
Malam Akrab pun di mulai ... aku sudah mempersiapkan semua nya untuk menginap di sekolah hari ini sampai minggu.
aku pun berangkat menuju sekolah dengan semangat... kapan lagi kan ada acara seperti ini di tambah gabung sama anak club lain juga.
sesampainya aku di ruang club teater semua sudah pada berkumpul dan terpisah antara club seni dan Club teater.
"pengumuman semua nya! untuk memulai acara pertama Tama mari bagi kelompok. silahkan ambil nomor yang ada di kotak ini nomor yang sama akan di kumpul menjadi Sabtu kelompok" Ujar Acha sambil membawa kotak berisi banyak nomor untuk pembuatan kelompok
aku pun mengambil nomor di dalam kotak tersebut dan aku mendapatkan nomor 3 rupanya. aku pun mencari siapa saja yang mendapat nomor 3 dan ternyata Lucien dari club seni mendapat nomor 3
lalu....
sisanya .....
Black And White Prince ku juga mendapat nomor 3. apakah ini kebetulan?
"Ruby kita berjodoh ya bisa dapat nomor yang sama" Ujar Claude dengan wajah gembira nya
"Ribi kiti birjidih yi bisi dipit nimir ying simi" Ledek Lee yang sudah dari tadi berada di dekat ku.
"sepertinya akan ada keributan kecil di kelompok kita" Ujar Lucien sambil tersenyum miris
*sepertinya ini akan menjadi malam Akrab yang sangat panjang* Ujarku dalam hati sambil menghela nafas ku
"semua minta perhatian nya! untuk tantangan pertama adalah memasak! ayo semuanya kita ke ruang club memasak disana sudah di sediakan kan bahan-bahan untuk memasak. dan yang akan makan juga anggota kelompok kalian" Ujar Acha lalu kami pun berjalan menuju ruang Club memasak.
sesampainya di ruang club memasak aku pun mengecek bahan yang sudah di sediakan di meja sepertinya aku bisa tau kita akan memasak Kari. karna disini sudah jelas ada bumbu kari.
"waktu memasak kalian 45 menit! dari sekarang!" Ujar Acha lalu semua pada memakai celemek nya dan mulai memasak
"hah!? 45 menit!? di kira kita lagi lomba master chef apa di waktuin segala" Keluh ku sambil mengambil pisau untuk memotong wortel dan Kentang.
aku melihat Lucien sudah mulai memotong bawang untuk di tumis... dan yang paling membuat ku geram adalah ....
dua pangeran ku hanya diam saja....!!!!!
"Hei kalian bantu kami dong jangan malah diam saja!" Ujar ku ke mereka yang dari tadi hanya melihat saja
"apa yang perlu ku lakukan?" Tanya Claude
"Rebus air lalu jika sudah mendidih masuk an potongan wortel dan kentang nya" Jawab ku. "lalu Lee bantu menumis bawang yang sudah di potong oleh Lucien" Terus ku dan ahirnya mereka mulai bekerja.
sebenarnya dilihat dari mana pun mereka cocok berteman. sama-sama tampan hanya sifat mereka saja yang berbeda.
aku tersenyum tipis sambil memperhatikan mereka sebentar lalu kembali bekerja.
setelah makanan jadi kami semua pun makan bersama.
"Ruby sini ku suapin .... Aaaaaa" Ujar Claude sambil menyendokan kare dengan nasi nya dan ingin menyuapi ku.
aku pun membuka mulut ku lalu memakan kare suapan dari Claude. aku melihat ke arah Lee yang sepertinya Geram
Lee pun menyendokan nasi dan kare nya lalu menyodorkan nya ke Lucien "Lucien sini ku suapin .... Aaaaaaa" Ujar Lee
"aku bisa menyendok sendiri" ujar Lucien dengan senyum miris nya
"Buka mulut mu atau ku jejalkan ini secara paksa!" Ujar Lee lalu Lucien pun membuka mulutnya dan memakan nasi kare suapan Lee
ok, aku seketika memikirkan yang tidak tidak kepada Lucien dan Lee... astaga pikiran ku tenang lah! jangan liat seperti ini!
