Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
26



Tidak ada yang buruk di dunia ini.


bahkan, duri yang tumbuh pada mawar pun...


...menghiasi dengan cantik


...


tidak terasa Minggu depan sudah mulai UAS ... anak kelas 12 di semester 2 pasti sudah pada sibuk... apa bisa aku main sama mereka seperti sekarang ini.


aku pun memainkan pulpen ku sambil menunggu bel masuk kelas berbunyi.


tidak lama kemudian Mizu datang, aku dia terlihat cantik! sangat cantik! membuat ku iri! terus kenapa rok jadi dia pendek in juga seperti yang lain! membuat kaki nya yang indah itu terlihat semua! Lee pasti sedang memperhatikan dia!.


aku pun menengok ke arah Lee yang malah fokus ke bukunya, dia terlihat tidak peduli siapa yang masuk dan keluar kelas.


ya ... seharusnya aku memang tidak berfikir begitu karna Lee ini manusia yang unik, dia tidak peduli sama sekitar.


ketika kelas sudah lumayan ramai aku melihat Lee di kerumuni oleh banyak perempuan dari kelas lain.


"Kaka ganteng banget waktu main drama musikal"


"Kaka udah punya pacar belum?"


"Kaka Deket ga sama yang jadi Tuan Putri itu?"


"ka boleh minta kontaknya ga?"


"udah sarapan belum ka?"


aku mendengar itu semua! Berisik! benar-benar berisik! aku menutup kedua telinga dengan tangan ku.


apa sih mereka itu lebay dan lagi kenapa coba Lee malah cuek sambil membaca bukunya itu.


"Hey, Ruby bukan?" seseorang yang datang menghampiri ku membuat ku membuka telinga dan melihat ke arahnya.


"oh? iya aku Ruby, ada apa ya?" Tanya ku penasaran


"Kenalin nama ku Lucifer dari kelas 2-1" Jawab nya sambil tersenyum.


"Trus?"


"Terus kenapa?"


"Kenapa kamu kesini?"


"kamu to the point juga ya orangnya haha, aku cuma mau kenalan sama kamu. oh ya boleh minta kontak kamu?"


"Boleh aja sih" Aku pun memberikan kontak ponsel ku pada Lucifer


"Trimakasih, nanti ku hubungi ya" Ujarnya sambil memejamkan satu matanya.



aku berfikir sepertinya wajah Lucifer sangat mirip dengan Lucien.


Mizu pun menghampiri ku secara tiba-tiba. menghancurkan lamunan ku.


"Loh? saudara kembarnya Lucien ngapain dia nyamperin kamu? kalian saling kenal?" Tanya Mizu penasaran.


"Hah!? Sodara kembar!?" Aku bertanya balik karna yang ku tau selama ini Lucien hanya memiliki satu adik perempuan.


"Mizu, si bodoh itu kan tidak tau soal sodara kembar Lucien" Sahut Lee secara tiba-tiba


tiba-tiba saja bell masuk pun berbunyi membuat kami langsung duduk di tempat kami masing-masing.


masuklah seorang guru yang tidak kami kenal. Rambutnya berwarna hitam, Ber alis tebal dengan mata sipitnya, hidungnya kecil dengan bibir yang tipis membuat nya terlihat tampan, dia juga terlihat tinggi dan terlihat lebih muda dari guru yang lain.



"Perkenalkan nama saya Victor, saya yang akan menjadi wali kelas kalian menggantikan yang sebelumnya. saya lulusan S1 dari Universitas Qing hua di Beijing jurusan matematika, karna saya masih baru mohon bantuan kalian semua." Ujar guru itu lalu tersenyum.


seketika semua anak perempuan bersorak dengan sangat senang nya.


"Jackpot! guru ganteng!"


"Kelas kita selalu beruntung. udh murid pindahan cantik sekarang guru ganteng"


"Makin betah di kelas ini!"


Ujar para murid Perempuan membuat ku hanya ingin menutup telinga ku saja. lagi pula bagi ku muka guru itu biasa saja.


namun tiba-tiba saja guru itu memanggil namaku, karna aku menutup kedua telinga Lee pun menyentuh pundak ku dan aku membuka telinga ku.


