Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
24



Mencintaimu...


...Adalah bentuk terindah dari penghancuran diri


...


seminggu kami sudah latihan adegan yang sama dan ahirnya Lee bisa sedikit mengngontrol ekspresinya. dengan senang hati ahirnya kita latihan dengan costum dan lanjut adegan selanjutnya.


Kaori membantu ku untuk memasang kostum tuan Putri yang sedikit ribet. setelah terpasang aku melihat diri ku di kaca seperti bukan aku, Wig yang anak club Seni buat juga cukup bagus. aku sesekali memutar diri ku melihat diri ku di depan kaca yang terlihat berbeda.


"Gimana? puas sama karya kita yang buru-buru?" Tanya Kaori sambil terlihat puas


"Suka banget! Bagus!" jawab ku sambil tersenyum menatap Kaori


tidak lama kemudian Lee dan Claude pun keluar dengan kostum nya yang benar-benar terlihat seperti pangeran. mereka memang benar-benar tampan.


"wah!!!! dua orang tampan menjadi semakin tampan!!!" Ujar Kaori memuji Claude dan Lee


"Iyakah? Trimakasih, semua ini berkat club seni" Jawab Claude sambil tersenyum


"Biasa aja, yuk latihan" Jawab Lee dingin sambil berjalan keluar dari ruang ganti


aku dan Claude pun juga keluar dari ruang ganti dan memulai latihan scene selanjutnya.


"Ayo semua kembali Latihan!!!! Lee jangan lupa ya ekspresi jangan datar!" Ujar Acha, Lee pun mengangguk an kepala nya


-Adegan Teater-


musik pun di putar,


dengan latar aula kerajaan, Lee mengambil posisi untuk adegan Berdansa dengan ku sambil tersenyum.


"さあさドレスに着替えて、世界一のお姫様踊りましょうか" Lee Bernyanyi sambil menari dengan ku mengikuti irama musik


(saa sa doresu ni kigaete, Sekai Ichi no ohime sama odori mashou ka?"


(silahkan, Kenakanlah gaunmu. Mari berdansa wahai putri nomor 1 di dunia)



"誰もが貴方を欲しいがって" Sambung Claude menyanyi sambil menari mengikuti Irama lagu.


(dare mo ga Anata wo hoshii gatte)


(Semua orang menginginkan mu)


"僕らを夢中にさせちゃって" Sahut Lee yang terus menyanyi dia memegang tangan kanan ku dan kami menari layaknya Raja dan Ratu kerajaan.


(bokura wo muchuu ni sase chatte)


(Kau membuat ku tergila-gila)



"奪うよ愛のキッス" Lanjut Lee dengan Claude menyanyi dengan suara bersamaan dengan adegan Lee menyentuh bibir ku dengan telunjuknya dan Claude menutup mata ku.


(ubau Yo ai no kissu)


(akan ku curi kecupan cinta darimu)


-cut-


semua orang yang melihat kami latihan pun bertepuk tangan dan Acha juga terlihat puas dengan kami.


"Bagus! Lee sudah bisa mengontrol ekspresi! Claude juga vokal dan gerakan kalian semua bagus, Ruby juga gerakan tarian mu bagus? semua bagus! aku senang melihat nya! oke sebelum lanjut scene berikutnya kita istirahat dulu ya" Ujar Acha sambil tersenyum kelihatan sekali bahwa dengan bahagia.


aku pun turun dari panggung lalu mengambil botol minum ku. drama kali ini banyak sekali adegan menari nya membuat ku sedikit lelah, di tambah kostum yang sedikit panas.


"Cape banget kayaknya Tuan Putri" Ledek Acha sambil menghampiri ku.


"scenario yang di buat memaksa aku menari selama di panggung gimana gak Cape" Jawab ku sambil menatap Acha dengan kesal


"Tapi dialog mu kan cuman ngomong (Romeo) doang di awal"


"tapi gak nari selama itu Acha, Aku hampir kehilangan semua energi ku tau"


jujur deh terkadang gregetan juga aku sama Acha yang suka mengambil keputusan se enaknya. tapi ya mau bagaimana pun dia tetap sahabat ku


gak berasa sebentar lagi semester 2. Acha sama Claude bentar lagi lulus dong, aku jadi sendirian.


tidak lama kemudian latihan pun di lanjutkan.


