Koi Wo Shiyou

Koi Wo Shiyou
11



PERINGATAN!!!


CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. BAGI PEMBACA YANG DI BAWAH UMUR ATAU MERASA TERGANGGU DENGAN UNSUR TERSEBUT SILAHKAN SKIP CHAPTER INI


...


***ya, Hidup itu pilihan


Lurus ataupun berliku.


baik ataupun buruk.


hitam ataupun putih.


mencintai ataupun melupakan***


...


sudah hampir satu bulan setelah kejadian Claude tampak seperti biasa tidak ada masalah namun aku selalu mencoba untuk menghindari nya.


hari ini adalah Minggu pertama UTS jadi tidak ada kegiatan club selama 2 Minggu ke depan sehingga aku tidak perlu repot untuk menghindarinya.


kegiatan UTS berjalan lancar namun yang tidak lancar adalah aku waktu mengisi beberapa soal UTS. rasanya kepala ku mau pecah


tidak lama kemudian pun UTS mata pelajaran terakhir untuk hari ini. aku keluar kelas dengan tatapan lemas karna masih pusing dengan soal ujian.


"Ruby? ko lemes banget"


"Iya, aku gak lancar mengerjakan soaln-" belum selesai aku menyelesaikan kata-kata ku aku pun menengok ke sumber suara ternyata Claude


aku pun langsung mengalihkan pandangan ku dan berjalan cepat ke arah gerbang sekolah Claude pun mengikuti ku.


"kamu kenapa menghindar dari aku? bahkan aku chat pun ga kamu balas" Tanya Claude penasaran sambil mengikuti langkah kaki ku.


aku tidak menjawab nya sepatah kata pun sampai dia memegang tangan ku dan aku melepasnya dengan kasar.


dia pun memegang tangan ku lagi dan kali ini menggenggam dengan begitu kuat. aku pun memberhentikan langkah ku tanpa menengok ke arah nya.


"jangan dekati aku! semua nya sudah cukup!" Ujar ku sambil mengeluarkan air mata. Claude sadar aku menangis sehingga dia melepaskan genggaman nya dan aku pun pergi meninggalkan nya.


sebisa mungkin aku mengelap air mata ku agar tidak ketahuan oleh Lee nantinya.


sesampainya di parkiran aku langsung menuju mobil Lee. namun belum sampai ke mobil Lee, Odelia mencegat ku dengan temannya.


"oh ternyata cewe Ter bodoh di kelas ku yang di sukain oleh Claude sekarang. ku kira Claude move on nya ke cowo tapi ternyata ke wanita lagi ya" Ujar Odelia sambil melipat tangan nya di dada


"masa sih cewe kayak gini bisa di sukain sama Claude. mending si Claude sama cowo dari pada sama cewe kayak begini" Ujar Vivian Teman Odelia.


aku hanya menunduk karna bingung. suka sama cowo? apa maksudnya?


"suka sama cowo? Claude? maksudnya? aku kurang paham apa yang kalian bicarakan" Tanya ku penasaran sambil mencoba menatap Odelia


"Lah kamu ga tau? Claude kan Bsex dan lebih ke laki-laki, cewe pertama yang dia suka aja Odelia ko putus dari odelia malah ke kamu ya? selera nya makin buruk" Jawab Vivian dengan tatapam sinis nya


"jauh in Claude! dia ga pantes buat kamu yg rendahan!" Ujar Odelia sambil mendorong bahu ku dengan kasar.


"oh ya? terus yg pantes siapa? cewe yang suka merendahkan kayak kamu? kalo emang kamu merasa lebih dari aku, kamu rebut dia dari aku! aku gak akan jauh in dia! Permisi!" Ujar ku lalu pergi meninggalkan mereka ber 2 dan masuk ke mobil Lee


aku masuk ke mobile Lee dengan wajah badmood karna omongan odelia dan Vivian tadi. maksudnya apa coba


"muka di tekuk aja ... ada apa ni" Tanya Lee sambil mulai menyalakan mesin mobil nya.


"gapapa! udah jalan" jawab ku sambil melipat tangan ku.


