Life Journey

Life Journey
episode tiga



sesaat di periksa dokter ahirnya Siti sadarkan diri,dan laki laki yang menabraknya pun sudah ada di sampingnya,namun Siti tak ingat apapun tentang dirinya,apa yang terjadi padanya,dan apa masalahnya.


oh syukurlah kamu sudah sadar,tenang tenang jangan takut aku bukan orang jahat,aku yang membawamu kesini,tadi aku tidak sengaja menabrak mu, kamu juga tadi lari tanpa memperhatikan sekitar,jadi maafkan aku,tapi tenang saja,aku akan membayar semua biaya rumah sakit"kenapa dia diam saja "ucapnya dalam hati*


eummm siapa nama kamu*tanya Dirga,laki laki yang menabraknya*


haloooo apa kamu tidak bisa bicara


hey kau dengar aku tidak


ap kau ini bisu


aaaa entahlah aku tak tau apalagi yang harus aku bicarakan padamu*keluar ruangan*


esok paginya Siti di izinkan dokter pulang.


kau sudah boleh pulang oleh dokter,ini obatmu,minumlah,ini juga ada sedikit uang untukmu,setelah kau selesai pulanglah,aku juga mau pulang*pergi*


namun dari sekian pertanyaan yang di berikan Dirga tak ada satupun yang di jawab oleh Siti , yang di ingat Siti hanyalah rasa takut,takut dan takut


kenapa dia ini hanya diam saja sih,aku jadi tidak tau apa yang harus aku lakukan, aaaarrrgghhh akunhrus bagaimana,kenapa dia tidak pulang juga,aku merasa tidak tanggung jawab jika tidak mengantarkan nya pulang dulu,tapi bagaimana aku tau rumah dan keluarga nya,dia saja tidak bicara sepatah kata pun*Dirga mengomel*


sekitar sepuluh menit Siti tak keluar dari ruangannya,dan ahirnya Dirga pun masuk kembali ke ruangan siti.


hey kau aku bertanya sekali lagi,dimana rumahmu,biar ku antar kamu pulang dan bertemu keluarga mu,ayo jawab jangan diam saja,kau benar benar membuat ku mati gaya*Dirga kesal*


Dirga pun mengajak Siti keluar ruangan dan membawanya ke dalam mobil.


nah sekarang kau sudah di mobil,ayo katakan dimana rumahmu, agar aku bisa mengantarkan mu pulang*tanya Dirga berkali kali*


namun sama saja Siti tetap diam dan tak menjawab satupun pertanyaan dirga.


aaaarrrgghhh , sudahlah lebih baik aku pergi dulu saja dari rumah sakit ini


eeemm apa mungkin dia lapar sehingga tak menjawab pertanyaan ku,kalo begitu aku coba ajak saja dia makan dulu


eh tunggu ,dia ini dari kemarin tidak ganti pakaian,apakah dia ini sudah mandi,bahkan dia tidak menggunakan sendal, pakaiannya juga sangat lusuh, sebenarnya dari alam mana gadis ini,ya tuhannnn mahluk apa dia ini,dengan dia yang seperti ini,aku tidak mungkin mengajaknya makan,kalo begitu aku belikan dia baju dulu ya,tapi kenapa aku malah jadi yang repot begini,padahal aku bisa saja meninggalkan dia,tapi kenapa aku tidak tega*mengomel dalam hatinya*


Dirga pun mengajak Siti ke mall.


ayo turun*ucap Dirga*


namun Siti tetap diam,Siti mengerti kalo laki laki itu menyuruhnya untuk turun, hanya saja Siti tidak mengerti bagaimana cara membuka pintu mobil.


ahirnya Dirga membuka pintu dan menarik tangan Siti,karna tidak sabar melihat Siti hanya diam saja.


sampai di toko tempat pakaian,Dirga menyuruh Siti duduk di kursi,dan dirga yang keliling memilihkan baju untuk Siti,karna Dirga tau Siti tidak akan bisa memilih baju ,bahkan untuk dirinya sendiri.


ganti baju mu dengan ini,aku akan pilihkan Sendal untuk mu*ucap Dirga*


Siti pun pergi ke belakang ganti baju,namun tetap tidak menjawab pertanyaan dirga.


