Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
30



PERINGATAN!!!


CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. BAGI PEMBACA YANG DI BAWAH UMUR ATAU MERASA TERGANGGU DENGAN UNSUR TERSEBUT SILAHKAN SKIP CHAPTER INI.


...


Hal yang dulu pernah ku ketahui,


Hal yang di rindukan untuk di ingat,


Hal yang kini ku ingat...


...tentangmu yang selalu ada dalam benakku.


...


hari ini adalah pembagian nilai UTS seperti dugaan nilai ku naik drastis. aku rank ku pun naik menjadi rank 5 di kelas yang sebelumnya rank 3 dari bawah.


aku memberikan isyarat jempol ke arah Lee sambil tersenyum memberikan isyarat bahwa aku berhasil dalam UTS. Lee hanya memberi ku senyum kecilnya.


seketika aku melihat ke arah Mizu yang dari tadi melihat ku dengan tatapan aneh. aku gak tau apa arti dari tatapannya namun aku hanya bisa membalas tatapan itu dengan senyuman


setelah bel pulang sekolah aku pun langsung ke ruang teater untuk latihan. ya aku lama-lama jadi terbiasa dengan ruang teater yang dingin dan sepi tanpa Acha dan Claude.


tidak lama kemudian Lee pun datang dan langsung menaruh tasnya di sebelahku.


"lama banget" keluh ku sambil menatap Lee


"gak usah bawel, masih untung aku datang" Ketus Lee lalu dia memulai untuk pemanasan. ya memang sih drama kali ini bagian dia banyak yang menari.


latihan pun mulai seperti biasa. aku memperhatikan Mizu yang dari awal terlihat berbeda. dia tidak semangat seperti biasa membuat ku khawatir. sehingga waktu istirahat aku pun mencoba mendekatinya.


"kamu kenapa? ga seperti biasanya" tanya ku lalu duduk di sebelah mizu


Mizu pun langsung menghadap ke arah ku "Aku suka Lee" Jawabnya lalu pergi meninggalkan ku sendiri.


jujur aku merasa itu sudah tidak aneh karna dari awal masuk sudah kelihatan kalau Mizu suka pada Lee.


sepulang latihan aku pulang bersama Lee namun aku tidak ingin banyak bicara karna aku kepikiran oleh kata-kata yang di ucapkan oleh Mizu.


"kenapa diem terus?" Tanya Lee sambil terus menyetir mobilnya.


"gapapa" jawab ku sambil melihat ke arah jalanan.


"dasar cewe" Ujar Lee namun aku hanya bisa diam Saja. karna memang kata-kata Lee sering kali bikin aku emosi.


sesampainya di rumah aku pun makan, mandi lalu kembali belajar untuk meningkatkan nilai ku lagi.


ke esok an harinya aku merasa seperti tidak mau kesekolah namun aku masih menyayangkan absensi ku jadi aku putuskan untuk masuk hari ini.


setelah pulang sekolah aku langsung ke ruang teater dengan lemas karna memang mood ku seharian ini sedang tidak bagus.


aku membuka ruang club dan melihat ternyata ada Acha dan Claude. aku pun langsung dengan semangat masuk.


"Acha! Claude! ko kalian kesini!? kalian lagi senggang!?" tanya ku langsung untuk memastikan.


"Cha, kita di usir sama Ruby" Ujar Claude sambil menepuk pundak Acha


"Apasih Claude ko jadi baper an kamu. maaf ya Ruby emang Claude lagi sensitif karna stress banyak ujian dia. iya kita kesini kan kangen sama kamu" Jawab Acha langsung memeluk ku.


"aku juga mau pelik Ruby" Ujar Claude langsung ikut berpelukan dengan kami.


setelah berpelukan kami pun duduk dan saling bertukar cerita. aku menceritakan tentang pengalaman belajarku yang mati-matian dan mereka bercerita tentang ujian-ujian mereka.


tiba-tiba saja Claude menidurkan kepalanya di pundakku, aku pun mengelus rambutnya dengan lembut.


"sekitar 2 bulan lagi kita lulus, kamu jaga diri baik-baik di sekolah ini ya" Ujar Claude


"tenang lah, aku pasti akan menyusul kalian" Jawab ku sambil terus mengelus rambut Claude


"Oh ya Ruby! kamu tau ga!? si Acha dia Deket sa---" belum selesai Claude menyelesaikan kata-katanya Acha pun berteriak membuat aku dan Claude kaget


"apa sih!? ada apa!?" Tanya ku panik sambil menengok ke Acha.


"gapapa, kita bantu kamu pemanasan duluan yuk" Ujar Acha lalu aku pun memulai pemanasan.


setelah pemanasan kami latihan teater seperti biasa. lalu pada saat selesai latihan ketika ingin pulang Lee pun menahan ku untuk tetap berada di ruang teater bersamanya.


