
Dirga menoleh ke orang yang handpone nya itu berbunyi,Dirga jelas tau bahwa yang di bawanya adalah handpone milik Siti.
mas tunggu*ucap Dirga* dimana mas menyembunyikan orang yang punya ponsel ini
hah,apa maksudmu*jawab orang itu*
jangan pura pura bodoh,handpon itu milik temanku*ujar Dirga*
ponsel seperti ini banyak,ada di mana mana,hanya kebetulan saja sama,dasar bodoh
lalu dirga menunjukan stiker yang menempel di bagian belakang ponsel tersebut.
ini buktinya,ini jelas milik temanku,stiker dari perusahaan yang aku tempelkan di handphone ini, mau mengelak apalagi kau
karena sudah terlanjur ketahuan ,akhirnya orang yang membawa handphone siti mendorong Dirga lalu lari,Dirga semakin curiga bahwa orang itu ada sangkut pautnya dengan kehilangannya Siti, lalu Dirga mengejar orang itu hingga akhirnya mereka berdua berkelahi, namun sayang sekali,dirga kalah hingga terjatuh namun Dirga masih tetap berusaha mengejar , dan langsung menghubungi azra dan juga Raihan.
dirga berhasil mengejar orang itu,tapi lagi-lagi Dirga kalah berkelahi dengan orang tersebut, lalu datanglah Azra dan juga Raihan yang membantu Dirga untuk mengejar orang itu.
sampainya orang itu di tempat di mana Siti disekap,Dirga Azra dan juga Rehan kehilangan jejaknya, namun mereka bertiga terus mencari Siti karena seingat Rehan Pak mteo pernah berkata di sebuah rumah kosong.
orang yang membawa handphone nya Siti mengajak kedua temannya dan Siti untuk segera pergi dari tempat itu karena sudah ketahuan.
dalam keadaan kaki dan tangan yang terikat, Siti diangkat di naikkan dalam bagasi mobil, lalu dipindahkan di tempat lain ,sementara Rehan ,Azra dan juga Dirga yang sudah berhasil menemukan sebuah rumah kosong itu ,mereka bertiga masuk ke dalam rumah tersebut namun di dalamnya sudah kosong.
namun Rehan melihat jejak mobil yang lewat di belakang rumah kosong tersebut ,lalu Reihan memberitahukan itu pada azra dan juga Dirga ,kemuu azra mengambil mobilnya sementara Raihan dan Dirga menunggu di rumah kosong tersebut.
akhirnya Dirga, Azra dan juga reihan mengikuti jejak mobil tersebut ,namun semakin jauh mereka menelusuri jejak mobil tersebut jejaknya semakin menghilang, menghilang dan semakin tidak terlihat.
sial ,aku yakin sekali Siti dibawa oleh mereka*ucap Dirga*
lalu Bagaimana sekarang, jejak mobilnya sudah tidak terlihat*ucap Azra*
hanya ada dua jalan,kita harus memilih ke kanan atau ke kiri*ucap Reihan*
Dirga dan juga Reyhan turun dari mobil untuk melihat jejak mobil, kemana mobil tersebut mengambil jalan di sebelah kanan atau sebelah kiri.
kayaknya kanan deh *ucap Reihan *
iya bener ,gue juga ngelihat jejaknya sebelah kanan *ucap Reihan*
ya udah kalau gitu kita ambil kanan oke...
setelah jauh mengejar mobil yang membawa Siti,akhirnya mobil tersebut terlihat dari jarak yang sangat jauh oleh mobil Dirga.
eh lihat,bener itu nggak sih mobilnya *ucap Azra*
nggak tahu juga ya, tapi memangnya siapa lagi kalau bukan mobil yang kita kejar, memangnya akan ada mobil lain yang datang kemari , kurasa tidak*ucap Reihan*
kalau gitu coba kita kejar mobil itu *ucap Dirga*
di dalam mobil yang membawa Siti.
sial ,mereka mengikuti kita*ucap salah satu orang suruhannya pak Mateo*
di belakang ada mobil Dirga,syukurlah*ucap Siti dalam hatinya mulai lega*
kalo begitu kita arahkan saja mobil itu ke arah jurang
tidak, jangan lakukan itu,aku mohon *ucap Siti*
diam kau..
