Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
10



~semakin kita berharap untuk kebahagiaan yang sama,semakin dalam kita menyimpan luka di dalam hati~


...


suatu sore hari di halaman belakang sekolah.


"Jawab Ruby kamu Minggu jalan sama siapa" Tanya Claude sambil menatap ku sedangkan aku hanya bisa menundukkan kepala ku.


"S-sa-sama temen" Jawab ku sambil terus menundukkan kepala.


"siapa temen mu itu? laki-laki atau perempuan?"


"Laki-laki"


"siapa!?"


"L-Lee"


"kamu ngapain pergi ber 2an sama dia tanpa ngabarin aku!? kamu kemana sama dia?" Tanya nya sambil mendekatkan wajah nya pada wajah ku yang sedang menunduk.


"dia ngajak dadakan. aku cuman pergi ke rumah nya untuk merayakan ulangtahun nya kok" Jawab ku langsung menatap Claude.


"lihat mata ku dan jawab dengan spontan" Ujar Claude sambil terus menatap mata ku "Kamu ga ngapa ngapain kan sama dia? cuman merayakan saja kan?" Terus nya


"iya merayakan saja kok" jawab ku cepat *sial! aku berbohong padanya!* Terus ku dalam hati


"yasudah kalau begitu yuk kita kembali ke ruang club. Acha pasti ngomel ngomel kita izin lama kayak gini" Ujar Claude lalu menggandeng tangan ku menuju ruang Club teater.


dan benar saja sesampainya di ruang teater Acha melipat kedua tangan nya di dada sambil menggoyangkan kaki nya dengan mata tertuju ke aku dan Claude


"Ma-Maaf Cha" Ujar ku dengan senyum miris ku


"aku ga nyangka 2 peran utama ini malah bermain main padahal peran nya sangat penting" jawab Acha sambil menepuk jidat nya.


"Ok, Ok Sorry kita latihan lagi yuk sekarang yuk" Ujar Claude Enteng dan latihan pun di teruskan


tidak lama kemudian pun latihan selesai. aku melihat odelia di depan pintu ruangan teater lalu tiba-tiba saja Claude menghampirinya. aku tidak begitu paham apa yang mereka bicarakan namun sesekali odelia melirik ke arah ku dengan tatapan yang sulit ku artikan.


aku terus memperhatikan mereka bahkan sampai odelia mendorong Claude lalu menangis pergi meninggalkan ruang Teater.


Claude pun hanya bisa menggelengkan kepala nya dan mencoba mengejar odelia. aku sedikit penasaran mereka sebenarnya ada apa.


tiba-tiba saja Acha pun duduk di samping ku.


"kenapa tadi ngeliatin Claude sama Odelia sampe segitunya" Tanya Acha penasaran


"ngga sih ... aku ngeliat mereka kayak ada sesuatu aja gitu" Jawab ku sambil memainkan jemari ku karna kebingungan


Acha pun memeluk ku dan mengelus kepala lu dengan lembut "tenang aja mereka cuman sebatas mantan pacar"


"Kalo cuman mantan pacar kenapa Claude sampe ngejar odelia gitu? kan harusnya di biarin aja!" Jawab ku dan langsung melepas pelukan dari Acha "Aku mau kejar Claude" Terus ku namun Acha menahan dengan memegang tangan kanan ku


"Lebih baik kamu disini saja" Jawab Acha namun dia tidak berani melihat ke arah ku. aku tau pasti ada yg g beres!


aku pun melepaskan tangan Acha secara kasar dan pergi berlari keluar ruang teater mencari Claude.


aku pun terhenti di ruang club Berita yang pintu nya terbuka. aku melihat odelia dan Claude sedang berbicara empat mata. aku pun mencoba mendengar pembicaraan mereka sambil mengintip.


"Tega kamu ya! katanya gak ada cewe yang kamu suka selain aku!" Ujar Odelia sambil mengeluarkan airmata nya


aku merasa odelia disini sangat takut kehilangan Claude dia sepertinya sangat sayang pada Claude. namun jika mereka kembali bagaimana dengan ku? Claude bilang sudah suka sama aku terus kenapa dia masih ladenin mantan nya.


aku terus memperhatikan mereka namun tiba-tiba saja Claude memeluk odelia.


aku bingung, hati ku kenapa terasa sakit begini melihat mereka yang hanya berpelukan saja


Claude pun melepas pelukan nya pada odelia yang sudah terlihat sedikit membaik.


"Aku ke ruangan teater lagi, jangan cari aku lagi! ini terakhir kita bicara" Ujar Claude dingin.


odelia pun menarik tangan Claude dengan kasar lalu mencium Claude secara spontan. aku pun kaget karna tak kuat melihat nya aku pun lari meninggalkan mereka ber 2


air mata ku tak bisa ku kendali kan ... aku benar benar menangis dan tanpa sadar aku berlari ke arah ruang seni untuk mencari Lee.


waktu yang tepat ketika aku sampai di depan ruang seni Lee sedang berada di depan pintu.


aku spontan langsung memeluk Lee. aku tidak peduli siapa yang melihat, hati ku rasanya sudah benar-benar di buat hancur oleh white prince ku.


tangis ku semakin memecah saat memeluk Lee.


"Ru-Ruby kamu kenapa?" Tanya Lee kebingungan.


ahirnya Lee pun mengajak ku ke taman belakang sekolah. aku menyenderkan kepala ku di pundak Lee sambil terus menangis.


"selesain dlu aaj nangis nya habis itu cerita kalo ada yg mau di ceritain" Ujar Lee sambil mengelus kepala ku dengan lembut.


aku mengangkat kepala ku dan menceritakan semua kejadian yang ku lihat soal Claude sama Odelia


"setau ku mereka memang sempet pacaran dulu tapi udh putus beberapa bulan yang lalu kan" Jelas Lee


"iya sih tapi masa odelia sampe kayak gitu dan Claude juga nurutin aja. kan keliatan banget mereka masih saling suka" jawab ku


"kamu cemburu?" Tanya Lee tanpa menatap ku


"ntah lah aku bingung rasanya sakit tapi sulit di jelaskan sakit yg seperti apa"


"yasudah kalau begitu yuk ambil tas mu di ruang teater. aku antar kamu pulang sekalian aku temani di rumah sampe sedih mu hilang" Ujar Lee sambil bangkit dari duduk nya. aku pun meng iya kan ajakan nya.


sesampainya di ruang teater aku melihat Claude sedang membereskan barang barang nya. aku melihat ada odelia di samping nya.


aku m ngambil tas ku tanpa melihat ke arah mereka.


"Ruby kamu mau ke---" belum sempat Claude menyelesaikan kata katanya aku sudah meninggalkan nya.


aku pun pulang naik mobil Lee namun belum sampai di rumah Lee tiba tiba memberhentikan mobil nya.


"sebentar ya nanti aku balik lagi" Ujar Lee lalu keluar dari mobil.


tidak lama kemudia Lee kembali dengan 2 eskrim di tangan nya. dia pun memberikan ku eskrim itu.


"nih ... biar mood mu membaik" Ujar Lee sambil memberikan eskrim itu.


aku pun menerima nya dan mulai memakan eskrim itu dan mood ku pun perlahan membaik.


"emang dasar cewe harus di kasih yang manis manis dulu baru diem" Ujar Lee meledek dan mulai menjalankan kembali mobil nya.


aku pun hanya bisa memperhatikan nya sambil tersenyum .... ternyata black prince ku bisa bersikap manis juga