tiba lah pukul 9 malam dan waktunya uji keberanian. yah bisa di bilang aku sebenarnya sangat amat takut sama yang namanya hantu. kami pun di bagi menjadi 2 kelompok untuk ber 2 ber 2 menyusuri sekolah ku yang lumayan besar ini.
aku pun bersama Claude untuk menyusuri sekolah ku menyatu pentunjuk games aneh yang di buat oleh Acha itu.
selama perjalanan aku memeluk tangan kiri claude dan memastikan kanan kiri atas bawah kalau tidak ada orang selain kita disini.
"Ru-Ruby ... aku jadi susah jalan kalau kamu terus begini" Ujar Claude sambil memberhentikan langkahnya.
"Ga! jangan jauh-jauh!" jawabku sambil memeluk tangan Claude semakin erat
"lepaskan dulu sebentar ya kita gandeng biasa aja" sambil berusaha menyingkirkan tangan ku.
namun tiba tiba saja ada karung putih terbang yang sepertinya memang di desain untuk menakut-nakutin. seketika aku teriak dan memeluk Claude karna panik.
"AAAAAAAAAA!!!!!!!!!!" jerit ku
"haah ... yaudah sini kamu aku gendong aja kalau begitu Ruby" Ujar Claude dan aku pun langsung naik ke punggung nya dan Claude pun melanjutkan langkah nya
dengan cahaya yang minim aku melihat bentuk leher belakang Claude yang indah. aku pun melingkarkan tangan ku pada lehernya agar semakin dekat dengan leher belakang Claude.
dari sini tercium bau nya ... bau shampo yang wangi dan bau badan Claude yang mulai berkeringat. aku pun memberanikan diri mencium leher belakang Claude.
"Ruby!? kamu ngapain!?" Tanya Claude panik
"Kamu wangi" Jawab ku
Claude pun melanjutkan langkahnya dan mencari cari sebuah tanda untuk menyelesaikan games.
setelah games uji keberanian selesai kini pukul 11 malam kami pun menyalakan kembang api yang lumayan banyak.
kembang api itu meledak di langit dan terlihat sangat indah. seketika kelelahan ku bermain games bersama anak club teater dan Club seni pun hilang.
namun tiba tiba saja Claude yang duduk di sebelah ku menidurkan kepala nya di pundak ku.
"Indah ya ... apa lagi melihat nya bersama mu" Ujar Claude
aku pun mengusap kepala Claude dengan lembut dan tercium lagi aroma shampo yang lumayan menyengat. aku pun mencium kepala Claude yang ada di pundak ku.
"hei jangan seperti itu dulu. liat tuh black prince mu terlihat cemburu" Ujar Claude sambil menunjuk ke arah Lee yang sedang memperhatikan kami dari ujung sambil melipat tangan nya di dada
aku pun melirik ke arah Lee namun dia memalingkan muka nya dengan cepat.
"bagus ya nyari kesempatan buat pacaran kalian ber dua" Ujar Acha yang tiba tiba saja datang dari belakang.
"sirik aja jomblo" Ledek Claude lalu mengangkat kepala nya kembali
"aku bukan jomblo cuman belum di temuin aja sama jodoh ku" Jawab Acha
"Lagian kita juga belum pacaran ko" Jelas ku dan Claude pun menatap ku tidak percaya. aku melihat Lee mengacungkan jempol nya dan berjalan mendekat.
"sudah sudah lebih baik kita kembali ke ruang club lalu istirahat. besok masih ada games lagi yang harus di selesaikan" jelas Acha lalu meninggalkan kami ber 3
"LAGIIIIII!!!????" jerit kami ber 3 serempak
"semangat!" terus Acha
~Berlanjut~