setelah Siti keluar,Dirga memberikan sendal untuk Siti,dan membawa Siti ke salon hanya sekedar sisiran.


lalu Dirga memesan satu spaghetti hanya untuk Siti,karna Dirga sudah makan.


ini tempat makan enak seperti yang waktu itu*ucap Siti dalam hati*


siti ingat bahwa dirinya pernah datang ke restoran dengan seorang laki laki yang membokingnya.


tapi Siti tidak memperdulikan hal itu,dan fokus makan spaghetti nya menggunakan tangan.


hei bukan begitu caranya makan,ini kan ada sumpit,kalo tidak bisa ,kau bisa menggunakan garpu*ucap Dirga,namun tak di dengar oleh Siti*


banyak sekali orang yang melihat,dia ini benar benar memalukan,setelah ini ku apakan dia*ucap Dirga dalam hatinya*


satu jam kemudian


kau disini saja,aku mau pergi sebentar*ucap Dirga


Siti mengerti apa yang dikatakan nya.


hingga beberapa jam kemudian namun Dirga tak kembali juga,dan sesuai permintaan Dirga ,siti pun tidak pergi kemana mana,dan menunggu nya datang.


hingga malam pun tiba menandakan pukul 22:00,namun Dirga juga tak kunjung datang.


permisi mba , rumah makan ini sudah mau kita tutup,jadi tolong silahkan anda pergi dan kembali lagi besok*ucap salah satu pelayan*


Siti pun keluar dari tempat makan namun tetap tidak pergi dan menunggu Dirga kembali.


kenapa dia tidak pergi juga,apakah dia menungguku,tapi kenapa dia mau menunggu orang yang tidak dia kenal,jika aku orang jahat aku bisa saja melakukan sesuatu,lali bagaimana ini*ucap Dirga*


ahirnya Dirga pun menghampiri siti,dan mengajak pulang ke tempat tinggalnya.


hei kau ini Kenapa tidak bicara sih,aku jadi tidak mengerti apa apa tentang mu,ayolah katakan sesuatu*ucap Dirga*


namun tetap saja Siti tidak menjawabnya.


sampainya di rumah.


Dirga Hendranata adalah anak seorang pengusaha ternama,yang di berikan tugas ayahnya untuk meneruskan salah satu saham ayahnya,Dirga menolak keras permintaan ayahnya tersebut namun ayahnya mengancam jika Dirga tidak mau meneruskan saham ayahnya Dirga akan di coret dari daftar nama keluarga,dan tidak akan di berikan hak waris sepeserpun,hingga ahirnya Dirga menerima tawaran ayahnya dengan syarat bahwa Dirga ingin memiliki rumah sendiri,dengan alasan agar Dirga tetap bisa menggambar,well Dirga memiliki hobi melukis,namun ayahnya tak mengizinkan Dirga untuk melukis,jika Dirga melukis dan ketahuan oleh ayahnya,ayahnya langsung membakar semua lukisanya dan menghancurkan semua alat alat untuk melukis,bahkan jika Dirga masih tetap melukis ayahnya tidak segan segan untuk mencambuk tangan Dirga agar tidak bisa melukis,bahkan juga pernah menyanyat tangan Dirga dengan silet,hingga terjadilah kesepakatan Dirga akan mengambil alih salah satu saham ayahnya dengan syarat memiliki rumah sendiri.


Dirga pun tidak hanya tinggal sendiri,dia di temani Azra sepupunya dan Reihan asisten pribadi ayahnya dulu yang kini menjadi sekretaris nya.


saat Dirga masuk rumah dengan membawa seorang wanita ,Azra dan Reihan pun heran siapa dia.


woaaaahhhhh Dirga,siapa dia,kenapa kau membawanya kemari*tanya Azra*


banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh Azra dan Reihan.


hai siapa nama kamu


dari mana kamu


percuma saja kalian tanya padanya,dia itu bisu*ucap Dirga yang menuju kamar*


tiba tiba Siti menjawab"aku tidak bisu"


dirg yang menuju kamar pun langsung menghentikan jalannya.


