
pak Mateo ini adalah ayah saya Pak*jawab Dirga*
apa.., ayah,*ucap pak Mateo* bagaimana bisa selama ini aku bekerja dengan ayahnya Dirga,anak yang selama ini mencintai anakku*ucapnya dalam hati*
setelah semua tau ,teka teki ini pun telah terpecahkan.
saya sungguh tidak menyangka,ternyata Dirga adalah anak anda pak*ucap pak herman*
ayah,lebih baik kita pulang saja,ayo...
siti mengajk ayahnya untuk pulang sebelum masalah semakin rumit.
tidak bisa Siti,ayah harus mengantarkan pak Mateo terlebih dahulu*jawab pak Herman*
emmm pak Herman,sudah pak,tidak apa,pulanglah,saya bisa menyetir sendiri, terimakasih*ucap pak Mateo*
kemudian pak Herman pulang bersama Siti.
Siti,apa kamu sudah tau hal ini*tanya pak Herman*
iya ayah ,aku sudah tahu* jawab Siti*
apa ,jadi kamu sudah tahu bahwa dirga adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya
Siti....Siti lalu kenapa kau tetap melanjutkan hubunganmu dengan Dirga, kamu sadar kan nak kamu ini hanyalah anak dari keluarga yang tidak mampu
iya ayah aku sadar akan hal,itu aku sadar bahwa aku dan dirga memang berbeda, aku memang tidak pantas untuknya, tapi aku dan dirga saling mencintai ayah ,dia juga mau menerima aku ,dia menerima keadaanku yang seperti ini ,dia tetap menerima aku walau dia tahu aku orang miskin
tapi nak Bagaimana dengan Pak Mateo apakah pak Mateo merestui hubungan kalian
siti menggelengkan kepalanya.
di rumah dirga.
ayah bagaimana ceritanya ayah bisa bertemu dengan ayahnya ditanya Dirga*
pak Mateo menceritakan awal mulanya.
keesokan harinya.
di kantor Daniel.
Siti,apakah kamu ada masalah*tanya Daniel*
tidak pak*jawab Siti*
jangan berbohong,kalo tidak ada apa apa,kenapa kamu bisa salah membuat kopi
hah
iya kopi yang seharusnya kamu berikan gula tapi tadi kau beeiyka garam
ah maaf pak,biar saya ganti kopinya
tidak perlu Siti,lebih baik kamu ikut saya saja*menarik tangan Siti*
kemana pak
entah mau kemana daniel mengajak Siti pergi.
di mobil.
sebenarnya kita mau kemana pak*tanya Siti*
ke tempat yang bisa membuatmu lebih tenang
sampai tujuan.
kebun teh...
iya benar
kita naik dulu di tempat tertinggi
di kebun teh,Daniel mengajak Siti ke tempat yang paling tinggi.
lalu mau apa kita kemari pak
disini kamu bisa melampiaskan apa yang ingin kamu Keluarkan,kamu bisa teriak sekeras mungkin,kamu bisa menceritakan masalahmu pada alam,dengan begitu kamu akan menjadi lebih tenang,tenang saja,aku akan sedikit jauh darimu agar kamu bisa lebih leluasa*Daniel pun meninggalkan Siti *
masalahku begitu rumit hingga aku tidak tau apa yang ingin aku ceritakan,tapi saat ini aku hanya ingin bersama Dirga*ucap Siti*
Aku ingin bersama Dirga,hanya ingin bersama dirgaaaaaa*ucap Siti teriak sekeras kerasnya*
Dirga,aku mencintaimu,sangat mencintaimu.....
Daniel pun yang berjarak sedikit jauh dengan Siti tetap dengar apa yang Siti ucapkan.
Dirga, betapa beruntungnya kamu bisa di cintai oleh wanita setulus Siti,andai aku ada di posisimu ,aku tidak akan pernah membuat nya sedih dan menangis,aku akan melakukan segala hal agar dia sellau tersenyum dan bahagia,dan tentunya aku tidak akan menyia nyiakan nya*ucap Daniel*
setelah Siti berteriak ,Daniel pun kembali menghampiri Siti.
bagaimana,apakah sudah lebih lega*tanya Daniel *
iya ,sangat lega, terimakasih pak *ucap Siti*
kruyuknkruyuk...
