Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
7



PERINGATAN!!!


CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. BAGI PEMBACA YANG DI BAWAH UMUR ATAU TERTANGGU DENGAN UNSUR TERSEBUT SILAHKAN SKIP CHAPTER INI


ke esokan hari nya pun kami di bangunkan jam 7 pagi. rasanya masih sangat ngantuk sekali. sulit untuk membuka mata


kami pun memulai acara pagi ini dengan senam pagi lalu di lanjutkan untuk mandi dan bersih bersih sebelum games selanjutnya di mulai.


setelah selesai mandi aku pun sednag mengeringkan rambut ku lalu jalan jalan sebentar ke taman sekolah *suasana Minggu pagi memang yang terbaik* Ujar ku dalam hati lalu duduk di kursi taman.


"loh Ruby, ngapain disini sendiri?" suara lelaki yang tak asing di telingaku dan aku pun langsung menengok ke arah suara.


aku melihat Lee berdiri sambil memegang jaring yang ntah buat apa.


"Lee? kamu sendiri ngapain disini? ko bawa bawa jaring sih buat apa?" tanya ku penasaran


"aku lagi nyari kupu-kupu" jawab nya sambil melihat sekeliling sepertinya dia benar benar mencari kupu kupu


*hei! dia umur berapa sih masih suka nyari kupu-kupu* Ujar ku dalam hati sambil menatap Lee bingung


"Kamu mau ikut?" Tanya Lee


"gak, gak usah aku sudah mandi. kamu cari sendiri aja"


"yasudah kalau begitu aku duluan ya" Ujar Lee lalu pergi meninggalkan ku sendiri.


tidak lama kemudian kami di panggil untuk kembali berkumpul


setelah semua game selesai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam dan sudah di perboleh kan pulang.


namun anak kelas 12 club teater dan seni berkumpul. aku pun penasaran mereka sedang mendiskusikan apa dan Claude juga ada di situ.


dan aku melihat banyak alkohol yang di kumpulkan menjadi satu mereka ingin nomikai (acara minum bersama) sebelum pulang ternyata.


"Ruby mau ikutan?" Tanya Claude


"aku ga kuat minum. lebih baik aku pulang aja" jawab ku namun


"Noob! gak ush minum udah temenin aja gebetan mu itu" bisik Acha tiba tiba di telinga ku.


"Beneran ga mau ikut?" tanya Claude kembali memastikan


"Ruby ikut ko apa lagi ada kamu Claude, Ya kan Ruby!?" Ujar Acha sambil tersenyum ke arah yang lain aku pun mengangguk an kepala ku


"selamat bersenang-senang aku pulang dulu" Terus Acha sambil berjalan ke luar ruang club


"loh kamu ga ikutan Cha?" aku bingung karna dia yang membuat ku ikut


"Aku lelah jadi skip dulu"


*dasar curang! nyuruh ikut tapi sendirinya ga ikut* Ujarku dalam hati sambil melihat Acha yang pergi meninggalkan ku disini bersama anak club seni dan Club Teater


"yuk guys kita mulai!" Ujar Lucien semangat dan mereka mulai membuka botol botol minuman beralkohol itu


aku pun hanya diam saja melihat mereka pesta minuman itu yang ku perhatikan adalah Claude sepertinya mulai mabok wajahnya yang putih mulai me merah.


jam menunjukan pukul setengah 9 malam namun mereka malah pada tepar termasuk Claude yang sepertinya benar benar mabuk.


"Ruby kamu disini terus kan, ayo main Ruby" Ujar Claude yang mulai mendekatkan wajah nya pada wajah ku


*ugh! bau alkoholnya sangat menyengat* ujar ku dalam hati dan mulai menggeser tubuh ku menjauh dari Claude karna aku benar benar tidak kuat dengan bau alkohol yang sangat menyengat


"Ruby kenapa menjauh? kamu menyukai ku kan? ayo kemari..." Ujar Claude mulai menghampiri ku.


