Last Taste

Last Taste
BAB 5. Renata Tercyduk



Malam ini, Renata tengah membaca berkas-berkas untuk lomba debat nanti. Ia mencoba memahami isinya sampai bisa membuat kesimpulan. Gadis itu duduk di sofa balkon kamarnya. Satu gelas cokelat panas tertera di atas meja.


Peran Sosial Media Terhadap Masyarakat


Begitulah judul yang akan di jadikan pembahasan di debat nanti.


Tok Tok Tok


Pintu kamarnya terketuk.


"Masuk," teriak Renata. Ia tahu itu pasti Irfan, kakak lelakinya. Cara mengetuknya sudah sangat di kenali Renata.


Irfan Wijaya. Seorang lelaki berusia dua pulu lima tahun itu kini telah menyelesaikan kuliah S1 nya di jurusan Bisnis Manajemen. Rencananya, ia tidak akan melanjutkan dan akan fokus untuk membuka usaha sendiri.


"Makan, Dek." dan benar saja, teriakan itu terdengar tanpa membuka pintu kamarnya.


"Bentar, gue ada tugas." Renata berteriak lagi.


Setelah itu, tidak ada lagi ketukan dan teriakan. Mungkin kakaknya sudah pergi.


Renata kembali bergelut membaca berkas-berkas itu.


Di lain tempat, Raffi tengah sibuk mondar-mandir mencari adiknya. Ia mengacak rambutnya. Gemas.


Tadi, setelah Raffi pergi ke rumah Hendar untuk mengambil PS nya yang ketinggalan, isi kamarnya sangat berantakan. Dan itu pasti ulah Rifal. Padahal sebelum ia pergi, kamarnya masih tertata rapi oleh Mama nya.


"Nyari apa sih, Raf?" tanya Mamanya yang pusing melihat anak lelakinya uring-uringan.


"Rifal mana, Ma?"


"Lagi ikut Papa ke Supermarket. Kenapa emangnya?"


"Itu kamar Raffi berantakan banget kaya kapal pecah." Raffi mendekati Mamanya yang sedang asik menonton sinetron Indosiar kesukaannya.


Mamanya tertawa. "Biarin aja, kamu tinggal beresin lagi. Tadi pagi kan Mama udah beresin," katanya sambil fokus menatap televisi.


Raffi mengambil toples berisi cemilan, kemudian membuka dan menyomotnya.


"Ya justru itu. Mama udah capek-capek beresin, terus si bocil itu enak banget nge berantakin." belanya.


"Udah ngga apa-apa. Kamu darimana tadi?" tanya Mamanya.


"Ngambil stik PS di Hendar,"


"Oiya, Raf, Tiffany sehat kan?" tanya Mamanya tiba-tiba. Raffi hampir saja tersedak. Lelaki itu berdiri menuju kulkas untuk mengambil minum.


"Kenapa emangnya?" tanyanya setelah menuangkan air ke dalam gelas.


"Ya Mama kangen aja gitu, Raf. Dulu dia rajin banget datang ke sini." jelasnya.


"Raffi sama dia sekarang cuma temenan, Ma."


"Iya, tahu. Tapi ajaklah main lagi ke sini."


"Iya nanti,"


Hening. Hanya ada suara akting dari pemain sinetron di sana. Raffi sudah duduk kembali di samping Mamanya.


"Rifal pulaaaaang.." katanya berteriak. Kedua tangannya membawa sekotak es krim. Papanya mengikuti dari belakang.


"Nah ini nih, yang udah berantakin kamar aku." Raffi menarik Rifal dan mengangkatnya, mengayunkannya sampai jagoannya itu tertawa keras.


"Harusnya Mama aja yang belanja. Papa bingung beli apa aja." Ardi, Papanya Raffi itu menaruh plastik besar berisi belanjaan bulanan.


"Ngga bisa, Pa. Sinetron kesukaan Mama udah mulai." balas Mamanya.


"Halah Mama nih kaya anak muda aja."


Mereka tertawa. Raffi kembali mendudukkan Rifal di lantai yang beralaskan tikar halus. Ia membukakan tutup es krim milik adiknya.


"Abang ko ngga di beliin?" tanya Raffi so sedih.


"Abang sih ngga ikut." Rifal merebut sendok es krim di tangan Raffi kemudian membawa kotak eskrimnya menuju Mamanya.


Raffi tersenyum. "Yaudah kalo ngga mau berbagi, Rifal ngga boleh tidur di kamar Abang lagi," ancamnya.


"Ih Abang mah gitu, pelit." katanya lucu. Rambut Rifal sama saja seperti rambut Raffi. Terbelah dua dan tebal, tentunya di bentuk oleh Raffi sendiri.


Raffi tertawa. Ia berjalan menuju kamarnya, merasa ngantuk.


"Raf, stik PS udah di ambil belum?" teriak papanya.


"Udah, Pa, ada di kamar."


****


Renata merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia sudah memilih jadwal pelajaran untuk esok. Kini tatapannya tertuju pada langit-langit kamarnya yang bernuansa putih biru.


Fikirkannya jatuh pada Raffi dan Tiffany. Selama ini, selama mereka berhubungan, Renata tidak pernah tahu. Ia baru tahu bahwa Tiffany adalah mantannya karena Hendar yang memberi tahu.