Siti,ituuu Suara perutmu*tanya Daniel*
i iya pak maaf...
aaa sepertinya kau lapar setelah teriak teriak ya,yasudah ayo kita turun
setelah dari kebun teh,Daniel bingung mengajak Siti makan di mana.
emmm ,pak Daniel berhenti*ucap Siti*
ada apa Siti
bagaimana kalo kita makan di tempat itu saja
ya tidak masalah,tentu saja boleh
daniel dan Siti pun makan di restoran tersebut.
Siti,kalo boleh tau,kenapa kamu mengajak makan di sini
Siti menceritakan bahwa Dirga mengajak Siti ke restoran ini untuk yang pertama kali nya.
begitu ya...
ah maaf pak,saya tidak sengaja*ucap Daniel*
tidak apa apa*jawabnya*
pak Mateo*ucap Siti*
kamu...*ucap pak mateo* benar kan aku bilang,kamu hanya mendekati Dirga karna uangnya,kalo tidak, manamungkin kamu saat ini sudah pergi bersama laki laki lain,dan tentunya kamu dengan laki-laki ini pasti juga karna uangnya kan,tapi itu bukan urusan saya,jadi yang jelas,jauhi Dirga...
siti hanya menangis mendengar perkataan pak Mateo,lalu Daniel berusaha menenangkannya.
Siti,sudah jangan menangis lagi,nanti matamu kering,lebih baik hari ini kamu tidak perlu bekerja,kamu tenangkan saja fikiranmu di rumah,ayo saya antar*ucap Daniel*
tidak pak,saya baik baik saja,saya akan tetap masuk kerja,ayo kita kembali saja ke kantor*jawab Siti*
ahirnya mereka berdua kembali ke kantor Daniel.
Siti tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun justru Daniel yang kepikiran tentang Siti.
hingga waktu pulang kerja.
loh itu Siti,kenapa dia belum pulang*ucap Daniel mendekati Siti* dia tertidur,dia pasti terlalu banyak mengeluarkan air mata sampai mengantuk ,hati dan pikirannya pasti juga lelah, apa aku biarkan saja dia tidur di sini, tidak mungkin,ini sudah malam dia harus segera pulang ,atau aku bangunkan saja dia tapi aku tidak mau mengganggu tidurnya, ya sudahlah aku tunggu saja dia sampai bangun.
di rumah Siti.
apaaa Siti nya belum pulang Pak*ucap Dirga*
iya Nak dirga Siti belum pulang bekerja, mungkin sebentar lagi dia pasti datang, masuklah dulu tunggu di dalam*ucap pak Herman*
karna ingin bertemu dengan Siti ,Dirga pun mau untuk menunggu Siti di dalam.
tiga puluh menit kemudian.
kenapa Siti belum pulang juga *ucap Dirga dalam hatinya*
say sudah coba telfon tapi tidak di angkat nak*ucap pak Herman*
iya pak,saya juga berkali kali menelfon Siti,tapi tidak ada yang dia angkat,mungkin
apa mungkin saja di kantor masih ada pekerjaan yang belum dia selesaikan,tunggulah sebentar lagi
lima belas menit kemudian.
terlalu lama sudah Dirga menunggu Siti, namun Siti tidak kunjung pulang juga,hingga ahirnya dirga tidak sabar,dan pamit untuk pulang.
baiklah nak Dirga,maaf ya telah membuang waktu nak dirga
Tidaka apa apa pak,kalo begitu saya permisi
di mobil dirga terus kepikiran Siti.
kemana Siti sebenarnya sudah jam 8.30 malam kenapa dia tidak pulang juga , aku takut kalau Siti bersama Daniel ,aku tidak suka Siti dekat denganya, atau lebih baik aku datangi saja kantor Daniel untuk memastikan apakah Siti ada di sana atau tidak*fikir Dirga*
akhirnya Dirga memutuskan untuk datang ke kantor Daniel.
di kantor Daniel.
