
Jika sekarang aku dapat mendengar suaramu,
aku ingin mendengar engkau menyatakannya...
candaan hangat kita di hari itu,
barang sepatah saja,
...barang sekali saja.
...
Aku datang pagi ke sekolah dengan senang aku berharap bisa melihat Lee dengan bukunya pagi ini.
namun ....
Lee tidak ada di tempat duduknya, tumben dia jam segini belum datang. aku pun masuk ke dalam ruang kelas dan duduk di bangku ku. aku terus melihat ke arah kursi Lee yang kosong. dari ruang kelas hanya ada aku seorang hingga ramai, dia belum juga datang.
aku pun mencoba untuk mengirimkannya sebuah pesan.
ya namun percuma saja, bahkan dia yang biasanya langsung membaca pesan ku, sekarang dia tidak baca pesan ku sama sekali.
*Lee, kamu kemana?* Ujar ku dalam hati lalu menidurkan kepala ku di atas meja ku. *ntah kenapa sekarang aku kangen kamu* terus ku dalam hati sambil berharap dia datang. namun percuma saja dia tetap tidak datang bahkan ketika bell masuk kelas pun sudah berbunyi.
ketika pulang sekolah aku pun langsung ke ruang teater untuk izin pada Acha aku mau ke rumah Lee. aku khawatir sama dia.
"Acha... plis ku mohon izinkan aku untuk tidak latihan hari ini. black prince ku tidak ada kabar dari pagi tadi, dia juga gak masuk sekolah hari ini" Ujar ku sambil memohon pada Acha, aku sada dari tadi Claude memperhatikan ku dari jauh namun ku diam kan. pikiran ku terus tertuju pada Lee hari ini
"Yasudah kamu cek aja ke rumahnya. besok harus datang latihan ya! jangan bolos lagi" Jawab Acha mengingat kan ku
"Ok! Makasih" Ujar ku singkat lalu langsung pergi keluar dari ruang Club dan menuju rumah Lee.
sesampainya di depan rumah Lee aku pun membunyikan bell dan yang membuka kan pintu adalah ibunya Lee
"Permisi Tante, aku teman sekelasnya Lee, apa Lee ada di rumah?" Salam ku sambil tersenyum
"ada, silahkan masuk ... Lee sedang terkena demam, ayo Tante antar kamu ke kamar Lee sepertinya dia sedang tidak tidur" Ujar Ibu Lee lalu mengantarkan ku ke kamar Lee.
aku melihat Lee terbaring tidak berdaya di atas kasur, Wajahnya merah karna demam tinggi.
ibu Lee pun meninggalkan ku bersama Lee di dalam kamar.
"Kamu kenapa gak kasih tau aku kalau sakit" Tanya ku sambil duduk di kursi sebelah kasurnya
Lee terdiam lalu memegang tangan ku "Aku ingin kamu mencari ku" Jawab Lee sambil terus memegang tangan kanan ku dengan kedua tangan nya.
tangan nya terasa panas, demam nya sangat tinggi muka nya terlihat sangat merah.
"Aku khawatir tau! kamu sudah makan? udah minum obat? sudah berapa lama sakit?"
"Ruby tenang lah. aku sudah makan dan minum obat, aku sakit baru semalam"
"Aku kangen kamu Lee, semenjak dari rumah sakit kamu tidak mengirim ku pesan sama sekali. bahkan saat Acha sama Claude ke rumah ku, kamu tidak datang"
"maaf aku membuat mu khawatir" Ujar Lee lalu melepas kan tangan ku dari genggamannya "kamu hari ini gak latihan teater? ko jam segini udah bisa keluar sekolah?" Tanya Lee
"Aku khawatir jadi aku langsung kesini... sudah lah, aku rawat kamu sampai sembuh ya" Jawab ku sambil tersenyum ke arah Lee.
aku mulai mengkompres dahi Lee dengan sapu tangan dan air dingin, aku menyuapi nya makan, lalu memastikan nya sudah minum obat dan membiarkan nya istirahat.
"Lee, sebaiknya kamu ganti baju dulu dari pada nanti masuk angin. baju mu basah oleh keringat tuh" Ujar ku, Lee pun langsung membuka baju nya depan ku.
"Hei! kenapa di buka depan ku!" keluh ku kesal dia seperti tidak menganggap ku wanita main asal buka baju saja depan aku
"lagian bagian dari tubuh ku yang mana yang belum kamu lihat? tolong ambilkan aku piyama di lemari ku" Ujar Lee sambil menunjuk lemari baju nya.
aku pun mengambilkan piyama buat Lee dia langsung memakainya depan ku. bener bener deh dia memancing nafsu ku di saat dia lagi sakit begini mau tidak mau aku harus tahan dari pada nanti aku tertular demam nya.
tidak lama kemudia pintu kamar Lee pun terbuka ku kira ibu nya yang masuk tapi ternyata ....
Claude!?
"Kamu ngapain kesini!?" Ujar ku dengan Lee serempak karna kaget.
"Aku mau jenguk gebetan ku, apa lagi?" Jawab Claude enteng sambil menaruh sebuah bungkus an yang ber isi buah apel
*ge-gebetan!?* ujar ku dalam hati karna kaget
"wah Ruby kamu nyolong start duluan ya" Ujar Claude sambil menepuk pundak ku.
aku melihat ke arah Lee dia seperti diam mematung. dia kayaknya trauma sama Claude.
"Baby, kamu kalo sakit harusnya ngomong. masa Ruby di kasih tau, aku engga. sama aja kamu cuman kasih kesempatan buat dia dong tapi aku gak dapet kesempatan" Ujar Claude dengan manja, Claude memegang tangan Lee namun Lee langsung menarik tangan nya dengan cepat
*jijik woi!* Ujar ku dalam hati sambil memperhatikan kelakuan Claude
"ka-kayaknya aku pulang aja ya" Ujar ku dan seketika aku melihat ke arah Lee yang menggelengkan kepala nya.
"Kalo kamu pulang berarti aku yang menang loh kamu setelah ini gak boleh ganggu Lee lagi kalo kamu pulang" Ujar Claude membuat ku merinding
aku pun duduk di lantai kamar Lee. Lee pun istirahat dia memejamkam matanya lalu tertidur.
Claude yang duduk di sebelah ku tangan nya mulai menyentuh paha ku. rok sekolah ku memang sangat pendek jadi ketika duduk akan sedikit naik.
"Jangan sentuh aku" Ujar ku dengan suara Pelan mengingatkan Claude
"sedikit aja Ruby" Jawab Claude dengan nada yang sama pelan nya dengan nada bicara ku.
"Jangan Claude! kalo Lee ngeliat gimana"
"ya bagus dong dia pasti nanti ilfiel sama kamu otomatis aku yang menang"
"Licik!"
"becanda Ruby ... lagian kamu bawa jaket kan? tutupin paha mu, jangan bikin hawa nafsu ku naik disini"
"tck! sebenernya kamu suka cewe atau cowo sih? aku bingung deh" Ujar ku sambil mengambil jaket ku untuk menutupi paha ku
"suka dua dua nya dong. kalo aku gak bisa dapat kamu ya aku harus dapet in Lee. simple kan" jawab Claude enteng
*Simple ndas mu! kapan nih orang bisa stright lagi* Ujar ku dalam hati mulai kesal
"Ruby! aku harus mendapatkan mu! Harus! kamu yang utama" Ujar Claude membuat ku langsung menengok ke arah nya dan membulatkan mata ku.
*aku gak ngerti sama jalan pemikiran cowo ini* Ujar ku dalam hati sambil terus menatapnya
berlanjut~