
Siti kamu gapapa*tanya Daniel*
aku tidak papa,tangan dan kakiku hanya sedikit lecet, terimakasih sudah menolongku,tapi bagaimana dengan yang mengendarai mobil itu*ucap Siti*
Daniel yang berhasil menolong Siti dengan mendorongnya ke pinggir,namun Anya tidak sadarkan diri di dalam mobil dan langsung di larikan ke rumah sakit oleh Siti dan Daniel.
kemudian Clara yang juga di kabari langsung datang ke rumah sakit bersama ke dua orang tuanya.
di rumah sakit.
keluarga Anya menangis tersedu melihat kondisi Anya yang kritis.
sebenarnya adikmu berusaha menabrak Siti,namun Siti berhasil menghindari mobil adikmu hingga sepertinya adikmu kehilangan kendali*jelas Daniel*
bagaimana keadaan anak say dok*tanya ibu Anya*
pasien mengalami patah tulang di bagian kakinya,hingga menyebabkan kaki nya harus di ampotasi*ucap dokter*
semua yang mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi Anya langsung down ,bagaimana tidak ,semua orang tau bahwa kaki sangat berfungsi penting sebagai salah satu organ tubuh kita .
karna tidak ada pilihan lain,dan tidak bisa menunggu anya sadar dari masa kritisnya,orang tua Anya pun langsung menindak lanjuti saran dokter untuk mengamputasi kaki Anya yang sebelah kiri.
tiga hari pun berlalu.
tapi kamu tidak apa apa kan Siti*ucap Dirga*
aku baik baik saja berkat Daniel karna menolongku,tapi Anya ,kondisinya sangat parah, dia sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari ini,dan kakinya di amputasi*ucap Siti*
apa, amputasi,ya tuhannnnn sampai harus diamputasi...
kemudian Siti mengajak dirga datang ke rumah sakit untuk menjenguk anya.
di rumah sakit.
belum ,Anya belum sadar,tapi kondisinya mulai membaik kok*ucap Clara*
jangan bersedih,aku yakin tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi pada Anya*ucap Siti*
hari berikutnya Anya kembali membuka matanya,tapi belum mampu menggerakkan tubuhnya,jalankan menggerakkan tubuh,untuk berbicara saja Anya masih susah,karna Anya hanya bisa bicara dalam hatinya.
ini di mana,kenapa tidak ada siapa siapa,kenapa aku sendirian, aku takut,kenapa rasanya susah sekali untuk berbicara,kenapa tidak ada yang mendengar kan ku,mama,papa,kaka,Dirga,*ucap Anya dalam hatinya*
saat itu tidak ada yang menemani Anya karna dokter menyarankan untuk membiarkan pasien sendiri agar beristirahat dengan cukup,tidak terganggu oleh suara suara orang berbicara.
tiga puluh menit kemudian dokter datang untuk memeriksa kondisi Anya .
ah syukurlah anda sudah sadar rupanya,saya periksa dulu ya*ucap dokter*
Anya hanya mengedipkan mata karna susah untuk berbicara.
setelah itu dokter memberikan kabar gembira untuk keluarga anya, memberitahu kan bahwa Anya sudah siuman dan kondisinya membaik,namun begitu Anya belum bisa di pindahkan ke ruang rawat,tapi memperbolehkan hanya dua orang untuk melihatnya , kemudian masuklah papa dan mama Anya.
sayang,mama seneng kamu udah sadar,mama kwatir sekali dengan keadaan mu Anya*ucap mama*
iya Anya,cepatlah sembuh ,agar kita bisa berkumpul lagi bersama sama nak*ucap papa*
Anya ingin menjawab pertanyaan orang tuanya,namun Anya belum mampu mengeluarkan suara dari bibirnya,anya hanya mampu menggerakkan jari nya yang seolah ingin berbicara sesuatu tapi belum mampu mengucapkannya.
mama papa sakittttttt hiks*ucap Anya dalam hatinya dan meneteskan air mata*
dokter masih membatasi waktu untuk bertemu dengan pasien, setelah orang tuanya selesai,kini giliran Clara yang melihat adiknya ,namun melihat adiknya yang terbaring tidak berdaya membuat Clara menangis tanpa mengucapkan sepatah kata.
Kaka kenapa menangis*ucap Anya dalam hatinya*
Anya ,kamu baik baik lah adiku, kamu Harus sembuh, kamu harus sehat hiks*ucap Clara*
tak mampu banyak berkata, Clara keluar dari ruangan karna tak mampu menahan air mata yang terus ingin jatuh.
selang beberapa waktu dirga ikut melihat keadaan Anya ,tapi tidak dengan Siti,karna tau jika anya melihat Siti bersama Dirga itu hanya akan membuat Anya semakin down.
Dirga,Dirga melihat ku,tapi kenapa tatapan wajahnya begitu sedih,seolah aku ini sakit parah,ini kan hanya beberapa waktu saja,apakah dirga menghawatirkan ku ,aahhh senangnya*ucap anya dalam hatinya*
Anya,kuatkan dirimu ya,apapun yang terjadi ,percayalah ,bahwa kamu tetap Anya yang paling humoris dan sahabat terbaikku,kamu ingat kan kita pernah sama sama menahan lapar karna menunggu salah satu diantara kita makan, tapi ahirnya kamu kalah dan makan duluan,itu lucu sekali loh....
iya itu lucu sekali,kamu mendengarku kan Dirga,kenapa tidak ada yang mendengrkanku*ucap Anya dalam hatinya*
Anya terus berusaha melatih bibirnya untuk mengeluarkan sebuah kata-kata, namun anya tetap kesulitan,dan dia terus mencoba agar dirga mendengar jawabannya.
