
bell pulang sekolah pun berbunyi aku langsung membereskan buku dan alat tulis ku secepatnya agar bisa langsung ke ruang club.
"Ruby .... semangat banget mau ke Club ya" Ujar Odelia ketua kelas di kelas ku
"hehe iya nih ... aku harus dapet peran utama kali ini!" Jawab ku dengan semangat dan Antusias
"semangat ya ... aku duluan ... bye Ruby" Terus Odelia sambil berjalan keluar kelas meninggalkan ku.
setelah membereskan semuanya aku pun menggendong tas ku dan berjalan keluar kelas namun tiba-tiba saja Lee menahan ku dengan memegang tangan ku.
"kenapa?" Tanya ku penasaran. wajah Lee dengan ekspresi nya sama sekali tidak bisa ku baca membuat ku bingung.
"ini ... pulpen mu ketinggalan" jawab nya sambil memberikan pulpen milik ku yang ternyata lupa ku masuk an kedalam tas.
"oh? makasih ... maaf Lee aku duluan ya aku lagi buru-buru .... sampai ketemu besok ..." Ujar ku mengambil pulpen ku kembali dan berlari keluar kelas menuju ruang Club
*jangan! jangan membuat ku semakin penasaran dengan selalu merubah-rubah sikap!* Ujar ku dalam hati sambil terus berlari
*brak!
tanpa sadar aku menabrak seseorang di depan ku, aku pun terjatuh sambil memejamkan kedua mata ku.
"kamu gapapa? bisa berdiri?"
suara yang tidak asing di telinga ku membuat ku membuka mata secara perlahan untuk melihat siapa yang ku tabrak secara tidak sengaja.
"loh? Claude? ku kira siapa. maaf ya aku berlari tanpa melihat ke depan jadi menabrak mu" jelas ku ke Claude yang terlihat sedikit panik. berbeda dengan Black Prince yang sulit di tebak, wajah White prince lebih gampang terbaca karna menunjukan sebuah ekspresi.
"Wanita bodoh" Ujar Lee yang tiba-tiba lewat dan langsung meninggalkan kami.
*tuh orang kenapa ada dimana mana sih. mulut nya juga bikin kesal* Ujar ku dalam hati karna sudah terlanjur makin sebal dengan Lee yang terus terusan ngatain aku bodoh. sesekali aku melihat Claude yang terlihat sinis melihat ke arah Lee yang berjalan menjauh
"ayo Ruby aku bantu kamu berdiri" Ujar Claude sambil mengulurkan tangan nya untuk membantu ku berdiri "gak ada yang luka kan? lain kali hati hati ya" terus Claude sambil memastikan aku baik-baik saja.
"trimakasih sudah khawatir Claude" Jawab ku sambil tersenyum
"sesama teman kan sudah biasa mengkhawatirkan. kamu mau ke ruang club kan? bareng yuk" Ujar Claude lalu menggandeng tangan ku ke arah ruang Club
*di gandeng sama White prince .... Ahhhh!!!! rasanya senang sekali!!! mimpi ku akan jadi kenyataan!!!???? dan yang memenangkan pasti white Prince yang hatinya lembut ini* Ujar ku dalam hati kegirangan dengan apa yang terjadi.
tidak lama kemudian kami sampai di Ruang club di sana aku melihat Acha sedang sibuk dengan naskah untuk membagi bagi peran.
aku pun langsung masuk dan menghampiri Acha. "Acha! apa kali ini aku dapat peran utama?" Tanya ku penasaran.
"Ruby.... ini audisi dulu ya untuk pemilihan peran utama nya. kita ga bisa langsung nunjuk kamu karna yang mau jadi peran utama juga banyak" Jelas Acha ....
"huft! emang judul drama teater nya apa?" tanya ku kembali sambil melipat kedua tangan ku karna kesal
"Gadis Tudung Merah" Jawab Acha
aku pun membulat kan mata ku ke Arah Acha karna kaget "Acha ... itu kan drama ada adegan .... kiss!?" Tanya ku kaget "si-siapa peran laki-lakinya? sudah di tentukan?"
"ya memang kenapa? ini kan cuman Akting. lagian pemain teater harus profesional... untuk peran laki-laki sudah di tentukan, Claude yang akan memainkan peran pangeran" Jawab Acha
"AKU HARUS JADI PEMERAN UTAMA!" Ujar ku dengan suara keras membuat seluruh anggota melihat ke arah ku.
"enak aja Ruby! Aku juga mau jadi pemeran utama!"
"Aku juga mau main sama Claude"
"Aku juga"
"aku juga ga pernah jadi peran utama. aku mau!"