mobil Innova berwarna hitam itu melaju kencang untuk mengarahkan mobil Dirga ke arah jurang,setelah sampai di depan jurang , mobil Innova itu langsung berbelok kanan secara tiba tiba,mobil Dirga pun juga melaju kencang untuk mengejar mobil Innova itu,tanpa Dirga Sadari depannya adalah jurang,namun Dirga begitu gesit dalam mengendarai mobil,tiba tepat di depan jurang Dirga mengerem mobilnya secara mendadak.
ah sial, sepertinya dia sengaja mengarahkan mobil kita ke arah jurang *ucap Dirga*
Dirga ,kalo begini terus kita bisa mati,jangan gegabah,tetaplah tenang*ucap Reihan*
iya Dirga ,hampir saja kita mati sia sia*ucap Azra*
setelah itu dirga kembali mengejar mobil Innova yang berbelok kanan,karna hanya ada satu jalan.
namun sebuah keberuntungan memihak pada Siti,mobil Innova yang hitam itu menginjak sebuah benda tajam hingga akhirnya mereka terpaksa berhenti,lalu orang-orang itu terpaksa pergi membawa Siti dan meninggalkan mobilnya.
sekitar dua puluh menit kemudian.
loh ga , lihat itu kan mobil yang kita kejar*ucap Azra*
iya bener...
Dirga,Reihan dan Azra turun dari mobil untuk melihat dalam ke dalam mobil,namun di dalam tidak ada orang satupun.
kemana mereka,kenapa meninggalkan mobilnya, sepertinya mereka orang kaya*ucap Azra*
tau darimana mereka kaya*tanya Reihan*
mobil yang harganya mahal aja mereka tinggal,kan ga mungkin orang miskin ninggalin mobilnya*jawab Azra*
bener juga,tapi kalo mereka kaya,ngapain nyulik Siti*ucap Reihan*
hei hei hei,ini bukan saatnya untuk bercanda,mereka itu ninggalin mobilnya karena tuh lihat ban nya kempes*ujar Dirga*
pantesan aja ,yaudah berarti kita harus kemana nih
lebih baik kita pencar aja,kalo ada sesuatu langsung kabari...
akhirnya mereka bertiga berpencar untuk mencari Siti.
setelah tiga puluh menit kemudian.
Dirga,Reihan,cepetan Lo ke arah gue,gue udah lihat mereka*ucap azra*
oke kita langsung ke sana...
sebenernya kalian siapa, aku tidak ada masalah dengan kalian, aku mohon lepaskan aku*ucap Siti*
kita memang tidak ada masalah, di sini kita hanya menjalankan tugas, karena dengan begini kita bisa mendapatkan uang*ucap salah satu dari orang itu*
jadi ada seseorang yang menyuruh kalian untuk melakukan ini padaku ,siapa dia*tanya Siti*
daripada kita kerepotan membawa wanita ini ,lebih baik kita buang saja dia
tidak,aku mohon jangan lakukan itu...
sementara dirga dan Reihan yang baru datang.
keterlaluan, aku tidak sabar ingin bunuh mereka*ucap Dirga*
hei ga,tenang dulu ,kita gak bisa hanya menggunakan otot ,kita juga perlu menggunakan otak, kalau lo gegabah kita bisa salah langkah*ucap Azra*
terus apa yang harus kita lakuin, nggak mungkin dong kita cuman lihat dari sini aja sementara di sana siti ketakutan*ucap dirga*
gini aja...
hey, lepaskan dia,berapa uang yang kalian dapat untuk melakukan pekerjaan ini,aku bisa saja memberikan uang kepada kalian tiga kali lipat dibanding yang kalian dapatkan *ucap Dirga*
memangnya berapa uang yang kau punya nak
berapa pun yang kau minta
cih sombng sekali kau hiattt....
mereka justru berkelahi setelah, beberapa menit kemudian datang lah polisi,well karna tadinya sebelum berkelahi Reihan sempat menelpon polisi , untuk berjaga jaga bila dirinya kwalahan.
berhenti kalian semua*ucap polisi menyodorkan pistol yang siap untuk di tembakkan*
saya Reihan tirtaguna yang tadinya melapor kejadian ini pada bapak*ucap Reihan*
tangkap mereka pak*ucap Azra*
anda kami tangkap atas tuduhan penculikan saudari Siti...
polisi langsung membawa ketiga orang yang membawa siti pergi.
