
Mungkin, Kita hanya di pisahkan sekarang...
agar dapat bertemu sekali lagi nanti.
...
sebulan telah berlalu. hari ini kami ada acara olahraga yang kelompoknya tiap club dan baru kali ini club Teater melawan club seni.
aku menggunakan baju olahraga ku lalu bersama Acha menuju lapangan. aku melihat Lee dengan Mizu yang terlihat sangat dekat namun aku sudah bisa menerima kenyataan nya sekarang ini.
"udah gapapa kan?" Tanya Acha memastikan.
"tenang semua udah dalam kendali" Jawab ku sambil tersenyum.
"Ruby" sapa Kaori dari club seni
"Iya?" jawab ku
"ayo kita bikin Mizu keluar duluan dalam pertandingan bola lempar" Ujar Kaori membuat ku kaget.
"Hah? kenapa harus buat Mizu keluar duluan?" tanya ku bingung namun belum sepat Kaori menjawab Lee dan Mizu datang menghampiri kami
"mau pake cara licik ngajak anggota club seni keluar in Mizu duluan?" Tanya Lee sambil menatap ku sinis
"apa sih Lee! ko main fitnah aja!" Ujar Acha yang terlihat emosi
"kenapa aku harus keluar duluan!?" Tanya Mizu sambil menggandeng Lee depan ku
"Ruby, minta maaf" Ujar Lee
"kenapa Ruby harus minta maaf!?" ketus Acha semakin emosi
aku meremas baju ku dengan kedua tangan ku untuk menahan emosi yang akan meledak.
aku pun menatap Lee dengan keadaan sinis "Aku gak akan minta maaf! karna aku g--" belum sempat aku menyelesaikan kata-kata ku Claude dari belakang menutup mulut ku dengan tangan nya lalu membawa ku bergabung dengan ada teater yang lain nya, Acha pun mengikuti kami.
aku terdiam cukup lama, duduk sambil memeluk kedua kaki ku. ntah kenapa aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku dari Lee dan Mizu.
Claude yang berada di samping ku pun menutup mata ku dengan tangan nya.
"jangan di liatin terus" Ujar Claude sambil terus menutup mata ku.
aku mendengar banyak orang orang yang berbisik bahwa club seni dan teater mulai ada perpecahan dan mereka semua menyalahkan Mizu.
"liat aja tuh Mizu! nempel banget sama Lee! eneg aku lihat nya"
"Lee apa ga risih ya?"
"ya nggak lah Mizu cantik begitu"
"tapi Lee juga ganteng sih. tetap saja ngapain coba mengumbar kemesraan di sekolah! jijik!"
lalu Claude pun menutup telinga ku dengan kedua tangan nya
aku menatap Claude "semua Indra ku aja kamu tutup" Ujar ku lalu Claude dan Acha pun langsung tertawa.
sesekali aku melihat Lee menatap ke arah kami namun aku tidak memperdulikan nya.
pertandingan olahraga pun di mulai. kami yang sering latihan menyanyi sambil menari untuk soal olahraga masih tidak masalah.
untuk lomba lari lompat gawang wanita adalah Acha melawan Kaori dan pemenangnya adalah anak club seni.
namun untuk lomba lari lompat gawang pria banyak wanita yang berteriak sana sini karna dari club teater perwakilan nya Claude dan dari club seni perwakilan nya Lee.
"wah ganteng, dari club seni sama teater ada yang se ganteng itu?"
"pemandangan indah"
"wah gak boleh di lewatin ini"
ujar para wanita yang tergila-gila oleh Lee dan Claude.
"kedua pangeran mu cukup famous juga ya" bisik Acha sambil menggoda ku aku hanya membalas dengan menyikut perut nya.
untuk lomba lari lompat gawang pria pun di menangkan oleh club teater.
aku pun memisahkan diri sebentar untuk mengambil botol minuman ku lalu aku berpapasan dengan Mizu.