hei Dirga lihat dia bisa bicara kenapa kau sebut dia bisu,kau ini keterlaluan*ucap Reihan*


hey jadi kau bisa bicara , lalu kenapa daritadi kau tidak menjawab pertanyaan ku satupun,aaaa aku tau kau pasti sengaja kan agar aku membawamu kemari,lalu setelah itu kau mencuri barang barang ku,jadi sekarang kau pergilah,ayo cepat pergi*ucap Dirga*


hei Dirga kenapa tiba tiba kamu begitu padanya*ucap Azra*


aku tidak ingat apa apa,aku....*ucap Siti*


jangan alasan ,cepat pergi dari rumah ku*ucap Dirga*


ga, ini udah jam setengah sebelas,kalo dia Lo usir,dia mau kemana*ucap Azra*


oke malam ini saja,besok pagi kamu harus pergi*ucap dirga langsung ke kamar*


pagi harinya.


sayur sayur


syukurlah ada tukang sayur,aku jadi bisa memasak*ucap Siti*


Dirga,Azra dan rehan yang hendak berangkat kerja pun bingung bagaimana bisa ada masakan.


wooo , hei kamu yang memasak ini*tanya Azra*


mantap nih,aku jadi tidak sabar untuk memakainya*ujar Reihan*


tunggu,bagaimana jika dia memberikan racun pada masakan ini,bisa saja loh*ucap Dirga*


Siti langsung mengambil piring dan makanan lalu memakannya di depan mereka untuk membuktikan jika makanan tersebut aman.


sudahlah Dirga ,dia pasti tersinggung dengan ucapanmu,ayo kita makan*ucap Reihan"


tunggu*ucap Dirga*


apa lagi sih ga,tinggal makan ribet amat sih*ucap Azra*


darimana kau mendapatkan uang untuk beli bahan masakan*tanya Dirga*


Siti menunjuk ke arah figura berbentuk kapal yang terbuat dari uang.


oh tidak bendera uangku,kenapa kau mengambilnya,kau tau berapa harga figura itu*ucap Dirga kesal*


Dirga udah donk nanti kan bisa di betulin,ayok makan*ucap Azra*


tunggu tunggu*ucap Dirga*


terserah,ayok yang lain kita makan aja*ucap Reihan*


ahirnya Dirga pun ikut menyantap masakan yang di buat Siti.


oh iya nama kamu siapa*tanya Azra*


Siti hanya menggelengkan kepalanya.


dia itu sedang mengalami amesia sementara,kemarin aku sudah bertanya banyak namun tak ada satupun yang di Jawab olehnya*ucap Dirga*


bagaimana kau bisa tau dia sedang amesia*tanya Reihan*


karna aku yang menabraknya,dan aku juga yang membawanya ke rumah sakit*ujar Dirga*


lalu kenapa kau menyuruh nya untuk pergi hari ini,kan elo yang buat di amesia,Lo yang bikin dia jadi lupa rumah sama keluarganya*ucap Azra*


setuju,setidaknya,biarkan dia di sini hingga ingatan nya kembali*ucap Reihan*


kenapa kalian malah jadi mojokin gue,pokonya dia harus tetap pergi,hari ini juga*tegas Dirga*


ahirnya Dirga mengiyakan untuk Siti tetap tinggal di tempatnya hingga ingatan nya kembali.


emm Siti boleh minta no handphone mu*ucap Azra*


aku tidak punya handphone*jawab Siti*


hahah Azra Azra,kasian sekali kau ini*ucap Reihan*


udah ayok kita berangkat, dasar kalian ini*ucap Dirga*


dadahhh,jangan kemana mana ya*ucap Azra*


hari pertama ,kedua Siti hanya diam diri di rumah, namun di hari ke tiga ,Siti melihat anak kecil sedang mengejar layang layang yang putus,Siti pun ikut membantu anak kecil itu untuk menangkap layang layang nya,dan setelah itu Siti pun ikut bermain layang layang bersama anak kecil itu hingga sore hari.


Kaka, sekarang sudah sore,aku pulang dulu ya,dadahhh*ucap adik kecil*


Siti pun juga hendak pulang ,namun Siti tak tau arah,hingga ahirnya Siti cuma diam di lapangan bermain.