Lee pun mengacak-acak rambut ku bertujuan untuk menghibur ku. aku pun langsung menengok ke arahnya yang sedang menyetir mobil itu sambil tersenyum.


"woah banget! aku sampe bingung mau jawab apa tadi!"


"ok, kalo gitu hari ini aku mau ke rumah mu"


"ke rumah ku? ngapain?"


"mau kasih kamu les privat gratis"


"boleh boleh! pas banget besok kan bahasa Inggris sama matematika. pelajaran yang kamu kuasai"


"nah gitu dong semangat" Jawab Lee sambil mengacak ngacak rambut ku kembali


sesampainya di rumah ku kami pun langsung menuju kamar ku dan mulai belajar. mama ku masuk kamar membawakan cemilan dan susu untuk ku dan Lee.


"nah tuh bisa kan lama lama .... ayo coba sekali lagi kerjain soal yang ku buat ini ..." Ujar Lee sambil memberikan soal baru


"baiklah ... ternyata tidak begitu susah ya ..." Jawab ku sambil mulai mengerjakan soal baru yang di berikan oleh Lee


tidak lama kemudian jam pun menunjukan pukul 5 sore dan kita ahirnya susah selesai belajar. aku pun mencoba merebahkan tubuh ku di kasur.


"Hei! kamu ngapain tiduran gitu depan laki-laki" Tegur Lee sekilas aku lihat wajah nya me merah


aku pun menggeser tubuh ku agar ke pinggir "sini coba deh tiduran sebentar, enak tau rasanya habis pegel2 duduk di situ terus tiduran" Ujar ku sambil memberikan isyarat agak Lee tiduran di sebelah ku.


Lee pun menghampiri ku dan tidur di sebelah ku dengan posisi membelakangi ku. aku bisa melihat dengan jelas rambut dan bentuk leher indah milik Lee dari belakang.


tanpa sadar aku memeluk nya dari belakang dan mencium leher nya ... bau Lee masih sama seperti waktu ulang tahun nya. bau nya enak ... aku suka bau yang seperti ini sehingga aku meneruskan mecium leher nya.


"Ruby jangan menggoda ku. aku juga laki-laki loh" Ujar Lee sambil membalik an tubuhnya menjadi menghadap ku.


"bau mu enak" Jawab ku dan mulai mencium kembali leher depan milik Lee.


"Ruby... hmm..." Ujar Lee yang sepertinya wajah nya memanas.


aku pun berhenti melakukannya karna takut dia malah ingin melakukan lebih. karna mama ku ada di rumah aku tidak berani ambil resikonya jika ketauan.


Lee pun bangun dan memposisikan tubuh nya berada di atas ku.


"jangan lakukan lebih dari yang tadi. mama ku ada di rumah sekarang" Ujar Ku memberi tahu Lee.


namun sepertinya dia tidak mendengarkan ku sama sekali. dia malah mencium bibir ku seperti waktu di rumah dia.


namun ciuman kali ini agak berbeda ... rasanya lebih manis dari yang awal ... aku pun menjadi terbawa suasana dan mengikuti permainan nya.


"kamu jangan berisik tapi ya soalnya ada mama mu kan. usahakan minimalisir suara" Ujar Lee lalu dia mencium leher ku sampai menimbulkan bekas merah di leher ku.


"Kamu pelan pelan Lee" Ujar ku dengan manja dan tangan Lee mulai membuka kancing baju ku satu persatu.


lalu tangan nya sekarang mulai masuk ke dalam rok ku secara perlahan namun pasti.


*tok tok tok


suara ketukan pintu membuat kami panik dan langsung kembali ke posisi semula di depan meja belajar.


aku pun menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu dan ternyata itu mama ku yang ingin mengambil bekas gelas dan piring kami.


karna kami mikir tidak mungkin melakukan nya sekarang Lee pun pamit pulang sebelum hari menjadi gelap.


sekarang aku sadar ... se dingin apa pun laki-laki kalau sudah di hadapkan dengan orang yang dia cinta. dia akan menjadi sangat hangat ...


berlanjut~