Pak Daniel, Bagaimana bisa Pak Daniel tidur di sini , jam berapa sekarang ,jam 9 ya Tuhan.... seharusnya aku sudah pulang, ayah pasti khawatir padaku ,lebih baik aku bangunkan saja pak Daniel*ucap Siti*
pak,pak Daniel bangun
aaaa Siti,kau sudah bangun,rupanya aku juga ikut tertidur
bapak pasti menunggu saya ya, maaf ya Pak gara gara saya bapak jadi belum pulang jam segini ,gara gara saya juga bapak jadi tidur di kantor
tidak apa-apa, tadi di saat kamu tertidur saya melihat mata dan pipimu basah , jadi...saya merasa tidak enak untuk membangunkan mu, akhirnya saya menunggumu saja sampai bangun, kalau boleh tahu siapa bapak bapak yang tadi siang
emmm... dia Pak Matteo ayahnya Dirga
ayahnya Dirga, tapi kenapa bersikap seperti itu padamu, pakai bilang kalau kamu mencintai anaknya karena uang, apa maksudnya
hubungan saya dan Dirga ditentang oleh ayahnya ,ayahnya tidak merestui hubungan saya dan dirga karena saya berasal dari gadis desa yang di besarkan dari kalangan orang yang tidak mampu, tapi jika dipikir-pikir ayahnya memang benar, saya yang tidak pantas untuk dirga, secara Dirga itu sudah menjadi seorang pengusaha muda, tentu saja ayahnya tidak setuju jika anaknya menjalin hubungan dengan seorang wanita miskin sepertiku, dan seringkali ayahnya dirga mengira bahwa aku mencintai anaknya karena uang, padahal tidak sama sekali ,aku mencintai dia dengan sangat tulus dari hati yang paling dalam, bahkan disaat Dirga tidak membawa uang sepeserpun aku tetap mau bersamanya*jelas Siti*
mungkin pak Mateo itu tidak tau, seberapa besar cintamu pada anaknya,sudah lah jangan menangis lagi,sudah cukup tadi siang kamu menangis,kamu bisa bersandar di pundak ku kalo kamu mau*ucap Daniel*
terimakasih,Siti pun menerima tawaran pundak Daniel.
di rumah Dirga.
zra ini Dirga kemana lagi coba,masih ga kapok ya sama yang kemarin*ucap Reihan*
namanya juga anak muda,ga bakal kapok lah,apalagi perusahaan udah atas namanya,rumah juga udah atas namanya,biarin ajalah*ucap Azra*
tapi kalo pak Mateo Dateng lagi terus nanyain dirga kita jawab apa
jawab aja yang sejujurnya,supaya pak Mateo itu tau kalo anaknya begitu mencintai wanita pilihanya ,dan ga bisa di pisahkan
itu namanya Lo cari mati
Ting tong ting tong
siapa tuh,jangan jangan....
mampus kita Rei
Lo buka aja sana
Lo aja lah,gue ga mau ketemu sama serigala
gue bilangin Lo tau rasa,yaudah biar gue yang buka
kriet ....
selamat malam pak ma....oohhh bapak kan ayahnya Siti
iya betul ,apa siti ada disini,soalnya dia belum pulang
tidak pak,Siti tidak ada di sini,kebetulan juga Dirga sedang tidak ada, kemungkinan mereka pergi berdua
loh nak dirga juga Tidak ada,tadi bank Dirga baru saja dari rumah saya untuk bertemu dengan Siti tapi karena Siti belum pulang akhirnya nak Dirga pamit untuk pulang dahulu
mengetahui Siti tidak ada di rumah Dirga,pak Herman pun mencari di tempat lain.
di kantor Daniel.
Begitu dirga tiba di kantor milik Daniel,Dirga langsung izin untuk masuk dengan alasan sudah ada janji dengan Daniel.
Siti...*ucap Dirga* dirga yang melihat Siti bersandar di bahu Daniel*