
PERINGATAN!!!
CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. BAGI PEMBACA YANG DI BAWAH UMUR ATAU TERTANGGU DENGAN UNSUR TERSEBUT SILAHKAN SKIP CHAPTER INI
*Ting!
pesan di pagi hari di hari Minggu membuat ku terbangun.
aku langsung mengambil ponsel ku lalu membalas pesan tersebut
aku pun langsung menaruh ponsel ku kembali dan mencoba untuk tidur.
namun 10 menit kemudian Lee pun menelefon ku. aku pun menerima telfon darinya.
"Apa lagi!?" tanya ku dengan nada emosi
"Ayo temani aku! 20 menit lagi aku sampai rumah mu untuk menjemput mu! siap siap dari sekarang!" jawab nya
"bagaimana kalau nanti sore saja?"
"tidak mau! aku mau dari pagi! aku jalan dulu kamu siap siap ya! bye!"
*Tut!*
telfon pun di matikan. aku pun mencoba membuka mata ku dan mulai bersiap sebelum dia datang ke rumah ku lalu mengomel.
ketika aku sudah selesai bersiap Lee pun datang dengan mobil nya. aku izin kepada orang tua ku dan memasuki mobil Lee yang sudah sampai di depan rumah ku.
aku melihat Lee tampak keren dengan kemeja biru dan jeans yang dia pakai.
"kamu membangunkan ku di pagi hari hanya untuk menemani mu, memangnya kita mau kemana di hari ulang tahun mu ini" Tanya ku kesal
"Pertama! mana hadiah buat ku?"
"Hadiah? kamu ga bilang aku harus menyiapkan hadiah tuh!"
"jadi aku harus minta dulu? kamu tidak berniat memberikan hadiah untuk ku?"
"masalahnya aku aja tidak tau kalo hari ini ulang tahun mu. lagian jalan ber 2 begini kalau ketauan Claude dia bisa cemburu tau!"
"Jadi kalian pacaran?"
"belum! tapi dia sudah mencium ku"
seketika Mendengar kata kata ku Lee langsung mengerem mendadak membuat ku kaget
"kamu apa apaan sih! udah gila ya ngerem mendadak!"
"Kamu yang apa apaan! belum pacaran sudah mau di cium!" Jawab Lee sambil menengok ke arah ku dengan tatapan marah
"memang nya kenapa!? suka suka aku lah!"
Lee pun kesal dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tidak biasa.
"Lee! kamu udah gila ya!? jangan ngebut ngebut dong!" Keluh ku namun Lee tetap cuek dengan keluhan ku.
sesampainya di rumahnya Lee pun menarik ku dengan kasar masuk ke dalam rumah nya dan melepaskan tangan ku dengan kasar waktu sudah sampai di sofa panjang dalam rumah nya.
"Aku baru tau ternyata kamu benar benar perempuan bodoh yang mau saja di cium laki laki yang bukan pacar mu" Ujar Lee sambil menekan kedua pipi ku dengan satu tangan nya.
"Apa urusan nya dengan mu!" Tanya ku dengan kasar. ntah kenapa tubuh ku serasa bergetar ketakutan. aku tidak berani menatap Lee lagi ....
Lee pun memegang kedua tangan ku dengan kuat dan mendekatkan wajah nya pada ku. aku memejam kan kedua mata ku Dangan cepat. keringat dingin ku mulai keluar.... kenapa aku jadi takut seperti ini.
"jika kamu suka sama hal yang seperti itu. aku bisa melakukan nya lebih dari Claude" Ujar Lee dengan nada pelan dan langsung menarik tangan ku kembali dengan kasar menuju kamar nya.
dia melepaskan tangan ku dengan kasar dan mendorong ku ke kasur nya. Lee membuka 2 kancing kemeja nya dan mendekat ke arah ku. aku mencoba untuk tetap tenang. aku menutup kedua mata ku dengan cepat. kringat dingin ku keluar dengan sangat banyak dan jatung ku berdetak lebih cepat dari biasanya
"Ka-kamu mau ngapain?" tanya ku sambil memalingkan wajah ku
"kamu kan ga bawa hadiah. kasih aku dirimu juga sudah menjadi hadiah yang terbaik"
"L-Lee nanti kita ketauan orang tua mu main di kamar gimana?"
"Tenang saja orang tua ku sedang tidak di rumah"
tanpa sadar aku sudah tidak takut lagi. aku terbawa suasana oleh perlakuan Lee yang mendadak menjadi lembut.
Lee pun memeluk ku dan mencium leher ku dengan sangat lembut. aku bisa merasakan kehangatan tubuh Lee yang terus memeluk ku.
"Mungkin aku tidak se hebat Claude tapi aku usahakan" Ujar Lee lalu menicum bibir ku.
bibir Lee yang hangat membuat ku menjadi terbawa suasana dan membalas ciuman Lee.
Lee melepas kemeja nya dan aku melihat tubuh nya yang sepertinya dia sering olahraga.
tangan Lee mulai masuk kedalam baju ku dan mulai menyentuh ku secara halus. aku pun hanya bisa diam dan menuruti keinginan nya saja.
setelah selesai aku pun kembali memakai baju ku. Lee pun memakai baju nya kembali.
setelah baju kami terpakai aku memeluk Lee dari belakang dan mecium aroma tubuh nya yang enak
"Mau lagi?" Tanya Lee
"Tidak! aku hanya suka aroma mu" Jawab ku sambil terus mencium aroma tubuh nya
"sudah yuk, rapihkan dulu itu baju mu, Ayuk kita cari makan di luar" Ujar Lee sambil melepaskan peluk an ku dan berdiri mengambil kunci mobil.
setelah aku membereskan semua nya aku dan Lee pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari rumah Lee. kami pun mulai duduk dan memesan makanan
"Haah! aku jadi lemas. ternyata begitu rasanya" Ujar Lee sambil menghela nafas yg panjang
"Kamu baru pertama kali?" Tanya ku penasaran
"Ya menurut mu saja. mana pernah aku melakukan sebelum nya"
"aku gak tau kamu gimana kan aku tidak mengawasi mu 24 jam"
ketika kami sedang asik mengobrol tidak lama kemudian makanan pesanan kami pun datang. kami menghabiskan makanan kami tanpa bicara.
setelah makan Lee pun mengantar ku pulang ke rumah dan berpamitan pada orang tua ku.
"Cie habis kencan, ko ga pernah kasih tau mama sih kamu punya pacar ganteng kayak dia" Ledek mama ku sambil sesekali menyenggol ku.
"Aku sama dia temenan doang ma kita ga pacaran" Jelas ku sambil masuk ke dalam rumah
"Aih .... malu malu sama mama sendiri" lanjut ledekan mama ku namun aku hanya diam saja lalu masuk ke dalam kamar ku.
*Ting!
sebuah pesan masuk di ponsel ku dan aku pun langsung mengecek pesan tersebut yang ternyata dari Claude
aku pun membulatkan mataku karna kaget dengan pesan dari Claude
tunggu tunggu! dia tau dari mana aku habis pergi? apa dia sempat ke rumah ku?
mati lah aku sepertinya dia melihat ku jalan dengan Lee. apa yang akan dia katakan nanti aku jadi tidak tenang. semoga aja tidak terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan.
namun dia sepertinya akan sangat marah!
ARRRGGHHHHH!!! AKU PUSING!!!!
~Berlanjut~