Dirga dan Siti langsung berpelukan seolah olah terpisah satu tahun.
Siti kamu baik baik aja kan*tanya dirga*
iya aku baik baik aja*jawab Siti*
Hem hem hei Reihan kita ini apa ya,apakah seperti mahluk yang tidak terlihat*ucap Azra*
emmm seperti nya begitu*jawab Reihan*
mendengar itu Dirga dan Siti langsung melepas pelukannya.
maaf,Azra,Reihan dan kamu Dirga, makasih udah nolongin aku*ucap Siti*
justru aku yang minta maaf Siti,karna ayahku kamu jadi seperti ini*ucap Dirga*
aku masih ga nyangka kalo ayahmu sebenci itu sama aku*ucap Siti*
eh eh mending kita langsung balik yuk,kita kan harus jalan kaki dulu,mobilnya di jauh sana*ucap Reihan*
ahirnya mereka segera pulang karna hari yang mulai gelap.
di mobil.
Siti,kalo kamu merasa tidak suka dengan ayah ku , kamu bisa melaporkan ayahku pada polisi*ucap Dirga*
tidak Dirga,aku yakin ayahmu hanya sedang tidak suka denganku,berarti itu membuat ku tau bahwa aku hruys menjadi wanita yang ayahmu sukai*ucap Siti*
terimakasih "Dirga tersenyum" sepertinya mulai mulai sekarang aku harus membayar bodyguard untuk menjaga mu
sampainya di rumah Siti,Siti kembali panik karna tidak melihat ayahnya di rumah.
mungkin ayah hanya sedang keluar mencari makan*fikiran Siti*
menunggu ayah nya yang tidak kunjung datang,Siti tertidur di ruang tamu,hingga esok paginya Siti bangun dari tidurnya ,ayah nya belum kembali.
bagaimana ini,kemana ayah,handponku,handponku mati*mengaktifkan ponselnya*tujuh panggilan,nomor siapa ini...
handpone Siti yang baru saja di aktifkan muncul pemberitahuan tujuh panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dia kenal.
begitu handpone nya Siti aktif nomor tersebut kembali menelfon.
siapa ya nomor ini,sudahlah aku angkat saja...
hai Siti,kenapa kau baru mengangkat telfonku,apakah kau sudah tidak peduli lagi dengan ayah mu*ucap Rijal di telepon*
Rijal,apa yang kamu lakukan pada ayahku*tanya Siti*
tenang dulu,ayahmu saat ini masih baik baik saja,tapi tidak tau ya kalo besok,apakah masih baik baik saja atau bagaimana ya
hiks aku mohon,jangan apa apakan ayahku,aku mohon padamu...
keselamatan ayahmu tergantung padamu Siti hahaha
apa yang kau inginkan dariku
Rijal hanya ingin Siti untuk kembali bekerja di tempatnya sebagai psk,karna dengan adanya Siti menjadi psk, pemasukan Rijal semakin tinggi karna banyaknya yang memboking siti.
berapa kali aku bilang padamu,aku tidak mau*ucap Siti tegas*
kalo begitu jangan salahkan aku ,jika ayah mu tersiksa di sini
Rijal menyuruh seseorang untuk berteriak kesakitan seolah olah itu Suara ayahnya siti,dan Siti pun mendengar teriakan tersebut.
ayahhhh,aku mohon jangan pukuli ayahku,aku mohon
bagaimana kau dengar jeritan nya kan,hnay alami yang bisa nolong ya siti, bagaimana kamu masih tidak mau ,baiklah kalo begitu aku akan hajar ayahmu lagi
jangan,aku mohon jangan,aku akan ke tempatmu nanti siang
ahirnya Siti mengiyakan untuk datang tempat psk itu.