Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
5



ke esokan hari nya di ruang club suasana makin tidak enak. kami malah latihan sendiri sendiri.


sejak pagi tadi pun Lee dan Claude belum mengajak ku bicara. aku menghela nafas ku dan mencoba terus fokus pada dialog yang harus ku hafalkan


tiba-tiba saja Acha masuk ruang club habis rapat dengan anak Club seni karna kejadian kemarin.


"Guys! ayo kemari aku ada info penting yang pasti asik!" Ujar Acha lalu kami semua pun mendekat ke arah nya. "Kita akan Adakan malam Akrab di Hari Sabtu ini untuk mendekatkan anak Club seni dan Club teater. kita kan sudah lama bekerja sama namun kita belum dekat satu sama lain jadi akan di adakan malam Akrab dengan tujuan tersebut" Jelas Acha


"Tunggu Tunggu kenapa dadakan banget harus Sabtu ini. 3 hari lagi dong? kita nginep ga?" Tanya ku penasaran


"sudah pasti kita nginep Ruby jadi dari hari Jumat tolong bawa barang barang kalian untuk bermalam di sekolah ini .... dan yang pasti kegiatan sudah ku susun dengan rapih kalian tinggal menikmati saja ... apa ada pertanyaan atau protes?" Jelas Acha


"tidak ada" Ujar semua anak club Teater serempak


"kalau tidak ada yang mau ikutan ayo kita data dulu ya...." Ujar Acha memulai untuk mendata siapa saja yang ikut


sudah pasti aku ikut dan aku melihat Claude juga mendaftarkan namanya untuk ikut malam Akrab berasa anak club seni.


setelah mendaftarkan diri aku melihat Claude meninggalkan ruangan club seorang diri ... ya ... mungkin dia memang butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri.


aku pun kembali duduk di podium untuk mulai menghafal teks drama lagi.


*Ting!


suara notifikasi ponsel ku membuat fokus ku hancur. aku pun langsung mengecek ponsel ku dengan cepat.



oh? dia sudah ga marah? sebaiknya langsung kesana saja aku sekalian bawa tas ku deh biar habis latihan bisa langsung pulang.


aku pun keluar dari ruang club ku dan ketika di pintu ruang club aku berpapasan dengan Lee yang hendak masuk ke ruang Club ku.


Lee melirik ku dengan tatapan dingin nya lalu berjalan masuk ke ruang club Teater. tanpa sadar aku memegang tangan Lee dengan cepat


"Apa?" Tanya Lee tanpa menatap ku


"Maaf, a-aku" Ujar ku belum selesai ngomong Lee langsung melepaskan tangan ku yang memegang tangan nya


"Aku buru-buru" Ujar nya lalu masuk langsung menemui Acha


aku pun langsung berjalan ke arah halaman belakang sekolah. sesampainya disana aku melihat Claude sedang duduk seorang diri sambil membaca naskah dan meminum susu coklat kesukaan nya.


aku menghampiri nya lalu duduk di samping nya.


"oh? sudah sampai ternyata" Ujar Claude sambil menengok ke arah ku


"Jadi mau latihan bagian mana?" Tanya ku sambil membuka Naskah drama milik ku


Claude pun mengambil naskah drama ku dan menutup nya.


"hey! kenapa!?"


"kamu harus tanggung jawab!" Tegas Claude


"Tanggung jawab? aku salah apa?"


Claude pun menatap ku lalu memegang tangan ku "sepertinya aku menyukai mu" jelas Claude.


aku pun bingung apa yang harus ku jawab aku merasa sangat senang ... namun ... bagaimana dengan black prince?


*Ehem!


"Jadi kesini buat menerima cinta dari WHITE PRINCE KESAYANAGAN mu?" Suara yang tak asing dari belakang membuat ku langsung menengok secara cepat. tidak lain dan tidak bukan adalah suara Lee


"kayaknya BLACK PRINCE mu selalu ganggu moment kita ya?" Ujar Claude lalu berdiri dari duduk nya. menatap Lee dengan sinis sepertinya mereka akan bertengkar lagi.