Renata sendiri heran. Raffi dan Tiffany adalah sosok yang tidak asing di mata para siswa sekolah. Sejak mereka jadian waktu kelas X pun, banyak sekali yang mendadak bucin dan menggunakan hastag #patahhatiseanteroskull . Dan sekali lagi, ia baru tahu dari Hendar juga.


Renata jadi bertanya-tanya. Dulu sewaktu kelas X, dia ada di sekolah ngga sih?


Memikirkan itu, Renata jadi penasaran pada sosok Raffi. Ia mengambil ponselnya kemudian membuka aplikasi Instagram di sana. Jemarinya mengetik di kolom pencarian.


@raffi


Beberapa akun muncul, akun yang paling atas adalah akun artis. Renata mencari ke bawah hingga menemukannya.


@raffi.hdf


Gadis itu tersenyum. Tanpa di sadari nya. Akun dengan jumlah followers 2.878K itu paling banyak di ikuti oleh anak-anak Poesara.


"Emang selebgram ya dia," tawanya pelan.


Renata menscroll ke bawah untuk melihat postingannya. Jemari gadis itu membuka satu foto Raffi yang berlatar belakang pantai.



1.743 likers.


@raffi.hdf : santuy santuy apa yang santuy?


1 month ago.



1.789 likers.


@raffi.hdf : my sister is sengklek🖤


3 month ago.


"Parah.. Oh dia punya kakak ya?" tanya Renata entah kepada siapa.


Ketika jemarinya semakin scroll ke bawah, ia menemukan foto Raffi bersama Tiffany. Sontak Renata langsung membukanya.



2.098 likers. 188 komentar.


@raffi.hdf : kamu bukan senja, bukan pula purnama. tapi kamu alasanku mengapa membuka mata setiap detiknya, @*andreastiffany


1 years ago*.


188 komentar.


@***ryan.mahesa : uhuuuuuyy


@andreastiffany : love u😋


@hendarghifari : hahahah kampret bucin


@derryoi : Tif, cakep amet tif😍


@derawan : huhuu pataah bang patahhh


@poy.milk : 😭😭😭


@tiffa.ale : Raff yaampun ternyata beneran😭


@indri.hdf : mari ramaikan hastag #patahhatiseanteroskull woii anjir😭😭


@raffi.hdf : love u to babe @andreastiffany


@raffi.hdf : @derryoi berisik lo botak


@ryan.mahesa : hahaha emang enak lo der


@raffi.hdf : Lo juga @ryan.mahesa***


Renata larut membaca isi komentar itu. Wajahnya tiba-tiba mengusut. Ia kembali menatap foto itu yang kelihatannya sangat romantis.


Karena melamun gadis itu sontak saja meng-klik layar ponselnya yang sedari tadi jarinya masih menempel disana, sehingga muncul satu love di postingan Raffi satu tahun lalu.


"Ya Allah." Renata langsung melempar ponselnya sembarangan.


"Ah parahhhh, ini kenapa pake kepencet segala sih ah!" katanya kesal. Ia berharap semoga saat itu Raffi sedang tidak online di Instagram.


Namun..


Tring!


"Ah tuhkaaaan! Pasti itu notif dari si cebong." racaunya tak jelas. Ia menelusup kan wajahnya ke dalam bantal.


Tring!


Notif itu terdengar lagi.


"Yaallah mau taro di mana muka gue?" sedihnya. Ia mengambil ponselnya dengan perlahan. Membuka notif itu.


@raffi.hdf : ciee stalking hahaha


Dan benar saja. Itu notif dari Raffi.


"Tuhkan. Dia pasti lagi geer banget nih pasti."


Tring!


@raffi.hdf : follow dulu dong say hahaa


Renata membalasnya dengan sebal.


@renatalifya : eh itu gue kepencet ya. jangan geer lo.


@*raffi.hdf : massa?🤣


@renatalifya : iyalah. yakali gue stalking Lo


@raffi.hdf : sampe akar banget ya? hebattt*


Renata meringis. Malu.


@*raffi.hdf : lain kali follow dulu kalo mau stalking🤣🤣


@renatalifya : apasih Raf ih!!


@raffi.hdf : hahaa lanjutkan..


@renatalifya : bodo amat


@raffi.hdf : eh siluman belum tidur?


@renatalifya : bye*!


Renata mematikan data ponselnya, kemudian tertidur. Padahal sungguh ia tidak siap untuk menyambut hari esok. Mau memberi alasan seperti apalagi?


Di lain sisi, Raffi masih tersisa dengan sisa-sisa tawanya. Tadi, ia tengah memainkan gitarnya di balkon kamar, kemudian notif itu membuatnya berhenti seketika.


Renata, gadis jutek itu memberi love di postingannya satu tahun lalu. Di foto dirinya bersama Tiffany ketika liburan berdua di Bali. Sepertinya Renata juga membaca isi komentarnya, karena hanya di foto itulah Raffi tidak mematikan komentar.


"Selamat tidur, bidadari Siluman." bisiknya.


Bersambung~


Jangan lupa Like, Komen dan Vote yaa teman²🥰 terimakasih.