j n g..n s d i h..*ucap Anya terpatah patah*
apa Anya , kamu mau bilang apa*tanya Dirga*
namun tetap saja anya kesulitan untuk mengeluarkan suara dalam bibirnya suara yang tidak jelas untuk didengar.
hari berikutnya, kondisi anya mulai membaik,Anya mulai bisa berkata walau masih kurang begitu jelas,Anya sudah bisa menggerakkan tangannya, kepalanya,leher namun tetap belum bisa menggerakan kakinya,hingga saat ini pun Anya masih belum tahu bahwa kakinya tidak Ada satu.
ma ...ma,Ra...sa ....nya...ba...da...n ku su....sa....h di ge....Ra..ka...n*ucap Anya masih belum lancar*
iya sayang,sabar ya,besok pasti sudah bisa digerakkan kok,kamu selalu berdoa pada Tuhan supaya tuhan segera menyembuhkan kamu dari sakit yang saat ini sedang menimpa Anya*ucap mama*
kemudian Dirga dan Siti,datang menjenguk anya di rumah sakit,melihat Siti bersama Dirga ,Anya merasa sangat kesal bahkan tidak mau menengok ke arah Siti.
Anya,dia pasti kezal denganku,lebih baik aku keluar saja*ucap Siti dalam hatinya *
Siti yang memilih keluar dari ruangan Anya ,namun di tahan oleh dirga.
di sini saja*ucap Dirga*
tapi ...
sudahlah
Siti menuruti Dirga untuk tetap di dalam ruangan.
halo Anya,aku senang sekali melihatmu sudah membaik, kamu kan gadis tangguh,oh iya ini ada buah untukmu,mu aku kupaskan,kau mau buah apa*tanya Dirga*
senangnya dirga perhatian begini padaku,kenapa tidak dari dulu sih, Siti pasti cemburu melihat sikap Dirga yang baik padaku, hahhaha *ucap any dalam hatinya* a...ku..ma..u je...ru...k*ucap Anya*
baiklah ,aku kupaskan ya*jawab dirga*
dirga mengupaskan jeruk untuk Anya ,lalu menyuapi Anya juga.
bagaimana ,manis kan rasanya,soalnya yang makan ga kalah manis sih*ucap Dirga*
kenapa aku harus sedih melihat ini semua, aku tidak boleh sedih,ini demi kesembuhan Anya,lagipula kenapa aku harus kezal,aku sendiri yang menyuruh Dirga untuk bersikap begitu pada Anya*ucap Siti dalam hatinya*
di mobil sebelum Siti dan Dirga tiba di rumah sakit.
Dirga,bersikap baiklah pada nya,aku yakin itu akan berpengaruh untuk kesembuhan Anya*ucap Siti*
memangnya selama ini aku bersikap bagaimana, bukankah aku selalu bersikap baik pada semua orang*jawab Dirga*
maksudku ,manjakanlah dia,beri dia perhatian yang lebih ,Anya sangat mengharapkan itu darimu,jadi aku mohon *ucap Siti*
tapi Siti bagaimana aku bisa bersikap begitu dengan wanita yang tidak aku cintai
Dirga,ayolah,toh ini bukan hal yang sulit,demi aku ya, ayolah
oke baiklah,demi kamu...
setelah menyetujui hal itu,dirga dan Siti masuk ke ruangan anya.
a...di..hhh ...sa..Ki..t*ucap Anya*
apa yang sakit,di bagian mana Anya*ucap Dirga*
kaki ku sa kit*ucap Anya yang mulai lancar*
apakah ini efek dari amputasi itu*ucap Dirga dalam hatinya*
anya mencoba menyentuh kakinya.
eh jangan ,jangan di pegang,sudah lebih baik kamu istirahat saja ya*ucap Dirga*
Dirga yang melarang Anya menyentuh kakinya karna takut jika Anya tau kakinya tidak ada,betapa kagetnya Anya nanti.
aku mau kamu temani aku di sini saja,tapi tanpa dia*menunjuk Siti*
oh baiklah,aku juga ada pemotretan,jadi Dirga jaga Anya baik baik ya ,aku permisi*ucap Siti*
kemudian malam harinya selesai Clara pemotretan , Clara langsung datang ke rumah sakit.
oh ada Dirga, terimakasih telah menemani adiku,sekarang aku bisa menggantikan mu,jadi kamu boleh pergi*ucap Clara*
jangan kak,aku masih mau di temani dirga*ucap Anya*
Anya,ini sudah jam delapan,biarkan dia pulang,kamu masih bisa bertemu dengannya besok sekarang kan kamu juga harus tidur dan beristirahat karena sebentar lagi papa dan Mama juga akan tiba di rumah sakit kan*jawab Clara*
Dirga pun pulang karna Clara,sesaat kemudian mama dan papanya datang ke rumah sakit.
satu jam kemudian.
saat itu Clara yang sedang keluar untuk membeli Aqua,papanya yang sibuk mengerjakan tugas kantor yang di bawa ke rumah sakit,dan mamanya yang tertidur di sofa.
aduh aku ingin pipis,sekarang aku kan sudah baikan , jadi aku pasti bisa ke kamar mandi sendiri*ucap Anya*
Anya yang berusaha turun dari ranjang , tapi kesusahan karna hanya menggunakan satu kakinya yang masih lemas pula.
duh kenapa sulit sekali...
Anya mencoba memijit kakinya dan betapa kagetnya Anya saat kaki yang sebelah kirinya tidak merasa tersentuh .
loh ,ada pa ini*ucap Clara*
kemudian Clara membuka selimutnya dan Anya sangat terkejut ketika melihat kakinya tidak ada.