*wah ga beres seharusnya sejak awal aku tidak ikut ini* Ujar ku dalam hati sambil terus menggeser tubuh ku menjauh dari Claude.


aku melihat di pojok ruangan Lucien sedang berciuman dengan pacarnya *di tempat rame bgini!? sudah gila!?* Ujar ku dalam hati


"sayang disini sebentar ya" Ujar Claude yang langsung memeluk ku secara tiba tiba


aku mencoba melepaskan diri namun tenaga Claude lebih kuat untuk menahan ku.


"Ayo main" Ujar Claude sambil melepaskan ciuman nya dan mulai membuka 2 kancing baju nya yang paling atas


*dia mabuk! gawat aku harus cepat pergi! sepertinya dia sudah mulai ga sadar* Ujar ku dalam hati dan mencoba memberontak


"santai saja Ruby aku tidak akan kasar" Jelas Claude sambil memegang tangan ku dengan kedua tangan nya


dia mulai mendekatkan wajah nya pada leher ku ... aku takut! seharusnya tidak boleh begini.


"Kamu wangi ya" ujar nya lalu mencium leher ku sambil tangan kanannya masuk ke dalam baju ku.


"ughhhh" keluh ku sambil menutup kedua mata ku... dia mulai menyentuh ku.


perlahan lahan aku mulai merasakan kenyamanan yang tidak pernah ku rasakan sebelum nya. aku di sentuh oleh laki-laki yang ku suka semenjak masuk club ini.


aku pun tidak berontak sekarang aku menerima apa yang dia inginkan. ternyata ini juga kemauan ku. bau alkohol yang menyengat dan ruang club yang dingin menjadi saksi aku memberikan perasaan ku kepada Claude.


setelah semua yang Claude mau selesai dia pun mulai tertidur ...


sekarang jam menunjukan pukul 11 malam semua sudah mulai sadar dan kami pun pulang.


"Ugh!" Ujar Claude yang terbangun sambil memegang kepala nya. aku pun membantunya untuk bangun


"Claude? udah sadar?" Tanya ku


"Eh!!!???? Ruby!!!????" Ujar Claude sepertinya kaget dan wajahnya sangat merah


aku bingung dan hanya bisa menatap nya.


"Ru-Ruby boleh ku tanya sesuatu?" Tanya Claude sambil memalingkan wajahnya


"Tanya apa?"


"Ki-Kita tidak benar benar melakukan nya kan?"


wajahku langsung memerah mengingat kejadian beberapa jam yang lalu "eh .... itu ... gimana ...." aku benar benar bingung ingin menjawab apa


"ternyata benar aku melakukan nya. maaf aku tidak sadar!" ujar Claude lalu memandang mata ku


"aku yang harusnya minta maaf aku terbawa suasana tadi. kamu kan sedang keadaan mabuk"


Claude pun melirik ke arah leher ku yang masih terlihat jelas bekas ciumnya


"lebih baik kamu tutupi dulu bekas itu sebelum pulang... habis itu aku antar kamu sampai rumah" Ujar claude lalu berdiri dan membereskan barang barang nya


"Baiklah" aku pun memakan fondation dan bedak untuk menutup bekas merah nya lalu membereskan barang barang ku.


Claude dan aku pun berpamitan pulang pada yang lain. dia menggandeng ku sampai ker parkiran... keheningan selama perjalanan pulang pun terjadi lagi ...


tidak lama kemudian pun sampai di depan rumah ku.


"trimakasih udah mengantar ku. aku duluan ya" Ujar ku namun Claude menarik ku untuk ke pelukan nya lalu berbisik di telinga ku.


"sepertinya aku menginginkan nya lagi lain kali" Bisik Claude di telinga ku lalu mencium pipi ku membuat wajah ku me merah karna malu.


Claude pun melepaskan pelukan nya dan berpamitan


"Bye! selamat istirahat" Ujar nya lalu pergi menjauh mengendarai motor nya.


aku pun langsung masuk ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamar ku....


benar benar deh kejadian malam Akrab tidak ku sangka akan seperti ini ahirnya. kalau Lee tau soal tadi bisa jadi muka Claude hancur di hajarnya. membayangkan itu saja sudah membuat ku takut.


ya sudah lah aku lebih baik sekarang mandi lalu tidur, besok masuk pagi juga.


~Berlanjut~