"guys ayolah kalian kenapa jadi begini sih? selalu ribut terus" Ujar ku mencoba memisahkan mereka sambil bangun dari duduk ku.


Lee pun menggenggam tangan ku "Kali ini aku ingin bicara padanya" Ujar Lee ke Claude dan langsung menarik ku menjauh dari Claude.


"Lee kamu apa apaan sih! ini maksudnya apa!? hey! Lepaskan!"


Lee pun melepaskan tangan ku di sebuah kelas kosong tak jauh dari tempat tadi.


"Apa mau mu!? mau apa kamu sama wanita bodoh seperti ku!?" Tanya ku sambil memegang lengan ku yang terasa sakit akibat genggaman Lee "Hey! Jawab!" Terus ku mulai kesal karna dia hanya diam saja dari tadi


Lee pun menghampiri ku dan menekan kedua pipi ku dengan tangan nya "diam atau ku cium!?" Tegas Lee yang membuat ku langsung terdiam. dia pun melepaskan tangan nya yang menekan kedua pipi ku, lalu membelakangi ku


*sial! nih orang kenapa sih!? aneh banget coba* Ujar ku dalam hati yang mulai duduk di atas meja.


cukup lama kami saling diam disini dan ahirnya aku pun mulai terasa bosan karna keheningan yang cukup lama.


"ah sudah lah aku mau pulang saja!" Ujar ku lalu berjalan ke arah pintu kelas.


Lee pun tiba tiba memeluk ku dari belakang. aku kaget karna dia tak seperti biasanya.


aku memegang tangan nya lalu berbalik arah dia pun memeluk ku semakin erat. dan ternyata Black Prince yang sangat dingin bisa bersikap hangat seperti ini.... sangat di luar dugaan ku


"stop jangan memancing kecemburuan ku lagi" Ujar Lee


"kenapa kamu seperti ini kenapa wanita bodoh seperti ku"


"Aku sendiri juga tidak tau. tiba tiba ada rasa sakit yang tak biasa waktu aku melihat kamu sama Senior itu"


"sudah lah lepaskan aku dulu ... aku mau pulang ... kita bahas lagi lain waktu ya ..." Ujar ku sambil mencoba membuat Lee melepaskan pelukan nya


Lee pun melepaskan pelukan nya.


"Aku pulang dulu sudah sore ... kamu juga pulang ya ... bye ... sampai ketemu besok" Ujar ku sambil berjalan keluar kelas ...


aku mulai bingung sama kedua pangeran ku ini ... mereka semakin lama semakin aneh ... aku gak habis pikir Lee bisa begitu dan aku juga gak habis pikir Claude menyatakan perasaan suka nya pada ku ....


benar kata Acha kalau kedua nya menyukai ku seperti ini rasanya sangat berat memilih salah satu nya. aku memang menyukai Claude tapi aku tidak mau kehilangan Lee...


apa yang harus ku lakukan? aku hanya wanita bodoh yang tidak bisa menentukan pilihan ku. dan apa yang mereka harapkan dari wanita seperti ku. terutama Lee, yang menyukainya banyak kenapa dia harus seperti itu kepada wanita yang selalu dia anggap bodoh.


haah ..... bikin pusing semua nya ... aku harus cepat pulang lalu mengistirahatkan pikiran ku ... semua terasa seperti mimpi saja...


ketika melewati ruang Club seni aku melihat Lucien sedang menyender depan ruang Club seperti sedang menunggu seseorang. aku pun menghampiri nya


"Lucien? lagi nunggu seseorang?" Tanya ku penasaran.


"eh Ruby... iya aku lagi nungguin Lee. kamu lihat Lee kemana tidak? Ahir-Ahir ini dia terlihat tidak biasa" Jelas Lucien


"Lee tadi di ruang Teater mungkin sebentar lagi kembali. dan lagi Lee mungkin memang sedang merubah dirinya"


"iya juga ya. yasudah makasih ya Ruby"


"sama-sama. aku pulang duluan ya"


"ok, hati-hati"


aku pun berjalan melewati Lucien dan pulang naik angkutan umum....


~Berlanjut~