Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
18



Seandainya aku bisa terus menemanimu...


ketika sedih,


ketika senang,


...ketika tua nanti.


...


seminggu telah berlalu, Lee sudah sehat dan masuk sekolah seperti biasa. aku pun sering menghabiskan waktu bersama Lee...


berawal dari tidak menyukainya sampai merasa nyaman dengannya ... apa ini karma buat aku? jika ini karma aku seharusnya merasa tersiksa bukan?


tapi...


kenapa aku malah merasa bahagia? apakah ini berarti bukan karma? lalu apa namanya ini?


sebuah kehidupan yang penuh dengan teka-teki yang tidak ku paham. perlahan lahan aku mencoba memahami nya ... sedikit demi sedikit ...


aku memang bodoh di pelajaran ... untuk olahraga juga tidak ada yang aku kuasai. namun dia yang sempurna dalam pelajaran dan olahraga bisa dekat dengan ku dan bersifat hangat...


aku bahagia ...


ingin rasanya aku memberhentikan waktu saat kita berdua bercanda tawa dan bergandengan tangan. akan kah dia begini terus? atau keadaan bisa berubah sewaktu-waktu? apakah akan ada yang merebut dia dari ku nantinya?


sebuah pertanyaan yang terus menerus menghantui ku hingga saat ini.


hari ini pembagian hasil UTS, aku melihat hasil UTS kimia dan biologi ku sangat hancur.


"Ruby! UTS ku aman, kamu gimana?" Tanya Lee dan aku pun langsung menunjukan hasil UTS ku yang sangat hancur


"A-Aku remedial" Ujar ku lemas, seketika aku melihat ke arah Lee menatap dengan tatapan tajam nya ke arah ku.


"Aku akan memberikan mu kelas tambahan habis eskul nanti!" Tegas Lee lalu kembali menghadap ke arah guru.


mati lah aku ... pasti nanti aku di marahin habis-habis an sama dia ... ya mau bagaimana kemampuan ku hanya segini ... aku gadis yang sangat menyedihkan ...


sepulang sekolah aku langsung latihan teater dan izin pulang duluan karna Lee sudah menunggu untuk memberikan ku belajar tambahan di rumah.


"bisa-bisanya kamu dapet segini!" ujar Lee dengan nada keras sambil menunjuk kertas ujian ku. "akan ku ajari kamu sampai ujian Remedial nanti! aku gak mau ya liat angka seperti ini lagi di kertas remedial nanti!" Terus Lee


"Aku usahakan" Jawab ku lemas


"sudah lah, yuk kita mulai belajar. kamu harus ambis ya!" Ujar Lee menyemangati ku. dari sorot matanya penuh harap. aku pun seperti mendapat motivasi secara tidak langsung.


setelah selesai Lee mengajari ku kimia dan biologi. aku pun membereskan semua buku ku.


"Ruby aku penasaran deh dari dulu"


"penasaran kenapa?"


"itu rok sekolah kamu pendek in ya?" Ujar Lee dengan tatapan mengintimidasi


"eh!? ko kamu bisa tau!?"


"Ruby ku nakal ya" ujar Lee sambil berdiri dari duduk nya dan memeluk ku dari belakang, tangan kiri nya memeluk pinggang ku, tangan kanan nya memegang paha ku dan mulai naik masuk ke dalam rok ku, bibir Lee mencium leher ku hingga meninggalkan bekas merah di leher ku.


"Le-Lee jangan sekarang" Ujar Ku sambil memegang tangan kiri Lee yang sedang memeluk pinggang ku. jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya, aku malu jika dia sampai mendengarnya.


"Sayang, kamu yang memancing. kenapa jangan sekarang? orang tua mu juga lagi gak di rumah kan" Ujar Lee sambil melepas bibir nya dari leher ku


Lee pun mulai membalikan tubuh ku agar menghadap padanya, dia menatap ku begitu dalam. aku tidak bisa menahan nya lagi.


Aku menciumnya dengan lembut, tangan Lee membuka kancing seragam ku satu per satu lalu mendorong ku ke arah kasur.


aku melepas ciuman nya dan melihat Lee berada di atas ku. nafas dan aroma tubuhnya tercium dengan jelas. Lee pun mulai menyentuh tubuh ku kembali.


setelah selesai aku pun mengganti baju ku dengan baju santai untuk di rumah.


"Ruby itu bekas merah di leher belakang mu terlihat jelas" Ujar Lee sambil menunjuk leher belakang ku.


"lagian kamu sih kenapa cium di tempat yang terlihat jelas sih" jawab ku sambil mengambil fondation untuk menutupi bekas merah nya.


"hehe, Maaf sayang" Ujar Lee sambil menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.


setelah selesai menutupi bekas di leher ku. aku pun mengajak Lee untuk makan bersama karna kedua orang tua ku sedang dinas keluar kota selama satu bulan.


setelah selesai makan kami pun mengobrol sebentar di meja makan.


"orang tua mu pulang kapan?" Tanya Lee membuka obrolan


"bulan depan, mereka dinas ke luar kota"


"terus? kamu sendirian dong di rumah selama sebulan?"


"ya mau gimana lagi? aku kan anak satu-satu nya jadi pasti sendirian"


"Jumat aku menginap ya"


"he!? ngapain!? gak ada kamar tamu loh!"


"tidur sama kamu lah"


"Lee ... yang serius lah ... kalo mau nginap aku ajak Acha juga nanti sama Cla--"


"gak! gak! gak! jangan ajak manusia gay itu"


"tenang saja kan ada aku sama Acha. nanti kamu sama Claude tidur di kamar ku, aku sama Acha tidur di kamar orang tua ku."


"BUNUH AJA AKU!"


"kamu kenapa takut banget sama Claude sih"


"Ruby! kamu terserah mau ajak dia atau ngga tapi intinya aku gak mau satu kamar sama dia!"


"yaudah kita ber 4 tidur di ruang tengah aja, ada AC juga nanti aku gelar in kasur satuan di situ"


"itu lebih baik"


Lee pun berdiri dari duduk nya dan menghampiri ku, dia pun langsung memeluk ku, jatung ku berdetak sangat cepat seakan akan ingin keluar dari tempat nya.


"Aku sayang kamu" Ujar Lee sambil terus memeluk ku


aku pun membalas pelukan Lee yang hangat ...


"Aku juga sayang kamu" jawab ku, kata-kata itu pun akhirnya keluar dengan sendiri nya dari bibir ku. aku sudah gak bisa bohongin diri ku lagi.


ruang makan, peralatan bekas makan malam dan kipas angin yang berputar menjadi saksi aku menyatakan perasaan ku pada Lee.


kami berpacaran? tentu saja iya ... namun ini belum Ahir ... ini masih permulaan apakah aku akan terus dengan Lee sampai Ahir? atau bahkan aku akan bersama Claude nanti di Ahir cerita? sebuah teka teki kehidupan yang belum terjawab mungkin tidak lama lagi aku akan menemukan jawaban nya.


perasaan manusia penuh dengan keraguan di tambah umur kami yang masih menginjak 16 tahun bisa di bilang masih labil. perasaan sayang saat ini bisa berubah kapan pun dan karna apa pun.


namun untuk saat ini ... aku hanya mau dia ... lelaki yang ada di hadapan ku saat ini yang sedang memeluk ku dengan hangat ....


Lee ...


Can we together forever?


berlanjut~