"Aku gak akan kalah dari mu" Ujar Mizu sambil lewat di sebelah ku
*Eh? nantangin jadi nih? lumayan menarik juga kayaknya acara olahraga kali ini* Ujar ku dalam hati lalu berjalan kembali ke tempat semula bersama Acha.
aku hampir mengikuti semua lombanya dan aku selalu memenangkan lomba yang aku ikuti. Club seni kalah telak!
"Ruby ... kamu yg biasanya lemas ko jadi semangat banget bahkan memenangkan hampir semua pertandingan" Tanya Acha penasaran sambil memperhatikan ku yang sedang minum
"Persaingan yang gak bisa di biarkan" Jawab ku sambil meremas botol minuman ku.
"santay, santay" Ujar Acha lalu duduk di sebelah ku.
tiba tiba saja Claude datang memberikan ku sebuah handuk untuk mengelap kringat ku.
"Makasih" Jawab ku sambil menerima handuk pemberian Claude.
"jangan terlalu memaksakan ya" Ujar Claude lalu duduk di samping ku.
"habis ini lomba terakhir ya lari estafet" Jelas Claude
"Iya ... membernya Ruby, kamu sama Aku" jelas Acha.
"jangan sampe kita kalah!" Ujar Ku sambil mengepalkan tangan kanan ku.
ntah kenapa aku jadi gak mau kalah soal perlombaan ini ... ini bukan soal Lee dan Mizu tapi soal harga diri ku yang akan semakin di rendahin kalo aku kalah.
setelah perlombaan di mulai dan benar saja club teater menang lagi. aku pun tersenyum puas ke arah Claude dan Acha yang juga terlihat bahagia.
acara olahraga pun selesai, Acha memerintahkan kami untuk berkumpul di ruang club ada sebuah informasi yang ingin dia bagikan.
aku pun duduk di podium dengan yang lain nya menunggu Acha berbicara yang sepertinya sedang mengobrol dengan orang asing di depan ruang Club. setelah orang asing itu pergi Acha pun langsung masuk ke dalam ruang Club.
"Mungkin ini dadakan tapi... guys kita punya project drama musikal dalam waktu dekat yang berjudul Romeo. namun yang membuat beda project ini menggunakan bahasa Jepang" Jelas Acha, aku yang sedang minum pun langsung menyembur air yang sudah ku masuk an kedalam mulut.
aku terbatuk beberapa kali karna tersedak. aku kaget ... bahasa yang biasa aja kadang susah menghafal naskah apa lagi bahasa Jepang ....
"Acha seriusan dong!" Ujar ku sambil mengelap mulut ku
"serius Ruby! oh iya kali ini anak club seni ikut memainkan permainan teater kita ... ayo sambut .... Lee!" Ujar Acha lalu Lee keluar dari bali panggung membuat ku kaget.
"Cha untuk pemain yang lain gimana?" Tanya Claude penasaran.
"Claude, Ruby kalian juga jadi pemain inti bareng sama Lee!" Jelas Acha sambil terus membaca kertas scenario yang dia pegang.
"Jangan becanda Cha, gak mungkin kan!" Ujar ku sambil berdiri dari podium dan naik ke atas panggung "Mana mungkin orang yang tidak punya pengalaman seperti orang ini bisa jadi pemain inti" Ujar ku sambil menunjuk Lee.
"Aku bahkan bisa lebih hebat dari kamu loh" Ujar Lee dengan nada dingin tanpa menatap ku.
"kita lihat saja nanti Ruby, karna kita sedang mencari untung besar untuk club seni dan Club Teater. anak kelas lain menantikan Claude dan Lee ada bersama di depan panggung ... Lee yang biasanya di belakang panggung kita akan test pada drama ini, jika memang bagus kita akan terus bermain bersama" Jelas Acha membuat ku kaget
"terus club seni gimana!?" tanya ku dengan nada keras sambil menatap Acha dan menunjuk Lee
"tenang saja ... kami dalam kendali" Jawab Lucien yang baru saja datang lalu masuk ke dalam ruang teater.
*sepertinya setiap latihan akan jadi hari yang panjang* Ujar ku dalam hati.
berlanjut~