakang sekilas mirip dengan Siti, tapi itu jelas tidak mungkin*ucap pak Herman*


eh tunggu,itu bukankah Dirga,iya benar itu memang Dirga, tapi apa hubungannya Dirga dengan pak Mateo,sedang apa Dirga disana,apakah itu rumah Dirga,lalu kenpa pak Mateo mendatangi Dirga


semua yang di lihat pak Herman penuh dengan tanda tanya,banyak hal yang tidak dirinya ketahui,semua penuh dengan teka teki.


sebentar,wanita itu mirip dengan Siti,lalu itu ada Dirga,jika benar itu Dirga kemungkinan wanita itu memang Siti,tapi kenapa bisa Siti juga terlibat disana,ini semua sungguh membingungkan,daripada aku hanya menerka nerka,lebih baik aku turun saja untuk memastikan semua ini


karna terlalu banyak teka teki yang harus pak Herman pecahkan,ahirnya pak Herman turun dari mobil dan mendatangi Dirga dan wanita yang mirip Siti itu.


ayo Siti aku akan mengantarmu pulang*ucap Azra*


Siti....*ucap pak Herman yang baru datang*


A ayahhhh....*ucap Siti dengan pelan,sehingga yang lain tidak mendengar*


teka teki yang semakin rumit pun terjadi,pak Herman yang tau itu benar Siti justru semakin heran kenapa Siti bisa ada di antara mereka,pak Mateo juga bingung kenapa sopirnya bisa mengenal Siti,Siti dan dirga juga lebih bingung bagaimana bisa pak Herman ada disini dan tau tempat ini, begitu pun dengan Azra dan Reihan,siapa laki laki yang tiba tiba datang ini,semua terlihat bingung dengan satu keadaan,teka teki yang rumit ini akan segera terpecahkan dan berakhir.


apa yang kamu lakukan disini Siti*tanya pak Herman*


justru aku yang bertanya ayah,apa yang ayah lakukan disini*ucap Siti*


pak Mateo ,Azra dan Reihan yang mendengar Siti memanggilnya dengan sebutan ayah ,sangat tak menyangka bahwa itu adalah ayahnya Siti.


apaaa,a ayahh,Siti anaknya Herman, anak dari orang yang telah menyelamatkan hidupku*ucap pak Mateo dalam hatinya tak menyangka*


jadi dia ini ayahnya Siti,tapi bagaimana bisa ayahnya Siti tau rumah Dirga*ucap Reihan dalam hatinya*


pak Herman, Bagaimana bisa pak Herman tau rumah saya*tanya Dirga*


apa,rumahmu,*ucap pak Herman* jika ini rumah dirga, lalu untuk apa Pak Mateo datang ke sini ,sebenarnya apa hubungan Dirga dengan Pak Mateo*ucap pak Herman dalam hatinya*


iya ayah ini rumah Dirga,lalu apa yang ayah lakukan disini*tanya Siti kembali*


ayah bekerja menjadi sooirnya pak Mateo, jadi tadi ayah mengatakan Pak mateo datang kemari, lalu sebenarnya apa hubungan nak dirga dengan Pak Mateo*tanya pak Herman*


Siti ,Dirga ,Reihan dan Azra kembali di buat terkejut oleh teka teki ini.


apaa,ayah bekerja dengan pak Mateo*ucap Siti tidak menyangka*


ini benar benar hal yang tidak bisa di percaya*ucap Dirga dalam hatinya*


bagaimana mungkin pak Mateo bisa memperkerjakan ayah dari anak yang sangat tidak dia sukai*ucap Azra dalam hatinya*


ini sepertinya bisa dijadikan judul film, sopirku adalah calon besan ku,atau tidak, calon mertuaku adalah sopir ayahku,atau bisa jadi ayahku jadi sopir calon mertuaku, eh kenapa aku malah memikirkan judul film yang tidak-tidak, ini kan masalah serius, sadarlah Raihan jangan bercanda kamu*ucap Raihan dalam hatinya*


lalu apa hubungan mu dengan pak Mateo Dirga*tanya pak Mateo*