"Semangat!" Ujar Acha sambil tersenyum ke arah ku. Acha pun mendekatkan bibir nya ke telinga ku dan berbisik "Demi Claude kamu bisa kan" Bisik Acha membuat ku salah tingkah dan wajah ku me merah
"a-a-akan ku usaha kan" Jawab ku dan langsung bersiap melihat skenario nya.
aku duduk di podium untuk menghafal skenario yang besok di audisi kan untuk memilih peran utama. sesekali aku memakan keripik kentang yang ku bawa dari rumah sambil menghafal dialog dan ekspresi apa saja yang harus ku keluarkan nanti.
tiba-tiba saja ada yang menyodorkan susu coklat dan tanpa sadar aku mengambil nya lalu meminum nya *tunggu! ini susu siapa yg ngasih woi ko main ambil aja!* ujar ku dalam hati lalu melihat ke arah samping ternyata Claude yang memberikan ku.
"makan keripik jangan lupa minum nanti tenggorokan mu sakit" Ujar Claude lalu duduk di sebelah ku.
"terimakasih" Jawab ku sambil tersenyum. sifat hangat White prince membuat ku nyaman.
aku pun melanjutkan untuk menghafal naskah ku untuk audisi besok.
"Aku berharap, kamu peran wanita utamanya" Ujar Claude sambil berdiri dari tempat duduk nya "Semangat!" Terus nya lalu meninggalkan ku kembali sendiri.
Claude ya .... sering banget bikin perasaan ku menjadi kacau ... dia begitu ke semua orang seharusnya aku tidak menganggap kata-kata nya ke perasaan ku ....
aku pun berdiri dari tempat duduk ku dan menghampiri Acha yang masih sibuk dengan naskah teater yang belum jadi. aku duduk di sebelah Acha lalu menidurkan kepala lu di pundak nya.
"Cha~" rengek ku padanya yang masih fokus dengan laptopnya
"Acha! jangan sibuk terus .... aku mau konsultasi" Rengek ku kembali membuat jari Acha berhenti mengetik di laptopnya
"tentang apa? Claude lagi?" Tanya Acha sambil mengelus rambut ku dengan lembut.
aku pun membangunkan kepala ku dan menatap nya dengan tatapan sedih lalu mengangguk.
"Lagian Ruby ... Claude juga seperti itu ke semua orang kenapa kamu malah jadi membawa kata kata nya ke perasaan mu" Ujar Acha menegaskan
"menurut Acha dia suka aku ga" Tanya ku memastikan dengan wajah penuh harap aku menatap Acha
Acha menghela nafas panjang lalu berkata "Aku juga ga tau Ruby karna dia begitu ke semua orang aku ga bisa simpulin begitu aja"
"Acha ga menghibur sama sekali" Ujar ku lalu kembali menghadap ke depan. "Haah .... aku pulang saja deh aku hafalin di rumah aja ... aku frustasi sama pangeran ku" Terus ku lalu berdiri
"pangeran mu kan ada 2 dapetin lah salah satunya" Ujar Acha memberi tahu ku "Kejar salah satu aja Ruby jika kedua nya menyukai mu akan ribet nantinya" Terus Acha
"Aku tau .... tapi aku lebih suka White Prince ku!" jawab ku dengan nada keras membuat Claude langsung menengok ke arah ku lalu menghampiri ku
Acha kembali menatap Laptop nya dan sibuk lagi.
aku pun buru buru mengambil tas ku dan berjalan keluar ruang teater namun Claude masih mengikuti ku di belakang. sesampai nya di lantai bawah aku pun memberhentikan langkah ku dan berbalik badan untuk menghadap Claude
"kenapa kamu ikutin aku?" Tanya ku bingung
"Aku mau tawarin tumpangan buat kamu kalo kamu mau pulang" Jawab nya enteng sambil tersenyum seperti biasa
"aku bisa pulang sen-" belum selesai aku menyelesaikan kata kata ku tiba tiba Lee pun di belakang ku
"Guys latihan drama jangan di depan ruang Club Seni bisa ga? anak club jadi ga bisa mikir karna kalian berisik" Ujar Lee dengan nada dingin nya seperti biasa
tanpa sadar aku memang berdiri tepat di ruang club Seni dan anak club seni hampir semua melihat ke arah aku dan Claude.
"oh? Maaf maaf aku tidak sadar berhenti di depan ruang Club mu" Ujar ku merasa bersalah
wajah Claude tidak terlihat senang dengan adanya Lee "Ayo Ruby kita pulang" Ujar Claude sambil menarik tangan ku pergi menjauh dari Lee. sesekali aku melihat ke arah Lee yang juga terlihat kesal dengan Claude.
~Berlanjut~