L O K A R E N J A N A

L O K A R E N J A N A
21.ACARA DIRUMAH TETANGGA



...-Acara Dirumah Tetangga-...


Cewek yang mengenakan kaos lengan pendek dan rok warna navy lima centi diatas lutut itu baru saja turun dari taksi. Pagi-pagi seperti ini, Vinan baru saja pulang dari mengantarkan Satria ke bandara, bersama Kamala juga tentunya. Lelaki blasteran itu akan kembali ke Belanda dan melanjutkan kuliahnya di sana.


Zynan? Cewek tomboy itu tidak ikut karena ada Galen yang bertamu ke rumah, selain itu ia juga merasa bodo amat dengan kepergian Satria. Toh hubungannya tidak begitu baik, kartun Tom and Jerry adalah contoh gambaran tentang kedekatan keduanya. Atau memang tingkah pecicilan Zynan yang membuat Satria bawaannya pengen baku hantam?


Ketika Vinan akan mendorong gerbang, matanya tak sengaja melihat sebuah mobil box milik sebuah penyedia jasa dekor. Mobil warna hitam itu berhenti tepat didepan rumah tetangganya, Arhan. Dalam hati Vinan bertanya, ada acara apa hingga tetangganya itu menggunakan jasa dekor?


"VINAN! SINI!" panggil Tari yang berdiri dibelakang mobil box.


"Eh iya Tante," Vinan berjalan mendekat sambil masih melihat abang-abang dekor yang membawa masuk beberapa meja bundar ke dalam rumah, "udah bisa bedain aku sama Zynan yah Tan?"


"Hehe iya... Kalau Zynan tuh selalu pakai topi kalau nggak rambutnya dikuncir."


"Kamu abis keluar ya?"


"Iya Tan," Vinan memberanikan diri untuk bertanya, "mau ada acara ya Tan?"


"Iya nanti malam ulang tahun Namira, adik Arhan," Vinan hanya tersenyum simpul ketika Tari menekankan kata 'adik', "kamu datang ya? Atau mau sekalian bantu-bantu nih?" tanya Tari bercanda.


"Kalau buat bantu-bantu Vinan masih bisa, tapi kalau masalah nanti malam masih nggak tau. Lagian Vinan belum siapin kado buat, em... Namira!"


"Nggak usah bawa kado nggak papa kok. Kamu sama Zynan datang aja saya sudah senang. Ngomong-ngomong kabarnya ayah kamu lagi tugas di Kalimantan ya?"


"Iya Tan."


Tari mengelus bahu Vinan, "masih ada saya yang siap bantu kamu, jangan sungkan-sungkan. Nanti malam jangan lupa datang ya? Ajak Zynan juga."


"Insyaallah Tan. Vinan masuk dulu ya! Bentar lagi aku sama Zynan pasti ke sana buat bantu-bantu."


"Iya! Terima kasih, kebetulan masih banyak yang belum beres..."


"Mari Tan," Vinan sedikit membungkukkan badannya lantas berjalan memasuki rumahnya. Mungkin Galen sudah pulang karena mobil cowok itu tidak ada didepan rumah.


Zynan menggeleng, "nanti aja."


"Mbak Ririn tuh baru ke sini besok! Lo udah buat kotor rumah aja! Nggak bisa rapihan dikit apa ya?"


"Bacot! Pergi sana! Gue mau menang ini!" Vinan menaruh tasnya diatas meja lalu merebut stik PS yang dipegang Zynan, "balikin *****!! Keburu kalah nanti!!"


"Bersihin dulu!"


"Iya nanti! Gue kan udah bilang nanti! Balikin!" Terpaksa Vinan mengembalikan stik PS, dirinya tetap tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Zynan. Mulai dari tombol-tombol bundar yang tidak tahu fungsinya, juga permainan yang tidak menarik baginya. Entah apa yang membuat Zynan begitu menyukai permainan itu.


"Tante Tari lagi ada acara nanti malam! Bantuin gih!"


"Mager!"


"Yaudah! Gue aja yang ke sana bantu-bantu, terus lo disini bersih-bersih rumah!"


"Serah! Mending gue ke sana nanti malam sekalian makan-makan. Sono lu pergi! Ganggu!"


Vinan berdecak. Kenapa adiknya ini batu sekali?


"Setelah bersih-bersih, sekalian beli kado gih, nggak enak dateng tanpa bawa kado. Nanti gue kirim detailnya."


Zynan hanya mengangguk samar sebagai respon. Daripada pikir panjang tentang ulah Zynan, Vinan memilih untuk langsung pergi ke kamarnya guna bersiap-siap sebelum bantu-bantu dirumah sebelah. Tidak etis jika tidak terlihat membantu ketika tetangga sedang mengadakan acara.


tbc


•••


Tinggalkan jejak dengan apresiasi chapter ini^^jngn siders, oke? Ingetin kalo ada typo✨makasihh💚