"kenapa? kalo ada yg ingin di bicarakan bisa nanti di mobil" Ujar ku sambil terus menatapnya.


"Sttt! aku mau kasih lihat kamu sesuatu" Ujar Lee sambil jarinya mengisyaratkan kan ku untuk tidak berisik.


Lee mengajak ku berjalan tanpa suara ke arah ruang ganti lalu mengintip ke arah dalamnya. aku pun terkejut! karna di dalam aku melihat Mizu.... dengan pak Davin! mereka sedang apa dengan posisi seperti itu!?



terlebih lagi aku bingung! kemaren Mizu bilang dia suka sama Lee! kenapa sekarang melakukan hal seperti itu dengan pak Davin!?


aku pun langsung menarik Lee menjauh dari tempat itu.


"ayo pulang! jangan ganggu mereka!" Ujar ku sambil menggendong tas ku


"kamu habis ngeliat mereka jadi kepengen ya" goda Lee dengan tatapan nya yang seakan-akan meledek ku


"gak mungkin, aku kan pernah merasakannya sama kamu. udah yuk pulang!" Jawab ku lalu berjalan ke luar ruang teater dan Lee pun mengikuti ku


Lee pun mengantar ku pulang dengan mobilnya. namun sesampainya aku di rumah Lee memarkirkan mobilnya dan mengikuti ku.


"loh kamu gak pulang?" Tanya ku penasaran


"aku masih mau ketemu kamu" Jawab Lee.


"sudah lah! besok kita ketemu lagi, aku harus lanjut belajar bahasa Jepang" Ujar ku agar dia pulang karena memang aku merasa bahasa Jepang ku masih kurang.


"sebentar aja, kita bisa belajar bareng kan?" Tawar Lee dan aku pun mengiya kannya. karna menurut ku dia cukup pintar untuk bisa mengajari ku.


aku pun mempersilahkan nya masuk, menyiapkan cemilan dan minuman untuk sambil belajar nanti.


ketika mulai belajar ternyata benar dugaan ku dia sudah pintar bahasa Jepang.


"jadi kata 好き (Suki) itu biasa di pakai untuk bilang menyukai gitu kan?" Tanya ku sambil terus fokus ke buku ku


"iya, bisa di gunakan untuk suka sama suatu benda atau hewan tapi orang Jepang biasa pake buat menyatakan perasaan ke lawan jenis yang di taksir juga." Jawab Lee sambil menunjuk buku yang sedang ku perhatikan.


"wah emang kamu pemahamannya sudah lebih luas" puji ku sambil tersenyum ke arahnya.


"Ruby..."


"ya?"


"キスしていいですか"


(kisushite ii desuka?"


(boleh aku mencium mu?"


aku pun membulatkan mata ku ke arahnya lalu mengalihkan pandangan ku.


"kalau ku bilang tidak juga kamu pasti memaksa ku" Ujar ku


"kamu sadar ternyata"


Lee pun menggendong ku dan menurunkan ku di atas kasur


"cium doang kenapa harus disini?"


"stt jangan berisik ya" ujar Lee sambil menaruh jari telunjuknya di bibir ku mengisyaratkan ku untuk diam


Lee pun mulai mencium ku seperti biasa lalu setelah mencium bibir ku dia ber alih ke leher ku sambil tangannya membuka kancing seragam ku.


"Lee, kita gak boleh begini. kita udah putus" Ujar ku mengingatkan.


Lee hanya diam dan ciuman nya beralih ke dadaku sampai meninggalkan bekas merah. lalu ketika tangannya ingin masuk ke dalam rok ku, aku menahannya sebisa ku


"kenapa?" Tanya Lee sambil menatap ku penasaran.


"kita gak boleh melakukan lebih dari ini" Jawab ku sambil menatap matanya kembali.


"kenapa gak boleh?"


"kita sudah putus Lee! kita hanya baikan bukan balikan!" Ujar ku sambil bangun dari posisi tiduran


"kalau begitu aku mau menyentuhnya. boleh ya?"


"tidak"


"tck!"


Lee pun langsung memeluk tubuh ku dari belakang dengan sedikit kuat di kedua lengan ku sehingga tangan ku tidak bisa bergerak. lalu dia membuka rok ku dan menyentuhnya.


aku pun memejamkan mata ku berusaha menahan agar mulut ku ini tidak mengeluarkan suara yang biasanya


"He-Hen-Hentikan! ah!" Ujar ku sambil terus memejamkan mataku.


"diam dulu ya sayang, gak lama ko" Ujar Lee lalu mencium leher ku.


dan benar dia tidak melakukan lebih dari itu lalu setelah selesai dia pun pulang dan aku mengantarnya sampai depan rumah.


ya sebenernya aku juga mau lebih tapi yang aku ingin bukan hanya nafsu, aku juga ingin hatinya.


berlanjut~