"coba kamu berdiri di tempat, dari tadi kamu menutup telinga saja. kamu tidak peduli dengan saya?" Tanya guru baru tersebut membuat ku bingung ingin menjawab apa.


"Maaf pak saya tidak sengaja" Jawab ku sambil menunduk


"Duduk kamu" Ujar guru itu, aku pun langsung kembali duduk.


kelas di mulai dengan perkenalan guru baru. sepulang sekolah aku langsung ke ruang club teater dan aku melihat ada orang asing sedang bersama Acha di dalam ruang club ku.


Acha yang sadar aku masuk ruang Teater pun memperkenalkan orang itu.


"Ruby, kenalin ini pak Dion. pak Dion ini akan jadi pembina club kita" Ujar Acha


"loh? pembina? sejak kapan club kita harus ada pembina?" Tanya ku penasaran


"Ruby... kamu bisa ga sih kalo ngomong ga langsung to the point depan orangnya" Jawab Acha sambil bertolak pinggang memandang ku.


"sudah tidak apa, Perkenalkan nama saya Dion, saya lulusan S1 Universitas Qing Hua jurusan Seni, saya pembina sekaligus guru baru disini. mohon bantuannya ya." Ujar guru itu lalu tersenyum padaku



tinggi, berambut hitam, berponi, mata yang sipit, ber alis tebak dengan hidung kecil juga bibir nya yang tipis. woah! guru ganteng lagi ini! kenapa jadi banyak orang baru sekarang ini!?


"iya, mohon bantuan nya juga ya pak Dion" jawab ku lalu aku jalan menaruh tas ku.


namun tiba-tiba saja Lucien masuk ke dalam ruang Club kami sambil membawa orang asing di sampingnya.


biar ku tebak! pasti dia pembina club Seni yang baru! kenapa jadi makin banyak lagi orang baru sih disini !?


"Halo semua, perkenalkan ini pembina club seni" Ujar Lucien yang baru masuk "pak Davin, ini Club teater, biasanya kita bekerja sama dengan club ini" terus Lucien pada pembinanya


"perkenalkan semuanya, nama saya Davin, saya lulusan S1 dari universitas Yokohama di Jepang jurusan Seni, saya juga termasuk guru baru, jadi mohon bantuannya" Ujar Pembina Club seni.


Tuh kan bener! dia pembina baru club seni! kenapa harus tampan juga!? Rambut nya coklat, bermata agak bulat dan warna matanya coklat terang, alisnya tebal dengan bibir tipis, dia juga menggunakan anting. tipe yang keliatan cowo nakal sih tapi kenapa yang ini lebih tampan dari yang lain.



dari suaranya saat berbicara juga sudah ketahuan bahwa dia lelaki tampan.


"Wah! guru baru dari Jepang!" Ujar Claude yang tiba tiba saja berada di belakang ku.


"Iya, sekarang banyak orang baru ya" ujar ku lemas.


"wah ganteng banget! ini tipe ku!"


andai saja tinggi ku tidak beda jauh dari Claude sudah ku tutup mata dia dari tadi.


Claude pun langsung menghampiri pembina club seni tersebut dengan cepat.


kenapa nih orang lebih gercep dari anak perempuan sih setiap ngeliat cowo yang sedikit tampan langsung di sikat.


"Haha memang dari dulu Davin selalu jadi idaman" Ujar pak Dion yang berada di samping ku secara tiba-tiba


"bapak sudah lama kenal sama pembina club seni itu?"


"tentu saja, saya mendaftar menjadi guru di sekolah ini juga karna dia juga mendaftar"


gak tau kenapa ya fikiean mu malah kemana mana karna dia bilang bgitu!


"jangan salah sangka! saya sama Davin hanya sebatas sahabat dari SMA" jelas pak Dion


"oh? iya pak, kayaknya memang sahabat bapak akan menjadi sangat populer di sekolah ini" Jawab ku sambil tersenyum miris.


semakin banyak orang namun sebentar lagi Acha dan Claude lulus. ntah bisa di bilang semakin sepi atau semakin ramai aku juga tidak tau.


berlanjut~