"Ayo lanjut guys jangan buat aku kecewa ya... Lee jangan lupa ekspresinya .... Ruby tolong gerakan nya lebih anggun lagi ya ... untuk Claude no coment, kamu sudah perfect!" Ujar Acha


-Adegan Teater-


Dengan latar di atas istana kerajaan di malam hari dengan bintang yang bertebaran di langit.


Claude berlutut di depan ku sambil kedua tangan nya memegang setangkai bunga mawar merah yang dia persembahkan untuk ku "瞳閉じてプレゼント、空に光るあの星を二人の物に" Claude pun bernyanyi, aku menutup mulut ku dengan kedua tangan ku sambil ber ekspresi tidak menyangka.


(Hitomi tojite purezento, Sora ni Hikaru Ano hoshi wo futari no mono ni)


(pejamkan mata, ini hadiah untuk mu bintang yang bersinar di langit itu milik kita berdua)




Dari jauh Lee melihat kami lalu menghampiri mengikuti irama musik "世界が貴方を欲しいがって" Terus Lee menyanyi aku pun menengok ke arahnya dengan tatapan bingung.


(Sekai ga Anata wo hoshii gatte)


(seluruh dunia menginginkan mu)


Claude pun memegang tangan kanan ku "俺たち本気させちゃって" Terus Claude menyanyi dan aku mengepalkan tangan kiri ku di dada lalu melihat ke arah Claude dan Lee secara bergantian.


(oretachi honki ni sase chatte)


(kau membuat kami bersungguh-sungguh untuk mendapatkanmu)



"その名はジュリエッタ" Terus Claude dan Lee dengan suara bersamaan.


(sono na wa jurietta)


(kau yang bernama Juliet)


-cut-


"Duh! cinta sama kalian! bagus banget! bisa jadi drama musikal bahasa Jepang yang pertama tapi kelihatan sudah terlatih sangat baik ini sih!" Ujar Acha sambil bertepuk tangan sangat puas dengan hasil kami.


aku pun menengok ke arah Claude lalu tersenyum, Claude pun tersenyum balik ke arah ku. sebenernya aku juga mau menengok ke arah Lee namun aku gengsi.


"Guys latihan hari ini cukup ya, kalian istirahat di rumah. jangan lupa kostum nya balikin ke anak club seni. jangan sampai rusak sebelum hari pas kita tampil ya" Ujar Acha lalu kami pun meng iya kan nya


aku berjalan turun dari panggung lalu menuju ruang ganti. di bantu dengan Kaori melepas baju ku yang super ribet.


setelah berganti baju aku pun langsung kembali ke ruang Teater untuk mengambil tas ku.


aku berpapasan dengan Lee namun aku tidak mempedulikan nya. Lee terlihat kecewa aku tau dia masih memperhatikan ku dari jauh lalu dia menghampiri ku, menepuk pundak ku agar aku memberhentikan langkah


"apa lagi?" Tanya ku tanpa membalikan badan ku


"ga jadi, maaf" Jawab Lee lalu berjalan mendahului ku menuju ruang teater.


sesampainya di ruang teater aku melihat Claude sudah menggendong tasnya sambil melihat ke arah ku, dia pun menghampiri ku


"Ruby! pulang bareng yuk! aku bawa mobil loh" Ajak Claude. sekilas aku mengingat kejadian kenapa aku bisa koma namun sepertinya tidak baik terus menerus takut pada seseorang seperti itu.


aku pun mengambil tas ku "Yuk, udah lama gak pulang bareng" Jawab ku sambil tersenyum ke arah Claude, kami pun berjalan bersama menuju tempat parkir.


namun aku tiba-tiba memberhentikan langkah ku, aku melihat Lee dan Mizu berada di taman sekolah. ketika Mizu hendak ingin mencium Lee tiba-tiba saja kedua mata ku di tutup oleh Claude, aku pun hanya diam saja mengikuti Claude.


aku sudah tidak mengerti lagi sama perasaan ku ini!


berlanjut~